" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Juleha dan Zainal ( Part. 14 )
Karena bulan Ramadhan, Zainal lebih cepat satu jam pulang ke rumah dari hari biasanya, hampir seluruh instansi pemerintah atau perkantoran swasta juga melakukan hal yang sama dengan jam kepulangan lebih cepat satu jam.
Zainal sudah memberitahukan lewat pesan mesra kalau dia akan mengajak Juleha jalan jalan mencari perbukaan di pasar Ramadhan, di depan kantor Camat.
Pesan mesra ? Iya dong namanya juga pengantin baru, semua serba indah, apa lagi Zainal dan Leha, baru suka, pakai banget lagi, yang jomblo di larang ngiri ya, cukup Mak othor yang ngiri, yang lain nganan aja.
Eh, kenapa harus di depan kantor Camat mencari perbukaan-nya ?
Iya, sudah beberapa tahun belakangan ini, halaman kantor Camat yang luas, dimanfaatkan menjadi lapak lapak yang menjual berbagai macam aneka menu berbuka puasa, dari segala cendol, juice, gorengan dan segala macam makanan, dari kue tradisional sampai makanan yang berbau bau zaman sekarang, yang nama makanannya aneh untuk menarik minat pembeli, tapi begitu sampai di lidah, biasa saja, siasat jitu marketing.
Itulah hebatnya arti sebuah nama.
Juleha sudah duduk di belakang boncengan motor Scoopy-nya bang Zai, tangannya melingkar mesra di pinggang Zainal.
Bapak dan ibunya Juleha saja iri dan bahagia melihat kemesraan anak mantunya.
Berasa ingin ikutan jadi pengantin lagi.
Zainab yang sedang menyapu halaman rumah melihat Juleha dan suaminya berboncengan menggunakan sepeda motor dengan mesra, rasa kepengen marah dengan Rojali tunangannya, kenapa lama sekali menikahi dirinya, kalau sudah nikah, kan bisa ikutan mesra juga.
Bapaknya Juleha hatinya menjadi sangat lega, keputusannya menerima pinangan Zainal sebulan yang lalu tidaklah salah.
Zainal terlihat sangat berusaha membuat putrinya bahagia.
" Kamu mau membeli apa dek ? " Zainal sudah menggandeng tangan Juleha setelah memarkirkan motornya.
" Pecel kaya-nya enak bang, yang diuleg langsung itu " tunjuknya pada penjual yang sedang di tunggui oleh tiga orang pembeli.
" Ayo "
" Bu, pecelnya satu bungkus aja, jangan terlalu pedes ya Bu "
pesan Juleha.
aroma kencur dan daun jeruk serta bawang putih yang baru dihancurkan dengan batu ulekan, menguar harum memenuhi indera penciuman.
" Dek, Abang beli semangka dulu ya, kamu mau yang kuning atau yang merah "
" Apa aja, yang penting makannya sama Abang "
" Kamu bisa aja dek, sudah pinter merayu Abang sekarang ya ? "
Zainal mencubit kecil hidung mancung Juleha.
" Kan Abang yang ngajarin "
" Iya iya " Zainal terkekeh.
" Tunggu Abang disini ya, Abang gak lama "
Juleha mengangguk, sebelum pergi, Zainal mengusap pelan kepala Juleha yang berbalut kerudung dan mencium pelipisnya sekilas.
Beuh, rasa mau pergi jauh aja Zai Zai, padahal yang jual semangka dengan tempat Juleha menunggu pesanan pecelnya paling juga berjarak sepuluh meter.
Pakai acara cium jidat segala, Zainal suka memanfaatkan semua situasi.
Itulah indahnya pengantin baru, kalau jomblo, ngilang seharian juga enggak ada yang nyariin.
Ibu penjual pecel cuma melirik sekilas kemesraan yang dipertontonkan oleh pasangan pengantin baru itu, dia mendadak rindu sama lakinya yang sedang berada di rumah.
Ceila ibuk, sama yang muda aja ngiri.
" Cih, rasa dia aja yang punya dunia ini, asal ketemu sok mesra, terus kita kita ini dianggap apa ? Mahluk astral yang tak kasat mata ? " Sindir Mira yang merasa panas telinganya mendengar saling lempar rayuan antara Zainal dan Juleha barusan.
Dari siang tadi ketika Sholat Dzuhur di musholla, yang di dengar gak jauh jauh dari Juleha, Juleha dan Juleha, nah sekarang saat menunggu antrian pecel, ada Juleha lagi, mana ditambah pakai adegan cium jidat segala, sudahlah telinga panas, mata juga sepet, hati ? Jangan ditanya.
Oh, jadi tiga perempuan yang menunggu di depan ibu penjual pecel itu Mira dan teman temannya.
Kebetulan dong.
Juleha hanya melirik sekilas, dia tidak mengenal Mira secara fisik hanya namanya saja, tentu saja dia tidak tahu jika yang berdiri di sebelahnya adalah mantan pacar Zainal, kalau Zainal tahu enggak ya.
" Suka suka saya dong, suami, suami saya, kalau situ iri, bilang bos "
Juleha mencebikkan bibir bawahnya.
Juleha sedang tidak berpuasa karena datang bulan, ada yang ngajak ribut, ya dilayani. hihihi
" Hallah, kamu itu ngambil mantan pacar orang lain aja bangga "
Mira tidak mau kalah, dia sudah lupa kalau dia sedang berpuasa, dua jam lagi adzan Maghrib, tanggung, seharian ini semua yang ditahannya agar pahala berpuasanya tidak bolong jadi sia sia.
" Oh, jadi situ mantannya ? situ sudah mantan, gak dipakai, nah sekarang, aku istrinya, yang menerima semua kasih sayangnya, kemesraannya, kelembutannya, pelukan hangatnya dan ekhem " Juleha tersenyum pongah.
Pecel pesanan Juleha sudah siap, Juleha membayarnya.
" Situ belum pernah mendapatkan perlakuan seperti itu kan dari bang Zai ? "
Mira diam, bener sih yang dibilang Juleha, Zainal sangat menjaga dirinya melakukan hal hal yang belum halal baginya.
Zainal yang mendengarkan tanya jawab Juleha dan Mira hanya tertawa geli dari belakang, dia tidak menyangka jika Juleha menjawab dengan sangat manis untuk membungkam mulut Mira.
" Kamu bisa aja, tapi kamu benar, Abang akan memberikan semuanya untuk kamu dek " Zainal memeluk pinggang Juleha dan mencium pipinya lembut sembari membawa Juleha menjauh dari Mira cs.
Tuh kan, Zainal memanfaatkan kesempatan lagi, dasar Zainal, udah enggak sabar.
" Awas kau "
ancam Mira dengan wajah antagonisnya.
" Mir, sabar, puasa.... ingat puasa..."
" Sudah terlanjur "
Eh.
...*******...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
..
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻