NovelToon NovelToon
Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Romantis
Popularitas:103.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shoffan Rahman

+21 bijaksana dalam membaca,,,,,
kisah ini hanya fiksi belaka, maaf bila ada kesamaan nama dan tempat.
"Ah,,,," pekik wanita itu mencoba menahan rasa sakit pada dirinya. "Pelan-pelan, itu cukup sakit."
Bukannya menanggapi, pria itu hanya diam dan melanjutkan kegiatannya.
"aw,,, kasar sekali kau jadi cowok." kali ini wanita itu benar-benar kesal karena rasa sakit yang diterimanya.
"cih,,, hei, wanita tua. jika kau mengomel terus, lukamu tidak akan ku obati!" balas lelaki itu kesal karena terus di teriaki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shoffan Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Harus Pergi 1

“Selamat atas kemenangan kalian. Tapi sepertinya pertandingan ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita,” ungkap seseorang kepada kerumunan yang sedang bersenang riang. Lantas semuanya menatap ke arahnya akibat ucapannya itu.

“Apalagi mau mu kampr*t!” bentak seseorang di antara kerumunan itu. Dia adalah Bian. Dengan begitu emosi dia melangkah maju mendekati pria tersebut. Namun yang lainnya menahan dia agar tidak terjadi keributan yang tidak diinginkan.

“wah, galak sekali kalian. Tenang saja aku hanya ingin mengungkapkan fakta. Tim kalian bermain tidak sesuai dengan kesepakatan di awal,” Jelas pria itu dengan nada sombongnya.

“tidak usah berbelit-belit, ucapkan saja apa mau mu!” titah seseorang yang menahan Bian yang tak lain adalah Anggi. Tim mereka pun menyetujui perkataan Anggi. Mereka terlalu kesal dengan pria di depan mereka yang sombongnya bukan main.

“hehehe, ayolah kalian ini. Apakah aku yang salah sampai kalian menatapku seperti itu?” Bukannya menjawab, tim Anggi hanya diam dan menatap tajam dirinya. “Heh, baiklah. Maksudku pertandingan ini di menangkan oleh tim ku secara tidak langsung, bukan oleh tim kalian.”

“apa?!” Pekik tim Anggi binggung.

“Hei, kuny*k. Udah kagak waras ya?” Umpat Bian kesal dengan perkataan yang dilontarkan oleh pria itu.

“Bi, sabar.” Kali ini Verly angkat suara menenangkan pacarnya yang begitu emosi dengan pria itu.

“Sayang, dia itu udah gak waras. Jelas-jelas kita yang menang. Kok dia ngaku kita yang kalah.” Ucap Bian masih tidak mau mengalah yang hanya dibalas tatapan tajam dari Verly. Mendapat tatapan tajam dari kekasihnya, Bian langsung menciut. Dia paham betul bahwa kekasihnya tidak suka orang yang mudah marah. Terlebih lagi keributan, itu adalah hal yang paling dibenci Verly.

"Iya ,Bi. Tenanglah. Bukan maksudku untuk tidak emosi dengan perkataannya. Tapi untuk apa menanggapi orang yang tidak terima kekalahannya. Tuan Wengky yang terhormat," ungkap Anggi meledek Wengky dengan menghiraukan keberadaan dirinya.

"Bajing*n, apa maksudmu?!" Umpat Wengky menarik kerah baju Anggi.

"Cukup, Wengky. Cukup. Jika kamu ribut di sini. Maka aku tidak segan-segan melaporkannya pada ayahmu. Kamu pasti tahu apa yang akan terjadi kan?" ucap Cia mencoba menghentikan perkelahian di antara keduanya. Namun Wengky tidak merespon ucapan Cia. Dia masih bersikukuh mencengkram kerah baju Anggi dan menatap tajam mata Anggi. Sedangkan yang ditatap hanya memberikan sikap tak acuh seakan yakin bahwa Wengky tidak akan berani memukulnya.

"Huh,," Wengky membuang nafasnya kasar dan melepaskan cengkramannya. Dia begitu kesal karena ada sesuatu yang menahannya. Mungkin dia bisa melayangkan beberapa pukulan kepada Anggi. Tapi itu mustahil dengan adanya Cia di sana. Hal ini karena keluarga Cia dan keluarganya merupakan rekan kerja yang begitu dekat. Melakukan hal bodoh di depan Cia hanya akan membuat dirinya disemprot amarah oleh ayahnya. "Akan ku jelaskan kenapa kemenangan ini tidak valid. Singkatnya, kalian melanggar peraturan pertandingan kita. Dan itu karena dia,"

Semuanya menatap ke arah yang ditunjuk Wengky. Dan yang ditunjuk adalah orang yang berdiri paling belakang, tak lain adalah Bira. Sontak semuanya binggung dengan pernyataan Wengky.

"Apa maksudmu, Wengky?" tanya Cia tak paham maksud dari arah yang ditunjuk Wengky.

"Heem, sepertinya aku tidak perlu menjelaskan detailnya. Ku yakin mereka berdua tahu maksudku. Bukan begitu Anggi dan Bian?" Jawab Wengky menunjukkan smirk licik di wajahnya. Satu tim Anggi dan Bian pun menatap keduanya mengisyaratkan mereka butuh kejelasan dari semua ini. Sedangkan kedua terlihat syok seperti paham di mana kesalahan mereka.

"Bi?" tanya Verly memutus lamunan Bian. "Bisa kamu jelaskan ke kami maksud dari perkataannya?"

Bian menatap wajah sahabatnya. Mereka berdua terlihat begitu lesu, nampak jelas mereka baru menyadari kesalahan mereka. "Sepertinya yang dikatakan Wengky benar, pertandingan ini tidak valid sehingga tim kita kalah."

Jelas semuanya kaget dengan pernyataan dari Anggi. Mereka semua seperti terkena kutukan seperti malin kundang, membisu seperti batu dan tak mampu bergerak. "Ya, kita kalah. Alasannya karena kita melanggar peraturan pertandingan ini." Tambah Bian menatap satu persatu anggota timnya.

"Pertandingan ini memiliki satu aturan penting. Dan kita melanggarnya. Peraturan itu adalah setiap pemain haruslah orang-orang berasal dari kampus kita." Sambung Bian membuat semuanya mulai memahami kenapa mereka bisa dinyatakan kalah.

"Kalau begitu kenapa kamu tidak memberitahukan dari awal?" Tanya Cia menyelidik. Dia tidak terima kekalahan secara tidak sengaja seperti ini. Baginya ini adalah hal konyol. Kemenangan hanya bisa diraih dengan kemampuan seseorang, dan tim ini telah mrmbuktikannya. Jadi kekalahan secara tiba-tiba seperti ini tidaklah masuk akal.

"Entahlah, Sayang. Bagaimana jika aku baru mengetahuinya sekarang? Oh atau mungkin, kenapa tidak tim kalian saja yang sadar? bukannya peraturan itu datangnya dari mereka berdua?" Ucap Wengky memberikan sentuhan halus di pipi Cia.

Tentu saja Cia menolak sentuhan itu. Dengan kasar dia menepis tangan Wengky dan hendak menampar wajah Wengky saking kesalnya. Untungnya seseorang datang menahan tangan Cia agar tidak menambah masalah bagi mereka.

"Mungkin ucapanmu benar, namun bagaimana tanggapanmu tentang timmu?" tanya pria itu berjalan mendekati Wengky sehingga kini keduanya saling berhadapan.

1
Erwin Cuantiq
Luar biasa
Ghe Bea
/Determined//Determined//Determined/
Imas Maela
mampir
Uma Chacha
lanjut dong Thor...jangan lama² of nya
Senjaaa___
Bira gk tau apa klau Clara hamil...
FUN: wkwkwk, masih kejebak sama cinta masa lalunya.
total 1 replies
Senjaaa___
semiga Bura yg tolongin Clara...
Gabriela Agustina
Ampuun dah ko jd ngeselin critanya. Bukannya si Bira nyuruh anak buahnya buat memata matai Clara y tiap hr dr jarak jauh. Ko bs Bira ga tau kl Clara hamil & skrg malah Bira naksir sm Irris. Emangnya Bira lupa dgn yg terjadi antara dia & Clara. Jujur gw jd mls lanjutin baca.
FUN: haduh, mohon maaf, kak. Kalau tidak sesuai dengan eksptasi kakaknya🙏🏿 Cuman kalau kakak mau bersabar dikit lagi aja mungkin ceritanya bisa berubah
total 1 replies
Gabriela Agustina
Critanya bagus. Btw ko Bira malah smakin jauh dr Clara y thor, skrg malah jth cinta sm si Irissbella, kan ksian Clara yg lg mengandung anaknya. Mana si Bira kliatan nafsu sm Irris
FUN: Wkwkwk, stay tune aja kak, aku update tiap weekend
total 1 replies
MEMEY
hadir kak
MEMEY
salam kenal kak dari terbayang kenangan mantan dan wanita simpanan
FUN: salam Kenal juga kak
total 2 replies
Henny Dawati Ansari
Salam kenal kak Author.
Semangat berkarya yah buat sesama Writer. 💪💪💪
Farrachy Winona: salam kenal tapi aku pusing bacanya maaf✌️
total 2 replies
Azilla Fitriani
up
Azilla Fitriani
apakah tidak berlanjut ceritanya🤔🤔🤔🤔
Azilla Fitriani
selalu menunggu ceritamu...
Azilla Fitriani
up up up plisss
Azilla Fitriani
menunggu lanjutanmu thor
indigosparkle
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
Azilla Fitriani
kok lama g up thorr
semoga sehat selalu

Cut Nyak Dien
kenp cerai? kj ktanya yg mandul clara
FUN: hehehe, stay tune aja kak:)
total 1 replies
Cut Nyak Dien
misteri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!