NovelToon NovelToon
kesalahan satu malam

kesalahan satu malam

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:660.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: ai laelasari

Hidup seorang gadis bernama Hanin terpaksa terikat dengan pria yang merenggut kehormatannya, Setelah di satukan dengan pernikahan kontrak hidup Hanin penuh penderitaan

Namun semua itu harus dia tahan demi menyekolahkan adiknya, Karena sikap Tristan yang begitu keterlaluan membuat Hanin beberapa kali mencoba kabur meskipun selalu bisa kembali di temukan

Hidup mereka Damai hingga anak dan anak angkatnya tumbuh dewasa, namun setelah kebeneran tentang masa lalu anak angkatnya terungkap (Olivia) anak kandungnya (Kenzo) kembali mengulang sejarah lama ayah dan ibunya juga karena dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ai laelasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawab aku Hanin!

Suara alarm di handphone Hanin membangunkannya pagi itu dia menatap laki laki yang masih terlelap di sampingnya Laki laki yang semalam berkata lembut ingin membangun rumah tangga dan menjadikan dia ibu dari anak anaknya tapi sesaat lelaki itu kembali gila lalu kembali baik seperti dua karakter dalam satu tubuh

"Kau cukup tampan Tristan, jika saja kau suamiku seutuhnya yang mencintai aku maka aku akan merasa jadi wanita yang beruntung" gumam Hanin memandangi wajah Tristan

Hanin melangkahkan kakinya ke kamar mandi lalu bersiap ke kantor hari memang masih sangat pagi untuk berangkat ke kantor namun Hanin sebenarnya hanya ingin menghindari Tristan meskipun tidak mungkin karena di kantor mereka akan sering bertemu

"Loh Hanin masih pagi udah siap aja" ucap Iriana yang sedang menata makanan bersama pelayan

"Bibi aku mau ke kantor duluan juga sekalian pamit sepertinya sepulang dari kantor aku akan menginap di rumahku, aku merindukan adikku" ucap Hanin sambil menggenggam tangan Iriana

"Kau ada masalah dengan Tristan sayang? " tanya Iriana

"Tidak aku hanya ingin menginap sudah lama tidak pulang"

"Kau sudah izin suamimu? kenapa dia belum bangun? " tanya Iriana

"Semalam aku sudah izin, bibi nanti tolong bangunkan Tristan ya, aku mau menemui kakek dulu" meskipun kakek masih belum mau berbicara banyak padanya dan terkesan ketus tapi Hanin menghargai sebagai tetua di rumah itu

"Ya sudah, kamu berangkat sendiri? "

"Aku pesan taksi online, bye bi" Hanin mengecup pipi Iriana lalu masuk ke kamar kakek tidak lama setelah itu dia pergi menggunakan taksi

Iriana menggeleng melihat tingkah Hanin hanya beberapa hari tinggal satu atap tapi mereka sudah sangat dekat

Tepat pukul 07.00 pagi Tristan terbangun saat dia meraba Hanin di sampingnya tapi tidak ada siapapun disana, Tristan mengucek matanya mengedarkan pandangannya lalu bangun dan memeriksa ke kamar mandi tapi Hanin tidak ada disana Tristan setengah berlari ke bawah untuk mencari Hanin

"Tante dimana Hanin? " tanya Tristan yang baru sampai di meja makan

"Selamat pagi Tristan kenapa kau seperti sedang kebakaran jenggot? " goda Bayu tapi Tristan tidak menimpali ucapannya

"Dia pergi satu jam yang lalu ke kantor, dan dia bilang nanti malam akan menginap di rumah adiknya" jawab Iriana kembali menyuap makanannya

"Apa? "

"Bukannya dia bilang sudah izin padamu? "

"Ohh ya mungkin aku lupa" ucap Tristan lalu kembali ke kamarnya

Tristan melupakan sarapannya setelah mandi dan bersiap dia langsung pergi ke kantor

...****************...

Sesampainya di kantor Tristan menuju ruangan Hanin tapi dia tidak berada disana Dia kembali ke bawah menanyakan pada setiap staf yang dia temui

"Kenapa kau takut kehilangan Hanin Tristan? " ledek Bayu yang baru saja datang dan mendengar Tristan yang menanyakan Hanin

"Tutup mulutmu sialan" hardik Tristan lalu pergi

Setelah cukup lama mencari akhirnya Tristan menemukan keberadaan Hanin dari salah satu staf yang baru saja dari kantin perusahaan Tristan segera menyusulnya kesana dengan langkah besarnya

Ternyata benar Hanin disana dengan tatapan kosong mengaduk bubur di mangkuknya terlalu sibuk dengan pikirannya Hanin sampai tidak menyadari bahwa Tristan sudah duduk di sampingnya

Tristan mengangkat tangan Hanin yang memegang sendok untuk menyuapinya makan Hanin sontak terkejut sampai tersentak dari lamunannya

"Kau... jaga sikapmu" ucap Hanin pelan

"Aku mencarimu dari pagi seperti orang gila"

"Apa kau marah soal semalam? "

"Aku benar benar minta maaf"

"Aku tidak akan mengulanginya lagi, aku hanya cemburu melihatmu bersama pria lain"

"Jawab aku Hanin! " ujar Tristan mengangkat sendok Hanin berniat menyuapinya karena sedari tadi Hanin tidak menjawab perkataannya

"Hentikan Tristan mereka menatap kita" Hanin bergeser menjauhi Tristan

"Biarkan saja mereka punya mata bukan? lalu untuk apa gunanya mata mereka kalau tidak untuk melihat" perkataan Tristan membuat Hanin semakin kesal dan benar benar kehilangan selera makannya

"Kau makan saja sendiri" Hanin bangkit meninggalkan Tristan yang terkekeh berhasil menggoda Hanin

Padahal apapun yang staf lain lihat mereka tidak berani menggosipkan apapun yang mereka lihat jika itu berhubungan dengan bosnya

"Hanin keruanganku sekarang" panggil Tristan lewat telepon

Dengan malas Hanin berjalan ke arah ruangan Tristan Hanin tetap profesional dalam pekerjanya dia tidak ingin membawa urusan pribadi kedalam pekerjaan

"Ya tuan " Hanin baru saja masuk ke ruangan Tristan

"Kemari" Tristan melambaikan tangannya

"Ada yang bisa saya bantu tuan? " Hanin hanya berjalan beberapa langkah dan berhenti di depan meja Tristan

"Kemari Hanin aku akan membisikkan sesuatu" titah Tristan

"Katakan saja tuan disini tidak ada siapapun tidak akan ada yang dengar"

"Kau yang kemari atau aku yang kesana" Hanin berjalan gontai mendekati Tristan

Tepat berada di sampingnya Tristan menarik tangan Hanin hingga duduk di pangkuannya Hanin berontak ingin lepas tapi Tristan memeluk pinggangnya erat

"Kau menghindariku sayang? " Tristan mulai mengendus leher Hanin

"Jaga sikapmu Tristan" Hanin mendorong wajah Tristan agar mundur

"Kenapa? kau istriku tidak salah bukan jika aku melakuan apapun padamu"

"Ini di kantor Tristan mereka akan bilang yang tidak tidak tentang aku"

"Kau hanya memikirkan reputasimu nona" sesaat kemudian Tristan menciumi leher dan dada Hanin yang masih tertutup kemeja

"Tristan hentikan kau keterlaluan" bentak Hanin

"Kau meninggalkanku pagi ini, hukuman apa yang pantas untukmu? " tanya Tristan menatap dalam manik mata Hanin

"Aku benar benar lelah denganmu, terserah kau saja cepat lepaskan aku" lirih Hanin putus asa

"Hanin tatap aku, bisakah kau membuka hatimu untukku? " Tristan mengangkat dagu Hanin yang menunduk

"Kau mengatakan itu Tristan tapi perlakuanmu padaku membuatku ingin menjauh darimu" lirih Hanin

"Aku janji akan memperlakukanmu dengan baik, asal kau tidak dekat dengan laki laki lain dan kita mulai saling menerima satu sama lain"

"Aku tidak yakin Tristan" Hanin menepis tangan Tristan dari dagunya

"Akan aku buktikan Hanin beri aku kesempatan"

"Baiklah terserah kau saja, sekarang lepaskan aku" Hanin merasa perlawanannya selama ini sia sia maka dia akan mengikuti perkataan Tristan, kabur pun percuma Tristan dengan sangat mudah mencari seseorang meskipun bersembunyi di lubang semut

"Gadis pintar" ucap Tristan kemudian menekan tengkuk Hanin dan mencium bibirnya

Hanin tidak membalas pagutan Tristan dia hanya diam dan membuka mulutnya saat Tristan mulai menggigit bibirnya saat ciuman itu berlangsung tiba tiba pintu ruangan terbuka membuat Hanin terlonjak tapi tidak dengan Tristan dia masih menyesap bibir manis Hanin

"Ekhem.... aku butuh tanda tangan sekarang " Bayu meletakan berkasnya di meja

Tristan menghentikan aksinya dan Hanin segera berdiri menundukkan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat

"Kau membuatnya malu" ucap Tristan menoleh sekejap pada Hanin

Tristan membubuhkan tanda tangan lalu Bayu pergi tapi sebelum benar benar pergi Bayu menoleh pada Hanin sepertinya kali ini dia tidak mendapat paksaan dari Tristan buktinya Hanin hanya menunduk malu tanpa ada air mata atau wajah pilu seperti biasanya

"Apa ini siasat Tristan " batin bayu entah kenapa rasanya Bayu iba mendengar cerita Hanin dari janu dan sekarang Tristan malah berniat menyakitinya

"Tristan aku harus kembali ke ruang kerjaku" ucap Hanin

"Aku kira kau masih ingin melanjutkan yang tadi" goda Tristan

"Kau gila" Hanin pergi tergesa gesa keluar dari ruangan Tristan

Tristan hanya menggeleng dan terkekeh dia begitu senang ketika dapat menggoda Hanin

1
Maria Magdalena
Lumayan
Maria Magdalena
Buruk
Shifa Burhan
kenapa novel sangat beda ya memperlakukan pelakor dan pebinor

pelakor akan dibuat menjijikan, murahan, tidak ada baik2 sama sekali, dilaknat, dihinakan, dipermalukan, dan akhirnya dibinasakan, tidak maaf dan ampun

pebinor akan dispesialkan melebihi pemeran utama pria, cinta akan dianggap tulus, semua perbuatannya dibenarkan, kalaupun salah akan semudah dimaafkan, tidak boleh terlalu disakiti, perasaan dijaga dan kejahatan nya akan dibela karena cinta

novelis nya wanita, pelakor wanita

begitu wanita (karena sudut pandang author terfokus pada pemeran utama wanita) jadi wanita lain yang suka suami akan dilaknat dan dibinasakan tapi semua lelaki lain yang suka pada nya akan dihargai perasannya, akan kebaperan dengan kebaikan pria lain dan selalu mecoba mengerti perasaan pria lain itu, tidak boleh dibinasakan dan disakiti

kalau kalian novelis sejati kalian pasti akan melaknat pelakor dan pebinor sama porsinya

kalau kalian novelis sejati, jika kalian beri lelaki lain yang baik pada sang istri kalian juga harus berjiwa besar memberi wanita lain yang baik pada sang suami

baru jadi novel adil
Ai laelasari: maafkan pikiranku yang dangkal☺️
total 1 replies
ready
good Story 👍
isrofah isrofah
q suka ceritany..tp belum puas dngn ceritany kk sudah tamat
Nur Suci Aeni
Rai dan Olivia Kaka adik
Ai laelasari: Kakak adik angkat
total 1 replies
Nur Suci Aeni
cerita nya menguras emosi sedih banget 😢😢😢😢😢
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca
jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Defi
bagus dan muantap
Ai laelasari: Terima kasih sudah menyukai karya author, jangan lupa like komen dan vote juga dukungan lainnya 😍😍😍
total 1 replies
Aan Komalasari
bagus
Lisna
Bagus
Enci Rahayu
ini blm up apa udh end, nanggung bgt😭
Ai laelasari: belum up kakak, di tunggu up selanjutnya
total 1 replies
Tirto Utomo
Ceritanya menarik dan menggemaskan
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca
jangan lupa like komen Vote dan bunganya ya 😍😍🥰
total 1 replies
。.。:∞♡*♥
semangat kak othor,, baru mau baca
Ai laelasari: Terimakasih sudah mampir membaca

jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
total 1 replies
Rini Haryati
lsnjut
Ai laelasari
😍😍😍❤❤
ready
👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
ready
makin cape sekarang malah amnesia
Ai laelasari
jangan lupa sajen ya ❤❤
ready
jejak 👣
Rini Haryati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!