Arsy adalah putri dari seorang Dokter, ia memiliki seorang pria idamannya, bahkan ia menyukai dalam diam selama 3 tahun lamanya,mereka saling mencintai,ketika Arsy mendapat pernyataan cinta dari pria itu, justru itu menjadi hari terakhir bagi si pria, tak selang beberapa saat, ayahnya juga meninggalkannya dan pada waktu yang sama, Arsy menerima lamaran dari sahabat ayahnya yang belum ia kenali, kecuali hanya nama 'Zaki' yang ia tau.
bagaimana kah kelanjutan ceritanya ? Yuk, simak cerita nya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silver green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dimana cincin itu
'mungkin nanti akan ku cari di internet,mana tau ada informasi tentangnya' batin arsy.
“ini nomor WA nya zaki, nanti nak arsy kan bisa videocall sama dia” kata abah sembari menyodorkan secarik kertas.
“terimakasih abah, kayaknya udah mau maghrib, arsy pamit pulang dulu” pamit arsy.
“ gak makan dulu ?” tawar umi syauqi.
“terimakasih umi, kayaknya juga mau hujan, arsy pulang dulu”
“iya hati-hati di jalan ya “ seru abah dan umi.
Sesampainya di rumah, arsy tak langsung menyimpan nomor yang diberikan dari abahnya tadi. ia lebih memilih membaca pesan tak bermutu dari no baru, menurutnya, pesan-pesan itu bahkan bisa membuat hatinya tenang.
Tak lama kemudian, arsy teringat akan sesuatu
“ ah, cincin dari kak riki waktu itu, dimana ya ?” bati arsy. ia mulai memcari di semua sudut dalam rumah itu,tapi ia tak menemukan apapun. ia pun berencana mencari di rumah ibunya esok setelah pulang ngampus.
ia memutuskan untuk mengerjakan tugas dan membuka smartphonenya,melihat dan menyapa teman grupnya tuk menghilangkan rasa kesendiriannya.
keesokan harinya arsy berangkat sekolah,
karena jadwal ia masuk agak siangan,arsy memutuskan tuk pergi ke perpustakaan,ia mencari buku yang perlu ia baca,setelah mendapatkan buku itu,ia berjalan ke arah tempat kosong yang berada di depan jendela.
'yups, ini tempat yang tepat untuk membaca' batin arsy.
ia pun duduk di situ dan mulai membaca,tapi ia merasa tak nyaman,seperti ada beberapa pasang mata yang melihat ke arahnya.
"apakah aku melakukan kesalahan ??
ada apa dengan pandangan mereka??"
batin arsy melihat ke arah beberapa mahasiswa yang sedang menatapnya heran sekaligus terkejut.
arsy melihat ke sekelilingnya,tempat duduk,dan pakaiannya,ia bahkan mengeluarkan kaca kecil tuk melihat wajahnya.
"tak ada yang salah denganku,lantas mengapa pandangan mereka seolah ingin langsunng menarikku ??" batin arsy.
karena merasa tak nyaman,arsy akhirnya memutuskan tuk menyudahi kegiatan membacanya,ia memilih pergi kekantin tuk sekedar duduk santay sembari mencari-cari apa yang perlu ia cari di internet.
ia duduk di tempat dimana ia dan riki pertama kali mengunjungi kantin itu.
" tak terasa , kini aku bisa berada disini,sedangkan kau tak pernah lagi bisa menemaniku ,hanya sekedar menatap hampa " batin arsy,melihat ke arah kuri kosong yang berada tepat di depannya.
arsy memesan secangkir teh mawar,ia juga mebuka smarphonenya , ia mencari nama 'zaki' di kolom pencarian.
" ah, bodohnya aku,hanya mengenali nama 'zaki' , bagaimana bisa aku mencari dia di internet ?? sedangkan yang muncul segini banyaknya, bukankah yang namanya zaki di indonesia tak hanya satu orang saja,
ah.. bodohnya aku hanya mengenali namanya" batin arsy merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya.
" hey ! adik junior ! "
sentak wanita itu di depan arsy.
" iya,maaf anda siapa ??" tanya arsy.
"kamu berani tidak kenal dengan aku ??" tanyanya.
"maaf saya benar-benar tidak mengenal anda" jawab arsy santay.
" heh ! kamu berani duduk di tempat pak pran, apakah kamu ingin bagian tubuh mu cacat ??"
arsy terkejut,ia berusaha mengingat
" apakah tempat yang ada di perpustakaan ?" tanya arsy.
" kini kamu tau salahmu dimana !, pak pran itu hanya milikku, tak ada seorangpun yang berhak berebut denganku,bahakan hanya tempat duduknya pun,tak ada yang boleh mendudukinya !!! " bentak wanita itu.
"ah maafkan atas kesalahan saya " pinta arsy enggan, zaman apa sekarang ??, masih adakah orang sepossesif ini ?? ' aku tau kesalahanku,menduduki tempat duduk guru adalah sebuah ketidaksopanan.
arsy melihat jam tangannya,
"maaf saya harus kekelas sekarang" pinta arsy.
" heh !! silahkan !, tapi ingat untuk pulang dengan hati-hati" kata wanita itu sembari menunjukkan senyum devil nya.
penasaran.....