NovelToon NovelToon
Ray, My Love

Ray, My Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:15.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Celine, seorang mahasiswi cantik yang kabur dari rumah karena ingin menghindari perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya. Selama pelariannya, ia bertemu dengan seorang laki-laki dengan tingkah laku yang nakal, bernama Raymond. Dan ternyata Ray adalah Dosennya dikampus.

"Kak Ray lo jangan berani macam-macam ya sama gue." Celine.

"Bibir lo itu selalu menggoda gue, tau nggak?" Raymond

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bercanda

Dada Celine terasa sesak, menyadari betapa hina dirinya kini. Ray benar-benar hampir menodainya. Meski belum, tapi tetap saja Celine menyesali apa yang terjadi, tubuh indahnya telah dijamah oleh laki-laki yang tidak ia cintai. Padahal Celine juga memiliki impian untuk menyerahkan tubuhnya dengan orang yang ia cintai dan tentu saja setelah menikah nanti.

Dengan air, gadis itu mencoba mengapus jejak yang ditinggalkan oleh bibir Ray pada kulit tubuhnya. Apalagi dibagian leher dan pundak sangat terlihat jelas. Namun usahanya sia-sia, warna merah kebiruan itu tidak memudar sama sekali.

Sialan! Rutuknya dalam hati, sambil mengacak rambutnya sendiri.

Melihat Celine keluar dengan wajah cemberut, Ray tak menyangka ternyata gadis itu tetap memaksa mengenakan baju basah.

"Maksa banget ya lo?" Ray menggeleng tak percaya.

"Gue mau pulang ke kos, please hape gue dimana?" Wajahnya memelas memohon pada lelaki itu agar ponselnya segera dikembalikan.

Ray membuka laci disalah satu meja dikamarnya, mengambil benda pipih itu dan menyerahkan kepada Celine.

"Nih."

Saat ponsel sudah berpindah ke tangannya, Celine langsung menekan tombol power dan mulai menghidupkan ponselnya.

Nada notifikasi masuk bertubi-tubi dan tidak berhenti, begitu banyak chat masuk ke ponselnya.

"Ya ampun Pandu." ucap Celine tanpa sadar, masih dihadapan lelaki itu.

"Pacar lo?" Ray menaikkan satu alisnya, sejak malam tadi hal itu membuatnya penasaran. Siapa Pandu?

Mendengar pertanyaan itu, Celine mengangkat kepalanya untuk menoleh ke Ray. "Bukan." jawabnya singkat kemudian kembali menunduk untuk membaca pesan dari Pandu yang begitu banyak.

"Terus kalau bukan pacar kenapa dia peduli banget sama lo?" Ray mendekati Celine. Gadis itu sama sekali tak peduli dengan pertanyaan Ray, ia masih terus menatap layar ponselnya. Jari-jarinya mulai membalas chat yang masuk satu persatu.

"Gue balik ke kos Kak," Celine melangkah menuju pintu kamar. Ray kembali menariknya tangannya.

"Siapa cowok itu?" Ray kembali bertanya.

"Temen gue," Celine menepis tangan Ray.

"Temen macam apa yang perhatian sampe segitunya?"

"Kita temenan dari SMA, bisa dibilang dia sahabat gue," Celine berkata apa adanya.

Ray tertawa, memutar tubuhnya kemudian meraih sesuatu diatas meja, sebatang rokok kemudian menyulutinya dengan api. "Mana ada cewek sama cowok sahabatan? kalau nggak ujung-ujungnya tiduran!"

"Jangan asal bicara, Pandu sama sekali nggak kayak gitu! dia beda sama lo, Kak." Mendengar pembelaan Celine terhadap Pandu, Ray kembali tertawa mengejek.

"Lo tuh polosnya kelewatan ya? percaya deh sama kata-kata gue, selain temenan tuh cowok pasti juga nyimpan nafsu sama lo."

"Terserah lo Kak, mau anggap apa. Oh ya, satu lagi. Gue mau dalam perjanjian kita nggak mencampuri urusan hati dan terserah gue mau dekat sama siapa aja, lo cuma berhak atas tubuh gue tapi nggak untuk hati gue Kak!" Celine menjelaskan sebelum mereka terlalu jauh, ada baiknya ini diluruskan, karena bagaimanapun, Celine tak mungkin bisa menjauh dari Pandu.

"Oke, gue nggak masalah. Dan gue harap lo jangan nyesal nanti saat ngeliat gue bareng cewek lain." jawab Ray.

"Begitu juga sebaliknya, jangan campuri hubungan gue dengan siapapun termasuk sama Pandu." sahut Celine tak mau kalah.

"Oke." Satu kata tanda setuju dari Ray.

"Hei, lo lupa? mulai hari ini lo bakalan tinggal disini?" tanya Ray Saat Celine hendak mengambil langkah keluar pintu kamar.

"Nggak gue nggak lupa, justru sekarang gue mau ngambil barang-barang gue dikos buat gue bawa kesini," Jawab Celine sambil mengikat rambutnya tinggi, memperlihatkan lehernya yang putih mulus. Entah mengapa, hanya dengan melihat bagian tubuh Celine yang satu itu saja sudah membuat gairahnya bangkit.

Celine menyadari jika saat ini ia benar-benar tidak bisa kembali ke kosnya karena tas yang biasa ia bawa tertinggal di loker bar dan pada jam ini bar tentu belum buka.

"Kenapa?" lelaki itu menatap wajah Celine yang kebingungan.

"Gue nggak bisa pulang ke kos sekarang, tas gue ketinggalan di bar, Kak. Dan kunci kos ada disana," Celine kembali duduk di tepi ranjang. Dari gerak gerik yang diperlihatkan Celine, ia mulai tak nyaman dengan baju basah yang ia kenakan.

"Anak kecil kalau dibilangin tuh dengar. Lo mau bertahan sampe berapa lama dengan baju basah itu?"

Seenaknya aja dia ngatain gue anak kecil? gerutu Celine.

Ray menuju lemarinya meraih sebuah dress kaos tanpa lengan, berwarna putih pakaian khusus yang biasa dipakai wanita saat dirumah. Kemudian memberikannya pada Celine. "Nih, lo ganti dengan ini."

Celine mengembangkan dress itu dihadapannya. "Ini beneran baju cewek, punya siapa?" Celine memicingkan matanya menatap ke arah lelaki itu.

"Pake aja, bukan urusan lo punya siapa."

Celine bangun dari duduknya, satu tangannya memegang baju yang tadi Ray berikan. Gadis itu hendak ke kamar mandi untuk mengganti kembali pakaiannya. "Disini aja!" titah Ray.

"Apa?" Celine bertanya, mengertukan dahinya.

"Ganti bajunya didepan gue, anggap aja pemanasan. Lo lupa mulai hari ini tubuh lo milik gue?"

Celine memandang malas ke arah Ray. Lelaki itu masih terus menatapnya seolah menunggunya untuk melaksanakan apa yang ia katakan. Oke, mungkin gadis itu benar-benar sudah gila. Kini ia melakukan apa yang diperintahkan Ray. Mungkin rasa malu sudah menghilang dari dirinya hingga ia nekat melakukan itu. Kemeja dan jeans yang ia kenakan sudah ia buka.

"Cukup! gue bercanda. Sana ke kamar mandi!" Ucap Ray saat Celine hendak membuka tanktopnya, Ray membalikkan tubuhnya memandang ke arah jendela.

Maunya apa sih? gerutu Celine, ia berhenti dan meneruskan ganti pakaian dikamar mandi.

***

Pencet like ya ❤

Kalian tim Ray atau tim Pandu ? 😝

1
Mbak Awa
bagus
Evi Nopianti
Celine - Rey .../Kiss//Kiss//Kiss/
ione
/Smile/
Fina Fitriani
endingnya ... selalu manis...dan bahagia ...
kaki novel
terbaik🥰🥰🥰💯🥰
kaki novel
the and,terbaik
kaki novel
mulai baca seperti seru n
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁😁
Nazar Hadi
cari tau apa yg trjd dg klwrga Celine ray..jd km tu klw dia yg mau d jodohin SM km
Nazar Hadi
lama aku gak nongol d novel toon
Rosmati Intang
Luar biasa
🔴🐌🐌Ayyyana Ghani Poetri
,emang mereka ngapain si thor
shee
Luar biasa
shee
Lumayan
Sastri Dalila
👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Waah udh beneran Tamat nih, Makasih ya thor, Terhibur banget aku bacanya, Semoga sehat dan sukses selalu buat mu, Semoga bisa terus berkarya ya,,🥰🥰🌺🌺🌺🌺🌺⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
Qaisaa Nazarudin
Astaga Ray gitu amat ya sama anaknya 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Si Twins panggilnya Daddy kenapa dirubah jadi Ayah gitu,,
Qaisaa Nazarudin
Waahh usah gede aja nih bocah, Udah punya adek belum?😃
Qaisaa Nazarudin
Waah Celine udah lahiran ya 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!