NovelToon NovelToon
Dendam Dalam Pernikahan

Dendam Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romansa / Menikah dengan Musuhku / Chicklit / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: warnyi

Kejadian di masa lalu membawanya pada dendam berkepanjangan. Livia bertekad akan menghancurkan Daniel dengan memanfaatkan pesonanya. Dia pun berpura-pura menjadi perawat Luciana, ibu Daniel yang menderita lumpuh karena sebuah kecelakaan. Suatu hari Luciana menyuruh Daniel untuk menjadikan Livia sebagai menantunya tanpa tahu niat Livia yang sebenarnya. Daniel yang terperangkap dengan rumor penyuka sesama jenis pun terpaksa menyetujui permintaan ibunya, demi untuk memulihkan nama baiknya. Pernikahan pun terjadi atas dasar dendam dan keterpaksaan.

Bagaimanakah nasib pernikahan Livia dan Daniel selanjutnya? Apakah pernikahan ini akan bertahan dengan munculnya benih cinta diantara keduanya, atau malah hancur ketika semuanya kebenarannya terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.15 Perasaan yang tidak bisa dimengerti

Daniel mngerutkan keningnya, ketika melihat Livia semakin bergerak gelisah, perlahan tangannya terulur kemudian menepuk puncak kepala Livia dengan gerakan lembut.

"Sshh," desisnya seolah memang menenangkan anak kecil yang menangis.

Perlahan Livia mampu melawan mimpi buruknya, kerutan di keningnya mulai semakin merenggang dan akhirnya menghilang disertai dengan wajah yang kembali tenang. Setelah memastikan Livia kembali tertidur dengan tenang, kini Daniel beralih melihat bagian kaki Livia yang masih tertutup selimut. Pandangannya jatuh pada kotak P3K yang sejak tadi dia pegang.

Daniel menghembuskan napas pelan sambil bergerak beberapa langkah hingga terhenti di samping kaki Livia. Perlahan, dia mengambil selimut berwaran abu-abu tua yang menutupi kaki Livia, kemudian membukanya dengan gerakan sangat hati-hati.

Matanya memicing dengan alis bertaut ketika melihat ada beberapa luka kulit terkelupas hingga menyebabkan warna merah keunguan di sana. Dia berdesis pelan, ketika melihat kaki sang istri yang terlihat sangat mengenaskan. Daniel tidak pernah tahu jika kaki Livia terluka cukup parah, karena memang wanita itu tidak pernah mengeluh.

Perhatiannya beralih pada kotak P3K, kemudian membukanya dan mengambil beberapa alat pertolongan pertama yang dia butuhkan. Dengan sangat hati-hati dia memberikan pengobatan pada luka di kaki Livia sambil memastikan sang pemilik kaki tidak terganggu dalam tidurnya.

Daniel baru menutup kembali kaki Livia kemudian beranjak dari tempatnya dan memilih duduk di sofa single yang ada di sana. Dia membereskan kembali kotak P3K kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Daniel terlihat menghembuskan napas berat sambil kembali melihat wajah Livia dengan sorot mata rumit. Entah apa yang sekarang dirasakan oleh seorang Daniel, mungkin hanya dia lah yang tahu, atau bahkan dia juga tidak mengerti dengan perasaannya saat ini?

Daniel berada dalam posisi yang sama dengan waktu cukup lama, dia baru beranjak ketika jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, kemudian memilih merebahkan diri dan menutup mata setelah beberapa saat kembali menatap Livia, memastikan tidur istrinya itu tidak terganggu oleh apa pun.

Daniel mendengus kesal setelah sadar semua yang telah di lakukan. Entahlah, mengapa dia berbuat seperti itu kali ini? Semuanya seolah terjadi sendiri tanpa bisa dia kendalikan. Namun, kini dirinya merasa melakukan hal yang sia-sia. Keningnya bertaut karena merasa bingung dengan apa yang dia lakukan.

.

Pagi harinya berita tentang kejadian tadi malam di acara penerimaan penghargaan yang sangat menggemparkan hampir seluruh negara. Kedatangan seorang pengusaha muda yang sedang santer dikabarkan menyukai sesama jenis karena sudah lama tidak terlihat berhubungan dengan seorang wanita, kini tampak datang dengan menggandeng seorang wanita cantik yang dia akui sebagai istrinya.

Televisi, berita online bahkan artikel dan surat kabar, semuanya seolah sedang serempak untuk membahas acara semalam, tentu saja bersama dengan kedatangan Daniel dan Livia.

"Gimana perkembangan beritanya?" tanya Daniel ketika dia sedang berada di dalam mobil bersama dengan Danis. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju ke kantor.

"Cukup bagus. Tapi, apa ini akan disambut baik sama Kakek? Dia pasti tidak akan setuju kalau tau latar belakang Livia," jawab Danis yang mulai merasa resah dengan reaksi kakeknya nanti.

Kakeknya itu adalah tipe orang yang keras, dia tidak menyukai ada sedikit cacat saja. Danis melihat sendiri, bagaimana Daniel dididik dengan sangat keras, karena dia siapkan untuk menjadi seorang penerus. Semua itu membuat Danis mengkhawatirkan kakaknya dan Livia yang menikah tanpa memberitahu laki-laki tua itu lebih dulu, bahkan ini tidak ada kepentingan untuk bisnis dan perusahaan juga.

"Tenang saja. Aku pasti bisa mengatasinya," jawab Daniel dengan nada suara yang datar.

"Berdoa saja, semoga kakek tidak akan mempermasalahkan semua ini," sambung Daniel lagi, yang langsung mendapat anggukkan kepala Danis.

...❤️‍🔥...

Livia terdiam di dalam kamar, dengan laptop yang terbuka di depannya. Dia baru saja melihat beberapa artikel tentang pernikahannya dan Daniel di berbagai berita online. Dia menghembuskan napas kasar sambil menutup mata dan menyandarkan tubuhnya di kursi. Pikirannya melayang pada apa yang akan terjadi dengan hubungan keduanya. Hubungan yang sekarang sudah tersebar dan diketahui oleh banyak orang.

Entah sampai kapan, hubungan ini akan bertahan dengan dendam yang dirinya pendam? Hanya saja, dia ingin membuat Daniel jatuh cinta padanya hingga akhirnya dia bisa mencampakkan Daniel sekaligus merebut semua hartanya. Menurut Livia, itu akan membuat Daniel merasakan sakit seperti yang dia rasakan. Kehilangan orang yang dicintainya, sekaligus dengan harta. Bukankah itu seperti yang dia dan keluarganya rasakan? Walau mungkin itu tidak sesakit dirinya yang harus melihat keluarga dan seluruh pekerja rumahnya meregang nyawa, nyaris di depan matanya sendiri.

"Selamat datang di misi utama yang harus kamu lakukan, Livia. Semua ini demi semua nyawa kedua orang tuaku dan kakakku ... aku tidak bisa mundur lagi mulai sekarang," gumam Livia sambil mengepalkan tangannya sangat erat. Dadanya bergemuruh hebat, ketika mengingat wajah-wajah yang telah meregang nyawa di rumahnya, karena ulah keluarga Daniel.

...❤️‍🔥...

"Besok pagi kita akan mengadakan konferensi pers untuk membicarakan berita yang beredar sekarang. Kita akan datang sebagai sepasang suami istri!" ujar Daniel penuh penekanan, ketika mereka duduk bersama di sofa kamar yang biasanya menjadi tempat tidur Livia setiap malam.

"Aku dan Danis sudah mempersiapkan semuanya, kami hanya tinggal berdandan sebaik mungkin dan jangan sampai mempermalukanku di depan para wartawan yang akan menghadiri acara konferensi pers besok," sambung Daniel lagi.

"Baju dan yang lainnya akan datang besok pagi, kamu hanya tinggal memakainya saja." Daniel menyandarakan tubuhnya di sandaran kursi, dia menatap Livia dengan senyum miring di bibirnya tipisnya.

Semua yang menjadi protes Livia waktu akan datang ke acara malam penerimaan penghargaan sudah dia siapkan sekarang, jadi seharusnya Livia tidak memiliki alasan untuk menolak keinginannya lagi.

Namun, setelah lima menit berlalu, Daniel kembali dibuat bingung dengan reaksi Livia saat ini. Wanita itu tampak masih saja diam dengan mata yang terus menatap Daniel, hingga selama itu kamar bernuansa maskulin itu terasa sunyi dan sepi, karena tidak ada yang memiliki inisiatif untuk memulai pembicaraan lebih dulu.

"Kamu, mengerti 'kan?" tanya Daniel, yang takut Livia tidak bisa mengerti dengan penjelasan panjang lebar yang dia buat dan katakan dengan sangat susah payah.

"Hem." Livia hanya menjawab dengan gumaman singkat sambil mengangguk samar.

"Hem?" Daniel tampak mengulang gumaman Livia dengan salah satu alis yang terangkat, seolah sedang bertanya.

Livia memutar bola matanya malas, walau akhirnya kembali membuka suara dengan nada yang terdengar malas. "Aku hanya perlu mempersiapkan diri agar tidak mempermalukan kamu."

Daniel mengangguk puas dengan wajah datarnya. "Good."

1
Sri Muryati
Luar biasa
Anonim
teruskan
halimah abdul hayes
IU cantik banget
Mesra Jenahara
udah tamat yyaa..
Happy Ending❤️😍🤗..
d tunggu karya selanjutnya Thor🤗❤️
Mesra Jenahara: masama Thor😘😘❤️
total 2 replies
Rizka Filiadelfia II
wiiiisss sdh tamat aja..
tp mksih thor sdh ksih hiburan lewat karyamu, suksess yaa
IG: Warnyiwarnyi: Kembali kasih, Kak. Sukses buat kakak juga🙏🥰🥰
total 1 replies
Rizka Filiadelfia II
haredang haredang 🤣🤣🤣
Rizka Filiadelfia II
beni2 cintah mulai bersemi
Rizka Filiadelfia II
mengsedih aku 😪😪😀😀
Mesra Jenahara
OOOh Selvia sungguh malang nasibmu..kasian dehh lohh
Mesra Jenahara
HAPPY WEDDING kembali Daniel ❤️ Livia😍😍..
23 September itu hari bersejarah Author atw hanya sekedar saja
IG: Warnyiwarnyi: hanya sekedar, tapi bulannya sama seperti bulan nikah aku dan suami🤭
total 1 replies
Mesra Jenahara
wwaahhh..bakal terjadi pertarungan sengit nihh
Mesra Jenahara
lohh salah target Selvia..ngga tw ajaa berhadapan dgn anggota Mafia
Mesra Jenahara
yyee.. akhirnya Daniel dan Livia bersatu..terharu dgn pertemuan mana Luci dan Livia🤗❤️
Mesra Jenahara
semangat Daniel..moga bisa meluluhkan hati Ayah Andrew dan Agra🤗❤️
Mesra Jenahara
nahh lohh knp jadi pada berubah gitu..ada rintangan lagi Daniel bersama Livia
Mesra Jenahara
aassyyiikk.. cinta lama bersemi kembali😍😍❤️❤️
Fadila Nur
ya ampuuun digantuuuuuuung...kayak abis makan puuuuedeees to gk ada minumnya.gk enak Khan.....lanjut LG Thor...
💞🖤Icha
Daniel kenapa gk berlari mendekatin Livia..itu anakmu Daniel...jangan diam terpaku...karena rindu...rindu itu memang berat...wkwkwkwk...🤭🤭💖💖
💞🖤Icha
Enam tahun berlalu...Livia kamu kuat juga gk ketemu Daniel..hanya memendam rasa cints dan benci...pertemuan dgn Daniel seru..Livia sdh ada anak..papahhh..😲😲😲
Mesra Jenahara
wwaahh..udah enam tahun ajaa..
penasaran gimana reaksi Daniel saat tahu punya anak dari Livia..
🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!