NovelToon NovelToon
PELUKAN TERAKHIR SANG ISTRI

PELUKAN TERAKHIR SANG ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:48.3k
Nilai: 5
Nama Author: pera

Anggi sama sekali tidak bisa menolak ia harus menikahi seorang pria tajir yang belum pernah dilihatnya sekalipun.

Rumah tangga yang ia jalani ternyata penuh lika-liku karena seorang wanita muda mengaku-ngaku telah hamil anak Agus Soeripto.

Bagaimana nasib Anggi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Yang Melahirkan?

Mereka menjadi ketakutan melihat keadaan Anggi semakin lama semakin buruk. Tinggal akhirnya ibu membawanya ke seorang nenek tua yang bisa menangani persalinan.

''Ibu yakin membawa Nyonya ke sana? Kalau terjadi sesuatu kepada beliau kita semua yang akan mendapatkan imbas dari Tuan Muda?!" pekik ya.

''Jangan khawatir karena nenek sudah terkenal di desa ini menangani orang-orang yang melahirkan.'' Anggi kembali menjerit kesakitan karena tidak buat menahan kontraksi dalam dirinya.

''Tolong aku. Perutku sakit sekali?" ucap ya.

Mereka langsung mengangguk mengerti membawa Anggi kesana menggunakan becak milik ayah dan ibu.

Selama dalam perjalanan mereka semuanya mendapatkan perhatian dari warga desa. Mereka langsung membantu walaupun dalam keadaan yang mendesak.

''Apa yang terjadi kepadanya?" tanya salah satu warga di sana.

''Kami udah mendapatinya seperti ini,'' jawab ibu cemas.

''Ayo cepat bawa dia ke rumah nenek kalau tidak sesuatu akan terjadi kepadanya.'' Mereka dengan cepat membawa Anggi ke rumah nenek yang tidak jauh dari kediaman kedua orang tua itu.

''Nyonya bertahan lah kalau kita di kota semoga sudah cepat mendapatkan penanganan, maaf saya Nyonya tidak bisa menolong anda dalam keadaan seperti ini,'' tangis ya.

''Jangan sampai mas Agus tahu aku melahirkan mbak, kumohon jangan beritahukan kepadanya!" pinta Anggi karena masih mengingat ucapan Jesika tadi yang menghubunginya.

''Baik Nyonya!" jawab dokter tersebut dengan cepat.

Anggi langsung mendapatkan pertolongan dari nenek yang sudah usianya sudah renta. Walaupun terlihat sudah tua namun masih sanggup menangani orang yang bersalin.

''Nak, tidur di sini!" ucap nenek sambil memberikan instruksi kepada dokter dan ibu.

Bapak tidak diperbolehkan masuk ke dalam karena pria tidak bisa masuk. Beliau hanya bisa berdoa di luar supaya Anggi tidak kenapa-napa.

''Aku tidak tahu apa yang terjadi kepada anak itu tapi dari wajahnya seperti ada sesuatu yang terjadi di kamar tadi. Aku harus kembali ke rumah memastikan apa yang terjadi di sana.'' Bapak memutuskan kembali ke rumah sementara Anggi sedang berjuang di dalam melahirkan anak ya.

''Bu, aku tidak bisa melakukannya lagi!" teriaknya.

''Nyonya pasti bisa, ayo dorong lebih kuat Nyonya,'' pinta ya karena nyawanya juga akan taruhan di sini kalau sesuatu terjadi kepada Anggi dan juga buah hatinya.

"Ya nak, coba dorong lebih kuat lagi,'' ujar ibu.

Anggi mencobanya sekali lagi namun usahanya sia-sia karena tenaganya sudah mulai habis. Pikirannya terus tertuju kepada Agus bersama dengan Jesika di kota.

''Aku membencimu Mas Agus, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkanmu.'' Anggi berteriak kencang sampai di mendorong tiba-tiba suara tangisan anak membuat suasana dalam ruangan itu pecah.

''Alhamdulilah, bayi laki-laki telah telah lahir,'' ucap nenek sambil menggendong anak itu yang masih menangis.

Anggi meniti kan air matanya melihat putranya telah lahir dengan sehat.

''Bu, mbak, setelah ini aku akan meninggalkan desa bersama dengan putraku,'' ucap Anggi setelah keadaannya sudah lebih baik.

''Kenapa Nyonya?" tanya dokter itu heran.

''Aku dan Mas Agus tidak akan pernah bisa kembali bersama, kalau suatu saat putraku menanyakan siapa ayahnya akan kuberi tahu kan,'' lirih ya.

Ibu dan dokter terkejut mendengar ucapan Anggi mereka tidak setuju apalagi keadaan saat ini masih lemah.

''Nyonya yakin meninggalkan Tuan Muda? Beliau sangat mencintaimu Nyonya, masalah yang kalian hadapi saat ini cobalah untuk berdamai dengan tenang,'' ucap dokter itu berusaha untuk menahan Anggi.

''Aku tidak bisa melakukan itu lagi mbak, sepertinya kami akan mengakhiri pernikahan di sini saja.'' Anggi lihat putranya itu sedang tidur pulas di samping ya.

''Maafkan mami sayang, seharusnya tidak memisahkan kalian berdua,'' batin ya.

Di tempat lain Agus merasa dirinya ada yang memanggil untuk kembali ke desa. Namun karena pekerjaan yang masih menumpuk dia tepis.

''Tuan, Jesika udah kena tangkap oleh pihak wajib di negara itu.'' Pena yang dipegang Agus langsung berhenti.

''Kenapa kau serahkan Jesika kepada aparat? Bukankah aku sudah mengatakan berikan dia kepadaku?!" sentak Agus.

''Maaf Tuan, kali ini saya tidak bisa melakukan perintah anda, Jesika sudah mendapatkan hukuman dari orang tua ketiga pria bersamanya kemarin malam.'' Agus kesal namun dia tetap merasa tenang dan senang karena tidak capek capek tangannya untuk memberikan hukuman kepada Jesika.

''Fotoku bersamanya ketika di hotel sudah kau amankan?" tanya Agus.

''Ini Tuan,'' balas sekretaris Andika sambil menyerahkan foto itu.

''Jesika niat sekali melakukan hal yang buruk demi kepentingan pribadi ya. Aku tidak menyangka pernah bisa berhubungan dengan wanita seperti Jesika,'' ucapnya kesal.

''Dan Nyonya Anggi buka jalanya Tuan.'' Agus tersenyum karena istrinya itulah membuat dirinya saat ini sudah tobat.

''Aku sangat mencintai Anggi, Andika,'' ucapnya sambil senyum-senyum membayangkan wajah wanitanya itu.

''Tuan besok ada waktu luang anda bisa menemui Nyonya,'' tambah sekretaris Andika.

''Baik, kau boleh kembali bekerja Andika!" Sekretaris Andika mengangguk mengerti lalu meninggalkan ruang kebesaran Agus.

''Anggi, sedang apa sekarang dia ya?" tanyanya sambil melihat ponsel ya.

Agus tidak mau lama-lama berpikir langsung menghubungi nomor Anggi.

Wanita itu terkandung melihat nama Agus tertera di sana dia tidak mau mengangkat ya apalagi baby ya saat ini sedang menangis.

''Aduh, bisa ketahuan kalau aku sudah melahirkan,'' gerutu Anggi.

''Nyonya kenapa tidak mengangkat panggilan dari Tuan Muda?" tanya mbak dokter.

''Jangan diangkat ya, besok aku harus meninggalkan desa ini,'' ucap ya.

''Nyonya, setidaknya berikan harapan kepada Tuan hari ini karena beliau sangat mencintai anda,'' lirihnya.

Anggi terlihat berpikir dia menjadi sangat egois karena tetap ngotot berpisah dengan Agus.

''Mbak, bisa membawa baby ke tempat lain?" Dokter itu mengerti maksud perkataan Anggi.

Anggi tarik nafas pelan pelan sebelum mengangkat telepon Agus.

''Anggi, ini aku Agus sayang,'' ucapnya.

''Ada mas menghubungiku?" tanyanya dengan nada yang terdengar tidak suka.

''Maaf sayang, seharusnya aku beberapa jam yang lalu menghubungimu. Pekerjaanku di sini menumpuk tidak bisa ku tinggalkan,'' lirihnya.

''Apa benar mas pernah menjadi sepasang kekasih dengan wanita yang saat ini sedang viral?" Agus terbelalak mendengar ucapan Anggi.

''Dari mana kau tahu sayang?" pekik Agus.

''Aku tidak mempermasalahkan kalau kalian pernah menjadi sepasang kekasih mas.'' Agus merasakan sesuatu yang aneh terhadap Anggi.

''Anggi, kami dua hd memiliki masalah biasa saja tidak lebih dari yang kau bayangkan saat ini,'' tambah Agus.

''Kamu yang tahu mas.'' Setelah mengatakan itu Anggi langsung mematikan ponsel ya.

''Anggi?" panggil Agus berulang kali namun sayangnya hubungan telah sudah diputuskan.

Hidup agus berantakan semuanya tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkannya.

Begitu banyak kesalahpahaman yang terjadi dalam rumah tangganya saat ini hingga, Anggi semakin menjauh kepada ya.

''Aku harus membuat Jesika memberikan pengakuan kalau semuanya ini adalah rencananya seorang,'' geramnya.

Malam itu Agus meninggalkan tanah air pergi ke luar negeri untuk memberikan pelajaran kepada Jesika.

Dia sudah tidak tahan lagi mengenai rumah tangganya makin ini lama semakin kacau. Bahkan sekretaris Andika tidak menyadari kalau majikan itu sudah meninggalkan tanah air, padahal besok mereka harus melakukan rapat darurat sebelum menuju ke desa.

Agus terus menatap lurus ke depan entah apa yang dipikirkan ya saat ini mengenai ke rumah tangganya sedang diganggu.

''Tuan, kami sudah menyediakan layanan khusus untuk anda,'' ucap salah satu taxi driver.

''Aku membutuhkan mobilmu cuma hari ini.'' Driver itu mengerti lalu memberikan kunci tersebut kepada Agus.

Agus tidak lupa memberikan uang nominalnya cukup banyak, pergi ke kantor polisi untuk menemui Jesika.

''Kali ini kau tidak akan bisa menggangguku Jesika,'' gumamnya.

Kedatangan Agus pendapatan perhatian dari orang-orang disana. Siapa yang tidak mengenali pria ini karena memiliki pengaruh yang cukup tinggi.

''Tuan Agus, kenapa anda datang ke sini repot-repot tanpa sepengetahuan kami?" tanya seorang petugas.

''Di mana orang yang bernama Jesika?" tanya ya langsung ke point.

''Silahkan ikut dengan kami Tuan!" Agus mengikuti petugas itu masuk ke dalam sebuah sel.

Bahkan ketiga pria yang bersama dengan Jesika berada di sana dengan menggunakan pakaian tahanan.

''Tuan Agus?!" pekik mereka bertiga dengan serempak.

''Kalian sebentar lagi akan bebas tapi dari sini jangan lagi melakukan kesalahan, perbaiki diri kalian sendiri!" ujar Agus langsung meninggalkan mereka bertiga begitu saja.

''Apa maksud ya?" tanya mereka bertiga bersamaan.

''Tuan Agus sudah membebaskan kalian bertiga tanpa syarat.'' Mereka bertiga bersyukur sekali akhirnya bebas dari jeratan kasus yang membuat nama baik keluarga sempat hancur karena hanya seorang wanita.

''Kita tidak boleh lagi melakukan hal yang buruk, kali ini kita harus bertobat dari dunia yang sudah membuat kita hancur adik.'' Mereka bertiga mengangguk mengerti lalu tidak lama kemudian bebas bersyarat.

Agus berhenti di sebuah sel khusus milik Jesika wanita itu telah berubah menjadi aneh tidak seperti yang biasanya terlihat glamor.

''Menyedihkan,'' ucap Agus.

''Sayang, kau datang untuk membebaskanku?!" pekik Jesika melihat kedatangan Agus secara langsung.

''Kau ku bebaskan sekarang Jesika.'' Agus melepaskan gembok lalu mengeluarkan Jesika dari sana.

Ketiga pria itu belum meninggalkan kantor polisi mereka kaget Jesika bebas juga.

''Ka-kau bebas juga?" tanya mereka bertiga gagap.

''Aku sudah tidak membutuhkan kalian bertiga karena kekasihku sudah datang menolongku,'' ucapnya begitu sombong memperkenalkan kalau Agus adalah kekasihnya.

''Sombong sekali wanita ini, tapi kami tidak peduli bebas dari sini saja sudah bersyukur. Tuan Agus kami tidak akan melupakan kebaikan anda,'' ucap mereka salah satu.

''Kalian pergilah karena aku masih ada urusan di sini,'' balas Agus.

''Baik Tuan Muda,'' jawab mereka bertiga dengan serentak.

''Apa yang kau lakukan kepada mereka bertiga sayang?" tanya Jesika tidak suka.

''Kita lebih baik meninggalkan tempat ini Jesika, aku sungguh khawatir terhadap dirimu semenjak mendengar kau ditahan,'' ujar Agus.

''Aku tahu kalau kau tidak akan pernah move on dari ku sayang.'' Jesika langsung menggandeng lengan Agus membuat pria itu semakin gondok.

''Kita apartemenku!" Jesika bahagia akhirnya mereka berdua kembali bersama seperti dahulu.

''Agus, bagaimana dengan istrimu?" tanya Jesika berusaha untuk menebak pikiran Agus.

''Kami sudah bercerai Jesika,'' ucap ya sedih.

''Andaikan dulu kau mendengar yang kukatakan kalau wanita itu tidak benar untukmu sayang,'' tambah Jesika begitu senang sekali akhirnya Agus sekarang menjadi miliknya seorang.

''Kita sudah sampai.'' Agus langsung melepaskan tangan Jesika lalu mereka berdua masa bersamaan.

''Selamat datang kembali ke rumah ini Jesika, kau pikir aku akan kembali dengan wanita sepertimu?!" Agus langsung berbalik menatap tajam Jesika mulai mundur karena ketakutan.

''Jadi kau melakukan ini semuanya karena ingin-'' Agus langsung memotong ucapan Jesika.

''Aku sudah muak dengan permainanmu begitu membosankan Jesika. Cukup sudah kau permainkan semua orang-orang hanya menggunakan trik mu yang sudah basi itu.'' Jesika terlena dengan sikap yang ditunjukkan Agus, seharusnya dia tidak langsung mempercayai pria ini mengeluarkan dia dari sel.

''Sayang, lebih baik kita mengobrol baik-baik dulu.'' Jesika berusaha untuk tetap tenang karena dia saat ini sudah dikelilingi oleh orang-orang suruhan Agus.

''Baik, katakan apa yang ingin kau katakan kepadaku?" tanya Agus dingin.

''Aku kemarin menghubungi istri muda mendengar suara teriakan kesakitan,'' ucap Jesika.

''Apa? Anggi kesakitan?" Agus menjadi tidak tenang kalau mendengar nama Anggi.

''Ya, dia berteriak kencang minta tolong kepadaku,'' tambah Jesika.

Agus dengan cepat langsung menghubungi nomor Anggi dan tidak tersambung.

''Apa yang terjadi dengan Anggi ya?" gumam Agus.

''Kau tidak akan pernah lagi menemui Anggi, Agus. Kau tidak tahu kalau Anggi saat ini sudah meninggalkan desa. Bodoh sekali kau datang ke sini hanya untuk mengeluarkan ku dari sel.'' Jesika tertawa terbahak-bahak karena menang lagi dengan permainannya ini.

''Keterlaluan!" teriak Agus.

Sekretaris Andika mendapatkan berita kalau Agus berada di luar negeri tanpa sepengetahuan ya.

''Apa? Tuan bersama dengan Jesika sekarang?" tanya ya panik.

''Ya Tuan, kami tidak menyangka kalau tuan datang ke sini dengan berani tanpa ada yang mengawal.'' Sekretaris Andika langsung bergegas menghubungi seluruh anggotanya berada di negara itu untuk melindungi ya.

Namun sayangnya ponselnya tiba-tiba dihubungi Agus.

''Halo Tuan?!" pekik ya.

''Kau tidak perlu panik Andika, aku datang ke sini tidak seorang. Sekarang pergi ke desa lihat keadaan istriku.'' Agus langsung memberikan perintah kepada sekretaris ya itu untuk melindungi Anggi.

''Baik Tuan muda,'' jawab sekretaris Andika dengan cepat.

Perusahaan kembali terbengkalai saat ini pekerjaannya tertunda, dia harus melakukan perintah Agus karena tanpa Anggi hidup majikan itu tidak akan pernah berarti lagi.

''Nyonya kali ini aku harus membawanya kembali ke kota. Apapun yang terjadi?" ucapnya kesal.

Tidak lama kemudian sekretaris Andika tiba di desa itu tiba-tiba saja tidak ada penghuninya terlihat satupun.

''ke mana semua penghuni desa ini? Biasanya sudah ada berjaga di pintu masuk?" ucapnya heran.

''Tuan, sedang di sini?" tanya salah satu warga yang hendak naik ke gunung.

''Kenapa desa ini sepi?" tanyanya.

''Seseorang baru saja melahirkan sesuai dengan ada tradisi kami harus pergi ke gunung untuk berdoa menjaga keselamatan ya,'' jawabnya.

''Apa? Siapa yang melahirkan?" tanya sekretaris Andika terkejut.

''Wanita yang kemarin diperebutkan di desa ini?" Sekretaris Andika semakin terkejut dan langsung berlari menuju rumah tempat tinggal Anggi.

''Nyonya?!" teriaknya karena sudah lali bekerja tidak memperhatikan majikan ya itu sudah melahirkan.

1
SquigglyMunchkin
thor, jangan khianati kita ya:( pokoke ditunggu lanjutannya
pera: 😊😊😊😊 terima kasih kak
total 1 replies
Madu Yang Luar Biasa
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
pera: 😊😊😊
ok kak 🥰
total 1 replies
infinite soul
Jangan lama2 ya thor updatenya, aku gamau lari2 pindah tempat yg lain huhu
pera: Hai kak terima kasih sudah mampir 😍 next bab otw kak
total 1 replies
vanillaatack
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
pera: 😂😂🙉🙉🙉
astaga ampun kak, saya masih belum mau naik ke pelaminan Wkwkw 🤣
total 1 replies
Nur Siti
semoga rumah tanggamu semakin kuat dan.. semakin kuat untuk memberantas orang ketiga.. dan buat agus kau harus semakinnkuat dan tegas.. dengan pelakor .. karna jika kau tidak tegas maka pondasi rumah tanggamu akan hancur....
pera: 🥰🥰🥰 amin amin bisa
total 1 replies
BeijingBand
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
pera: wah terima kasih banyak kak menyukai karya saya 🥰
total 1 replies
Dewa Yunani
Thor, lanjut!!
pera: Okkk kak 😍😍😍😍
total 1 replies
Labuh Ardianto
Keluarkan semua babmu Thor! Mata ini masih kuad membacanya!
TexasTiger
Virtual hug buat author 🤗 keep up the good works!
pera: thank you sis 😍 love you
total 1 replies
SnuggleKitty
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu😊💪🙏
pera: hai kak terima kasih sudah mampir 😍 sukses juga buat kakak 😘
total 1 replies
Penghargaan Pink
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
pera: Hai kak, terima kasih sudah mampir 😍 senang sekali baca komentar kakak 😍
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Kau membangkitkan jiwa kekepoan ku thor! Next, next, next~
pera: 🥰🥰 Terima kasih kakak, stay tone ya up selanjutnya
total 1 replies
Nur Zia Aini
salah paham mulu si anggie
BeautyBabe
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh😘
pera: Hai kak terima kasih 😍😍🥰
total 1 replies
TickleStar
Kamulah mimpiku setiap malam Thor :( lanjutkan!
pera: hai terima kasih sudah mampir kak, senang banget baca komentar kakak 🥰🥰🥰
total 1 replies
HotCupid
Aku pengen deh jadi pemeran utamanya, seru kali ya! Thor! Aku mau masuk ke ceritamu bisa enggak?!
pera: 😂 hai senang banget baca komentar kakak, yuk aku masukin hahaha, bdw makasih banyak kak sudah mampir 😍
total 1 replies
Mulya Damanik
selalu mendukung,majuuuuuu trus
pera: hai kak terima kasih sudah mampir 😍
total 1 replies
Pai Konyol
Bagus nih ceritanya! Semoga kedepannya bakal tetep bagus dan terus bikin penasaran ya
pera: hai kak terima kasih sudah mampir 😍
total 1 replies
TexasTiger
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
pera: terima kasih sudah mampir 😍
total 1 replies
Daulat Pasaribu
lanjut thor
pera: Hai kak terima kasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!