Arsyila Qiana Azzahra. Perempuan berusia 32 Tahun. Belum Menikah. Cerdas, Mandiri, Berprestasi dan Berbakti kepada kedua orang tua.
Satu yang belum Arsyila miliki diusianya yang sudah kepala tiga, SUAMI!
Kedua Orang tua Arsyila menginginkan putri satu-satunya menikah seperti anak perempuan keluarga lain seusianya bahkan telah memiliki anak.
Beberapa pria datang melamar Arsyila namun Arsyila menolak hingga disatu titik ucapan Bapaknya seolah mengetuk sanubari Arsyila.
Akankah Arsyila tetap Menanti Cintanya? atau Takdir yang akan mempertemukan Arsyila dengan jodohnya?
Semoga cerita ini bisa menjadi insprirasi dan dapat diambil pelajaran baik dan buruknya jangan diikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monitoring KKN
..._________🍃🌺🍃_________...
...Assalamualaikum Wr.Wb....
...Reader jangan lupa support...
...Like dan Kembang Kopinya ya!...
...Selamat Membaca!...
..._________🍃🌺🍃_________...
... "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."...
...(QS. An Nisa: 48)....
...“Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya.” ...
...(QS. al-A’raf: 146)...
Akhirnya Syila, Angga dan Hanum sampai ditempat KKN Desa Mekarsari.
"Bu Saya dan Hanum mau membawa masuk belanjaan dulu ya."
"Guys, bantuin nih belanjaan banyak!"Hanum teriak memanggil kawan-kawannya untuk membantu membawa belanjaan mereka.
Syila kali ini melihat secara langsung kegiatan PKK dan Posyandu di Desa Mekarsari.
Syila mengamati bagaimana Mahasiswanya turut berperan dalam kegiatan tersebut.
Senyum tak lepas dari bibir Syila manakala melihat mahasiswinya sedang membantu para ibu yang datang bersama anak balita mereka menimbang balita dan memberikan sarapan sehat kepada ibu dan anaknya.
Meskipun banyak dari Mahasiswinya yang belum terbiasa menangani balita tetapi mereka tampak menikmati perannya sebagai bagian dari masyarakat sebagai wujud keikutsertaan dalam kegiatan KKN yang kini berlangsung.
"Assalamualaikum Bu Syila. Sudah lama sampai?" Pak Kades menyapa Syila yang asik menikmati pemandangan keriuhan suasana posyandu dihadapan matanya.
"Waalaikumsalam Pak Kades. Sekitar 1 jam lalu." Syila menangkupkan tangannya di dada memberi salam pada Pak Kades.
Tentu saja reflek Pak Kades melakukan hal yang sama.
"Mari Bu Syila kita masuk." Pak Kades membawa Syila menyapa masyarakat yang sedang mendapat pelayanan kesehatan gratis sekaligus pemberian vitamin A bagi balita.
"Assalamualaikum ibu-ibu, bagaimana sehat? Dedek bayi sehat juga ya?" Pak Kades dengan ramah menyapa warganya sambil ngusap ramah beberapa balita yang ada disana.
"Waalaikumsalam Pak Kades Bima. Alhamdulillah baik." jawab warga yang semuanya ibu-ibu membawa balita.
"Alhamdulillah. Bagaimana Bu apakah pelayanan posyandu kami ada kekurangan, katakan saja, semoga menjadi masukan bagi kami." Pak Kades dengan senyuman yang membuat sejuk dimata.
"Duh gusti Pak Kades kalo senyum yo manis banget melebihi gula aren yo!"
"Bener banget toh Bu, Kalau saja aku ini masih muda dan single tak bikin jatuh cinta Pak Kades karo aku Bu!"
"Ya Allah, apik tenan Pak Kades, Yo sholawatin aja dulu semoga nanti aku punya mantu seperti Pak Kades." sambil menggendong bayinya yang berusia 6 bulan.
Begitulah bisik-bisik warga yang memang para ibu-ibu yang membawa balitanya ke posyandu selalu mengagumi Pak Kades Bima yang menurut mereka sempurna lahir batin.
Syila menyapa beberapa warga disana dan berbincang-bincang.
"Boleh Saya gendong Bu?" Syila meminta izin kepada salah seorang ibu yang memiliki bayi berusia kisaran 3 bulan.
"Silahkan Mbak." jawab sang ibu bayi menganggap Syila bagian dari mahasiswa yang membantu disana.
Syila menggendong bayi berusia 3 bulan tersebut dengan bahagia.
Terlihat Syila seperti sudah terbiasa menggendong anak bayi tampak luwes tidak kaku.
Syila menepuk-nepuk bujur sang bayi membuat sang bayi merasa nyaman menggeliat dengan mata yang sayu mengantuk.
"Wah Mbak'e sudah pantes punya anak. Luwes juga gendongnya. Wes, kalo dah lulus kuliah langsung nikah saja Mbak. Tuh Pak kades masih single!" celetuk salah satu petugas posyandu yang mengira Syila salah satu mahasiswi KKN.
Tentu saja ocehan tersebut membuat Pak Kades Bima salah tingkah.
"Bu Syila luwes sekali gendong bayi, sudah cocok jadi ibu." Pak Kades saat mengajak Syila ke pendopo untuk menjamu sang dosen.
"Dulu saat SD Saya terbiasa diminta Ibu untuk menjaga almarhum adik Saya yang saat itu baru lahir." Syila teringat almarhum adiknya yang telah berpulang kerahmatullah karena sakit Demam Berdarah saat berusia 2 tahun.
"Maafkan Saya Bu Syila, membuat Bu Syila bersedih mengingatkan hal tersebut." Pak Kades Bima tak enak hati.
"Gak apa-apa Pak Kades. Semua sudah berlalu." senyum Syila sedikit hambar.
"Oh iya Bu Syila, Nanti malam Warga Desa akan mengadakan Syukuran atas lancarnya panen tahun ini. Bu Syila bisa hadir? Kami akan mengadakan jamuan ramah tamah." Pak Kades begitu mengagumi wanita dihadapannya yang cantik dan santun dalam balutan busana syar'i nya.
"Assalamualaikum. Maaf mengganggu Pak Kades, Bu Syila, Pak Kades diminta untuk berfoto bersama, sebagai dokumentasi acara hari ini. Mari Pak Kades, Bu Syila juga sekalian ikut ya." salah satu pegawai Desa meminta Pak Kades bergabung berfoto bersama petugas posyandu.
"Mari Bu Syila, silahkan." Pak Kades mempersilahkan Syila berjalan bersamanya.
Anggukan Syila mengikuti arah langkah Pak Kades menuju para petugas posyandu.
Tampak pegawai Desa yang kini menjadi fotografer dadakan sedang mengatur posisi foto agar terlihat bagus saat diabadikan dalam lensa kamera.
"Sedikit merapat ya. Pak Kades miring kekiri dan maaf Bu Syila miring kanan kearah Pak Kades. Adik-adik mahasiswa bisa berdiri dibelakang pengurus posyandu dan PKK. Oke Siap! 3,,2,,1!" arahan tersebut berhasil menghasilkan gambar terbaik.
"Ah Gw mau tuh gantiin posisi Bu Syila deketan begitu sama Pak Kades! Uh bisa meleleh Gw kalo ada diposisi Bu Syila!" Ayu salah satu mahasiswi Syila yang mengagumi Pak Kades Bima.
"Eh Ayu, Loh tuh orang apa perangko, maunya nempel-nempel mulu! Ganjen banget!" Hanum yang kesal dengan ulah Ayu kegatelan saat melihat Pak Kades Bima.
"Ye, Sirik aja Lo Num, suka-suka gw!" Ayu kesal dengan komentar Hanum.
Tiba-tiba saja suara geluduk menggelegar.
Jegerrrr!!!
"Astagfirullahaladzim." Syila terkejut beristigfar.
"Bu Syila sepertinya akan turun hujan. Mari Bu masuk." Ajak Pak Kades.
"Bu Syila, sini yuk Bu. Ke Mess kita." Hanum mengajak Syila ketempat menginap para Mahasiswi selama KKN.
"Pak Kades Saya menemui mahasiswi Saya dulu ya. Assalamualaikum." Syila mengikuti Hanum dan pamit pada Pak Kades.
"Waalaikumsalam." mata Pak Kades Bima masih mengiringi langkah Syila saat berjalan jauh meninggalkannya.
"Pak Kades, Bapak sudah ditunggu Pak Camat di kantor." salah satu pegawai Desa mengingatkan jadwal Pak Kades Bima.
"Iya Ayo!"
Meninggalkan lokasi bergegas memenuhi janji meski hati tertinggal disini tercuri wanita berbusana Syar'i yang sungguh menawan hati.
Ah! Rasanya begitulah perasaan Pak Kades Bima kali kedua kembali bertemu Arsyila, Dosen Cantik yang membuatnya terpesona.
"Bagaimana kabar kalian, apakah betah disini?" Syila duduk meriung di dalam mess Mahasiswi sambil mengobrol santai.
"Ya betah ga betah si Bu. Tapi disini seru Bu. Banyak yang unik dan lucu!" celetuk salah satu mahasiswi.
"Kalau Ayu betah banget Bu, apalagi kalo ada Pak Kades Bima, uh rasanya pengen KKN terus deh!" dengan wajah centil Ayu mengundang sorakan dan timpukan dari teman-teman kelompoknya.
"Tapi disini aneh Bu, masih banyak warga yang percaya sama takhayul, ya kalo kami sih biarin aja Bu. Cuma aneh saja. Seperti acara nanti malam mereka sudah buat sesajen begitu Bu katanya sebagai ucapan terima kasih karena panen besar dan lancar tahun ini." jelas mahasiswi berkacamata yang memang Syila akui kecerdasannya.
Syila mendengar seksama curhatan para mahasiswinya dengan diselingi canda gurau.
Syila kini semakin mengenal bagaimana mahasiswinya meskipun karakter dan kepribadian mereka yang tentunya beraneka ragam.
"Kalian berapa lama lagi KKN disini?" Syila sengaja mengetes mahasiswanya.
"Kurang 1 minggu lagi Bu. Ah ga terasa sudah dikit lagi selesai!" ada kelegaan diraut wajah mereka.
"Oh, kirain masih lama. Kalo KKNnya diperpanjang bagaimana?" canda Syila.
"Jangan Bu!" kompak jawaban para mahasiswi.
"Loh memang ga betah?" Syila senang sekali melihat wajah-wajah protes mereka.
"Eh, maksudnya ga gitu Bu, cuma kalo kita lama-lama nanti ga lulus-lulus Bu."
"Oh gitu! Iya deh. Kalian setelah KKN segera buat laporannya agar bisa segera selesai semester ini. Semester depan biar bisa pengajuan proposal dan skripsi."
"Semoga lancar jaya tanpa hambatan!" Hanum dengan semangat kepingin segera lulus hanya karena sudah malas bangun pagi untuk kuliah.
Syila tersenyum sambil menikmati suara rintik hujan yang menemani keakraban mereka.
...“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” ...
...(QS. as-Syu’ara’: 21)...
..._________🍃🌺🍃_________...
...Waalaikumsalam Wr.Wb....
...Reader jangan lupa support...
...Like dan Kembang Kopinya ya!...
...Terima Kasih sudah membaca karya Author...
...Alhamdulillah...
..._________🍃🌺🍃_________...
sementara ibu nya Dimas sudah mau memberikan Restu dan mendatangi kedua orang tua syila
tapi koq gak jadi
ya seperti flasback gitu kak biar gak penasaran aja para readers nya
akhirnya syila menemukan jodoh nya
semoga samawa