NovelToon NovelToon
Mencintai Sahabatku

Mencintai Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: yati ayung

Naima jatuh cinta kepada Vino, mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki ayah yang sama. Naima lahir karna kekhilafan seorang tuan besar 19 tahun silam. sejak lahir Naima hanya tau bahwa ayahnya sudah meninggal.

Naima memiliki 2 sahabat bernama Ana dan Alan, namun sayangnya Ana harus pindah ke belanda mengikuti orang tuanya yang di pindah tugaskan. Alan menjadi satu-satunya sahabat yang selalu ada buat Naima.

peristiwa 19 tahun itu terungkap ketika Vino dan Naima mempertemukan kedua orang tua mereka.

Untuk memisahkan Vino dengan Naima, Lastri menikahkan Naima dengan Alan. Akankah Alan mampu mempertahankan pernikahannya yang tercipta tanpa cinta?

bagaimana kisahnya?
let's chek it out..! jangan lupa tinggalkan like and vote untuk karya pertamaku.. kritik dan saran dari kalian sangat penting untuk selalu memperbaiki karya ini.

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yati ayung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Sheyla?

***

Naima kerja dengan semangat. hari ini pengunjung caffe lumayan banyak. Dengan seragam kaos hitam berkerah, rambut di kincir kuda Naiman bolak-balik membawa nampan mengantar pesanan dari pengunjung. Saat akan melayani tamu yang baru saja datang, Naima terkejut ternyata Alan yang datang bersama seorang perempuan berambut keriting berhidung manncung memakai dres di atas lutut yang membuat terlihat sangat cantik. Naima gugup tapi demi profesionalitas kerja Naima tetap melayaninya dengan baik.

"Mau pesan apa" naima memberikan buku list menu l, bersikap seolah tidak kenal karna sejujurnya dia masih kecewa dengan kejadian tempo hari.

Alan hanya terdiam, sejujurnya dia tidak tahu kalo selama ini Naima kerja di sana.

"Saya pesan ini" Alan menunjuk beberapa menu camilan dan minuman

" Kamu mau pesan apa Shey?" Alan menatap perempuan di sebelahnya, dengan senyum ramah sheyla menjawab.

"Terserah kau saja Lan, sama kan saja" dengan logat ke barat-baratan Sheyla memberikan buku menu kepada Naima. Naima langsung berbalik dia tidak suka melihat Alan dan Sheyla.

Tak berapa lama pesanan mereka datang, bukan Naima yang melayani tapi waitres lain, Naima meminta di gantikan, rasanya malas harus bertemu Alan dengan perempuan itu..

Mereka makan sambil ngobrol dengan Akrab sementara Naima mendengus kesal melihatnya dari kejauhan.

"Apa itu pacarnya Alan? kenapa Alan tidak pernah cerita kalau dia sudah punya pacar? Aahhh sudah lah teserah dia mau pacaran sama siapa, mau jalan sama siapa? aku nggak peduli" Naima menggerutu dengan sebal

"Heh ngedumel sendiri, sana kerja! tar kesambet lho" seorang rekan menyadarkan lamunan Naima.

"Yee nggak boleh banget diam sebentar" Naima memukulnya dengan serbet yang di pegangnya. rekan kerja Naima hanya tertawa.

***

Ke esokan harinya di kampus

Alan berjalan berdampingan dengan Sheyla. Sheyla selalu bergelayut manja di tangan Alan

"Lan, Aku belum tau tentang lingkungan kampus ini, nanti jelasin yah" Sheyla

"no problem.. nanti aku jelasin" Alan menjawab sekena nya, Alan memang pria cool yang jarang basa basi, jika tak ada yang penting dia memilih untuk diam.

"Menyebalkan sekali,, Perempuan itu tidak pantas untuk Alan.. Dia terlalu manja" batin Naima masih peduli terhadap Alan..

Alan memilih tidak banyak interaksi dengan Naima, dia masih merasa tidak enak atas ucapannya tempo hari. Mereka duduk di bangku dengan saling tidak tegur sapa. Alan duduk di belakang Naima sejajar dengan Sheyla. sesekali Naima melirik ke belakang melihat dan dan Sheyla yang terus berisik becanda karna tidak ada dosen yang mengajar.

"Hey, kalian kalau mau pacaran jangan disini.. " Naima berbalik badan ke belakang dan sheyla bingung menatap Naima

" Lho, kamu kan yang kerja di caffe itu.. kalian 1 kelas, kalian kenal" Sheyla menunjuk ke arah Alan dan Naima.

"Aku Syeila.. aku pindahan dan luar negeri, aku dan Alan.." Sheyla menundukan kepalanya menyalami Naima dengan sopan namun di balas dengan muka jutek oleh Naima

"Udah Shey, keluar saja yuk aku lapar" Alan tidak mau lama-lama berinteraksi dengan Naima, Alan menarik tangan Sheyla berlalu melewati Naima. Naima kesal di buat nya.

"Alan seperti di cocok lubang hidungnya oleh wanita itu. Hhhm apa peduliku, aku tidak peduli dia mau berbuat apa dan dengan siapa, aku kan ada Vino." Naima ngomel-ngomel sendiri dalam hati nya.

***

Bino datang

"Kenapa cemberut?"

"Nggak apa-apa, lagi mikir aja pacar alan sangat tidak cocok dengannya, manja, kecentilan dan.."

"Hahahah kau kenapa? biarkan Alan memilih jalannya sendiri! kau ini ada-ada saja hahaha" Vino malah mentertawakannya.

"Iiiihh Vino malah mengejek" Naima memukul punggung Vino

"Hahhaha.. Sudah sudah.. Aku kesini mau ngundang kamu ke acara ulang tahunku besok aku jemput ke kostan kamu. Alan juga aku undang" Vino memberikan kartu undangan kepada Naima

"Baik lah!" naima menerima nya

"Dan ini pakailah, aku ingin kau terlihat cantik di pesta besok, karna aku juga akan ngenalin kamu ke orang tuaku, di terima yah" Vino memberikan paper bag yang berisi gaun dan sepatu hight hells.

"Iya, aku akan memakainya, dan aku juga akan memberikan kartu ini untuk Alan. Terima kasih ya Vin"

"Besok kau akan menjadi tamu spesial di pestaku Nai" Vino memegang tangan Naima

"Terimakasih vino! i'll do my best for you"

Vino tersenyum mendengarnya. hatinya berbunga-bunga..

***

Saat kembali ke kelas, Naima menemui Alan untuk memberikan kartu undangan dari Vino. Dengan tanpa basa basi Naima melempar kartu undangan itu ke meja Alan.

"Ada undangan nih dari Vino, besok aku di minta jadi tamu spesialnya dia, jangan lupa datang yah! " dengan berdiri bersidekap Naima bermaksud memanas-manasi Alan, namun di balas cuek sama Alan.

"Terimakasih! Sheyla, besok ikut yah, aku gak ada temen pergi kesana" Naima semakin mendidih mendengar Alan mengajak Sheyla.

"Yasudah, aku menemuimu cuma buat ngasih itu sama kamu! kamu mau datang sama siapapun terserah" Naima bersikap jutek

"Memangnya siapa yang minta pendapatmu" Alan malah mengejek dan berhasil membuat Naima mati gaya.

"Aahh Alan, terserah kau saja" Naima memilih pergi meninggalkan Alan dan Sheyla.Saat akan pulang, Alan mengendarai mobil dengan Syeila. Sementara Naima akan langsung ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum. Hari ini Vino tidak bisa mengantar karna ada urusan keluarga. Saat Naima berdiri di depan halte, mobil Alan lewat, kemudian Alan membuka kaca mobilnya.

"Naima, naiklah aku antar kamu ke tempat kerja mu" ajak Alan

Namun Naima menolak dia tidak mau satu mobil dengan Sheyla.

"Ayo lah, nanti kamu telat" ajak alan lagi

"Ayo Nai, kami juga mau ke caffe itu, sekalian makan bareng yuk" ajak Sheyla dengan ramah

"Yaudah aku mau" dengan terpaksa Naima naik mobil itu karna pasti akan telat kalau naik kendaraan umum. Alan pun menjalankan mobilnya.

Di dalam mobil Naima seperti nyamuk mendengarkan obrolan Alan dan Sheyla. Dengan muka kesal Naima berpura-pura sibuk dengan hp nya.

"Nai, itu apa?" tanya Sheyla yang melihat Naima memegang paper bag.

"Oh ini?, ini gaun dari Vino, katanya dia pengen aku jadi princess nya besok malam" dengan laga sombong Naima mengangkat paperbag di tangannya, dia bermaksud membuat Alan kesal.

"Oowwhhh very sweet" jawab Sheyla

"Iya Vino emang sweet banget, dia perhatian, romantis.. Pokoknya lelaki idaman banget lah" kata Naima sambil melirik ke Alan yang fokus nyetir.

"Kalau Alan bagaimana Shey?" Naima memancing

"Eeeheemmm" Alan berdehem ketika nama nya di sebut-sebut

"Alan baik banget Nai, Aku kalau malam belum tidur pasti sering cerita-cerita seru sama Alan" Sheyla menjelaskan dengan tersenyum. sepupunya itu memang lelaki yang baik menurut Sheyla. Naima malah salah menanggapi karna dia berfikir bahwa Alan dan Sheyla beneran pacaran.

"Nagaimana bisa? emangnya kalian tinggal serumah?" Naima mulai kesal

"Iya Nai, sementara ini aku tinggal di rumah Alan, soalnya mama papa nggak ngijinin aku tinggal sendiri, jadi sebelum mereka pulang ke indo ya aku tinggal sama Alan." Sheyla menjelaskan dengan santai

"Alan benar-benar keterlaluan, bisa-bisanya dia tinggal bersama seorang gadis. kalau mereka khilaf bagaimana? huh dasar perempuan ganjen! mau-maunya tinggal di rumah bersama pacarnya"

Naima menggerutu dalam hatinya. Tak henti-hentinya Naima mengomel sampai akhirnya mereka tiba di caffe nya.

1
Rajwa Alfiyah
Luar biasa
Arini Hidayati
semangat thor
Arini Hidayati
nela siapanya vino thor...
Author_Gesreck: kalo baca dari awal, pasti tau bun. Nela teman kuliah Vino yang naksir Vino
total 1 replies
Arini Hidayati
next thor
Arini Hidayati
lanjut thor
fbrn
Dito jangan sampe jahat
miss lie
🥰
miss lie
🥰🥰🥰
Arini Hidayati
lanjut thor
Author_Gesreck
makasih supportnya kaka
fbrn
lanjut kak penasaran banget semangat 🔥
Arini Hidayati
lanjut thor
Arini Hidayati
lanjut...
Arini Hidayati
next thor
Yuma Akane
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L
FB on???
Author_Gesreck: always on
total 1 replies
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L
🤣🤣🤣🤣🤣
pelukis_senja
sampai disini dl ya author cantik....tetap semangat menulisnya yaa....lope2 dah🥰
Author_Gesreck: thnkyou kakak... aku terhura udah di kunjungi
total 1 replies
pelukis_senja
sabar yaaa Alan😋
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: kyk ga da cwe lain
total 1 replies
pelukis_senja
modus biar bisa cari kesempatan dalam dana umum ini mah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!