"Kak tunggu! Aku mau bilang sesuatu sama kakak. Aku udah lama nunggu waktu itu hanya buat bilang ... kak Adrian ... aku suka sama kakak," kata seorang gadis.
"Tapi aku di sini," kata seseorang yang duduk dipojokan taman.
Gadis itu ternyata salah mengucapkan nama. Ia ingin mengutarakan perasaannya pada cowok tampan yang bernama Adrian. Tapi ia malah bilang cinta pada Adnan, kembarannya Adrian.
Mereka memang sama persis, hingga tidak ada celah untuk membedakannya. Mereka sering salah dikenali oleh para gadis yang selalu berebut untuk mencari perhatian mereka. Sikembar memang sering membuat jebakan pada para gadis.
Bagaimana kisah sikembar selanjutnya? selalu bersama jebakan cinta sikembar ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+14
"Mama, tunggu! Jangan kesini mah, di sini licin," kata Adnan yang melihat sang mama tiba-tiba ingin masuk kamar mandi.
Akibat kepanikan Adnan saat melihat Gea ingin masuk kedalam, Adnan malah melepaskan Adrian yang ia bantu bangun.
Karna ia buru-buru untuk menahan mamanya masuk, ia tanpa sengaja menyengol kembali tubuh Adrian yang masih belum berdiri dengan setabil. Akibatnya, Adrian harus terjatuh kembali, terbaring di lantai kamar mandi yang licin.
"Aduuuuhhh ...." ucap Adrian sangat keras dengan nada kesal.
Gea dan Adnan melihat kearah Adrian yang sudah tidak bisa di cegah lagi, untuk berbarik kelantai kamar mandi untuk yang kedua kalinya.
"Adrian!" ucap Gea kaget.
"Sakit mama," ucap Adrian pada Gea.
"Maaf Ian, aku gak sengaja kok," kata Adnan dengan nada dan raut wajah bersalah.
"Kamu apa-apaan sih Andan, kenapa malah menyengol dan membuat kakak kamu jatuh. Bantuin ngak!" kata Gea dengan nada tinggi akibat kesal.
"Iya mama, maaf. Mama gak usah kesana, biar aku aja yang bantuin Adrian. Lantai kamar mandi ini sangat licin sekarang," kata Adnan.
"Gimana ceritanya bisa berantakan seperti ini sih?" kata Gea kesal.
"Nanti aja ceritanya mama, bantuin aku dulu dong," ucap Adrian yang terduduk sekarang.
"Iya udah deh, cepat bantuin Adrian, Adnan!" ucap Gea sambil terus menunggu di depan pintu kamar mandi.
"Ada apa sih ini, kalian itu main apa sih," kata Elang yang tiba-tiba datang.
"Main apaan sih papa, orang badanku hampir remuk akibar jatoh. Dua kali jatoh malahan," kata Adrian yang sekarang keluar dari kamar mandi.
"Lho, kok bisa sih!" kata Elang dengan kagetnya. "Kalian nertengkar ya?" kata Elang lagi.
"Ngak kok pa, ini tidak ada hubungannya dengan aku," kata Adnan.
"Enak aja gak ada hubungan sama kamu, orang kamu yang hanya jadi penonton dari luar. Terus, hanya bisa tertawa atas penderitaan aku," kata Adrian dengan nada kesalnya.
"Lah, kenapa jadi nyalahin aku. Orang kamu aja yang salah, masa cuma ambilin sabun batangan aja gak bisa sih," kata Adnan tidak terima dengan apa yang Adrian katakan.
"Aduuuh, udah deh. Kalian berdua kok jadi saling menyalahkan sih. Adrian, ganti baju kamu dengan baju ini," kata Gea sambil memberikan baju yang baru saja ia ambil dari dalam lemari.
"Makasih ma," ucap Adrian sambil mengambil baju itu.
"Adnan, kamu beresin itu kamar mandi. Jangan sampai licin seperti itu lagi," kata Gea pada Adnan.
"Iya ma," kata Adnan sambil menjalankan apa yang mamanya perintahkan.
Elang tertawa terbahak-bahak, saat mendengarkan apa yang Adrian ceritakan. Apa yang mereka ributkan di kamar mandi barusan, membuat perut Elang sakit akibat tertawa.
Sedangkan Gea, ia tidak ikut mendengarkan apa yang Adrian ceritakan. Karna ia punya janji untuk datang kerumah mamanya.
Sepuluh menit kemudian, rumah itu kembali tenang. Tidak ada kegaduhan sama sekali. Tidak ada suara yang terdengar di rumah itu lagi. Semuanya telah melakukan aktifitas mereka masing-masing.
"Adnan, kamu gak marah lagikan sama aku?" kata Adrian yang terbaring di kasur.
"Gak kok," ucap Adnan sambil sibuk melibat obat-obatan yang dokter berikan untuk meredakan rasa nyeri Adrian karna jatuh.
"Masih mau bantuin aku buat dapatin Zia lagi gak?"
"Gak," ucap Adnan tanpa basa basi sedikitpun.
"Ah ... yah ... nyebelin."
"Nodo amat."
"Kamu tega banget," kata Adrian pada akhirnya.
"Gak tuh, kamu yang gak tahu cari belas kasihan."
"Lah, kok malah nyalahin aku sih?" kata Adrian frustasi.
"Udah ah, masa yang ada dalam benak kamu itu cuma wanita aja sih. Gak ada yang lain lagi gitu?" kata Adnan.
"Suka-suka aku dong," ucap Adrian sambil sibuk dengan ponselnya.
"Ini nih, yang di namakan, manusia tidak tahu cari belas kasihan," kata Adnan.
"Bodo amat," ucap Adrian kesal.
"Ah ...."
"Lah, kok malah kamu yang frustasi sih," kata Adrian saat melihat Adnan mengacak rambutnya.
"Bodo amat," kata Adnan dengan kesal.
oh iya itu dia! terima kasih Kak Author! aku bisa menemukan judul dan cerita yang nanti aku buat!
mksih
Zia lebih cocok sama adrian yang lebih supel karna keliatannya zia pendiam, sedangkan adnan cocok sama cewek kaya ganisa karna punya hobi yang sama 😊