NovelToon NovelToon
BAYANG BAYANG MASA LALU

BAYANG BAYANG MASA LALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dinarta Firdaus

Enam tahun membina rumah tangga, Kirana merasa pernikahannya dengan Aris adalah definisi kebahagiaan yang sempurna. Namun, semua hancur saat Kirana menemukan kenyataan bahwa Aris kembali menjalin hubungan rahasia dengan Sarah, mantan kekasihnya yang dulu gagal dinikahi karena terganjal restu. Alih-alih menangis dan meminta cerai begitu saja, Kirana memilih jalan yang lebih gelap: menghancurkan Aris dari dalam dengan mendekati Bimo, sahabat karib sekaligus rekan bisnis Aris. Sebuah permainan ego, pengkhianatan, dan cinta yang keliru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinarta Firdaus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERJALANAN MENUJU AWAL BARU

Kirana menoleh ke arah Aris yang masih berlutut di lantai, menatap lantai dengan pandangan kosong seolah-olah jiwanya telah keluar dari tubuhnya.

​Kirana berjalan mendekati meja kerja kecil Bimo, mengambil sebuah pulpen, lalu mengeluarkan dokumen kepemilikan saham 55% PT Utama Karya Propertindo dan hak milik tanah Sentul yang sejak semalam ia bawa di dalam tasnya. Di lembar pengalihan hak, Kirana dengan cepat menuliskan sebuah nota legal darurat yang menyatakan bahwa ia menyerahkan seluruh hak operasional, hak keuntungan, dan kuasa hukum mutlak atas seluruh aset tersebut kepada sebuah lembaga yayasan kanker anak nasional dan sisanya dikelola secara fidusia oleh Bimo untuk penyelesaian utang-utang perusahaan kepada pihak ketiga yang tidak bersalah.

​Ia tidak mengambil sepeser pun uang dari kehancuran Aris. Ia tidak menginginkan kerajaan kaca yang dibangun dari kebohongan dan air mata itu.

​"Aku meninggalkan semuanya, Bimo. Saham, perusahaan, tanah... semuanya bukan lagi urusanku. Lakukan apa saja yang menurutmu benar sebagai seorang pengacara untuk menyelesaikan kekacauan ini," Kirana meletakkan pulpen itu di atas meja dengan bunyi klik yang final.

​Ia mengambil tas tangannya, berbalik, dan melangkah menuju pintu apartemen tanpa menoleh lagi ke belakang.

​"Kirana! Kamu mau ke mana?!" teriak Bimo dari dalam ruangan, suaranya dipenuhi oleh rasa kehilangan yang teramat sangat.

​Kirana tidak menjawab. Ia terus melangkah keluar, menutup pintu apartemen nomor 1802 dengan bunyi klik yang pelan namun mengakhiri seluruh babak kegilaan dalam hidupnya selama beberapa bulan terakhir.

​Satu jam kemudian, Kirana sudah berada di dalam area Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di tangannya, hanya ada satu koper kabin kecil berwarna hitam—sangat berbeda dengan koper-koper besar yang biasa ia bawa saat liburan mewah bersama Aris dulu. Di dalam koper itu, hanya ada beberapa helai pakaian kasual, dokumen identitas diri yang penting, dan sebuah buku catatan harian yang masih kosong.

​Ia membeli sebuah tiket penerbangan satu arah menuju sebuah kota kecil di pesisir selatan Prancis—sebuah tempat yang jauh dari kebisingan Jakarta, jauh dari jangkauan media, dan jauh dari memori tentang dua pria yang telah mewarnai hidupnya dengan tinta hitam pengkhianatan dan dendam.

​Kirana duduk di dekat jendela besar ruang tunggu bandara, menatap jajaran pesawat terbang yang bersiap lepas landas membelah awan kelabu. Di luar, hujan akhirnya benar-benar reda, digantikan oleh berkas-berkas sinar matahari pagi yang mulai menembus awan, menyinari permukaan aspal landasan pacu yang basah.

​Ia mengeluarkan ponsel utamanya—ponsel yang selama enam tahun ini menghubungkannya dengan identitas sebagai "Istri Aris Utama". Ia menatap layar ponsel itu untuk terakhir kalinya. Tidak ada pesan masuk yang ia pedulikan lagi. Dengan gerakan yang mantap, ia mengeluarkan kartu SIM dari dalam ponsel tersebut, mematahkan menjadi dua bagian kecil, lalu membuangnya ke dalam tempat sampah di samping kursinya.

​Ia mematikan daya ponsel itu dan memasukkannya ke dalam tas, berniat untuk menjualnya atau membuangnya begitu ia sampai di tempat tujuan nanti.

​Kirana menarik napas dalam-dalam, mengisi paru-parunya dengan udara bandara yang dingin namun terasa jauh lebih ringan daripada udara di penthouse-nya dulu. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, rasa sesak di dadanya perlahan-lahan mulai berkurang. Rasa mual di lambungnya lenyap, digantikan oleh sebuah ketenangan yang asing namun meneduhkan.

​Ia tahu, proses menyembuhkan luka di hatinya tidak akan berjalan dengan mudah. Ia tahu bahwa setiap malam di tempat barunya nanti, ia mungkin masih akan terbangun karena mimpi buruk tentang raungan keputusasaan Aris atau tatapan terluka dari Bimo. Ia tahu bahwa ia harus hidup berdampingan dengan kenyataan bahwa ia pernah menjadi sesosok wanita yang kejam demi sebuah pembalasan dendam.

​Namun, Kirana juga tahu bahwa melarikan diri dan mengasingkan diri adalah satu-satunya jalan baginya untuk melahirkan kembali dirinya yang dulu. Ia harus belajar memaafkan dirinya sendiri sebelum ia bisa memaafkan orang lain. Ia harus berjalan di atas tanah yang bersih, tanpa ada bayang-bayang masa lalu yang mengikat kakinya.

​"Panggilan terakhir untuk para penumpang maskapai penerbangan dengan nomor penerbangan GA-88 menuju Paris melalui Abu Dhabi, dipersilakan naik ke pesawat melalui gerbang lima," suara pengumuman dari pengeras suara bandara menggema dengan merdu.

​Kirana berdiri dari kursinya. Ia membetulkan posisi tali tas pundaknya, menggenggam gagang koper kabinnya dengan erat, dan melangkah dengan pasti menuju gerbang keberangkatan.

​Ia tidak menoleh ke belakang lagi. Di hadapannya, bentangan langit biru yang luas telah menunggu, siap menyambut lembaran cerita baru dari seorang wanita yang berhasil keluar dari labirin ilusi pernikahan, melewati batas dosa dendamnya, dan memilih untuk pulang menuju dirinya yang sejati. Cerita tentang Kirana, Aris, dan Bimo telah berakhir di sudut ballroom yang hancur, dan kini... saatnya bagi Kirana untuk memulai hidupnya sendiri dari titik nol.

1
Ara putri
mampir ya kak. Jika berkenan mampir juga keceritaku TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!
Dinarta Firdaus: baik kakak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!