Bersama dengan anak-anak lainnya, dia dilatih dan dididik untuk menjadi pembunuh bayaran. Namun sebuah fakta mengubah semuanya dan malah membuatnya menyimpan dendam terhadap Asosiasi Bulan Darah.
"Kalian mengubahku menjadi pembunuh dan sekarang, aku-lah yang akan membunuh kalian semua!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 23R0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 15. Mencari informasi.
Dari ke-lima mayat kultivator yang dibunuhnya, Sun Xiang mendapatkan sepuluh keping koin emas, tiga puluh keping koin perak serta puluhan kristal jiwa kualitas rendah.
Selain itu, ia juga menemukan sebuah lencana hitam yang merupakan identitas mereka berlima, pada lencana itu terdapat ukiran nama kelompok mereka, yaitu kelompok Lembah Iblis.
"Lembah Iblis, sepertinya aku tidak asing dengan nama ini?"
Sun Xiang merenung dan berusaha mengingat nama kelompok itu, setelah cukup lama, ia akhirnya berhasil mengingat dimana ia mendengar nama kelompok itu.
"Siapa sangka perburuan ku ini akan membuahkan hasil diluar ekspektasi."
Pada awalnya, Sun Xiang memang hanya ingin berburu hewan spiritual di hutan belantara, namun siapa sangka jika dirinya malah dipertemukan dengan kelompok Lembah Iblis.
Walaupun perburuannya tidak membuahkan hasil yang memuaskan, namun Sun Xiang tetap merasa senang, karena ia menemukan hal yang lebih menarik daripada berburu.
Setelah menghancurkan kelompok Serigala Hitam, perioritas utamanya memanglah berburu hewan spiritual level empat, tapi sekarang ia justru ingin menargetkan Lembah Iblis.
Namun untuk saat ini, Sun Xiang tidak akan langsung menyerang kelompok Lembah Iblis, karena instingnya mengatakan bahwa kelompok ini sangatlah berbahaya.
Dan untuk sementara waktu, Sun Xiang akan meninggalkan hutan belantara, karena ia harus mengumpulkan informasi mengenai Lembah Iblis sebanyak mungkin.
***
Di sebuah desa di luar hutan belantara.
"Pelayan, siapkan makanan dan arak terbaik yang kalian miliki" pinta Sun Xiang.
"Baik, tuan!" sahut sang pelayan, lalu bergegas menyiapkan pesanan Sun Xiang.
Setelah menunggu selama hampir dua puluh menit, pelayan itupun kembali mendatangi Sun Xiang dengan membawa makanan dan arak terbaik yang dipesannya.
"Silahkan, tuan."
"Terima kasih!" sahut Sun Xiang, kemudian mulai menikmati makanannya setelah pelayan itu pergi.
Sembari menikmati makanannya, Sun Xiang juga menajamkan indera pendengarannya, karena biasanya orang-orang sering membicarakan hal penting saat sedang makan.
Namun sayangnya, dari semua pengunjung yang ada di sana, tidak seorangpun dari mereka yang membicarakan atau membahas tentang kelompok Lembah Iblis.
Justru, yang paling banyak dibicarakan oleh para pengunjung adalah sosok bayangan yang menghancurkan kelompok Serigala Hitam beberapa hari yang lalu.
"Sepertinya tidak ada hal menarik di desa ini" gumam Sun Xiang sembari terus menikmati makanannya.
Disisi lain.
"Apa kalian sudah mendengar rumornya?"
"Tentang apa?"
"Apa maksudmu sosok bayangan misterius itu?"
"Bukan, ini bukan tentang dirinya, tapi tentang kelompok pembunuh bayaran yang disebut Bulan Darah."
Sun Xiang tersentak kaget ketika mendengar percakapan tiga pria itu, kemudian ia berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri mereka.
"Saudaraku, apa aku boleh bergabung dengan kalian?" tanya Sun Xiang dengan senyum ramah.
"Apa mau mu? Bukankah ada meja lain yang masih kosong?!"
Sun Xiang tidak menanggapi ucapan pria itu dan malah memanggil pelayan. "Tolong siapkan arak terbaik untuk ketiga temanku ini. Ingat, harus yang terbaik!"
"Baik, tuan!"
Perkataan Sun Xiang sontak membuat ketika pria itu kaget, sebab mereka mengetahui bahwa harga arak terbaik di kedai itu sangatlah mahal, bahkan mereka tidak sanggup membelinya.
"Tuan, siapa sebenarnya anda ini?"
"Bicaranya nanti saja, tunggu pelayan itu kembali membawa arak untuk kita" jawab Sun Xiang.
Tidak lama kemudian, pelayan yang sebelumnya datang menghampiri meja mereka dengan membawa empat botol arak, lalu ia pergi setelah meletakkannya di atas meja.
"Silahkan dinikmati" ucap Sun Xiang.
Ketiga pria itu hanya mengangguk pelan, lalu menikmati arak terbaik yang selama ini mereka dambakan.
"Saudaraku, sejujurnya aku sangat tertarik dengan obrolan kalian sebelumnya" ucap Sun Xiang.
"Obrolan yang mana?"
"Tentang kelompok pembunuh bayaran Bulan Darah. Jika tidak keberatan, aku ingin ikut mendengarnya" jawab Sun Xiang, lalu mengeluarkan beberapa keping koin perak.
"Dan kalian tidak perlu khawatir, karena aku akan memberikan bayaran yang setimpal untuk kalian" lanjutnya.
"Baiklah, aku akan menceritakan semua hal yang ku ketahui padamu."
Meskipun sempat merasa ragu dan khawatir, namun setelah disuguhkan dengan arak terbaik dan juga uang, keraguan dan rasa khawatir pria itupun langsung lenyap.
Kemudian, ia mulai menceritakan semua hal yang diketahuinya tentang kelompok Bulan Darah.
Beberapa minggu yang lalu, di salah satu kota di kekaisaran Zhong pernah terjadi peristiwa pembunuhan. Korban dari pembunuhan ini adalah putra sang penguasa kota.
Mulanya, tidak ada seorangpun yang berhasil menemukan sang pembunuh, namun berkat pemimpin sekte Halilintar Langit, sang pembunuh itupun berhasil ditemukan dan ditangkap.
Setelah melalui proses interogasi yang dilakukan langsung oleh pemimpin sekte, identitas sang pembunuh serta orang yang membayarnya berhasil didapatkan.
Pembunuh itu mengatakan bahwa dirinya berasal dari asosiasi yang bernama Bulan Darah, dan orang yang membayarnya adalah saudara penguasa kota itu sendiri.
Namun sayangnya, pemimpin sekte tidak berhasil mendapatkan lebih banyak informasi dari pembunuh itu, karena dia tiba-tiba saja mati tanpa diketahui penyebabnya.
"Sial! Itu artinya asosiasi Bulan Darah sudah menyebar hingga ke kekaisaran ini" ucap Sun Xiang dalam hatinya.
"Baiklah, terima kasih karena sudah menceritakan semuanya padaku, dan ini bayaran kalian."
"Terima kasih, tuan" sahut mereka, namun hanya ditanggapi dengan anggukan pelan oleh Sun Xiang.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Sun Xiang kemudian berpamitan pada mereka bertiga, lalu pergi dari sana setelah membayar pesanannya.
Kekhawatiran terukir jelas di wajah Sun Xiang, bagaimana tidak? Selama ini ia berpikir bahwa dirinya berada di tempat yang aman, tapi siapa sangka jika asosiasi juga ada di sana.
"Aku harus bergegas, jika tidak rencana ku selama ini akan berakhir dengan sia-sia."
Sebagai mantan anggota asosiasi, Sun Xiang tentunya bisa menebak seperti apa kemampuan setiap anggota asosiasi, karena itulah ia harus lebih waspada daripada biasanya.
Jika bertarung satu lawan satu, Sun Xiang masih yakin jika dirinya bisa menang, namun akan berbeda jika bertarung melawan dua atau tiga anggota asosiasi sekaligus.
Selain itu, pengalaman mereka dalam membunuh dan bertarung sudah pasti jauh lebih banyak darinya, dengan kata lain mereka adalah lawan yang tidak bisa diremehkan sedikitpun.
"Aku harus menemukan tempat untuk bersembunyi dari mereka."
Beberapa jam kemudian.
Sun Xiang menghentikan langkahnya setelah memasuki kawasan hutan bambu yang sangat luas, ia kemudian menghampiri sebuah batu besar dan bersandar di sana.
Woshhhh!
"Sial! Padahal aku baru saja ingin beristirahat" ucap Sun Xiang ketika merasakan hawa membunuh yang cukup kuat.
Tidak lama kemudian, dari kejauhan muncul seekor laba-laba setinggi tiga meter, tubuhnya berwarna hijau, dan kakinya benar-benar terlihat mirip seperti pohon bambu.
"Hahh... Baiklah, mari kita bertarung sampai puas!" ujar Sun Xiang, lalu berdiri dari tempat duduknya.
Setelah itu, Sun Xiang mengeluarkan golok Taring Langit dari sarungnya, kemudian ia mengaliri senjata miliknya itu dengan energi spiritual yang cukup besar.
"Mari kita mulai!" ujar Sun Xiang, lalu melesat maju dan langsung menyerang laba-laba itu.