NovelToon NovelToon
My Beautiful Doctor

My Beautiful Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: fakhrunisa aulia

Roshan adalah seorang dokter anestesiologi berdarah Nepal, seorang pria dingin yang sulit membuka hati karena ia hanya mencintai satu orang wanita yang selalu ia lamunkan, yang ia kenal dengan baik namun tak berani ia temui. Dalam pikirnya tak ada satupun wanita yang sesempurna dia.
Dia adalah Aila seorang dokter bedah syaraf berprestasi berdarah sunda, wanita cantik berkulit sawo matang, tinggi semampai, berkerudung, dengan mata tajam dan hidung sampingnya, kecerdasannya, kebaikan hatinya membuat kecantikannya kian mengagumkan.
Roshan melihatnya sangat sempurna, segala cara ia lakukan agar ia bisa menjadi dokter di Indonesia.
Namun disanalah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, bahwa wanita yang sempurna itu memiliki kisah pilu yang menyedihkan.
Hal ini membuatnya menyesal karena telah membenci dan menuduh hal yang tidak tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fakhrunisa aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpaksa Menikahkan Aila

Tuan Yaser keluar dari mobilnya tanpa memperdulikan anak dan istrinya, dia benar benar marah dan menutup pintu mobilnya dengan sangat keras. Sementara mama Rania memapah anak semata wayangnya yang masih terpukul kedalam rumah dibantu oleh bi mirna.

"Bi tolong siapkan teh hangat untuk aila ya" pinta mama rania dan bi mirna langsung mengiyakan.

Tuan yaser pergi kedalam kamarnya, hatinya masih bergejolak rasanya tidak ada hal paling baik yang harus dia bicarakan untuk saat ini.

Di kamarnya aila masih terus menangis, matanya sembab merah. Sepertinya aila masih syok dengan kejadian tadi. Ketaatannya selama ini seperti dirusak begitu saja.

"Ya Allah kenapa harus begini?" jerit aila sambil terus menangis.

Mama rania memasuki kamar aila yang kini sudah sedikit berantakan. "Aila kenapa nak?".

"Sudah nak, kamu gak harus seperti ini!" mama memeluk aila dengan perasaan iba air matanya ikut menetes.

"Aila dengar mama nak, kamu ini kuat kamu harus jauh lebih kuat. Mama yakin kamu tidak bersalah, mama tahu kamu anak yang baik kamu wanita yang baik" jelas mama berusaha menguatkan aila.

Bi mirna masih terheran - heran melihat keadaan, "apa yang terjadi dengan nona aila sebenarnya?".

"Nyonya ini teh hangat untuk nona aila" bi mirna segera meletakan teh di atas meja kecil disebelah tempat tidur.

"Iya bi terimakasih". Mama rania masih tetap memeluk dan mengusap - usap rambut aila.

"Ma bagaimana dengan papa? Aila takut ma" rengek aila sambil membayangkan kekecewaan tuan yaser.

"Kamu tenang ya sayang, papamu tahu betul seperti apa anaknya".

Aila mengangguk sambil sesekali terisak, merasakan sisa - sisa air matanya.

****

Malam harinya ketika aila sudah terlelap tidur karena kelelahan seharian menangis mama rania pergi ke kamarnya sendiri, disana sudah ada tuan yaser tengah duduk termenung sendirian. Sepanjang hari dia hanya melamun didalam kamarnya.

Tuan yaser menyadari istrinya datang, "rania?".

"Hmm?".

"Bagaimana keadaan aila?" sepertinya tuan yaser sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya.

"Dia sedang tidur dikamarnya, seharian menangis pasti membuat dia kelelahan".

"Rania apa aku harus menikahkannya dengan andra?" tanya tuan yaser gelisah.

Nyonya rania lantas memejamkan matanya dan menghela nafas berat.

"Aku yakin kamu adalah pria yang paling bijak, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" nyonya rania melemparkan senyuman lembut pada suami tercintanya.

Ucapannya membuat tuan yaser lebih tenang dan dapat sedikit tersenyum.

"Baiklah kita bicarakan ini lagi besok setelah rania bangun" tutur tuan yaser sambil berbaring ditempat tidurnya dan hanyut terlelap.

****

Pagi - pagi sekali bi mirna sudah menyiapkan sarapan di meja makan, tuan dan nyonya sudah bersiap di meja makan.

"rania dimana aila?" tanya papanya sembari menengok ke arah pintu kamarnya.

"entahlah belum aku cek sejak semalam" mama rania mengangkat kedua bahunya sambil mengolesi selai keatas selembar roti.

"aku khawatir sekali pada aila",

"rania cobalah kamu lihat keadaan dia dikamar" perintahnya, mama rania pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar aila yang masih tertutup rapat.

tok..tok..tok..

"sayang kamu sudah bangun?".

hmmm kok aila gak bangun - bangun ya...

"sayang mama masuk ya" mama rania langsung membuka pintu kamar putrinya, dia melihat aila masih terbaring di tempat tidurnya.

"aaaahhh aku pikir dia melakukan hal yang tidak - tidak, ternyata dia masih tidur" gumam mama rania menepuk keningnya pelan sambil tersenyum.

mama rania pun kembali ke meja makan, "dia masih tidur".

"hmmm" jawab tuan yaser sambil mengunyah roti nya.

"rania mulai saat ini putuskan hubungan keluarga kita dengan mereka, aku tidak sudi memiliki keluarga selicik mereka, aku yakin semuanya terjadi adalah ulah mereka berdua" tuan yaser menunjukan amarah dimatanya. mama rania hanya mengangguk.

"rania kamu ikut ke kantor hari ini, kita bicarakan masalah ini dengan andra".

"laki - laki itu harus bertanggung jawab!".

setelah selesai sarapan tuan dan nyonya yaser segera pergi ke kantornya karena sebetulnya shubuh tadi andra menghubungi tuan yaser dan meminta untuk bertemu dengannya.

tepat jam 9 pagi mereka sampai di perusahaan besar miliknya dan ternyata andra telah menunggu di ruang tunggu tamu.

"bos ada tamu yang sedang menunggu anda didalam" sambut Zain sekretaris kepercayaan tuan yaser.

tuan dan nyonya yaser segera masuk ke dalam dan melihat laki - laki licik itu tengah duduk bersandar di sofa.

"selamat pagi tuan yaser" sambut andra sambil tersenyum. tuan yaser mengabaikan sapaan hangat yang palsu itu.

"apa yang ingin kamu bicarakan padaku?".

"katakan cepat, aku tidak punya banyak waktu untukmu!".

"hahahaha...tenanglah tuan, aku datang dengan niat baik. aku sungguh malu dengan kejadian kemarin aku benar - benar tidak menyangka akan hal itu".

"jadi tuan maksud saya kemari, saya ingin bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kemarin" andra menyeringai licik.

tuan yaser marah dengan keadaan namun dia juga berpikir bahwa semua harus dipertanggung jawabkan.

"laki - laki licik!" timpal tuan yaser geram namun andri hanya tersenyum.

"bagaimana? apakah anda menerima tawaran saya?" tuan yaser terdiam bingung dengan kenyataan yang dihadapinya.

"tenang saja tuan, dengan menikahi putrimu aku akan membantumu mengelola perusahaan ini dengan baik hahaha" tawanya begitu menyebalkan.

lelaki sialan jadi ini tujuanmu!!!

bedebah ini ternyata mengincar hartaku dengan menghancurkan anakku!

jangan harap aku akan membiarkanmu menguasai apa yang akan aku wariskan pada anakku!

"jangan lupa tuan, hanya aku yang akan bertanggung jawab dengan apa yang telah menimpa anakmu" kata andra sambil berlalu keluar dari ruang tamu kantor dan tuan yaser hanya diam mematung.

"rania pulanglah, bicarakan ini dengan anak kita". nyonya rania sudah mengerti benar dengan keputusan yang akan suaminya ambil dengan berat hati mereka akan menikahkan lelaki itu dengan anaknya.

nyonya rania bergegas pulang dan menemui aila.

sesampainya dirumah ia melihat aila tengah duduk termenung sendiri di pinggiran kolam renang rumahnya.

"nak, boleh mama duduk?" dan aila menganggukan kepalanya pelan.

mama rania tersenyum, "nak mama mau bicara serius dengan kamu".

"mama harap kamu bisa mengerti dengan semuanya", aila mulai berkaca - kaca, bibirnya gemetar, air matanya mulai menjalar, dia sudah menerka apa yang akan mamanya katakan.

"aila sayang, lupakan semua yang telah berlalu kami tetap percaya padamu nak".

"tapi untuk saat ini mama dan papa memohon padamu agak kamu menikah dengan andra dia mau bertanggung jawab padamu" tutup mama raina, dan ternyata apa yang dipikirkan aila memang benar.

aila sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi, jikapun ia harus menikah dengan andra, itu akan ia turuti.

***

satu minggu kemudian aila menikah dengan antara, hanya dengan pesta yang sederhana, tanpa mengundang banyak rekan bisnisnya. pernikahan itu hanya dihadiri oleh segelintir sahabat dan keluarga kedua mempelai.

aila terlihat sangat murung, kebahagian tidak nampak diwajahnya, "heh, jaga senyum kamu!".

"apa kata orang nanti jika kamu tidak tersenyum!" bentak andra sambil sedikit berbisik.

"ba..baik". aila mulai mengembangkan senyumnya pada para tamu.

"awas kau nanti jika mengacau disini!" ancam andra membuat aila seperti terhantam batu.

ternyata dia sangat kasar!

setelah menjadi istriku, aku tidak mau tahu kamu harus menuruti semua perintahku! dan jangan pernah macam - macam padaku atau aku akan menghabisimu!" ancamnya lagi membuat aila sedikit gemetar.

tiba - tiba datang beberapa wanita dengan gaun yang sangat terbuka. berbeda dengan aila ia memakai gaun mewah yang tertutup dengan hijab syari yang begitu menawan, aila terlihat sangat berkelas bahkan sebenarnya andra mengagumi kecantikan aila namun ia menepisnya.

"andraaaa" wanita - wanita itu berteriak kecil, dan antara hanya tersenyum dengan rasa bangga.

"andraaaaaa, kamu kenapa menikahi wanita itu?" tanya salah satu wanita sambil tangannya melingkar di leher andra dengan manja.

ciiiiihhhhh dia sedang menikah denganku tapi beraninya melakukan hal rendah macam ini didepan mataku.

untung saja papa dan mama tidak melihat ini!!!

andra aku tidak akan pernah bisa ikhlas dengan pernikahan ini!

"tidak apa - apa sayang dia sekarang istriku" jawabnya sambil melepaskan tangan wanita itu.

"sejak kapan seleramu kadi wanita alim seperti ini?" tanya wanita itu lagi sambil menatap aila tajam.

"hahahaha kau memang paling tahu seleraku! sudah nikmatilah pestanya lain kali kita bertemu ya".

wanita itu hanya tersenyum bahagia dan menjauh dari mereka berdua.

"kau jangan cemburu seperti itu sayang, kau tahu semenarik apa aku jadi hal macam ini sudah biasa. setelah menikah kamu akan lebih sering melihat hal ini jadi berusahalah untuk terbiasa".

"aku tidak peduli!" jawab aila dengan tegas.

"hahahaha" andra tertawa dengan puas, "manis sekali kamu sayang".

andra berusaha mengusap pipi istrinya namun aila langsung menepisnya, "jangan coba - coba menyentuhku!"

.

.

.

.

.

.

hai readers aku kembali minta maaf ya karena telat2 apdet nya, sehubungan akhir tahun jadi otakku ngebul bgt seharian di kantor.

doakan biar bisa up lebih banyak dan sering ya.

jangan lupa follow dulu, like, comment, tip.. 😍😘

1
Jubaedah Jubaedah
udah lama banget ya ...nie cerita g ada endingnya...di tunggu² g kunjung lanjut ...ayo donk thor lanjut ceritanya ...masih penasaran tingkat dewa nich
Pipit Uwie
ini gk bakalan di lanjut gitu Thor?
aila nahda
pokonyaaaaa pasti endingnya keren
Nurmiati Aja
good ceritax manis
Nurmiati Aja
ok....tunggu kelanjutannya....penasaran
Nurmiati Aja
ayo kanjt nulisx....penasaran ni
Debby Kimunday
lanjut thoor
Debby Kimunday
lanjut thooe
Sinta Urari
ko ga ada kelanjutan nya ceritanya
Ali Zhahron
ka’author kapan lagi apdet ya udahla nih nunggunya udah 3 tahunasa Spain sekarang belum apdeeeeet☹️😫😪😓
Sabil Abdi
aduch....ini gue gimana kelanjutannya thorrr...jangan di gantung begini donk...g enak tau...ayo donk...di lanjut....up...lagi donk...,
M Regina Sri Djuariyah
ayo terus
M Regina Sri Djuariyah
lanjutkan ceritanya Thor
M Regina Sri Djuariyah
up up up thor
M Regina Sri Djuariyah
ayo terus kan ceritanya
M Regina Sri Djuariyah
up
M Regina Sri Djuariyah
lekas Thor sambung ya
M Regina Sri Djuariyah
Thor bgmn kelanjutan ceritanya
M Regina Sri Djuariyah
up
M Regina Sri Djuariyah
ayo lanjut thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!