NovelToon NovelToon
Laraku

Laraku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: TISSA TTS

Bagaimana jadinya jika seorang wanita yang mengidam-idamkan seorang laki-laki sudah sekian lama, tiba-tiba saja ia bisa menikahi laki-laki tersebut, apakah ia bisa mendapatkan hatinya atau kah semuanya hanya cerita sesaat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TISSA TTS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paman Bram

"Apa maksudmu, jangan bicara sembarangan tuan Rigo?" Lara tak terima dengan apa yang di katakan Rigo.

Sebenarnya saat itu Lara hanya merasa ragu dengan apa yang akan menjadi ke putusannya, saat kakinya masuk ke dalam apartemen milik Rigo, saat itu lah ia tidak akan bisa kembali lagi menjadi Lara yang sebelumnya.

"Aku hanya teringat sesuatu!" setelah itu Lara mendorong tubuh Rigo dengan sekuat tenaganya hingga Rigo berhasil memberi jarak dengannya. Rigo pun tak memberikan perlawanan saat itu hanya menatap penuh kebencian ke arah Lara.

"Bisa kamu tunjukkan di mana kamarku?" Lara menatap ke arah sekitar, mencoba mencari kamar untuk nya.

"Jangan bermimpi memiliki kamar layaknya seorang putri di sini wanita pembawa bencana!" Jawab Rigo masih menatap tajam ke arah Lara.

"Maksudmu?" Lara membulatkan kedua bola matanya, ia mulai terbiasa dengan makian-makian yang Rigo tujukan kepadanya.

"Kau tahu, di sini hanya ada satu kamar tidur dan itu milikku!"

Rigo menunjuk ke arah meja makan, sambil tatapan nya semakin menajam "Kau boleh tidur di atas sana!"

"Di sana? d atas meja makan?" Dahi Lara berkerut, bagaimana mungkin sebuah meja makan di gunakan untuk tidur, dan meja makan yang berada di apartemen Rigo berukuran minimalis.

"Bahkan meja makan pun tak Sudi membiarkanmu tidur di atasnya!" Rigo kemudian meninggalkan Lara berjalan menuju sebuah Ruangan, ia meninggalkan Lara yang masih mematung mencoba mencerna maksud perkataan Rigo kepadanya.

Lara menghela nafasnya. "Bagaimana mungkin aku tidur di sana, harusnya aku membawa sebuah alas matras untuk aku tidur di sini!" Lara berkata sambil berjalan menuju ruangan tengah yaitu ruangan keluarga, di sana terdapat sebuah tv dan sebuah sofa yang ukurannya tidak terlalu besar.

"Badanku muat di sini, aku akan tidur di sini saja!" Lara mendaratkan tubuhnya di atas kursi, tangannya terlihat mengusap-usap sofa tersebut dengan senyuman lebar di bibirnya, ia menemukan sebuah ide untuk tidur di sofa tersebut.

"Aku tidak mengizinkan mu untuk tidur di sana, aku tahu bagaimana akan berubah bentuk sofa itu jika kau diam-diam meniduri nya!" Suara Rigo yang tiba-tiba datang mengagetkan Lara yang sedang tersenyum mendapat sebuah ide.

Lara kala itu tak berani menatap Rigo, ia hanya menatap lurus ke arah televisi yang mati.

"Hanya meja itu, lantai dan.." Rigo menghentikan ucapannya.

"dan apa?" Lara penasaran.

"Dan kau boleh tidur di kasur yang sama denganku, setelah itu aku akan segera menghancurkanmu!" Jelas Rigo membuat Lara bergidik ketakutan.

"Aku akan tidur di lantai saja!" Lara segera menurunkan badannya dan ia duduk di lantai, tak ingin mendapat masalah dengan Rigo.

"Bagus!"

"Jangan menyentuh semua barang yang ada di sini, kecuali atas perintahku!" Rigo menambahkan.

"Tapi kan aku juga perlu makan, perlu ke kamar mandi dan aku juga perlu mencuci!"

Rigo tak menjawab.

"Satu hal lagi, kau tahu tugas seorang istri adalah memenuhi kewajibannya kepada seorang suami, dan kau harus menuruti segala perintahku, jangan melawanku, dan jangan berbuat curang, atau kau akan benar-benar hancur!" Rigo menatap tajam ke arah Lara dengan kata-kata penuh penekanan.

Mendengar hal tersebut membuat Lara membulatkan kedua bola matanya, setelah itu ia juga menelan kasar air ludahnya, ia membayangkan hal yang buruk yang Rigo perintahkan untuknya, Lara begitu ketakutan di buatnya.

"Em.. apa termasuk melakukan hal yang sangat pribadi?"

Mendengar ucapan Lara membuat Rigo mengerutkan dahi nya, ia mencoba mengartikan maksud perkataan Lara kepadanya.

"Kau sangat bodoh, aku bilang kau harus bersikap layaknya seorang istri, kau mengerti maksudku?" Rigo terlihat sangat kesal memasang muka yang masam terhadap Lara.

"Kau seharusnya tak sebodoh dengan yang aku katakan! kau harus selalu ingat tentang satu hal yang akan membuat mu hanya tersisa namamu saja jika sampai ada yang mengetahui tentang hubungan di antara kita!"

"Bagaimana mungkin aku melupakannya, ini mengenai masa depanku!" Jawab Lara.

"Masa depan? kau fikir setelah menikah dengan ku kau akan punya masa depan yang cerah, jangan harap! dasar wanita mata duitan! jangan pernah bermimpi!" Ucapan Rigo tersebut berhasil membuat luka di hati Lara, namun tentu saja Lara hanya terdiam tak menampakan nya walaupun jauh dalam hatinya ia ingin sekali berteriak memaki Rigo bahkan ia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya mendapat kenyataan bahwa impiannya menjadi seorang istri dan mendapat buah hati hingga ia hidup bahagia selamanya, kini itu semua sudah hancur.

Lara hanya terdiam menahan kedua kelopak matanya yang hendak mengeluarkan titik-titik bening, segera Lara menarik nafasnya sangat dalam membuang rasa kesal dan sedihnya.

"Apa kamu sudah bertemu dengan pamanku?" Tanya Lara mengalihkan pembicaraan.

"Paman? kau sebut dia paman, Cih, begitukah cara keluargamu bertahan hidup?"

"Apa maksudmu?" Tanya Lara yang begitu terkejut serta tidak terima saat Rigo berkata tentang pamannya.

"Dia pria tua yang akan dengan senang hati menjualmu hanya demi sebuah tahta!"

Mendengar ucapan Rigo membuat Lara terpancing emosinya, betapa tidak, pamannya yang sangat ia sanjung mendapat makian dari Rigo.

"Jaga bicaramu! kau boleh saja memakiku, tapi tidak untuk keluargaku!" Teriak Lara menatap penuh emosi ke arah Rigo.

"Keluarga? Kau anggap dia keluarga? yang benar saja!"

"Aku bilang jaga bicaramu, aku tidak mengizinkan kau menghina pamanku!" Lara dengan berani melangkah mendekat ke arah Rigo dan

"Buk!" Dengan segera ia menginjak kaki Rigo tanpa ampun hingga membuat Rigo terlihat merintih ke sakitan.

"Wanita sialan!" Rigo terlihat sangat emosi, salah satu tangannya bersiap untuk memukul Lara.

"Ayo pukul saja, aku tidak takut, aku akan bilang pada tuan Alban atas kelakuan kasar mu, Karena aku tahu doa sangat sayang kepadaku, jadi aku yakin dia akan menghukum mu karena perbuatan kasarmu!"

"dan satu hal lagi, jangan pernah merendahkan keluargaku" Dengan salah satu jari menunjuk ke arah Rigo, Lara dengan berani memberikan sebuah ancaman.

"Wanita kurang ajar!" Rigo menangkap telunjuk Lara dengan segera, kemudian menariknya membuat tubuh Lara terguncang mendekat ke arahnya, kini dengan leluasa Rigo berhasil mencengkram wajah Lara menggunakan tangannya.

"Tanyakan saja kepadanya, imbalan apa yang membuat dia bersedia datang ke acara pernikahan, saat itu kau akan benar-benar malu menjadikan dia pamanmu!" Setelah itu Rigo melepaskan dengan kasar cengkraman tangannya pada pipi Lara, Lara kini hanya teridam memilih tak menjawab ucapan Rigo.

Rigo terlihat berjalan menghampiri pintu, ia memilih pergi meninggalkan Apartemennya, karena Rigo merasa melihat Lara membuat emosianya semakin menjadi.

"Kamu mau kemana?" Tanya Lara yang terlihat lebih tenang, Lara menatap setiap gerakan Rigo yang menghampiri pintu apartemennya, namun sayang Rigo tak menjawab setiap ucapannya, ia hanya berlalu pergi meninggalkan Lara seorang diri dalam apartemennya.

Setelah Rigo pergi, Lara yang kini duduk di atas sofa, terlihat termenung sendiri, ia sedang berfikir tentang ucapan Rigo kepadanya, "Apa yang di katakan paman kepada Rigo ya?"

***

Saat Rigo bertemu dengan paman Lara yang merupakan adik dari ayahnya sendiri yang bernama Paman Bram.

Setelah Rigo menjelaskan maksud ke datangannya bertemu sang paman.

"Baiklah, aku akan dengan senang hati menghadiri acara pernikahanmu dan Lara, sesuai dengan permintaan mu aku tidak akan mengatakan apapun kepada keluarga atau yang lainnya mengenai pernikahan kalian!"

"Jika kau memiliki persyaratan, maka begitupun dengan aku, berikan aku 1 milyar, maka aku akan datang ke acara pernikahan kalian dan aku akan menutup mulutku!" Rigo membulatkan kedua bola matanya saat mendengar seorang paman meminta sebuah imbalan hanya karena ia diminta datang ke acara pernikahan keponakannya.

"Kau gila?" Seketika Rigo berkata.

"Em, 500 juta saja!" Rigo masih menatap tajam ke arah Paman Bram.

"Inikah yang dinamakan seorang paman?"

"Baiklah 100 juta saja!" Paman Bram masih berusaha memberikan sebuah penawaran. Mendengar sebuah penawaran, Rigo tersenyum sinis, ia tidak habis fikir bisa bisanya seorang paman memeras keponakannya sendiri.

"Setelah itu, jangan pernah iktu campur urusan ku dengan keponakan mu, jika kau berusaha mengganggu nya, akan aku hancurkan kedua tangan dan kakimu!"

1
Milah Rossa77
bagus
Nurdin Nurdin
cerita
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
hebat
Nurdin Nurdin
seru
Nurdin Nurdin
asik
Nurdin Nurdin
seru banget
Nurdin Nurdin
semaking seru aja cerita ini
Nurdin Nurdin
cerita yg bagus
Zahwa Nisa
sangat bagus
rio
lanjut up-nya tor 🙏
Muhammad Refli
jangan lama2 tor upnya😁😁
yah lama lagi nih nunggu upnya
Oktavia Utomo
buat rigo bucin sama lara Thor , aqu gemes sama rigo...pengen tak jitak tu orang tak berperasaan
up lagi dong....
kenapa lama kali up nya thor...
padahal tiap hari diintip
Oktavia Utomo
akhirnya up juga Thor setelah sekian purnama....yuk tak tunggu upnya
Beby AMy
Kirain sdh tamat ceritanya
ngilang authornya
Zubaidah Baidah
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!