NovelToon NovelToon
Clara'S Love Fidelity

Clara'S Love Fidelity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Contest / Nikahkontrak
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Triya Widodo

Area 21+
Harap bijak untuk membaca di bawah usia.


Clara wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak laki-laki. Keadaan rumah tangganya tak seperti rumah tangga yang lain, penuh dengan penderitaan dan kesusahan.


Suatu hari, saat mereka berdua bertengkar lagi ada seorang pria yang masuk tanpa permisi dan membeli Clara dan Reno.


Clara yang tersentak kaget dan bingung, "Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa aku di beli oleh pria yang tidak aku kenal sama sekali?"

"Aku di jual oleh suamiku sendiri! Apa aku sehina itu?"


"Kesetiaan ku yang ku berikan padanya dengan ketulusanku dibalas dengan hina seperti ini."

"Apa kesetiaan ku berujung Cerai seperti mimpi yang tak ku inginkan." Kata Clara dengan menangis sambil menidurkan Reno anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triya Widodo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

"Papa baru juga mau di peluk sama Reno." kata Reno melepas pelukannya.

"Iya, mau." balasnya sedikit membungkuk.

"Reno, tidak bisa..." ucapnya seraya mengayuh pundak Tuan Abbas yang sedari tidak sampai.

Tawa Tuan Abbas melihat tingkah Reno yang lucu, "Baiklah, papa baru akan duduk bersimpuh untuk tuan kecil ini." ujarnya.

Bibi Ani dan Asisten Lee melihatnya saja ikut terkekeh. Aku merasa kehidupan ini layaknya rumah tangga yang harmonis. Belum menikah saja sudah akrab begini. Batin ku tersenyum sekilas.

"Mama... Reno mau makan bersama papa." ucap Reno menoleh padaku.

"Iya, boleh." balasku mengusap rambut Reno.

"Hore... Nanti papa baru yang suapin Reno ya." tambahnya.

"Iya, boleh. Kenapa tidak makan tadi. Apa masakan Bibi Ani tidak enak?" tanya Tuan Abbas seraya melirik Bibi Ani.

Bibi Ani yang merasa lirikan Tuan Abbas takut pertanda akan ada kesalahan sedikit pada dirinya.

"Tidak, aku suka. Enak..." sahut Reno seraya tersenyum senang.

"Kalau papa yang suapin Reno, makanan itu jadi lebih enak. Dan Reno mau masakan mama." tambahnya menarik tanganku.

Kenapa nih anak, tak seperti biasanya Reno begini. Meminta mama yang masak dengan menarik tangan seperti memberikan isyarat. Batin ku mengerutkan kening.

Untung saja tuan kecil memberikan pujian kalau tidak aku bisa di pulangkan. Batin bibi Ani dengan waspada.

"Apa mama bisa masak, Reno?" Tanya Tuan Abbas seraya berdiri dan menoleh padaku.

"Bisa papa baru. Masakan mama lebih enak." Jawab nya pada Tuan Abbas.

"Baiklah. Bisa di coba." Putusnya tersenyum padaku dan Reno.

Lalu aku di tarik oleh Reno dan di bawa ke dapur, "Reno... Pelan-pelan biar nggak jatuh."

"Iya, Ma." Sahutnya.

Setelah sampai di dapur aku mengambil celemek yang ada di laci khusus celemek memasak.

"Reno, nggak perlu pakai celemek ya soalnya kebesaran." Kataku sambil tertawa kecil yang tidak mungkin sekecil Reno memakai celemek orang besar.

"Iya, ma. Reno yang lihat mama masak saja." Serunya tersenyum senang.

Aku mulai mengalungkan celemek itu, saat akan mengikatkan ke belakang tangan Tuan Abbas menariknya dan membantu ku mengikatkan tali celemek nya.

"Aku bantu mengikatnya." Pintanya di belakang ku.

Sejak kapan dia berada di belakang ku. Sepertinya tadi dia tidak ikut ke sini. Batin ku tersentak.

"Iya, terimakasih. Tuan Abbas." Balas ku mulai tersipu.

Tapi tidak boleh. Aku tidak bisa percaya dengannya begitu saja. Dia baik padaku pasti ada imbal baliknya dan aku tidak bisa memberikan kasih dan cinta padanya. Apa dia ada maksud lain. Batin ku mulai ragu.

Setelah selesai, Reno meminta Tuan Abbas memakai celemek juga. Dia menyodorkan celemek itu padaku, "Bantu memakaikannya." Ujarnya.

Kenapa harus aku. Dia punya tangan yang bisa di gunakan. Menyebalkan! Batin ku mulai kesal karena dia seperti meminta perhatian dari ku.

"Mama... Mama... Kenapa melamun?" Tanya Reno.

"Oh, tidak. Mama tidak melamun." Jawab ku dan mulai mengambil celemek itu. Tuan Abbas melihatnya hanya tersenyum.

Dia terlihat kesal saat aku meminta pertolongan padanya. Batin tuan Abbas tersenyum.

Aku mulai mengalungkan tali celemek padanya. Sedikit tak terjangkau karena terlalu tinggi dengan ku. Dia sedikit membungkuk kan lehernya. Tapi untung saja dia tahu kalau aku ini pendek hanya sebatas sebahunya. Ku lanjutkan dengan mengikat tali bagian belakangnya. Jelas terlihat bahu dan punggung yang lebar itu. Seakan-akan aku bisa bersembunyi dari para penjahat dan berlindung dari panas serta hujan.

Mungkin saat aku gelisah dan merasa kurang baik, aku bisa meminjamkannya sebentar untuk bersandar. Batin ku tersenyum sendiri.

"Mama, kenapa tersenyum sendiri." Tanya Reno membuatku sadar.

"Mama... Mama tidak tersenyum. Wajah mama kan selalu ceria, Sayang." Jelas ku melepas tali celemek yang sudah selesai dari tadi.

"Mama kamu hari ini sangat ceria dan bahagia." Sahut tuan Abbas menggoda.

"Ha..." Sela ku bernafas kasar melirik padanya. Tuan Abbas melihat padaku seraya tertawa kecil.

Aku mulai memasak kesukaan Reno dan di bantu oleh tuan Abbas.

POV author.

Reno melihat mama dan papa barunya hanya tersenyum dan menoleh ke belakang. Asisten Lee dan bibi Ani memberikan jempol pada Reno pertanda "kerja bagus" padanya. Balas Reno dengan anggukan dan senyuman.

***Flashback.

Saat Tuan Abbas dan Clara belum pulang, Asisten Lee membuat rencana bersama Reno.

Di usia akan menginjak 4 tahun Reno termasuk anak yang cerdas dan aktif. Berencana membuat mamanya dan papa barunya semakin dekat.

"Reno, setelah bermain ikut om Lee ke bibi Ani." Ajak Asisten Lee dengan senyumnya.

"Iya, Om." jawabnya lalu pergi ke dapur.

"Bi... Bibi..." Asisten Lee memanggilnya bersama Reno.

"Iya, ada apa Tuan Lee?" tanya bibi Ani seraya berlari dan tersengal-sengal.

"Tarik napas dulu, Bi. Santai...." selanya tersenyum.

"Bi, nanti kita buat Tuan Abbas dan Nyonya Clara semakin dekat, yuk." ajak Asisten Lee bersama Reno.

"Aduh... Saya nggak berani Tuan Lee. Itu bahaya kalau ketahuan..." jelas bibi Ani menolak.

"Bibi, nanti Reno yang ngomong saja." sahut Reno nongol di samping bibi Ani.

"Ngomong apa Tuan kecil..." balas bibi khawatir.

"Nanti biar saya urus yang penting bibi sekarang nggak perlu masak untuk Reno, biar Nyonya Clara saja." tegas Asisten Lee.

"Kalau Tuan Abbas tahu, bibi hari ini tidak memasak pasti bisa di pulangkan saya ini." lirih bibi Ani khawatir.

"Saya tidak mau, Tuan Lee. Karena bibi tahu bagaimana kalau Tuan Abbas marah karena kesalahan hanya sebiji padi saja bisa gawat." imbuhnya seraya akan pergi.

"Bibi... Tenang, masih ada saya di sini yang akan membantu dan menolong bibi." pinta Asisten Lee mencegat lengan bibi Ani.

"Bi Ani tolong ya... Please... Reno mau mama sama papa baru segera membuatkan teman kecil buat Reno." terang Reno dengan wajah tulusnya dan tersenyum memohon.

"Tuan muda kecil Reno... Tuan muda tidak boleh meminta di buatkan teman baru. Nanti kalau tuan muda sudah sekolah pasti teman seumurannya banyak." balas bibi Ani menjelaskan seraya tersenyum menahan tawa.

"Bi... Ini ketulusan anak kecil yang tidak bisa berbohong. Dia sangat jujur karena kesepian." tutur Asisten Lee mendukung Reno.

"Baiklah, bibi akan menurut dengan Tuan Lee. Tapi awas saja kalau ketahuan bibi di pecat. Mau makan apa anak dan cucu saya nanti." decak bibi Ani.

"Hore... Terimakasih, bibi baik. Saaayang, Bibi Ani." teriak Reno dengan senang seraya memeluk Bi Ani.

"Iya, Tuan Muda. Bibi bangga saat Tuan Muda datang kesini membawa kehangatan dan senyuman di rumah ini. Kelak Tuan Muda tumbuh menjadi anak yang baik dan tegas seperti papa baru ya." ucap Bibi Ani memuji dan membalas memeluk Reno dan mengusap rambutnya.

"Terimakasih, Bi." seru Asisten Lee seraya tersenyum bahagia.

Flashback off***.

1
Ratna Puspita
semangat kak
Lina Zascia Amandia
Like dan Fav sdh menyapa....
Toni Hartono
Clara .......
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
Toni Hartono
clara....
Wajah Boneka
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
PrincessFuzzie
thor, kita putus kalau lanjutannya lama
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
moonjuice
aaa d tunggu eps selanjutnya *baru kali ini ninggalin jejak hhwhw:窶コ semangat ya author
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
alchemyworks
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
TickleStar
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
sharing_genes
Yang punya daya tarik bukan magnet aja. Tapi karya author juga, lho! Hahaha.. semangat lanjut kak!
Zizi Suartini
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita‾!!
kisses and martini
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
Hustle Flyswat
Aku udah mampir nih! Kayaknya sih bakal menetap buat nungguin bab baru! *ahem*
Berkilau
Ceritanya gak ngebosenin, pokoknya aku dukung terus thor!
Zizi Suartini
Bener apa bener Thor, kalau digantung itu sakit. Kalau kamu ngerti perasaan aku, kamu enggak akan ngegantung cerita ini Thor!
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 2 replies
adalahdarling
Semoga author selalu diberi kemudahan buat update.. aamiin
Eja Drajat Adriansyah
Imajinasi tanpa batas. Mantap! 総晶
skyeandstaghorn
Alurnya gregetan! Aku baru baca aja jadi nagih!
SecretFruity
Halo kak author! Aku pembaca baru dan bakalan jadi pembaca setia, nih. Ditunggu next up, ya!
triya hamizan: halo...
Readers setia👋
berkenan gabung di grup "Triyaster" yuk...

mohon bantuan dan dukungan nya...
terimakasih 🙏😊
salam hangat dari author 😍
total 1 replies
Rahmat Emas
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!