NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Status: tamat
Genre:System / Romantis / Fantasi / Cintamanis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Masuk ke dalam novel / Chicklit / Tamat
Popularitas:554.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Suatu hari Vivian Alisher terbangun setelah selesai membaca sebuah buku novel bergenre ABO "The End of Poor Omega". Dia tidak menyangka bahwa dia bertransmigrasi dengan sistem 001 sebagai Teman pemeran utama wanita (Vivian adalah Alpha Wanita) yang akan mati karena di racun oleh saudaranya sendiri.

Untuk bisa kembali ke dunia aslinya, Vivian menerima tugas untuk melindungi protagonis wanita dan membantu protagonis wanita bersatu dengan pemeran utama pria. Tetapi suatu hari mengapa plot cerita jadi berubah? Mengapa dia terbangun di dalam pelukan seorang Alpha Dominan yang sialnya adalah tokoh utama pria dalam novel.

Protagonis Pria mengangkat dagunya an menabrak bibirnya lalu berkata, "Mulai sekarang kau Tunangan ku"

Vivian [Apa yang sudah terjadi?]

Sistem 001 [Tuan rumah tugas baru, anda harus melahirkan anak untuk protagonis pria]

Vivian [!!! Apa yang terjadi pada plotnya?]

Sistem 001 berkata dengan gemetar, [BUG!!! BUG!! tidak dapat di perbaiki]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Feromon

Kendra jalan di koridor dengan perasaan yang buruk, moodnya benar-benar down karena kejadian di kafetaria barusan, pelajar di sepanjang koridor sekolah memperhatikannya dan berpikir apa yang baru saja terjadi pada Kendra? Pakaian Kendra kotor dan terlihat lengket.

Kendra sangat tidak suka kotor dan berantakan apa lagi jika sudah berkaitan dengan penampilan. Kendra sangat memperhatikan kebersihannya dan juga kerapiannya, karena dia di besarkan dari keluarga yang memperhatikan kerapian.

Kendra menuju kamar mandi di lantai satu, tempat khusus untuk kelas Omega. Dia tidak sempat jika harus berlari ke lantai tiga, dan lagi kamar mandi di lantai satu itu sangat Sepi.

Sementara itu di kafetaria Liam sedang menikmati makanannya ketika telinganya tidak sengaja mendengar percakapan Vivian dan kedua temannya, dimana Nila mengatakan tentang insiden di kafetaria tadi.

Liam baru saja datang ke Kafetaria jadi dia tidak mengetahui cerita lengkapnya. Dia tahu ada keributan yang terjadi, namun dia tidak mengetahui siapa tokoh utamanya. Ketika dia mendengar nama Kesya, Lian menghentikan acara makannya untuk mendengarkan percakapan mereka.

Masih ada waktu 20 menit untuk jam istirahat, Vivian diam mendengarkan cerita panjang Nila dan Mario menikmati mangkuk terakhir baksonya.

“Andai saja kalian datang lebih awal, Stella benar-benar pandai berakting dan Alpha satu itu aku rasa matanya buta. Aku saja yang duduk disini bisa melihat kebenaran kejadian, mengapa dia tidak?”

“Matanya mungkin rabun. Sudahlah, jangan pedulikan dia. Ngomong-ngomong bagaimana kondisi gadis itu?”

“Maksudmu Kesya?”

“Kau mengenalnya?” Mario bertanya padanya.

Vivian mengangguk dan berkata; “Hum, dia menolong aku pagi tadi saat wajahku kotor. Aku hanya kebetulan berkenalan dengannya.”

“Ah, pantas saja. Tapi aku sarankan jangan bertindak sembarangan jika ingin menolong seseorang, apa lagi omega yang akan memasuki siklus panas. Kau belum bisa mengendalikan feromon mu, kau mungkin bisa mati.” 

“Aku tahu, lain kali aku tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya tidak bisa melihat seseorang ditindas seperti itu. Lagi pula mereka berdua Omega wanita, aku tidak akan apa-apa.”

Meksi begitu, terjebak di antara dua feromon omega dominan dan omega yang akan mendapatkan siklus panasnya juga berbahaya. Dunia ini tidak memiliki hukum tentang pasangan, mereka di bebaskan untuk memilih selama jenis feromon mereka memiliki tingkat kecocokan yang pas tidak kurang dari 75%

Belum lagi Vivian belum pernah berlatih untuk menggunakan Feromon miliknya. Jadi sebagai orang yang di atur oleh Tuan tua untuk menjaga Vivian, sudah kewajiban mereka untuk melindungi keamanan Vivian.

“Tetap saja, kau bisa memanggil kami jika ingin melakukan apapun. Tunggu sampai kau bisa mengendalikan feromon mu baru bertindak bebas.”

“Baik, baiklah. Aku mengerti, aku tidak akan mengulanginya lagi,” Vivian berkata, lalu melanjutkannya di batinnya Aku akan bertindak bebas jika tidak berada didalam pengawasan kalian.

[Tuan rumah, kau licik.]

Vivian,“...”

“Hei, berbicara tentang siklus panas, bagaimana kondisi mereka sekarang?” Tanya Nila.

“Mereka apa? Hanya Kesya yang akan mengalami siklus panas,  Stella hanya berakting.”

“Kau membiarkan dia melanjutkan aktingnya?”

“Aku belum lama sekolah disini, aku tidak mau mencari masalah, apa lagi dengan Stella. Aku sudah bosan bermasalah dengannya di rumah.”

Liam tidak mendengarkan percakapan mereka lagi, setelah menyudahi makannya Liam beranjak dari duduknya dan langsung berkeliling sekolah mencari keberadaan Kendra.

Sementara Kendra sudah hampir selesai membersihkan bagian pakaiannya yang terkena sup tadi. Pakaian seragam Kendra jadi agak basah tetapi ini lebih baik dari pada berbau sup ayam, Setelah dari sini dia bisa pergi ke lokernya di lantai tiga untuk mengganti pakaiannya.

BUG!!

“Sialan kau!” Liam berteriak di dalam kamar mandi. Dia memukul wajah Kendra tepat di tulang pipinya. Yang di pukul menyentuh bagian yang sakit, setelah itu balik menatap tajam pada si penyerang.

BUG!!

“Kau yang apa-apaan? apa maksudmu memukulku, Hah!” Kendra juga membalas dengan pukulan dan teriakan.

BUG!!

“Apa yang sudah kau lakukan pada Kesya, hah? Dia sedang memasuki siklus panasnya, dan kalian masih menggertak dia! Apa aku gila?”

BUG!!

“Apa gadis itu mengadu padamu lagi? Ck, dia tidak pernah berubah. Masih licik seperti sebelumnya.”

Liam menarik kerah seragam Kendra dan langsung menatapnya dengan marah, sangat marah sampai urat dahinya pun ikut terlihat, dia mengerang dan berteriak tepat di depan wajah Kendra.

“Buka matamu sialan! Orang yang licik adalah orang yang selalu kau lindungi selama ini. Dia banyak berbohong pada padamu, dia berbohong tentang gendernya, dia bukan omega lemah seperti yang kau kira, Stella adalah Omega dominan!”

BUG!!

BUG!!

BUG!!

“Jangan pernah berbicara seolah kau lebih mengenal dia dari pada aku. Kau sudah di buta kan oleh gadis itu!” Kendra marah, lagi-lagi Liam menjelekan Stella di depan matanya.

“Kau yang buta! Semua indra mu buta! Apa yang aku katakan adalah kebenaran, Stella adalah Dominan dan biang kerok yang menargetkan Kesya setiap saat.”

Tidak lam setelah itu wangi feromon pun mulai tersebar di dalam kamar mandi, aroma woody, black pepper, dan citrus yang bercampur menjadi satu milik Kendra dan aroma Vanilla yang eksotis dengan campuran buah apel segar milik Liam saling beradu kekuatan.

Tetapi tetap saja karena perbedaan kecil antara keduanya, pertandingan feromon itu di menangkan oleh Kendra, si Alpha dominan. Liam merosot jatuh ke lantai, menahan rasa sakitnya. Pada awalnya dia hanya mencoba untuk menyadarkan Kendra seperti yang pernah dia lakukan pada tahun pertama sekolah menengah mereka.

Tetap saja Kendra adalah batu yang memang dari awal sudah keras dan tidak bisa di hancurkan, tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan masihlah tetap berpegang pada prinsip yang dia gunakan selama ini, bibir bisa bebas berkata tetapi mata adalah pengamat objek terbaik yang nantinya akan mengirim informasi pada otak.

Tadi sudah jelas sekali Kesya sengaja menumpahkan sup ayamnya untuk mencari perhatiannya, bagaimana bisa dia terjatuh di tempat yang lantainya sama sekali tidak licin?

Belum lagi setelah insiden kejatuhan sup, bukannya langsung minta maaf padanya dia hanya menunduk dan berbicara dengan suara yang kecil. Lalu disusul dengan aroma Feromon Vanila yang mulai lepas, meskipun Kendra sendiri sudah menjalani pelatihan ketahanan terhadap feromon, sejak kecil, dia masih akan menjauh dari omega yang akan memasuki siklus panas.

Karena secara kebetulan, siklus panas Kendra sebentar lagi juga akan datang. Berlama-lama di sana hanya akan mempercepat datangnya siklus panas miliknya, jadi dia lebih memilih untuk meninggalkan kafetaria.

Setelah memandang Liam yang duduk di lantai, Kendra pun meninggalkan kamar mandi, dia jalan menuju ke kelasnya di lantai tiga, pelajar yang kebetulan berpapasan dengannya di jalan semakin penasaran dengan apa yang baru saja menimpah seorang Kendra Leonard.

Belum lagi wajah Kendra yang lebam, itu semakin membuat mereka penasaran. Ketika Kendra tiba di kelas, matanya lagi-lagi menangkap Vivian yang sedang berkumpul bersama dengan Alpha wanita, membahas tentang suatu hal.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😁
Arsyah Arm
.....
Oka Derza
bisa jadi omega pria itu adalah temannya di dunia asli yg memberikan novel ABO padanya
Genshin Impact
/Smile//Smile/
zzz
aku orang Bugis kak
Nir Wana
kenapa ini kodihina😄
Di Elva
kalau mau tolak yah tolak aja dih
supayam_555
HAHAHAHAHA DIANGGAP SEBAGAI ADIK DOANG TPI STELLA NYA ANGGAP LEBIH GIMANA TUHH
Wulan Dari
Luar biasa
N'Dön Jùañ Shakespeare
happy ending ❤️
terimakasih udah bikin cerita yang menarik 🙏❤️
Alpha
Beta
Omega
berasa nonton film serigala 🤭
N'Dön Jùañ Shakespeare
wah keren 👍
N'Dön Jùañ Shakespeare
🤭🤭 ya ampun Kendra 🤭
N'Dön Jùañ Shakespeare
ya ampun, semoga Kendra cepat sembuh 🤲
N'Dön Jùañ Shakespeare
gila,,, ibu Stella benar-benar gila
N'Dön Jùañ Shakespeare
😁😁😁 Vivian malah makin panik disuruh melahirkan anak untuk protagonis pria 😁😁
N'Dön Jùañ Shakespeare
Vivian kau salah paham
N'Dön Jùañ Shakespeare
kau tidak menyadari apa yang kau lakukan telah merubah plot cerita itu sendiri, Vivian?
N'Dön Jùañ Shakespeare
😁😁 ternyata Chihuahua nya betina kukira jantan ketika berkata lebih suka dalam pelukannya Nila
N'Dön Jùañ Shakespeare
dasar kau tidak pernah bersyukur
N'Dön Jùañ Shakespeare
kau terlalu percaya diri dan terlalu berfikiran buruk, Stella.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!