Cherly Aurora, seorang wanita yang sederhana tapi cantik yang menikahi pria misterius bertopeng. Dia dipaksa menikah oleh ayah dan ibu tirinya karna kesalahan besar yang dilakukan oleh adik tirinya. Adik tiri Cherly menabrak lari seorang wanita yang ternyata istri dari Gino Alexander, Presdir Group R.K.
Gino Alexander, seorang pria tampan yang ingin balas dendam atas kematian istrinya Selena yang sangat ia cintai. Dia terpaksa menikah hanya untuk membalas dendam, dan dia menyembunyikan wajahnya dibalik topeng tidak ingin identitasnya diketahui oleh Cherly dan keluarganya.
Kontrak pernikahan 5 tahun yang ditandatangani Cherly berdampak buruk, ia harus menuruti segala sesuatu yang diinginkan Gino.
Pernikahan mereka tanpa cinta, tapi bisakah benci berubah menjadi cinta?
Simak yuk ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Aquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa
Cherly membuka mata secara perlahan, melihat ke arah suara teriakan yang ia dengar.
"Hmmm... apa anda baik~baik saja?." Tanya Cherly berusaha bangun dari tidurnya.
"Ada apa denganmu? kau mengagetkan saja langsung bersuara kupikir kamu sedang tidur!." Ucap Gino berusaha bersifat dingin seolah~olah tidak terjadi apa~apa.
"Sepertinya tadi saya mendengar anda berteriak!." Ucap Cherly sembari duduk di ujung ranjang.
"Aku tidak mungkin berteriak, lagi pula hal serius seperti apa yang membuat aku berteriak". Ucap Gino berusaha menyembunyikan kebenaran.
"Aku punya harga diri yang tinggi, tidak sepertimu" Lanjut Gino.
"Ohhh... benar juga, aku pasti sedang bermimpi, mendengar Mr.A sedang berteriak." Ucap Cherly berjalan menuju kamar mandi.
Gino berjalan menuju ke ranjang dan berbaring dengan topeng yang masih melekat di wajahnya.
"Apa~apaan aku, emangnya siapa dia sehingga aku harus berpura~pura sejauh ini. Tidak... Gino kau harus menyembunyikan identitasmu dengan begitu kau bisa seenaknya bukan!." Gumamnya tersenyum sinis.
Gino menatap ke layar Hanphonennya dan menekan kotak pesan dan mengirimi Stev pesan.
"Kirimkan aku beberapa foto keberadaan keluarga Firman Vetra." Gino mengirimnnya. Dan Stev seolah udah tahu bahwa Gino akan mengirim pesan dan langsung membalas pesan dari Gino.
"Keadaan mereka sangat parah Alex, bahkan makanpun susah." Jawab Stev dan mengirim beberapa foto.
Saat Gino melihat Foto~foto yang dikirim Stev, Gino merasa sangat puas dengan keadaan Firman Vetra/Ayah mertuanya. Dia sangat puas melihat penderitaan yang mereka alami.
"Sangat mengenyangkan, anak dari istri pertamanya disini yang tidak tau apa~apa tentang keadaan dari ayahnya sekarang. Ohhh sangat membuatku puas." Ucap Gino tersenyum sinis.
Saat keluar dari kamar mandi Cherly melihat senyum penuh arti dibibir Mr.A.
"Entah apa rencananya selanjutnya " Berprasangka buruk.
Gino melihat ke arah Cherly dan memanggil Cherly agar datang segera kesisinya. Cherly hanya mengangguk mengiyakan tanpa menolak panggilan Gino yang penuh dengan arti.
Cherly berjalan ke arah ranjang dan membaringkan tubuhnya di tepi ranjang, Jaraknya agak jauh dari Gino.
"Kenapa anda memanggilku?." Tanya Cherly menoleh ke arah Gino.
"Tidak... hanya ingin kamu berbaring disini!." Ucap Gino masih menatap layar handphonenya dengan senyum.
"Apa saya boleh bertanya sesuatu?." Tanya Cherly melihat wajah Gino yang masih dihiasi dengan topeng.
"Apa?"Singkat Gino menoleh ke arah Cherly dengan serius.
Mata mereka bertemu, bagi Cherly melihat tatapan tajam mata Gino membuatnya merasa sedikit takut namun sekaligus khawatir, mata itu akan membuatnya tenggelam.
"Apa anda tidak capek memakai topeng?." Tanya Cherly lirih, tersenyum manis kepada Gino.
Gino yang melihat senyum manis itu, spontan berkata, "Jika aku membuka topeng ini dan kau melihat wajahku, itu akan membuatku khawatir!" Ucap Gino dingin.
"Khawatir apa?." Tanya Cherly tersenyum.
"Jika kau Hamil nanti, Aku tidak ingin kau mencariku, dan membuatku bertanggung jawab kepadamu." Celetuk Gino membuat Cherly diam seribu bahasa.
Mendengar perkataan Gino, Hati Cherly sangat sakit, Cherly hanya bisa diam tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Seharusnya aku tidak boleh berharap kepadanya, dia menikahiku hanya karna balas dendam, aku tidak seharusnya berpikir bisa mendapatkan cinta darinya, Cherly, seharusnya kau tahu diri, lihat dirimu... betapa rendahnya kau untuk dia." Pikir Cherly masih menatap mata Gino.
"Anda tidak usah khawatir, saya tidak akan menyusahkan anda. saya juga akan melakukan apapun yang anda inginkan selama kontrak ini masih berlangsung." Ucap Cherly tersenyum pahit.
"Kalau begitu saya tidur duluan, ohh iya... anda jangan selalu begadang, itu akan membuat anda cepat sakit. Sayangilah diri anda." Ucap Cherly tersenyum dan memperbaiki posisi tidur membelakangi Gino.
"Kau pikir aku membutuhkan perhatianmu? kau bukan siapa~siapa jadi jangan berani mengaturku." Ucap Gino ketus.
Cherly yang mendengar kata~kata pahit yang keluar dari mulut Gino, berusaha menahan tangis namun Air matanya tetap keras kepala dan mengalir dengan sendirinya. Dia tidak tahu kenapa dia harus menangis, apa yang terjadi kepada dirinya hingga sangat peduli dengan setiap kata yang keluar dari mulut Mr.A.
Dia menangis diam~diam, merasakan sakit yang menyayat hatinya, seharusnya dia makin benci kepada Mr.A, tapi kenapa malah rasa bencinya berkurang. Sejak kemarin malam sebuah kata *Aku mencintaimu* Keluar dari mulut lelaki itu dengan tulus. membuatnya merasakan Cinta dengan seketika. Tapi... keadaan lelaki itu mabuk saat itu, dan belum tentu hal itu benar~benar untuknya.
"Pagi tadi aku sudah menyiapkan beberapa peraturan untukmu, kamu boleh melihatnya besok." Ucap Gino dingin.
Mendengar itu Cherly tidak ingin menjawab, Dia tidak ingin Gino akan menyadari suaranya agak serak karna menangis diam~diam. Dia hanya pura~pura menutup mata seolah~olah tidur.
Gino menoleh ke arah Cherly karna tidak menjawab perkataannya, melihat punggung Cherly yang begitu putih bersih yang membelakanginya membuat Gino mengingat istrinya Selena.
"Seandainya selena masih hidup semua ini tidak akan terjadi, Aku tidak perlu repot~repot memungut wanita lain." Ucap Gino ketus.
"Kamu bisa tidur disini, aku akan tidur dikamar lain." Lanjut Gino bangun dan berjalan menuju keluar kamar.
Gino menuju kamar yang lain di dekat kamarnya.
Pikirannya dipenuhi tentang istrinya, Gino merasa bersalah telah sekamar denga Cherly, padahal yang dia cintai hanya Selena.
Gino berbaring menatap langit~langit kamar, sembari berbicara kepada diri sendiri.
"Aku tidak ingin menghianatimu Selena, sungguh... kau adalah satu~satunya dan tidak ada yang bisa menggantikanmu. Dan itu termasik Cherly" Ucap Gino serius
"Aku hanya balas dendam dengan ketidak adilan yang kau terima, mereka harus merasakan hal yang sama." Lanjut Gino.
Gino berusaha menutup mata dan tidur.
Cherly yang dari tadi pura~pura tidur membuka mata secara perlahan, dan melamuni perkataan yang dilontarkan Gino.
"Di hatinya hanya ada Selena, bahkan rela balas dendam untuk seseorang yang sudah meninggal." Gumam Cherly.
"Lima tahun itu sangat lama, apa aku bisa menikah dengan seseorang yang akan kucintai? umurku sekarang sembilan belas tahun, lima tahun yang akan datang menjadi dua puluh empat apakah masih ada yang mau menikahiku dengan umurku yang setua itu?" Bertanya~tanya.
"Bagaimana keadaanku nanti dengannya? apakah masih seperti ini? apakah sifatnya tidak akan berubah?" Tanya Cherly kepada diri sendiri.
"Aku memang tidak pantas untuk mendapatkan cinta dari seseorang yang mencintai orang lain."
Saat berusaha menutup mata, Cherly mengingat seseorang yang membantunya tadi... namanya Alvin lelaki yang sangat lembut. Entah apa yang dipirkan Alvin tentang dirinya yang mempunyai suami bertopeng.
"Kuharap bisa bertemu kembali dengannya," Ucap Cherly tersenyum.
Cherly berusaha menutup mata dan melupakan masalah... matanya ingin tidur tapi pikirannya masih melayang~layang kesana kemari.
*~BERSAMBUNG~*
dah lah kita pembaca hanya bisa baca doang jangan banyak komentar,
tancep terus goyang, 🤣🤣🤣
di tunggu ya
Saling mendukung yuk.. Dengan komen di episode baru.. Punya mu sudah ku masukan ke daftar favorite..