Angan Kaina hancur ketika sosok Zidan muncul dan masuk ke kehidupannya. Imajinasi indah yang selama ini ia dambakan, hancur seketika.
Takdir mempermainkan perasaannya dengan kejam. Ia harus hidup dalam pernikahan yang tak diinginkan. Tidur satu ranjang dan berbaring bersama dengan laki-laki asing.
Setelah ia mulai bisa menerima situasinya, sekali lagi—takdir mempermainkannya. Hati nya dipatahkan, rasa percayanya dikhianati oleh orang yang selama ini ia sukai.
Sosok suami yang tak dicintai selalu ada, memberi dukungan, menyalurkan rasa aman dan nyaman. Perlahan Kaina sadar, Zidan adalah takdir dari Tuhan yang seharusnya ia cintai sepenuh hati.
Jalan hidup tak selalu mulus, seringkali lubang yang sangat dalam menyapamu di depan.
Lubang apa yang akan menyapa Kaina di masa depan?
Siapa yang akan bersama Kaina pada akhirnya?
Joshua?
Zidan?
Ataukah Hanif?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Możhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Bisa Menahan
Zidan berlari agar dapat mencapai lift tepat waktu sebelum tertutup.
Setelah berhasil masuk, ia langsung mengubah sikapnya agar tetap berwibawa.
"Assalamualaikum." ucapnya yang ditujukan kepada Kaina.
"Waalaikumsalam." jawab Kaina berusaha menghindari kontak mata dengan Bosnya itu.
"Em, bagaimana?"
"Apa kamu sudah berbicara dengan orang itu?" tanya Zidan dengan ragu-ragu.
Zidan tahu bahwa emosi Kaina lebih sensitif ketika bersama dengan dirinya. Karena itu setiap kalimat yang akan ia keluarkan selalu dipikir dua kali.
"Dia masih di Surabaya."
"Jika dia mau untuk melamarmu, keputusan apa yang akan kamu ambil?" tanya Zidan,
"Tentu saya akan menerimanya."
"Bukan itu maksud saya. Keyakinan apa yang akan kamu—"
Kaina menghela nafas panjang. "Jika dia tidak bisa mengikuti keyakinan saya, maka menikah di luar negeri akan menjadi opsi yang lain."
"Menikah beda agama adalah haram hukumnya dan akad nya tidak sah."
"Islam melarang perkawinan beda agama berdasarkan firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 221 yang berbunyi—"
"Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun Dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka,"
Kaina sangat terkejut ketika Zidan tiba-tiba mengeluarkan ceramahnya yang baru pertama kali ia dengar.
Pintu lift terbuka setelah sebelumnya terdengar bunyi ting.
Kaina bergegas keluar dari tempat sempit itu. Ia berjalan cepat menuju pintu keluar.
Seseorang melambaikan tangan ke arahnya. Sebuah kejutan.
"Jojo?" pekik Kaina tak percaya bahawa Joshua sudah kembali pulang.
Zidan tahu bahawa Kaina akan berhambur pergi ke laki-laki itu, ia ingin menahan tapi tidak bisa. Karena Zidan sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh Kaina sedikitpun sebelum berhasil menghalalkannya.
Dan benar, Kaina langsung berlari menghampiri Joshua.
Sebuah pelukan hangat menyambut kerinduan Kaina pada sosok laki-laki itu.
"Long time no see." bisik Joshua seraya membelai lembut rambut Kaina.
Zidan hanya bisa menatap keduanya dengan tatapan datar. Lalu ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kantornya. Tak ingin berlama-lama menyaksikan calon istrinya yang bermesraan dengan laki-laki lain yang dicintainya.
"Bukankah seharusnya kamu menghubungi ku terlebih dahulu?" tanya Kaina.
"Bukan kejutan namanya jika aku memberi tahu kamu." kata Joshua lalu terkikik pelan.
"Bagaimana jika ternyata aku sudah pulang? Siapa yang akan kamu beri kejutan di kantor ini?"
"Perasaan ku mengatakan bahwa kamu masih di kantor. Dan aku sangat yakin akan itu."
"Kenapa kamu manis sekali." gumam Kaina memuji Joshua.
Dalam perjalanan.
"Menurutmu, hubungan kita bagaimana?" tanya Joshua tiba-tiba.
"Maksudmu?"
"Aku tahu kita tidak memiliki ikatan seperti yang seharusnya. Tapi aku sungguh sangat menyukaimu."
"Bersama ku dalam keadaan seperti ini, menurutmu apakah membosankan?"
Kaina menggeleng. "Sama sekali tidak."
"Apa kau yakin? Aku bahkan tidak bisa memberikan waktu ku untuk mu."
"Saat bertemu pun, aku hanya bisa menjemputmu pulang dari kantor dan kemudian mengantarkan mu pulang ke rumah, tanpa bisa mengajakmu mampir ke suatu tempat bahkan sekedar makan sebentar." setiap kata yang Joshua sampaikan, terlihat begitu berat untuk dikeluarkan.
"Terkadang hal sederhana sudah cukup membuat seseorang merasa sangat bahagia." tutur Kaina.
Gadis itu kemudian menatap Joshua dalam. Dengan penuh keyakinan, ia menunjukkan bawa sungguh bukan sebuah masalah.
Ia juga sangat menghargai setiap temu yang Joshua berikan.
mampir juga yuk ke karyaku Human's Adventure & Preman Cantik 🤗
mampir juga yuk di Kisah Cinta Syakila
aku tunggu