Jika biasanya wanita dijodohkan dengan pria kaya, lain halnya dengan Elizabeth. Elizabeth justru dijodohkan dengan pria miskin yang tak memiliki apa-apa. Bahkan, untuk rumahku pria miskin itu tidak punya. Hal itu, membuat Elizabeth merasa sangat malang dengan hidupnya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Elizabeth akan tetap meneruskan hubungan suami istri tersebut? Ataukah Elizabeth memutuskan untuk bercerai dari Alexander?
Yuk simak karya ini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 15
Alexander cukup terkejut mendengar ucapan Elizabeth yang ternyata masih ingin bercerai dengan dirinya.
“Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu? Jangan bilang kamu ingin mempertahankan pernikahan ini?” tanya Elizabeth.
Alexander tak senang dengan pertanyaan Elizabeth padanya. Sampai kapanpun Alexander akan selalu mempertahankan pernikahannya dengan wanita yang sangat ia cintai.
“Baiklah, sepertinya kamu ingin tetap di sini karena kamu tidak ada tujuan, bukan?” tanya Elizabeth.
Alexander hanya mengangguk kecil mendengar pertanyaan Elizabeth.
Elizabeth mencoba memahami kondisi Alexander yang juga hidup sebatang kara sama seperti dirinya.
“Huffttt...” Elizabeth menghela napas panjang dan meletakkan kepalanya di atas meja sembari menunggu spaghetti buatan Alexander siap untuk dinikmati.
Tak berselang lama, Alexander akhirnya selesai dengan masakannya. Ketika Alexander menoleh ke arah Elizabeth, rupanya Sang istri tengah terlelap.
Alexander tentu saja tidak ingin melewatkan kesempatan itu, ia dengan hati-hati duduk di sebelah Elizabeth untuk memandangi wajah Elizabeth lebih dekat.
Wajah mulus putih, hidung mancung, bibir seksi dan bulu matanya yang lentik semakin membuat Alexander tertarik dengan kecantikan seorang Elizabeth white.
“Sangat sempurna,” ucap Alexander memuji kecantikan wajah Elizabeth.
Ada beberapa rambut halus menutupi wajah Elizabeth dan itu sangat mengganggu pemandangan Alexander. Alexander pun berinisiatif menggeser rambut halus itu dan tak disangka Elizabeth membuka matanya.
“Apa yang ingin kamu lakukan padaku?” tanya Elizabeth sembari bergeser menjauh dari Alexander.
“Kamu tertidur dan aku hanya membangunkan kamu,” jawab Alexander.
Elizabeth tak menganggap serius apa yang baru saja Alexander lakukan padanya. Elizabeth saat itu sangat lapar dan ingin segera mengisi perutnya dengan spaghetti.
“Di mana spaghetti ku?” tanya Elizabeth sambil menoleh ke arah meja makan di hadapannya.
“Sebentar,” balas Alexander dan bergegas mengambil spagetti buatannya untuk Elizabeth.
Elizabeth menatap spaghetti di hadapannya dan perlahan memakannya.
“Kamu kenapa diam saja? Cepat makan!” pinta Elizabeth yang belum selesai menelan makanannya.
Tak berselang lama, Elizabeth selesai lebih dulu dibandingkan Alexander. Saat itu juga Elizabeth memutuskan untuk kembali ke kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Alexander.
Alexander pura-pura mengabaikan Elizabeth yang pergi begitu saja.
“Menggemaskan,” gumam Alexander sembari tersenyum lembar.
***
Tengah malam yang dingin, Elizabeth terpaksa bangun dari tidurnya karena tiba-tiba saja tubuhnya mengalami gatal yang cukup menyakitkan.
Gadis itu turun dari tempat tidurnya sembari menggaruki seluruh tubuhnya.
“Kenapa gatal sekali,” gumam Elizabeth.
Elizabeth menyalakan lampu kamarnya dan terkejut mendapati wajahnya yang memiliki bintik-bintik merah.
“Apa ini? Kenapa bintik-bintik merah ini muncul di wajahku?” tanya Elizabeth dan memeriksa bagian tangan, perut serta kakinya yang juga terdapat bintik-bintik merah.
Saat itu juga Elizabeth mengenakan jaketnya dan tak lupa memasukan pakaian ke dalam tas.
“Alexander!” panggil Elizabeth sembari menuruni anak tangga.
Kebetulan Alexander saat itu belum tertidur, mendengar Elizabeth memanggil dirinya Alexander cepat-cepat menghampiri Elizabeth.
“Cepat pesan taksi dan bawa aku ke rumah sakit sekarang!” perintah Elizabeth.
Alexander seketika itu panik ketika Elizabeth memintanya untuk membawa Elizabeth ke rumah sakit.
“Cepat, tunggu apa lagi? Oya, tolong ambilkan ponselku di kamar!” pinta Elizabeth.
Elizabeth menyentuh dadanya, pernapasan nya saat itu mulai menyempit dan pada akhirnya Elizabeth pingsan tak sadarkan diri.
Alexander sedang berada di kamar Elizabeth untuk mencari ponsel istrinya.
“Akhirnya ketemu,” ujar Alexander dan bergegas menghampiri Elizabeth.
Pria 28 tahun itu begitu panik manakala Elizabeth tergeletak di lantai.
“Elizabeth!” Alexander mencoba membangunkan Elizabeth, akan tetapi Elizabeth tak juga merespon.
Alexander segera menghubungi salah satu kepercayaannya untuk segera menjemput dirinya karena tengah malam akan sulit menemukan taksi.
Tak berselang lama, Gabriel datang menjemput Tuannya.
“Cepat buka!” perintah Alexander yang saat itu tengah menggendong tubuh Elizabeth.
Dengan perlahan Alexander berhasil memasukan Elizabeth ke dalam mobil.
“Cepat ke rumah sakit terdekat sekarang juga!” perintah Alexander.
“Baik, Tuan!” seru Gabriel.
Mobil pun dengan cepat melesat menuju rumah sakit terdekat.
Alexander memeluk tubuh Elizabeth dengan erat dan berharap istrinya itu baik-baik saja.
“Jangan membuatku takut, Elizabeth,” ucap Alexander pada Elizabeth yang masih tak sadarkan diri.
Gabriel menambah laju kendaraan agar segera sampai ke rumah sakit.
***
Rumah Sakit.
Elizabeth telah berhasil ditangani dan tak butuh waktu lama, dokter langsung memberitahukan alasan mengapa Elizabeth pingsan dengan seluruh tubuh yang memiliki bintik-bintik merah.
Alexander sangat serius mendengarkan apa di sampaikan dokter mengenai kondisi Elizabeth.
“Thank you,” ucap Alexander pada dokter yang telah merawat Elizabeth.
Kini, hanya Alexander dan Elizabeth yang berada di ruangan tersebut.
“I'm sorry, Elizabeth,” tutur Alexander dengan terus menggenggam erat jemari tangan Elizabeth.
Meskipun Elizabeth sedang dalam keadaan tidur, tak ada niatan bagi Alexander untuk melakukan kontak fisik seperti mencium kening Elizabeth. Alexander akan berusaha menahan diri untuk tidak melakukan hal itu tanpa seizin Elizabeth.
“Di mana aku?” tanya Elizabeth yang baru saja bangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dirinya tidak di rumah.
Alexander seketika itu melepaskan genggamannya dan bangkit dari duduknya.
“Saat ini kita berada di rumah sakit, maaf karena diriku Lady menjadi seperti ini,” tutur Alexander menyesal.
“Aku alergi minyak kacang, seharusnya kamu tidak menambahkan bumbu yang sudah ada,” balas Elizabeth.
“Lain kali aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” ucap Alexander.
“Bagaimana aku bisa kemari? Seingatku tadi, aku masih di rumah.”
“Kamu pingsan dan aku harus menggendong mu,” terang Alexander.
“Kamu tidak mengambil kesempatan dalam kesempatan, bukan?” tanya Elizabeth dengan tatapan curiga.
“Tidak, Lady!”
Elizabeth masih menatap Alexander dengan tatapan penuh curiga dan meminta Alexander untuk keluar dari ruangannya.
Sekali lagi Alexander meminta maaf dan melenggang pergi karena seperti Elizabeth butuh waktu sendiri.
“Kamu kembalilah memantau pergerakan musuh!” perintah Alexander pada Gabriel.
“Baik, Tuan!” seru Gabriel dan kembali melakukan tugasnya memantau pergerakan musuh.
Alexander berjalan menelusuri lorong rumah sakit dan memutuskan menemui salah satu dokter pria yang bekerja di rumah sakit itu.
“Alexander!” Pria berpakaian serba putih menyapa Alexander dengan hormat.
“Bagaimana pekerjaanmu di sini?” tanya Alexander pada Jonny.
“Berkat anda, saya bisa bekerja di instansi ini,” jawab Jonny.
“Baguslah, kamu harus memanfaatkan dengan baik kesempatan yang ku berikan padamu. Ingat, kamu sudah ku anggap seperti adikku sendiri,” pungkas Alexander.
Jonny berjalan mendekat dan memeluk erat Alexander. Berkat Alexander, hidupnya yang dulu malang kini menjadi lebih baik.
“Anda kemari sengaja menemui saya atau ada urusan yang lain?” tanya Jonny penasaran.
“Istriku masuk rumah gara-gara alergi karena ketidaktahuan ku,” jawab Alexander.
Jonny terkejut mendengar Alexander telah beristri.
“Istri?” Tidak bisa dibayangkan bagaimana ekspresi Jonny yang sangat terkejut mengetahui bahwa Alexander telah beristri.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤