Zulkarnain yang dipaksa untuk menjadi pewaris harus menjalani kehidupan yang tidak diinginkan.Ia harus jauh dari istri tercintanya yang tengah hamil muda.Namun berkat kegigihan AIDA, istri Zulkarnain.Mereka yang terpisah akhirnya bisa bersama.
Akan tetapi itu bukanlah akhir dari segalanya, Niken ayu yang terlanjur cinta kepada Zulkarnain memilih jalan pintas sehingga Zulkarnain mengkhianati istrinya.Diluar dugaan, Anak kembar yang dilahirkan oleh AIDA ternyata memiliki kekuatan yang diturunkan oleh kakeknya.kekuatan itulah yang menyelamatkan Zulkarnain dari pengaruh Niken ayu.
Kejahatan Niken ayu tidak berhenti sampai disitu,Ia merencanakan pembunuhan kepada AIDA dan kedua anaknya.Yang mengakibatkan meninggalnya AIDA dan hilangnya si kembar.
Akankah Zulkarnain bisa menemukan Si kembar yang telah dinobatkan sebagai Ahli waris nya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L-viie Ann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang pewaris Bab 15 Kegilaan Niken Ayu
"Aku kepikiran dengan Niken mas" ungkap Aida.
"Tidak usah dipikirkan, dia bukan anak kecil lagi... yang harus kamu pikirkan, anak kita" jawab Zulkarnaen sambil terus fokus menyetir.
Aida mengelus perutnya yang sudah nampak besar.
"Habis aku antar kamu, aku langsung ke kantor ya sayang"
Aida mengiyakan.
Jam sudah menunjukkan pukul 12siang,rasanya lama sekali mau petang, BOSAN!!!
Yah Aida merasa bosan sendirian, sejak Zulkarnaen sudah disahkan, Aida diberhentikan oleh Zulkarnaen dari pekerjaannya.Dan standby tinggal di Villa.Sebenarnya ada 2orang ART yang dipekerjakan oleh Zulkarnaen untuk membantu dan menemani Aida. Tapi tetap aja bosan karena tak ada kegiatan sama sekali.Remot TV dipencet-pencet tak ada acara yang menarik.Dengan malas Aida beranjak dari sofa ingin menuju kamarnya. Akan tetapi tiba-tiba bel rumah berbunyi.
Siapa yang datang???apakah mas Zul udah pulang???tanya nya membatin.Belum habis berpikir, muncullah Niken Ayu.
"Nona Niken... " Aida nampak terkejut.
"Aku ingin bicara dengan mu" jawab Niken ketus.
"Oh... silahkan duduk Non... "
Niken Ayu pun langsung duduk dengan bersilang kaki. Aida kembali duduk berhadapan dengan nya.
"Ada apa Non??? "
"Kenapa kamu membohongi ku?? "
"Kamu tahu kan aku sangat mencintai Zulkarnaen, tapi kenapa kamu menghancurkan hatiku" lagi-lagi Niken Ayu terbawa perasaan, ia menangis.
"Padahal aku percaya kamu family nya,dan aku sangat terlihat bodoh bukan dengan mempercayai mu" ia meninggikan suara nya.
"Aku tak tahu lagi harus bagaimana, aku merasa terpuruk, aku tidak mampu menanggung nya sendiri"
"Non... sebenarnya Nona ada masalah apa??? "
Niken Ayu menatap mata Aida sendu,ia berusaha mencari sesuatu disana.
"Aku... aku... aku tidak bahagia dengan pernikahan ku Aida"
Aida terperangah.
"Setiap hari aku dipukulin oleh Andika, setiap malam aku tidur dilantai tanpa alas,dan tidak ada satu orang pun yang tahu keadaan ku"
"Kamu tahu apa yang membuat aku bertahan??? "
Aida menggeleng.
"Cinta ku kepada Zulkarnaen... aku berniat setelah aku melahirkan aku akan bercerai dengan Andika. dan menikah dengan Zulkarnaen"
Aida ternganga dia tak percaya Niken Ayu akan merencanakan semua itu.
"Tapi hari ini Cinta yang menjadi penyemangat ku sudah kamu hancurkan Aida.Aku tidak punya alasan lagi untuk bertahan"
"Nona jangan katakan itu"
"Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang??? "
Aida diam, ia merasa ada yang tidak beres. Segera di deal nya no darurat,yaitu no HP suaminya.
"Oh ya apa kamu mau berbagi suami dengan ku" Tiba-tiba Niken ayu membuat ide gila,sontak saja Aida makin merinding dibuat nya.
2 pembantu dirumah itu menghampiri Aida,Aida jadi sedikit lega.
Di kantor, Zulkarnaen heran Aida istrinya menelpon.Biasanya dia tidak pernah begini.
"hallo sayang... ada apa? "
Tak ada tanggapan, tapi samar-samar dia mendengar suara perempuan yang berbicara lantang.Itu suara Niken Ayu, pasti ada masalah.
Zulkarnaen bergegas angkat kaki dengan terburu-buru.
"Cepat ke Villa,," Zulkarnaen memberi perintah kepada Riky sembari masuk ke dalam perut mobil. Riky mengangguk tanpa bertanya.
"Hahahaha benar.. benar... kalo aku jadi istri kedua kan ngak apa-apa juga... kamu mau kan Aida jadi maduku" Niken Ayu menyeringai.
Aida dari tadi memilih diam, ia takut salah bicara.
"Kau diam berarti mau kan kan... "
"Non... apa tidak sebaiknya Nona pulang saja... Nona Aida terlihat panik, dan ini tidak baik buat kandungannya" timpal Mbok Darmi.
"Kau siapa?!!!" bentak Niken Ayu. "Beraninya nyuruh aku pulang!!! Emangnya aku nggak boleh disini!!! "
"stttt udah udah diam diam" Aida berbisik kepada Mbok Darmi.Mbok Darmi pun tak berucap lagi.
"Asa apa ini??? " tiba-tiba Zulkarnaen datang.
"Mas" panggil Aida lega. Zulkarnaen segera menghampiri istrinya yang diapit oleh 2pembantunya.
"Hay Zul... aku ada kabar baik" seru Niken Ayu girang. "Aida setuju dimadu"
"Hah??? " Zulkarnaen terperangah, ia menatap istrinya. Aida menggeleng cepat.
"Loh... tadi kamu kan udah setuju Da.. setelah aku bercerai dengan Andika aku akan menikah dengan Zulkarnaen, sebagai istri kedua. iya kan iya kan..."
Zulkarnaen kelihatan bingung. Riky yang ada dibelakang Niken Ayu memberi tanda dengan telunjuk ditempel ke keningnya.
Aida mengangguk membenarkan. Zulkarnaen menghela nafas,ia tidak boleh gegabah bertindak.
Lalu ia berbisik kepada mutmun pembantu yang satunya. Mumun mengangguk lalu pergi.
"Zul... ada apa? kok bisik-bisik??? kamu lagi ngegosip apa?? " tanya Niken.
"Mau menyiapkan sesuatu untuk mu" jawab Zulkarnaen
"Untuk ku??? " mata Niken berbinar bahagia.
Zulkarnaen mengiyakan.
"Apa itu??? ihhh kamu Zul main rahasia rahasiaan segala... jadi makin gemes aku" Niken cengengesan.
Zulkarnaen tersenyum terpaksa."Parah ni orang "gumamnya dalam hati.
Tak lama Mumun datang dengan membawa juz orange.Zulkarnaen mengambil alih juz tersebut dan mendekati Niken Ayu.
"Ini minumlah dulu, kamu pasti haus"
Niken Ayu menerima minuman itu dengan riangnya.
"Aku.. aku.. emang haus" Ucap Niken manja.
"Yaudah diminum yah... dan habiskan"
Niken mengangguk, ia langsung meminum jus itu dengan lahapnya.Tak lama jus itu sudah tak bersisa setetes pun.
"Juz nya enak" Niken Ayu berulah seperti anak kecil.
"Mau lagi?? " tanya Zulkarnaen. Niken Ayu mengangguk cepat.
"Nanti aku buatkan ya" nada bicara Zulkarnaen seperti ayah mengapusi anaknya. Niken Ayu kegirangan.
"Eh Zul kok aku ngantuk ya"
Zulkarnaen tidak merespon
"Aku.. aku.. boleh tidur disini"
belum sempat menjawab Niken Ayu sudah rebah ke atas sofa.
"Riky.. cepat bawa ke mobil.. kita bawa dia ke Dokter spesialis kejiwaan"
Riky tak membantah, ia segera menggendong tubuh Niken Ayu yang sudah tertidur dan dibawanya masuk ke mobil.
Riky bertindak tanpa banyak kata.