NovelToon NovelToon
SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cerai / CEO / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nabila.id

"Lepaskan aku , Jika kau tak bahagia bersama ku, maka aku pun sudah siap membebaskan mu dari segala tanggungjawab mu terhadap diriku"

Kalimat terakhir yang Asmara ucap sebelum dia benar-benar berpisah dari suaminya.

Sebongkah hati yang kini berubah menjadi sayatan kecil , menyisakan luka yang teramat mendalam.

Tidak ada alasan untuk dirinya tetap bertahan di tempat itu, karena ternyata tidak hanya dirinya yang tidak di terima oleh suaminya, Bahkan anak yang telah dia lahirkan pun tidak pernah di harapkan oleh Bima yang jelas-jelas merupakan ayah kandungnya.


Akankah Asmara mendapatkan cintanya ??..

Ataukah Asmara akan semakin terluka ??

Yukk Saksikan Terus Kisahnya ....

Selamat Membaca , Semoga Suka dengan Karya Baru saya

SENJA ASMARALOKA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabila.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. Pasar Malam

...Cemburu. Bukan karena dia tidak percaya. Tapi karena Terlalu sayang dan Takut Kehilangan ...

...🍁...

Beberapa saat Senja dan Loka berada di teras , Asmara datang untuk mengajak keduanya sarapan bersama.

Senja yang masih berada dalam pangkuan Loka , langsung saja meloncat turun dan menghambur pada Asmara.

"Ibu.. Enja lapell"

"Sayang laper ?, Yuk kita makan"

Ajak Asmara dengan menggendong putri kecil nya. Tidak lupa Asmara juga mengajak Loka untuk masuk dan sarapan bersama.

Ketiganya menuju meja makan yang menjadi satu dengan dapur, sederhana memang namun suasana rumah tersebut selalu terasa nyaman dengan penataan yang rapi dan juga bersih di setiap sisinya.

Tidak hanya Senja, Asmara, Loka namun disana juga ada mbok Jum yang juga tengah sarapan bersama ketiga nya.

Selama sarapan tak jarang Senja berceloteh ria, dan bermanja-manja dengan Ibu nya, sementara Mbok Jum dan Loka hanya menjadi penonton saja.

Setelah beberapa saat akhirnya mereka telah selesai dengan sarapan pagi nya.

Hanya Senja yang terlihat masih menyisakan sedikit makanan di piringnya.

Saat ini pekerjaan rumah kembali Asmara serahkan pada Mbok Jum, seperti beberes dan Mencuci piring serta membersihkan rumah.

Tidak banyak yang mbok Jum kerjakan, karena memang setiap hari di bersihkan, jadi tidak banyak kotoran atau debu yang masuk kedalam rumah.

Dan setelah pekerjaan selesai, Senja selalu membebaskan mbok Jum untuk melakukan apapun, berjalan-jalan misalnya atau mau ke pasar juga Asmara tidak pernah melarangnya.

Asmara cukup puas dengan pekerjaan Mbok Jum, meski tidak segesit dan selincah kebanyakan asisten rumah tangga pada umumnya, namun Asmara sangat memahaminya, karena memang dari segi usia mereka berbeda.

Sementara mbok Jum beberes dan membersihkan rumah, kini Senja, Asmara dan Loka duduk di teras rumah, ketiganya bercanda tak jarang terdengar tawa cekikikan dari Senja.

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini senja terlihat lebih bahagia, terlebih ketika dia selalu menempel pada Loka.

Sejujurnya Asmara tidak begitu menyukainya, namun melihat putrinya yang begitu bahagia juga Loka yang seolah tidak keberatan membuat Asmara pada akhirnya membiarkan saja.

"Eh.. Lagi pada santai rupanya"

Dari jarak 3 meter Bu Retno berjalan menuju teras rumah Asmara.

"Ibuk ?, Tumben. Dari mana Buk?" sapa Asmara

Bu Retno tampak sedikit terengah, setelah berjalan lumayan jauh

"Dari pasar Nduk"

"Terus bapak dimana Buk ?"

Tidak biasa Bu Retno sendirian ke pasar , hal itu tentu mengundang rasa penasaran dari Asmara.

"Bapakmu masih di bengkel bawah , Ban motornya tadi mendadak kempes, ibuk terpaksa jalan duluan" keluh Bu Retno dengan sedikit kesal.

Melihat ekspresi Bu Retno , bukan kasihan Asmara justru tertawa, pasalnya Bu Retno terlihat lucu ketika bersikap begitu.

"Ya sudah ibu istirahat, Asma Ambilkan minum dulu"

Asmara bergegas mengambil belanjaan Bu Retno dan kemudian dia simpan di meja, mempersilahkan wanita paruh baya itu untuk duduk di teras rumahnya.

"Ibuk sudah sarapan ?" Asmara.

"Sudah. Tadi ibuk sama bapak beli pecel di pasar"

Asmara lantas masuk kedalam rumah.

Beberapa saat Asmara keluar dengan membawa secangkir penuh teh hangat manis untuk bibi sekaligus wanita yang sudah dia anggap seperti ibu nya.

Beberapa kali terlihat Bu Retno meneguk minuman dari cangkir yang tengah dia pegang. Sembari melihat kearah Loka yang asyik bermain bersama Senja.

Terlihat sudut bibir Bu Retno terangkat, hatinya menghangat, melihat pemandangan di depan matanya.

"Nak Loka sudah sembuh ?"

Merasa disapa Loka menoleh kearah Bu Retno disana.

"Alhamdulillah Bu, setelah di rawat sama Bu Retno dan pak Basuki tempo hari saya langsung sembuh" kelakar Loka yang seketika mengundang gelak tawa orang-orang disana.

Tampak nya tidak hanya dengan pak Basuki, kepribadian Loka yang ramah dan terbuka membuat Bu Retno juga mudah akrap dengannya.

"Nak Loka bisa saja" celetuk Bu Retno.

Mereka kembali berbincang, tampak beberapa kali Bu Retno menanyakan beberapa pertanyaan pada Loka.

Setelah beberapa saat, terlihat dari kejauhan pak Basuki datang mengendarai motor Supra nya. Cukup lama karena kebetulan di bengkel sedang banyak antrian, itu juga yang menyebabkan Bu Retno memilih pulang duluan.

Pak Basuki yang baru saja sampai, lantas mengambil posisi duduk diantara ketiganya.

Pak Basuki juga mengatakan jika di lapangan balai desa mulai malam nanti akan ada pasar malam.

Ucapan pak Basuki tersebut lantas mengundang rasa penasaran Senja.

"Pasal malam apa kek?"

"Pasar Malam itu, pasar yang buka nya malah hari Enja, disana nanti banyak makanan , mainan, dan masih banyak lagi lainnya" ujar pak Basuki.

Mendengar kata mainan membuat Senja begitu bersemangat , hingga dia melompat-lompat kegirangan meski saat ini berada diatas pangkuan Loka.

"Enja duduk ya sayang, kasihan paman Loka"

Agaknya Asmara sedikit tidak enak hati pada Loka. Senja begitu penurut hingga dia langsung saja menuruti ucapan Asmara.

"Nanti malam kita kesana ya Enja sayang" ujar Asmara

"Benel buk ?"

"Iya bener sayang"

Tawa riang gembira kembali terdengar dari mulut kecil Senja. Begitu juga Asmara yang juga merasakan kebahagiaan ketika putrinya bahagia.

Ingatan Asmara kembali meneliti sang putri, Senja tidak lagi menanyakan Ayahnya sejak bersama Loka. Setidaknya itu membuat hati Asmara lega, namun di sisi lain itu juga tidak begitu baik untuk Senja, takutnya nanti Senja akan ketergantungan pada Loka.

***

Sore hari

Pikir Asmara senja akan lupa dengan permintaanya pagi tadi. Namun nyatanya Asmara salah, justru setelah mbok Jum selesai memandikan Senja dan menggantikan pakaiannya, Senja kembali menanyakan janji ibu nya.

Cukup membuat Asmara harus berfikir 2 kali, pasalnya saat ini mendung sudah mulai datang menyapa, meski tidak di sertai gerimis atau rintik hujan, namun cukup membaut Asmara was-was dengan kejadian kemarin.

"Ibuk ayo Buk , Kita belangkat" celoteh Senja penuh permohonan.

Asmara mencoba melihat kembali ke jendela ruang tamu, melongok ke atas melihat mendung yang tidak juga menghilang, justru kini bertambah kabut yang mulai turun.

"Ada apa ?"

Asmara terlonjak kaget, mendapati Loka berada di belakangnya.

Seingat Asmara sejak siang tadi Loka berada di dalam kamar dengan memainkan laptop yang dia ambil dari mobilnya. Sepertinya Loka begitu sibuk dengan pekerjaannya.

"Senja menagih janjinya ?" Loka.

Tidak kaget Asmara mendengarnya, pasalnya ketika Senja meminta nya Loka juga bersama mereka.

Anggukan kecil Asmara berikan sebagai jawabannya.

"Ya sudah kita ke pasar malam saja" Loka

"Kita ?" Asmara

Agaknya Asmara tidak begitu yakin Loka mau kesana, selain ramai tentu tempat itu sangat becek.

"Iya. Aku, Kamu , dan Senja kita akan ke pasar malam bersama " juar Loka meyakinkan.

Meski begitu , Asmara kembali menekan keyakinannya, mengiyakan ajakan Loka, toh juga dengan begitu Senja bisa merasa lega dan bahagia.

Tidak butuh waktu lama untuk ketiganya bersiap, Senja, Asmara ,Loka kini telah berada di dalam mobil untuk menuju balai desa.

***

1
Netiihsan
orang kya..yg melihat dri sisi kekayaan...aduh asma ..sikap mu sdah benar...tdk semua orang gila harta
Netiihsan
sangat baik...mudah d pahami..menyentuh hati
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
perasaan bu suk sering dateng kenapa ga pernah ngeliat foto rumah nya sih wkwk maka nya kalo dateng ke rumah oranf itu duduk dulu bukan dateng2 nampar wkwk harusnya dr dulu bisa tau kalo asma itu anak sahabat nya jd pake drama dulu kan, bu suk bu suk 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wah parah sih kalo ini mah, lu kalo ga suka ya ga suka aja bude ga pernah niat ngebunuh, ada masalah hidup ape lu sampe isi otak sm isi hati lu busuk bgt gitu ngalahin sampah negara 😒😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo di usia 20an mungkin bakal mikir gini ya tp setelah kepala 30 dan udah nikah kayak heeey ngapain cong menikah kalo laki nya ga cinta, orang sebelum nikah gua hidup bahagia masa habis nikah gua jd kaga bahagia kudu berbagi hati ya mending gua dapet brondong yg masih fresh atau laki singel di luaran sana ya 😝 nikah sama yg cinta sama kamu mbak percaya deh enak tau wkwk drpd cinta sendirian ✌️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya makanya nolak mbak NOLAK! semua kan emang pilihan siapa suruh mau nikah sama suami orang walopun siri tp lu tau mereka saling cinta, begimane sih atun atun 😮‍💨
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
salah satu contoh omong besar ya gini, yg di gedein omongan nya doang, ya kenapa lu ga nolak dr awal keinginan orangtua lu trus lu tinggalin harta mereka, inget ya laki tu yg di pegang omongannya lah elu udah kayak anggota DPR omongan sm janji nya ga bisa di pegang 🔥
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
YA MENURUT NGANA!!? 😩🤬😤
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gamau durhaka sama orangtua tapi dzolim sama istri wkwk ini mah setan juga ketawa bung 👺
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah kocak jangan kan anak orang anak lu sendiri aja kaga lu urusin kok wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bodo amat 😝
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
senja 🥺
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Tama saha?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
omongan nya tinggi banget kayak dia udah jd contoh yg baik aja buat senja 🤣 harusnya malu karena anak sendiri bahkan ga milih dia lebih milih orang lain wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
selingkuhan itu kalo deket nya pas masih ada pasangan kalo udah cerai mah bebas ya, mbak nya aja yg betah isin selingkuhan kok teriak selingkuh 😜
Nurul Fatimah
semangat aja Thor💪
Nurul Fatimah
hahh pengorbanan yang sia2😢
Nurul Fatimah
kurang ajar
Nurul Fatimah
bagus
Nurul Fatimah
sombong sekali🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!