NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#31

Perjalanan menuju kediaman utama keluarga Riccardo pagi itu dilewati dengan ketegangan yang teramat pekat, setidaknya bagi Alceena.

Di dalam mobil sport hitam yang membelah jalanan perbukitan eksklusif Beverly Hills, sang diva tidak berhenti meremas tali tas tangan mewahnya.

Kacamata hitam besar bertengger di hidung mancungnya, menyembunyikan sepasang mata indahnya yang masih sedikit sembap dan gelisah.

Di sampingnya, Xander Hayes-Stone mengemudikan kendaraan dengan ketenangan yang hampir terasa tidak manusiawi.

Pria itu kini telah berganti pakaian menggunakan kemeja flanel premium berwarna abu-abu gelap yang melekat pas di tubuh raksasanya, dipadukan dengan celana panjang hitam.

Kerah kemejanya sengaja dibiarkan sedikit terbuka, mengeposkan beberapa tanda kemerahan yang dibuat Alceena malam tadi—sebuah keputusan yang sengaja diambil Xander sebagai bentuk deklarasi kepemilikan yang tidak ingin dia sembunyikan dari siapa pun, termasuk keluarga Riccardo.

Begitu mobil melewati gerbang besi raksasa berukir inisial VR yang dijaga oleh empat pria berbadan tegap dengan jas hitam rapi, kemegahan mansion utama Riccardo langsung menyambut mereka.

Bangunan bergaya neoklasik Eropa itu berdiri kokoh di atas lahan seluas beberapa hektar, dikelilingi oleh air mancur marmer dan taman yang tertata sempurna. Namun, keindahan tempat itu sama sekali tidak bisa mengurangi rasa ngeri yang mulai merayap di dada Alceena.

Xander menghentikan mobil tepat di depan lobi utama. Seorang pelayan berseragam dengan patuh membukakan pintu untuk Alceena.

Begitu kedua kaki Alceena dan Xander menginjak lantai marmer ruang tamu utama yang megah, atmosfer dingin laksana ruang sidang pengadilan langsung menyergap indra mereka.

Di ujung ruangan, di atas sofa kulit besar yang menyerupai singgasana tunggal, duduk sosok Von-Riccardo.

Pria paruh baya itu masih terlihat teramat bugar, rambutnya yang mulai memutih di bagian pelipis justru menambah kesan karismatik yang berbahaya.

Di sampingnya, Maria—sang Mommy—duduk dengan keanggunan seorang bangsawan, menatap putri sulungnya dengan binar mata yang dipenuhi rasa khawatir tersembunyi.

Namun, yang paling mencuri perhatian Xander bukanlah sang kepala keluarga.

Melainkan sosok seorang remaja laki-laki yang sedang berdiri bersandar di dekat pilar marmer besar di sudut ruangan.

Remaja itu mengenakan kemeja putih polos dengan lengan yang digulung hingga ke siku dan celana kain hitam.

Wajahnya memiliki garis rahang yang teramat tegas, mirip dengan Tuan-Riccardo, namun sepasang mata hitamnya terasa teramat kosong, dingin, dan tidak memiliki emosi layaknya manusia normal pada umumnya.

Dialah Navarro Von-Riccardo.

Bocah berusia lima belas tahun yang memegang kendali atas jaringan informasi internal keluarga, sosok yang dilatih langsung oleh mantan komandan pasukan khusus Rusia sejak jemarinya bahkan belum mampu menggenggam belati dengan sempurna.

Sepasang mata heterochromia Xander langsung terkunci pada sosok Navarro.

Di saat yang sama, manik hitam kosong milik Navarro bergerak lambat, menilai penampilan fisik Xander dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Pertemuan tatapan mata di antara dua predator dari dua dunia berbeda itu seketika memicu arus listrik tak kasat mata yang membuat udara di dalam ruangan besar itu mendadak menjadi sangat tipis.

"Alceena," suara bariton Von-Riccardo bergaung berat, memecah keheningan yang mencekam.

Pria tua itu meletakkan cangkir kopinya ke atas meja dengan ketukan pelan yang terdengar laksana vonis. "Kau datang tepat waktu. Dan... kau benar-benar membawa pria Chicago ini bersamamu."

Alceena melangkah maju satu kali, mencoba mengembalikan wibawa divanya.

"Dad, Mom... berita yang beredar di media pagi ini adalah sampah murni. Seseorang sengaja mengambil rekaman dari sudut yang salah untuk menjatuhkan reputasiku. Xander tidak—"

"Aku tidak peduli dengan berita sampah Hollywood itu, Alceena," potong Riccardo dingin, matanya beralih menatap Xander dengan pandangan menilai yang teramat tajam.

"Yang menjadi masalah bagi Daddy adalah... bagaimana bisa seorang pria asing yang memiliki sejarah darah dari dinasti Stone di Chicago, bisa berada di dalam apartemen pribadi putriku selama Lima hari berturut-turut tanpa izin dariku?"

Xander tidak menunggu Alceena untuk menjawab.

Pria itu melangkah maju, memposisikan dirinya sedikit di depan Alceena laksana sebuah perisai hidup.

Dia menundukkan kepalanya sedikit, memberikan penghormatan yang pantas kepada orang tua dari wanita yang ada di hatinya, namun matanya tetap menatap Riccardo dengan keteguhan yang tidak bisa digoyahkan.

"Saya berada di sana atas dasar kontrak kesepakatan di antara kami, Tuan Riccardo," jawab Xander, suara baritonnya yang rendah dan mantap memenuhi ruangan.

"Saya tidak memiliki niat buruk apa pun terhadap putri Anda. Tugas saya di sini adalah mematuhi perintahnya, dan... menjaganya dari apa pun yang mencoba mengusik ketenangannya."

Mendengar jawaban Xander yang teramat tenang dan penuh percaya diri itu, sebuah dengusan dingin mendadak terdengar dari sudut ruangan.

Navarro perlahan melepaskan sandaran tubuhnya dari pilar marmer.

Bocah berusia lima belas tahun itu melangkah maju dengan gerakan yang teramat ringan, hampir tanpa suara, laksana seekor macan tutul yang sedang mengintai mangsanya di dalam kegelapan.

Dia berhenti tepat tiga langkah di samping ayahnya, menatap Xander dengan kepala yang sedikit dimiringkan.

"Menjaganya?" tanya Navarro, suaranya terdengar begitu datar, dingin, dan tidak memiliki intonasi remaja pada umumnya.

Sepasang mata hitamnya melirik ke arah bekas tanda kemerahan di leher Xander, lalu kembali menatap mata pria itu. "Kau menyebut dirimu pengawal setelah membiarkan tubuhmu ditandai laksana binatang peliharaan oleh kakakku, Stone?"

Alceena seketika menegang mendengarnya. "Navarro! Jaga mulutmu!" bentak Alceena dengan wajah yang memerah karena kombinasi rasa malu dan kesal.

Navarro tidak memedulikan gertakan kakaknya. Tatapannya masih terkunci pada Xander.

"Daddy... pria ini terlalu besar untuk ukuran seorang simpanan. Dan dari data yang kukumpulkan mengenai konflik internal dinasti Stone di Chicago, dia adalah salah satu eksekutor lapangan yang paling dihindari. Kehadirannya di samping Kak Alceena adalah sebuah variabel berbahaya yang tidak bisa kita biarkan tetap hidup di Los Angeles."

Xander tidak merasa terintimidasi sama sekali oleh ucapan bocah lima belas tahun itu.

Sebaliknya, ingatan tentang ucapan Alceena di kamar mandi tadi pagi—bahwa bocah ini bisa mengirimnya ke rumah sakit hanya dengan satu pukulan—membuat seulas senyuman tipis dan seksi kembali terukir di bibir tegas Xander.

Pria itu menatap Navarro dengan binar mata yang dipenuhi rasa geli yang teramat intens.

"Kau memiliki jaringan informasi yang cukup bagus untuk ukuran seorang anak seusiamu," sahut Xander dengan kekeh rendah yang berat.

"Namun, sejarahku di Chicago sudah selesai. Statusku saat ini hanya ditentukan oleh wanita yang berdiri di sampingku ini. Jika kau menganggapku sebagai ancaman... silakan buktikan teorimu di atas lantai ini sekarang juga."

Tantangan terbuka dari Xander membuat Riccardo menyipitkan matanya, sementara Maria menahan napas cemas. Namun bagi Navarro, ucapan Xander adalah sebuah pemicu yang sempurna.

Tanpa mengeluarkan peringatan apa pun, dan dengan kecepatan yang benar-benar berada di luar batas nalar manusia biasa, tubuh ramping Navarro melesat maju laksana kilat.

Gerakannya begitu efisien, tidak ada ruang kosong yang terbuang.

Dalam hitungan sepertiga detik, bocah lima belas tahun itu sudah berada di dalam jarak jangkau Xander, melepaskan sebuah pukulan lurus yang teramat cepat dan bertenaga ke arah ulu hati Xander—sebuah teknik mematikan dari pasukan khusus Rusia yang dirancang untuk menghentikan detak jantung lawan dalam satu serangan.

Bugh!

Suara hantaman keras bergema di dalam ruang tamu yang luas itu.

Alceena membelalak horor, hampir saja menjerit histeris karena mengira tubuh Xander akan langsung tumbang atau terpental menghantam dinding.

Namun, kejutan sesungguhnya baru saja terjadi.

Xander Hayes-Stone tidak bergeser satu inci pun dari posisinya berdiri.

Pukulan maut Navarro tepat mengenai telapak tangan kiri Xander yang besar dan kapalan.

Di detik terakhir sebelum tinju bocah itu menghantam dadanya, Xander dengan refleks membuka telapak tangannya, menangkap dan mencengkeram kuat kepalan tangan Navarro dengan kekuatan laksana besi.

Angin akibat tekanan pukulan itu bahkan membuat ujung kemeja flanel Xander bergerak pelan, namun tubuhnya tetap berdiri kokoh layaknya gunung batu yang tidak bisa digoyahkan oleh badai sekecil apa pun.

Navarro tertegun untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

Sepasang mata hitam kosongnya melebar sedikit saat merasakan bagaimana seluruh energi pukulannya diserap habis oleh telapak tangan Xander, dan kini, jemari tangannya yang berada di dalam cengkeraman Xander terasa laksana sedang dijepit oleh bongkahan baja panas yang siap meremukkan tulang-tulangnya jika pria itu mau.

Xander menunduk, menatap bocah lima belas tahun yang berada di depan dadanya itu dengan seulas senyuman tampan yang sarat akan dominasi mutlak seorang Stone.

"Pukulan yang teramat bagus untuk usia lima belas tahun," bisik Xander dengan suara baritonnya yang teramat halus namun menekan.

Cengkeraman tangannya mengerat satu tingkat, membuat rahang Navarro mengencang menahan rasa sakit yang teramat sangat pekat di buku-buku jarinya.

"Gurumu melatihmu dengan sangat baik. Tapi... kau membutuhkan setidaknya sepuluh tahun lagi dan beberapa puluh kilogram otot tambahan untuk bisa mengirim seorang Stone ke rumah sakit pusat."

Xander melepaskan cengkeraman tangannya dengan sentakan pelan, membuat Navarro mundur dua langkah ke belakang dengan napas yang sedikit memburu—bukan karena kelelahan, melainkan karena rasa syok murni menyadari ada yang bisa menghentikan serangan terbaiknya dengan begitu mudah tanpa menggunakan kedua tangannya sama sekali.

Alceena menghembus napas pendek yang teramat lega, seluruh persendian tubuhnya yang sempat kaku kini melemas.

Dia menatap Xander dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh rasa kagum dan bangga yang tersembunyi di balik keangkuhannya.

Simpanannya... pria yang semalam memohon meminta waktu lima menit lagi karena mengantuk, ternyata benar-benar seorang monster sejati yang tidak bisa disentuh oleh siapa pun di dalam keluarganya.

Di atas kursi singgasananya, Riccardo perlahan menegakkan tubuhnya.

Sebuah binar ketertarikan yang jarang terjadi muncul di sepasang mata tuanya.

Pria itu menatap Xander, lalu beralih menatap Navarro yang kini sedang memijat pergelangan tangannya sendiri dengan tatapan mata yang tidak lagi kosong, melainkan dipenuhi oleh rasa hormat yang terpaksa diberikan pada pria yang lebih kuat darinya.

"Cukup, Navarro. Kembali ke posisimu," perintah Riccardo, suaranya tidak lagi sedingin tadi.

Pria tua itu kembali menyandarkan tubuhnya, menatap Xander Hayes-Stone dengan seulas senyuman miring yang penuh arti.

"Kau memiliki pertahanan yang luar biasa, Stone. Sekarang aku paham mengapa putri sulungku yang cerewet ini bersedia menyembunyikanmu di apartemennya. Kau bukan sekadar... kau adalah penjaga terbaik yang bisa dia miliki di kota ini."

...****************...

Cerita Novel Navarro Von-Riccardo, Judulnya: "The Heiress'S Scents"

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!