Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ban 19 menempati apartemen
Aku di bangunkan sama mas Arya karena kami sudah sampai di kos. aku bangun dan membuka pintu kos kemudian memasukan baju ku ke dalam koper juga laptop ku dan pakaian kerja, baju yang tidak cukup aku masukan kardus saja, karena koperku penuh dengan barang seserahan yang di belikan mas Arya jadi barang ku lebih banyak, ada juga perhiasan peninggalan bunda yang di berikan kepada ku, aku nggak berani jual karena ini peninggalan bundaku.
Mas Arya membantu aku karena punya mas Arya sendiri sedikit jadi sudah selesai di kemas dan aku baru tahu kalau kos ini punya mama jadi kamar mas Arya yang lengkap ada kulkas kecilnya tidak di sewakan juga yang ku tempati, ini buat kalau mama atau yang lainya menginap.
Ternyata mama mertua kaya punya kebun kopi dan kakao dan ternyata pemilik kos disini walau hasilnya nggak seberapa,kata mama bisa buat makan aku dan mas Arya. sekarang mas Arya juga mengembangkan kafe, daim diam mereka adalah orang kaya yang tidak mau kelihatan kaya, nanti rahasia apalagi yang aku dapatkan.
Semua barang di masukkan ke mobil mau di bawa pindah ke apartemen, katanya rumah dinas tapi aneh, belum mulai kerja sudah dapat rumah dinas jangan jangan ini apartemen punya mama.
Kami berangkat ke apartemen yang kata mama rumah dinas, setelah satu jam kami sampai sebenarnya tidak jauh tapi kendaraan sedang padat merayap, jadi satu jam baru sampai.
Kami turun dan menuju lantai lima belas tempat apartemen yang akan kami tempati kami segara turun sambil bawa baju dan bawaan kami, pak Samsul dan mas Arya bagian bawa yng berat aku bawa koper saja juga mama ikut bawakan koper.
Mama memang orang desa tapi auranya tidak sepertimu orang desa dia anggun, fashionable ya memang pantas, orang orang memanggil ndoro, juragan, ketua, sangat pantas cara berpakaian, cara ngomong, dan cara menatap lawan bicaranya dia mempunyai aura ceo gitu, aku semakin kagum, kalau dia marah nggak ada yang berani menatap semua menunduk tapi mama sangat perhatian sama semua karyawanya.
Kami memasukan barang setelah mama membuka kunci apartemen pakai kartu yang dia pegang kami semua masuk. Apartemen lumayan tidak mewah tapi sangat nyaman kalau di tingali,
" kalian pakai kamar yang besar di sana, yang ini kamar mama, di tempati kalau mama berkunjung disini, yang belakang ada kamar agak kecil buat kamar bi Rahayu kalau kesini, jadi kalau Nadia hamil bi Rahayu yang standby di sini," kata mama
" Terima kasih mama sangat baik sama Nadia" jawabku sambil memeluk dan menciumi pipi mama mertua
" kamu cium cium mama itu wajahmu bau Arya semua, mama baik sama menantu mama karena mama ingin anak lelaki mama dapat kebahagiaan dari istrinya,yang tidak pernah dia dapatkan dari ayah nya" kata mama degan raut sedih
"Arya nggak butuh kasih sayang papa, dari mama dan kakek sudah cukup malah sekarang Arya punya istri yang menyayangi arya setiap malam memanjakan loopi nya Arya sudah cukup arya nggak butuh kasih sayang papa lagi" jawab mas Arya menciumi aku.
Kami semua tertawa pak Samsul ikutan tertawa.Aku dan mas Arya membawa koperku dan kardus isi barang kami ke kamar dan kamar lebar dan ranjang yang lebar juga ada kamar mandi dalam dan almari pintu tiga.
Barang aku tata nanti dulu, aku mau lihat ke dapur, penampakannya dapur kecil,tapi modern ada mini barnya dekat dapur ada kamar yang lebih kecil, dari yang di tempati mama dan kamar mandi di depan dekat ruang tamu, sekaligus ruang keluarga, dekat dapur ada balkon dan pak Samsul duduk di sana merokok ,mama datang menghampiri aku.
" Kamu istirahat dulu, nanti kita belanja kebutuhan dapur, sekalian cari makan malam" kata mama
Aku kembali ke kamarku dan aku menata barangku ke dalam almari, mas Arya datang dia membantu aku, menata semuanya tapi dia jahil sambil mencium aku dan meraba buah dadaku
" Nanti malam sayang aku kasih yang special dan boleh hattrick sayang" Jawabku sambil mendesah manja uh uh uh.
"kamu semakin hari semakin mesum saja dek" kata mas Arya
" Aku mesum sama suamiku sendiri,dan aku menikmatinya " jawabku sambil terkekeh
Menata baju belum selesai aku cape jadi aku tidur siang dulu sambil berpelukan dengan mas Arya di ranjang baru, terasa empuk dan nyaman.
" Dek bangun sudah sore,kita belum sholat ashar" kata mas Arya membangunkan aku.
Aku langsung bangun dan mandi kemudian sholat ashar yang sudah kesorean sekalian nunggu magrib di kamar, selesai sholat magrib aku dan mas Arya sudah siap, rambutnya mas Arya sudah aku kuncir rapi ke belakang dan sekarang rambutnya sudah berkilau, besok di bawa ke salon saja biar di rapikan.
Kami keluar kamar, mama sudah siap kami akan pergi makan malam dan belanja di mall, kami berangkat berempat, pak Samsul juga ikut. Mas Arya yang mengemudi
"Kamu ingin request makan apa nduk, masakan khas Jogja mau nggak?" tanya mama
" Mau ma aku nggak permah nolak makanan apalagi di traktir" jawabku
" Ok pak kita mampir di rumah makan khas Jogja saja" kata mama
Kami mencari tempat duduk, mama memesan nasi sebakul kecil, gudeg,krecek, ayam bumbu bacem dan telor nya juga jadi seperti prasmanan tapi porsi kecil, kami ambil sendiri tapi mas Arya minta di ambilan.
" Cie den Arya manja sama istri nih" kata pak Samsul
" Iya dong pak, istri dapat secara mendadak seperti menemukan berlian yang di buang jadi harus di jaga" kata mas Arya sambil mengedipkan mata.
" Den Arya menemukan rejeki nomplok tapi di jaga jangan sampai di serang si lampir Lilis" kata pak Samsul sambil terkekeh
Kami lanjut makan aku dan mas Arya saling suap makanan, kami sedangkan mama biasa makan ala priyayi, seperti bisanya pakai tangan tidak bersuara dan mengunyah pelan, cara mama makan sangat sopan seperti priyayi, aku semakin kagum sama mertuaku ini bagiku sangat misterius seperti menyimpan bara yang siap meledak.
Makanan habis kemudian mama yang bayar ku lihat dia pakai kartu hitam yang biasanya di pakai mas Arief kalau meeting sama klien. Ternyata mama bukan orang sembarangan ! Kata batinku
Selesai makan,kami lanjut belanja bahan makanan untuk mengisi kulkas, beli gula, kalau kopi sudah bawa, minyak, susu, sosis nugget dan roti tawar tidak lupa telor kata mama mas Arya biasanya sarapan omelette, atau sandwich, mama juga beli frozen food katanya takut kami lapar kalau habis lembur malam.
Mama Fatima memang the best pokoknya aku semakin sayang dan hormat dan sangat pantas di di panggil ndoro, juragan dan ketua aku sangat kagum dengan dia.
Bersambung
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣