NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Namun tiba-tiba pandangan Saka mengabur sejenak dan sebuah bayangan hitam putih melintas cepat di dalam kepalanya. Dia melihat gambaran sekelompok orang berpakaian kuno sedang melakukan ritual mengerikan di depan cermin perunggu tersebut.

Cermin itu digunakan untuk menyerap aura ketakutan dari tawanan perang yang akan dieksekusi mati. Darah dan keputusasaan adalah makanan utama yang membuat cermin itu memiliki energi negatif sedemikian kuatnya.

[Fitur penglihatan sejarah masa lalu benda pusaka berhasil terbuka secara permanen berkat penyerapan pertama.]

Saka menarik napas panjang dan menggelengkan kepalanya untuk mengusir sisa bayangan mengerikan tadi. "Ternyata barang antik di dunia ini menyimpan rahasia yang sangat gelap dan berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah." Batin Saka dengan wajah serius.

Saka memasukkan cermin perunggu biasa itu ke dalam kantong belanjaan plastik yang dia bawa dari mal. Dia berbalik dan bersiap untuk melanjutkan perburuannya menyusuri sisa lapak di pasar loak ini.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki beberapa orang pria berbadan besar terdengar mendekat dari arah ujung lorong pasar.

Saka menyipitkan matanya dan melihat empat orang pria berjas hitam rapi sedang berjalan menyusuri keramaian. Di tengah mereka berjalan seorang pria paruh baya yang wajahnya terlihat sangat tidak asing bagi Saka.

"Itu kan pria paruh baya yang mengawal Anya di lobi hotel tadi malam." Gumam Saka segera mengenali sosok Paman Surya dari kejauhan.

Saka menghentikan langkahnya sejenak dan menepi ke sebuah lapak penjual kaset bekas untuk mengamati pergerakan mereka. Dia menyadari ada sesuatu yang sedang dicari oleh rombongan berjas rapi itu di tengah pasar kumuh ini.

Paman Surya terlihat berhenti di salah satu lapak pedagang batu akik dan menunjukkan selembar kertas foto. "Permisi Pak, apakah Bapak pernah melihat pemuda di dalam foto ini berkeliaran di pasar ini." Tanya Paman Surya dengan sopan.

Pedagang batu akik itu memicingkan matanya melihat foto buram yang ditunjukkan kepadanya. "Wah saya kurang tahu Pak, pemuda gembel bawa tas butut mah banyak banget yang sering nongkrong di sini." Jawab pedagang itu jujur.

Saka menajamkan pendengarannya menggunakan kekuatan sistem dan berhasil mendengar percakapan mereka dengan sangat jelas. "Pemuda gembel bawa tas butut, mereka sedang mencari sosokku dari hotel semalam rupanya." Batin Saka terkejut.

Otak Saka langsung bekerja dengan sangat cepat menganalisis situasi kucing-kucingan yang sedang terjadi ini. Keluarga Adijaya pasti menyadari bahwa energi penyembuh di dalam piring itu berasal dari seorang ahli Fengshui yang menyamar.

"Mereka mencariku karena gadis sombong itu sangat membutuhkan kekuatan utamaku untuk menyembuhkan kutukannya secara total." Analisis Saka dengan senyum licik yang kembali terukir di bibirnya.

Saka sama sekali tidak berniat untuk kabur atau bersembunyi dari rombongan pengawal keluarga konglomerat tersebut. Dia malah merapikan kerah jaket denimnya dan melangkah keluar dari lapak kaset bekas dengan gaya sangat santai.

Dia berjalan lurus menyusuri lorong berlawanan arah tepat menuju ke rombongan Paman Surya yang sedang sibuk bertanya. Jarak mereka semakin dekat namun rombongan pria berjas itu sama sekali tidak menaruh curiga kepadanya.

Bruk.

Bahu Saka tidak sengaja bertabrakan sedikit dengan bahu Paman Surya karena lorong pasar yang sangat sempit.

Paman Surya refleks menoleh dan langsung menundukkan kepalanya sedikit meminta maaf kepada Saka. "Maafkan saya Tuan muda, jalanan ini terlalu sempit dan kami sedang terburu-buru." Ucap Paman Surya sangat sopan.

Pria paruh baya itu menatap Saka dari atas sampai bawah dan melihat seorang pemuda tampan dengan pakaian kasual bermerek mahal. Dia langsung menyimpulkan bahwa pemuda ini adalah anak dari keluarga kaya yang sedang jalan-jalan mencari hiburan di pasar loak.

Saka membalas tatapan Paman Surya dengan senyum ramah yang sangat natural. "Tidak apa-apa Pak, kebetulan jalannya memang sedang padat sekali siang ini." Jawab Saka dengan nada suara yang tenang.

Mata Paman Surya bahkan tidak menyadari bahwa wajah pemuda elit di depannya ini memiliki kemiripan dengan foto buram di tangannya. Ilusi pakaian benar-benar sukses menipu penilaian orang-orang yang terlalu fokus pada kasta sosial dan penampilan luar.

Saka kembali melanjutkan langkahnya melewati rombongan tersebut tanpa hambatan sedikitpun. Di belakangnya Paman Surya kembali sibuk menunjukkan foto pemuda kusam itu kepada pedagang lainnya.

"Teruslah mencari hantu yang tidak pernah ada Paman Surya." Batin Saka sambil tertawa tertahan di dalam hatinya.

"Aku akan membiarkan nona mudamu itu memohon sambil berlutut di depanku suatu hari nanti saat waktunya sudah tepat." Lanjut Saka merencanakan skenario paling memuaskan untuk membalas sikap dingin Anya malam itu.

Saka kini merasa permainannya menjadi jauh lebih menyenangkan dengan adanya keluarga Adijaya yang ikut campur. Dia akan memanfaatkan kekuatan besar keluarga konglomerat itu sebagai pion catur untuk menghancurkan musuh-musuhnya di masa depan.

Namun untuk saat ini fokus utama Saka adalah menyelesaikan misi mengumpulkan seribu poin energi Qi. Dia kembali mengaktifkan radar sistemnya dan menyapu pandangannya ke seluruh penjuru pasar barang antik tersebut.

"Masih ada sembilan ratus poin lagi yang harus aku kumpulkan hari ini." Gumam Saka sambil mempercepat langkahnya menuju deretan lapak di ujung pasar.

Misi ini ternyata tidak akan semudah membalikkan telapak tangan karena barang pusaka sejati sangatlah langka di dunia ini. Saka harus bersiap menghadapi berbagai jebakan pedagang licik dan aura gelap lainnya demi menyelamatkan nyawa ibunya.

1
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!