NovelToon NovelToon
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Sang Alpha dan Luna

Bayu menggenggam tangan Andin posesif. Jari-jari yang kuat melingkar erat disekitar telapak tangan istrinya yang mungil seolah tak ingin melepaskan seincipun.

Mereka berjalan perlahan, menyusuri jalan setapak menuju kediaman utama keluarga Andarsono. Langkah yang terasa berat– apalagi bagi Andin. Namun sangat bermakna.

Dibelakang mereka, para anggota Pack berbisik-bisik dengan nada ingin tahu yang kentara. Mata mereka melirik curiga, saling sikut dan menerka-nerka tentang apa yang sebenarnya terjadi selama tiga hari kepergian Alpha dan calon Lunanya yang tiba-tiba hilang tanpa jejak.

Udara sore itu terasa sejuk, angin gunung yang lembut menyapu dedaunan di sekitar kompleks kediaman bergaya tradisional Jawa yang megah.

Rumah utama Andarsono yang berdiri kokoh dengan ukiran kayu jati yang rumit. Dikelilingi halaman luas dan pagar tinggi yang menandakan kekuasaan serta rahasia para penghuninya.

Bayu— sang Alpha, dengan postur tubuh tinggi tegap dan aura dominan yang alami, melangkah mantap.

Sementara Andin— sang Luna, gadis mungil, lincah dan penuh semangat itu, kini berjalan dengan sedikit gugup. Pipinya memerah, karena malu akan tatapan semua orang.

Di ruang tengah kediaman utama, suasana masih tegang. Raden, kakek Bayu yang sudah berusia lanjut namun masih memancarkan wibawa seorang mantan Alpha, duduk mengelilingi meja kayu bundar bersama lima orang tetua sepuh lainnya.

Mereka sedang berdiskusi serius tentang keadaan pack, suara-suara rendah mereka bergema di antara dinding-dinding berhiaskan lukisan leluhur dan senjata pusaka.

Kakek tua bernama Dani-lah yang pertama kali menyadari kedatangan mereka. Matanya yang tajam meski sudah keriput melebar kaget.

“Bayu…!” serunya setengah berteriak, suaranya memecah keheningan diskusi.

Seketika semua kepala menoleh. Lima pasang mata milik para tetua yang berpengalaman itu langsung tertuju pada keduanya.

Andin merasa tubuhnya mengecil di bawah tatapan penuh selidik itu. Gadis itu berdiri kikuk, tangan kirinya refleks mencoba menarik diri dari genggaman Bayu, tapi suaminya tidak mengizinkan. Genggaman yang hangat, erat dan posesif.

“Akhirnya kalian pulang, nak.” Raden, kakek Bayu dengan suara tenang dan penuh kelegaan. “Mari duduk.“

Keduanya melangkah mendekat. Disana, hanya tersisa satu kursi kayu berukuran yang memang hanya diperuntukkan bagi satu orang.

Andin duduk lebih dulu, tetapi Bayu dengan sedikit paksaan ikut memaksa tubuh besarnya bergabung. Kursi itu menjadi penuh sesak. Tubuh mereka saling menempel erat, bahu lebar Bayu menutup sebagian tubuh Andin, seolah melindungi.

Wangi maskulin Bayu yang khas langsung masuk ke indera penciuman Andin. Bau khas campuran kayu Cendana dan aroma hutan yang lembut. Aroma yang langsung menenangkan Andin di tengah kegugupannya.

“Ekkhem!” kakek Dani terbatuk-batuk kecil untuk membersihkan tenggorokan, lalu melanjutkan dengan nada serius.

“Jadi Alpha. Bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Para orang tua ini hampir saja melaporkan kasus orang hilang kepada polisi setempat. Tiga hari tanpa kabar, tanpa jejak. Bahkan para penyihir pack tidak bisa mendeteksi keberadaan kalian.”

Bayu menatap para tetua satu persatu, dengan tatapan mantap, tidak ada sedikitpun keraguan dimatanya.

“Kami baik-baik saja kek. Tidak perlu khawatir berlebihan” Bayu menjawab sesopan mungkin.

“Tapi, kemana kalian tiga hari ini, nak? tanya Raden lagi, suaranya lembut namun penuh rasa ingin tahu. “Kami semua gelisah. Pack mulai resah.”

Bayu menghela napas pelan sebelum menjawab, “Kami ke tempat milikku, Kek. Rumah aman yang hanya aku sendiri yang tahu lokasinya. Sebuah tempat terpencil di pegunungan, jauh dari segala gangguan. Kami butuh waktu berdua untuk… menyelesaikan ikatan kami.”

“Syukurlah kalau begitu, nak.” Seorang tetua menyahut lega, pun wajah-wajah tua di ruangan itu yang tadinya murung berubah bahagia dalam sekejap.

“Jadi, kapan penobatan Luna akan diadakan, Alpha?” Dani bertanya lagi, para tetua yang ada disana kompak menganggukkan kepala setuju atas pertanyaan itu. Mata mereka berbinar penuh harap. Sebab penobatan Luna berarti kestabilan Pack, sebuah kekuatan baru yang menyatukan kekuatan Alpha dan betinanya.

Andin terkesiap pelan. Luna yang dimaksud pasti dirinya. Gelar itu terasa berat, penuh tanggung jawab.

Bayu dapat merasakan kegugupan istrinya melalui ikatan mate mereka. Ia meremas tangan Andin lembut.

“Saya belum bisa menyebutkan tanggal pastinya,” jawab Bayu tegas dan penuh hormat. “Ini berhubungan dengan kenyamanan istri saya sekaligus belahan jiwa saya. Saya akan mendiskusikannya berdua saja dengannya. Tidak ada paksaan. Luna harus siap dengan sepenuh hati.”

Jawaban yang disambut anggukan puas.

“Ini berita yang sangat melegakan,” komentar kakek Dio riang, rambut putihnya bergoyang lucu saat ia tertawa kecil.

“Akhirnya, Pack akan memiliki sang Luna.”

“Hahahaha. Ternyata kita sudah hidup terlalu lama ya,” tambah Kakek Dani sambil mengusap janggutnya. “Aku harap bisa segera pensiun dan menikmati hari tua tanpa beban urusan pack.”

Pertemuan itu berakhir dengan suasana hangat dan penuh tawa ringan. Para tetua saling berpelukan singkat dengan Bayu, memberi restu kepada Andin dengan senyuman penuh kasih sayang. Setelah semua selesai, Bayu langsung membawa Andin kembali ke kamar pribadinya di sayap utara rumah besar itu.

…….

“Bagaimana lehermu, Din?” Bayu bertanya khawatir. Sekarang keduanya sudah kembali ke kamar milik Bayu di rumah utama.

“Masih sedikit sakit mas.” Andin menjawab seraya mengelus lehernya lembut.

Yang dimaksud keduanya adalah gigitan Bayu di leher Andin tiga hari lalu. Gigitan yang bermakna bahwa keduanya sudah melakukan mating. Gigitan itu juga berfungsi sebagai penanda kepemilikan dari pasangan kepada pasangannya.

Suasana diantara keduanya mendadak berubah. Bayu tanpa aba-aba duduk bersimpuh di depan Andin yang sedang duduk di pinggir kasur.

“Istri…. Kamu…. Tidak akan menyesal kan menjadi Luna-ku??” Bayu bertanya pelan, dua tangannya menggenggam jemari Andin yang terasa selembut beludru.

“Kenapa bertanya begitu, mas??”

“A-aku hanya takut, sayang. Takut kamu menyesal dan tidak bahagia bersamaku?” Jujur Bayu, nadanya lemah sekali.

“Aku bahagia kok, mas. Tenang saja. Apalagi aku bisa jadi istri pemalas yang tidak akan risau tentang uang. Sebab suamiku adalah orang yang kaya.” Andin menjawab dengan candaan.

“Kamu tidak takut padaku? Aku monster Andin. K-kamu pasti sudah melihatnya. Aku—”

“Kamu bukan monster mas. Kamu suamiku yang tampan dan kaya.” Senyum Andin di akhir kalimat.

Keduanya lalu tertawa bersama. Bayu menciumi tangan Andin bergantian dengan gemas.

Suasana penuh tawa itu berakhir dengan Bayu dan Andin yang melakukan aktivitas suami istri.

Malam itu, mereka menyatukan kembali tubuh dan jiwa. Bayu bergerak penuh semangat, meninggalkan jejak kemerahan baru di sekujur tubuh Andin.

Tanda kepemilikan yang manis.

Sepanjang melakukan itu, ia tak henti berbisik serak di telinga istrinya,

“Milikku… milikku selamanya.” Suaranya dalam, penuh gairah.

Andin hanya bisa mengerang dan berteriak nikmat, tubuhnya melengkung menyambut setiap sentuhan. Cinta mereka mengalir deras, menyembuhkan segala keraguan yang sempat muncul. Di luar kamar, bulan purnama bersinar terang, seolah merestui ikatan abadi Alpha dan Lunanya.

Keesokan paginya, Andin terbangun dalam pelukan Bayu yang hangat. Ia menyentuh gigitan di lehernya dan tersenyum.

Perjalanan mereka baru saja dimulai, penuh tantangan pack, tanggung jawab Luna, dan cinta yang semakin dalam. Tapi bersama Bayu, Andin yakin ia siap menghadapi semuanya

1
merdi Yanto
villain nya mulai nampak
merdi Yanto
Mana Update nya thor
merdi Yanto
kisah manusia serigala yang fresh banget
merdi Yanto
semangat Update thor🙏
Kim Borahae
hi, saya pembaca baru. Semangat terus ya buat novelnya.

btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!