NovelToon NovelToon
Menjadi Sepupu Tirimu

Menjadi Sepupu Tirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Setelah dikhianati, Vivian bersumpah. "Aku akan buat dia menyesal...!"
Kesempatan itu datang ketika ibunya menikah kembali. Dan tanpa diduga, ayah sambungnya adalah paman dari kekasihnya.
Sempurna...
Vivian memanfaatkan kakak tirinya. Pura-pura dekat, pura-pura mesra, hanya untuk membalaskan rasa sakit hatinya.
Rencana berjalan lancar.
Sampai suatu malam Vivian sadar...
Ia terjebak dalam permainannya sendiri, benih cinta mulai tumbuh diantara batas yang tak seharusnya. Cinta terlarang yang sulit dilepaskan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis kampung vs gadis kota

Vivian berdiri terpaku, menatap bangunan raksasa yang menjulang tinggi menembus langit. Kaca-kaca gedung berkilau memantulkan cahaya, membuatnya tampak begitu megah bak istana menakjubkan.

Ia melangkah masuk perlahan, matanya tak henti berkelana kesana-kemari, kagum sekaligus canggung berada di tempat seindah ini.

Belum jauh melangkah, petugas keamanan menghadangnya dengan sopan namun tegas.

"Permisi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?"

Vivian tersenyum segan. "Saya mau ketemu Kak Raynor... maksudnya pak Raynor. Mau antar berkas."

Petugas itu mengangguk, lalu menuntunnya menuju meja resepsionis di lobi. Wanita di sana memeriksa daftar di hadapannya dengan teliti, lalu mengangkat wajah menatap Vivian, remeh.

"Maaf, tidak ada jadwal pertemuan atas nama Nona maupun dengan pak Raynor. Tanpa janji temu, kami tidak bisa mengizinkan Anda masuk." ucapnya halus, tapi dengan ekspresi malas.

Vivian tertegun di tempat. Jemarinya meremas pinggiran berkas itu pelan. Hatinya berdebar tak tenang.

Raynor menyuruhnya datang, namun tak memberinya pesan apa pun kepada pihak resepsionis. Kini ia berdiri di sana, terlihat sepenuhnya tak berdaya, dihadang pintu yang tertutup rapat.

"Tapi saya harus mengantarkan berkas ini segera!" Vivian bersikeras, suaranya terdengar tegas meski hatinya mulai gelisah.

Resepsionis itu meliriknya sinis, nada bicaranya kini berubah dingin dan merendahkan.

"Maaf, tidak bisa. Tanpa janji temu, tidak ada yang boleh masuk. Sudah banyak yang beralasan seperti ini. Mending sekarang kamu angkat kaki dari sini, karena kalau sampai Nona Stela tahu, bisa habis kamu."

Vivian menunduk lesu, membuka ponselnya hendak menghubungi Raynor. Namun tiba-tiba suara langkah kaki beradu cepat mendekat, disusul nada suara yang melengkung penuh kebencian.

"Eh... siapa yang mengizinkan gembel ini masuk ke sini?"

Semua orang di lobi seketika menunduk hormat, wajah mereka pucat tak berani menatap.

Di hadapan mereka berdiri seorang wanita berpakaian modis, bibirnya merah menyala, rambutnya bergelombang anggun, wajahnya cantik namun matanya menyala tajam penuh keangkuhan. Itu Stela, kekasih bos mereka.

Wanita itu melangkah mendekat, menatap Vivian dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan jijik.

"Jadi, yang kemarin masih belum puas, sampai kamu mengacau di sini ya, gembel?" ucapnya tajam, penuh penghinaan. "

Vivian menegakkan tubuhnya, berusaha tak terpengaruh meski dadanya sesak. "Aku cuma ingin nganter berkas ini aja kok, untuk Kak Raynor... maksudnya pak Raynor. Dia sendiri yang nyuruh aku datang ke sini. Kalo mau protes, langsung aja sama orangnya."

Stela tertawa sinis, suaranya terdengar menusuk. "Alasan saja! Semua wanita tak tahu malu di luar sana juga punya alasan manis sepertimu. Asal kalian tahu ya..." Ia menatap sekeliling dengan nada meninggi, sengaja agar semua orang mendengar.

"Dia ini hanya gembel kampungan yang tak tahu diri. Berani-beraninya dia godain kekasihku! Bahkan dulu dia pernah merebut gaun kesayanganku dan mengancam akan merusaknya jika aku tak memberikannya. Lihatlah, begitulah watak aslinya, licik dan tak tahu malu!"

Vivian terdiam, mulutnya terperangah mendengar wanita itu membual banyak hal. Segala caci maki itu ia terima dalam diam.

Ia menunduk dalam, kuku-kukunya menancap kuat ke telapak tangan yang mengepal erat. Dadanya sesak, napasnya tertahan di kerongkongan.

Namun penghinaan itu belum berakhir. Seseorang dengan kasar menyiramkan sisa kopi panas tepat ke rambutnya. Cairan cokelat mengalir turun, membasahi wajah dan pakaian merah mudanya.

Suara cemoohan dan tawa mengejek memecah lobi, bergema menyakiti hatinya setiap inci. Mata-mata itu menatapnya penuh jijik, dan kamera yang menyala merekam, seakan ini adalah pertunjukan.

"Aku memang gadis kampung, tapi bukan berarti harga diriku bisa di injak seenaknya", Vivian mendongak. Matanya tak lagi menunduk tak berdaya. Tatapannya tajam, memancarkan amarah yang tak lagi bisa ditahan.

Perlahan ia melangkah mendekat, dengan cepat tangannya menggenggam rambut indah milik Stela, menariknya tanpa ampun.

"Aaah! Lepaskan!" jerit Stela tersentak kaget, wajahnya memerah menahan sakit dan marah.

Keriuhan seketika meledak. Mereka berdua saling menjambak, saling mencakar, tak peduli siapa yang melihat. Rambut yang tadi terlihat sempurna kini tak berupa, pakaian kusut sana-sini, tapi mereka tak peduli.

Stela melayangkan pukulan, namun Vivian menangkis dan membalasnya dengan lebih keras.

Di tengah keriuhan yang ada, tiba-tiba terdengar suara berat, berwibawa, begitu dingin namun mematikan. Satu kalimat terucap, seketika membungkam seluruh ruangan.

"Hentikan!"

Suara itu melengkung tajam, membelah kebisingan hingga seketika keheningan menyelimuti lobi. Semua orang serentak menoleh.

Di ujung lorong, Raynor berdiri tegak dengan wajahnya tegang, matanya menatap tajam ke arah mereka, bagaikan sinar laser yang menembus tulang.

Sepi. Sunyi. Hanya terdengar ketukan sepatu mahal di atas lantai.

Tak ada suara, dan udara terasa menyiksa. pandangannya jatuh pada sosok yang berdiri terpaku di sana. Rambut berantakan, wajah basah dan ternoda, pakaian kusut, tatapan tajam itu seketika berubah.

Vivian hanya bisa berdiri kaku. Menahan napas, menahan rasa sakit, serta menatap balik sosok yang kini berdiri tak jauh di hadapannya.

1
Allea
masih bodoh di bab ini
Allea
katanya jijik dipeluk diem bae munalah 🤭🤣😅
falea sezi
goblok jujur bodoh lu pergokin dia kmren😒 ehh maaf mc oon jd males Thor mau kasih hadiah sayang bgt vote buat novel kayak gini🤣🤣
falea sezi
cuma gt doank harusnya di sp karyawan mu pakk🤣 ceo bodoh
falea sezi
🤣🤣 satria bodoh
falea sezi
klo q jd vivian mending kos cari krja ngapain numpang di rmh ibumu saudara tiri uda ada pcr g bs di gebet🤣
falea sezi
🤣🤣lemah kok mau bales dendam bodoh
arina_ar
sabar kak, huhu.... author juga ikutan geregetan nih
kelinci kecil
greget banget sama stela, pengen ikutan Jambak rambutnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!