NovelToon NovelToon
Noktah Merah

Noktah Merah

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Mencintaimu seperti menggenggam bara api. Semakin dalam aku menautkan hati ini semakin nyata rasa sakit yang dirasakan, dan itu membuat aku semakin sadar, tidak ada ruang sedikitpun di hatimu untukku. Aku begitu sangat mencintainya, tapi tidak untuk dia, dia bahkan tidak pernah melihat kesungguhan aku sedikit saja.


Nabila maharani bagai menelan pil pahit dalam hidupnya, di malam pengantin yang begitu bahagia, ia disuguhkan dengan takdir atas kehancuran dirinya. Ternoda di malam pengantin, sesuatu yang ia jaga terenggut paksa oleh sahabat sekaligus adik iparnya. Bisma maulana ikhsan kamil, ada apa denganmu???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

Sepulang Mbak Lastri, Bila langsung bingung sendiri. Karena merasa takut, perempuan itu langsung masuk ke kamar dan menguncinya. Berharap pria itu cepat pergi.

"Bila!" Suara ketukan pintu berbarengan dengan seruan itu tak mampu membuat orang yang di dalamnya menyaut.

"Bil, aku mau keluar sebentar cari makan, kamu mau nitip nggak?" serunya sekali lagi. "Tadi katanya lapar, aku beliin makanan ya?" Bisma masih berseru tenang.

Sementara Bila sendiri merasa lapar, namun ia tidak berminat untuk berbincang-bincang dengan Bisma, apalagi di rumah hanya berdua. Sungguh menyeramkan.

Tidak mendapat respon apapun dari Bila, tidak membuat pria itu lantas berputus asa. Ia malah kepikiran dengan kesehatan Bila jika perempuan itu lapar, atau bahkan menginginkan sesuatu.

Beberapa menit setelah terasa sunyi, Bila baru keluar kamar dengan membawa sling bag dan juga ponselnya. Perempuan itu berjalan perlahan memastikan mobil Bisma keluar pagar. Setelah terdengar deru mesin itu menghilang dari balik pagar, Bila berjalan cepat menuju garasi. Rasa cemas dan tingkah tergesa membuat perut perempuan itu terasa kram, dan tidak nyaman. Dokter bahkan menyarankan perempuan itu untuk tenang dan banyak istirahat.

"Ya Tuhan ... kenapa mendadak sakit sih, sshhh ...!" desis Bila gusar. Ia pun mencoba mengatur napas untuk merilekskan tubuhnya. Setelah mencoba beberapa kali terasa nyaman, Bila berujar pergi, namun urung sebab laki-laki itu keburu kembali dan memarkirkan mobilnya tepat di depan mobil Bila.

"Mau ke mana?" tanya Bisma langsung turun dan menghampirinya. Bisma mengetuk-ngetuk jendela kaca mobil Bila. "Buka, Bil, turun!" titahnya cukup tegas.

Bila menurunkan jendela kaca mobilnya, pria itu membungkuk memastikan perempuan itu baik-baik saja.

"Mau ke mana, sudah kubilang jangan banyak aktivitas dulu, naik turun tangga itu akan menyebabkan kamu capek dan lemas. Sedang kondisi tubuhmu sedang diharuskan bed rest."

Bila tak menanggapi celotehan Bisma, ia terlalu sibuk membentangi tembok kebencian membuat semua sisi baiknya tertutup oleh satu sisi kesalahan. Memang kesalahan Bisma itu tidak bisa ditolerir, namun pria itu bertekad memperbaiki semuanya, walaupun mungkin siap dibenci seumur hidupnya.

"Mau kamu pulang dan menjauh pergi, bisa nggak?" tanyanya yakin.

"Bila, kamu itu di rumah sendirian, aku khawatir denganmu," tuturnya merasa frustasi.

"Kalau kamu nggak pulang, aku mau pergi dari rumah, aku lebih khawatir kalau kamu masih di sini," ancamnya jengah.

"Oke, aku pulang sekarang. Kamu masuk Bil, makan malam dulu sebelum tidur," titahnya khawatir.

Bila turun dari mobil, menyambar bungkusan berbalut keresek dari tangan Bisma lalu melesat cepat memasuki rumah. Pria itu mendes@h pelan menyikapi sifat Bila. Walaupun khawatir, ia tetap menurut, demi menjaga perasaan dan rasa nyaman perempuan itu.

"Tumben pulang ke sini? Setelah dua hari nggak ngebolehin gue jenguk Bila, lo berlagak tak ada kabar. Ngomong-ngomong sebenarnya Bila sakit apa? Kenapa sering sekali masuk rumah sakit, belum genap tiga minggu gue tinggal di sini, calon cewek gue terhitung udah dua kali masuk rumah sakit." Pria itu mengekor Bisma yang berjalan pada undakan tangga.

"Lo kenapa jadi kepo sama calon istri orang sih, kalau masih mau nempatin rumah ini ya diem, nurut aturan di sini, Bila itu calon istri gue, jadi ... lo jangan ngadi-ngadi apalagi berniat menjadi pacarnya."

"Kita sportif saja bro, karena pada dasarnya yang lebih mapan pun kalah sama yang bisa memberi rasa nyaman. Lihat saja nanti, siapa yang bakalan lebih deket dengannya, apalagi setelah tahu lo sebenarnya penghuni rumah ini hanya untuk mengintainya, gue yakin cewek itu semakin nggak nyaman dan nggak betah sama lo." Bisma mendelik mendengar celotehan sepupunya itu. Dulu setahu Bisma tidak begitu ngeselin, tapi Bisma pikir tidak separah ini.

Bisma berjalan cepat menuju kamar utama, kamar yang bersebelahan dengan balkon Bila adalah sebenarnya kamar pria itu. Laki-laki yang belum genap dua puluh empat tahun itu sengaja membeli rumah itu hanya untuk bisa lebih dekat dengan Bila. Untuk menebus rasa bersalahnya apapun akan pria itu lakukan, terlebih saat ini ada anak yang tak berdosa tumbuh di rahim perempuan itu.

Usai membersihkan diri, Bisma berniat langsung istirahat. Namun, jangankan merem, untuk menjadi ngantuk pun nol besar, sebab otak pria itu dilingkupi khawatir yang dalam. Beberapa kali ia mengintip dari celah korden kamarnya. Berharap Bila akan muncul di sana untuk membunuh rasa gelisah. Hanya untuk memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja.

Sementara Nabila merasa kesepian plus ketakutan. Perempuan itu akhirnya menelepon sahabat-sahabatnya. Terlibat obrolan di dalam kamar dengan sambungan telephon, sesekali cekikikan bersama. Mereka melakukan panggilan vidio grup. Ada Bila, Disya, Sinta, dan juga Hanum. Tak terasa cekikikan mereka membawa suasana hangat ruang itu sendiri. Bila yang dilingkupi kecemasan haqiqi bisa tersamarkan oleh kedatangan dua sahabatnya yang akhirnya menyambangi rumahnya. Tentu saja Sinta dan Hanum, Disya juga sebenarnya ingin ikut, namun tentu saja pawangnya Ausky tidak mengizinkan istrinya menginap.

Diam-diam Bisma bernapas lega, mengetahui dua sahabat mereka yang juga sahabat dirinya hadir hanya untuk menemani Bila. Ia bisa mengistirahatkan tubuhnya dengan tenang. Sehari telah Bila lewati dengan penuh drama. Bersyukur semalam Ia ditemani dua sahabatnya. Untuk malam nanti entahlah seperti apa. Bila berharap semua akan baik-baik saja.

Siang harinya perempuan yang tengah sibuk di depan laptop itu dibuat terbengong dengan kepulangan bundanya. Perempuan yang masih terlihat pucat itu menyambangi kamar putrinya, ia berjalan di atas kursi roda, ditemani Ayah. Bila yang tengah sibuk menggores aksara menjadi kalimat indah di layar monitor menjeda aktivitasnya.

"Bunda, Bunda sudah boleh pulang?" Bunda mengangguk, spontan Bila berhambur ke dalam pelukannya.

"Kamu sendirian, maafkan Bunda sayang, Bunda senang kamu terlihat segar hari ini. Apa kabar cucu Bunda di dalam?" Bu Rima mengelus perut Bila yang masih rata, mendadak Bila merasa aneh, ia tidak begitu suka dengan kehamilannya. Namun, ia harus menjaganya dengan baik.

"Bun, Mbak Lastri pulang kampung, aku sedih Bun, sendirian," curhatnya merasa nelangsa.

"Mulai hari ini, kamu nggak akan kesepian lagi, akan ada seseorang yang menemanimu," jawabnya tenang.

"Bunda masih terlihat pucet, kenapa tidak dirawat saja sampai Bunda benar-benar sehat, Bila berani kok sendirian di rumah, ya walaupun takut sedikit sih. Hehehe." Bila nyengir.

"Jangan takut lagi, sebentar lagi akan ada orang yang akan menemanimu."

"Orang? Maksud Bunda pembantu baru kah?" Bila bingung dengan perkataan Bunda Rima yang terdengar ambigu. Dibelainya rambut putrinya yang hitam legam. Garis wajahnya yang ayu, temurun dari bundanya. Ia tersenyum hangat, memancarkan aura keibuan dan kasih sayang yang nyata.

"Sayang, Bunda pulang sebentar, tolong dengarkan nak, Bunda akan menjalani pengobatan di Singapura, dan Bunda tidak tahu itu sampai berapa lama. Sebelum Bunda berangkat nanti sore, Bunda sudah harus menitipkan kamu dengan seseorang. Hari ini apakah kamu bersedia menentramkan hati Bunda sayang, dengan menikah dengan Bisma?"

.

.

TBC

Hallo all ... selamat membaca, dan pastikan hati dan pikiran kalian aman ya ...

Yang baper boleh, yang masih penasaran jangan sampai kelamaan. Tetap stay tune ya gaess ... ngikutin sampai end. Noktah Merah itu ...

Ada cinta yang terpendam

Ada rindu yang digenggam, dan

Ada misteri yang bikin penasaran.

Terima kasih yang selalu memberikan dukungan

Like

Komen

Vote

Love you all 😍😍😍

.

❤💞 ❤ ❤😘❤😘❤😘❤😘❤😘

1
🌺 Tati 🐙
pengalaman aku wsktu hamil anak pertama,dideketin suami ogah mau muntah bau kaos kaki yv g di cucii2😅
🌺 Tati 🐙
pandu gak mau pindah karna ada yg di incar.
🌺 Tati 🐙
kali ini aku kesel.ke bima,nganggap enteng masalh pandu
🌺 Tati 🐙
masih was2 sama pandu
🌺 Tati 🐙
alan:😮😮😮
🌺 Tati 🐙
pelajaran buat anak jaman srkarang kalau pilih pasangan cek dulu kesehatanya,sama cek hp takut punya hutang judol...biarin dikatain lanca toh untuk masa depan,daripada nyesel
🌺 Tati 🐙
kalau dah jadi.mantan baru berharga🤭
🌺 Tati 🐙
aku penasaran kabar gama
🌺 Tati 🐙
lebih baik dicontai daropada mencintai
🌺 Tati 🐙
kalau di lapak sebelah sipatnya percis mamah moza
🌺 Tati 🐙
andai kamu gak kabur mungkin cinta udah tumbuh,dan trauma kamu udah sembuh
🌺 Tati 🐙
aku baru baca,kangen sama karya otor di sini
Mizchaza
part yg ini bener² bikin mewek😭😭😭
Mizchaza
ngulang baca untuk yg kesekian kalinya, Kisah 2B tetep aja bikin baper🥰🥰🥰
Betty Wulansari
sat set wat wet ceritanya 🤭
Titik Novrianti
sampai juga kau di momen merindukan bisma yaaa manusia otak bebal.
Titik Novrianti
3 tahun di pesantren.,, tidak merubah apapun. malah tambah egois tambah pendendam. tambah kurang ajar sama lakik. kesimpulannya 3 tahun di pesantren itu cuman untuk pindah t4 tinggal. bukan untuk belajar agama. ngapain gak ngekos aja kau?? ini sok² masuk pondok pula kau otak batu otak bebal.
Titik Novrianti
,Bila²,, udah mondok 3 tahun, masih juga bebal otak kau.. Allah aja maha pemaaf . Kau siapa,, kok batu buangettt otak kau. memuakkan sikap kau to.
Cee Suli
part ini bikin nangis🥺🥺
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!