Season 2 dari " Maafkan Aku, Cinta "
Atharauf Elvano Permana putra pertama dari pasangan Boby Permana dan Novia Alisy. Tumbuh menjadi seorang pria yang tampan dan gagah, tapi sayang, dingin terhadap perempuan.
Cantika Ameera Putri seorang gadis SMA yang simple, supel, dan pinter mampu meruntuhkan tembok tebal yang berada di hati Atharauf.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Jangan lupa untuk membaca season 1 dulu ya guys...biar nggak bingung dengan karakter pemainnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Segala Tentangnya
" Yan, adik lo mana? " tanya Athar ke Bian.
Sore itu, Athar sedang berada di rumah Bian.
" Ngapain cari adik aku? " tanya Bian kepo.
" Gue ada sedikit urusan sama adik lo. "
" Dia lagi di kamar kayaknya. Bentar aku panggilin. " Bian bangkit dari duduknya, berjalan menuju kamar adiknya.
Tak lama kemudian, Bian kembali bersama dengan Yosi, sang adik.
" Kak. " sapa Yosi.
" Eh, Yos. "
" Ada apa nih kak? Kok tumben. "
" Emmmm....aku mau nanya-nanya aja. " ucap Athar dengan agak canggung. Sebenarnya dia masih bingung, harus tanya apa tidak. Tapi dia khawatir bakal keduluan kalau dia nggak gerak cepat.
" Soal...??"
" Emmm....Ameera. "
Yosi mengernyit mendengar pertanyaan Athar. Sedangkan Bian, jangan di tanya lagi wajah seperti apa. Dia menahan senyumnya. Dia yakin kalau sahabatnya ini sedang jatuh cinta sama temen Yosi yang cantik itu. Dia jadi pengen tau, seperti apa sikap sohibnya itu kalau lagi jatuh cinta.
" Apa lo? Kalau pengen ketawa, nggak usah di tahan. " Athar sedikit kesal sama sahabatnya yang satu itu.
" Sorry, sorry. Aku bukan ngetawain kamu. Aku justru seneng kalau kamu bisa merasakan cinta. Aku seneng, akhirnya sahabatku bisa jatuh cinta. "
" Siapa bilang gue jatuh cinta? "
" Si Ameera. "
" Sok tahu lo..."
" Ini gimana sih kok jadi ribut sendiri? Kak Athar mau tanya Ameera bab apanya ini? Jadi nggak? Kalau nggak jadi , Yosi mau ke kamar lagi aja. " Yosi sudah berdiri dari duduknya.
" Eh...eh..." Athar meraih tangan Yosi dan menariknya supaya Yosi duduk kembali. " Tunggu dulu. Abang kamu nih yang rese. "
" Pft.! Orang kalau lagi jatuh cinta emang gitu ya. " canda Bian.
" Ya udah, kak Athar mau tanya soal apanya nih? "
" Apa aja. Semua yang kamu ketahui tentang dia. "
" Wah, banyak kalau soal itu. Karena Ameera itu termasuk cewek terkenal di sekolah. Ameera itu anaknya pintar. Dia selalu dapat ranking mulai dia masuk di SMA. Dia juga dapat beasiswa. Karena otaknya yang encer, rajin ikut kegiatan. Tapi dia dari keluarga yang tidak mampu. " jelas Yosi.
" Oh ya? Tapi rumahnya bagus kok. "
" Emang kak Athar tahu rumahnya dimana? "
" Di jalan xx kan? "
" Bukan kak. Itu kost dia. Jadi selain dia dapat beasiswa buat biaya sekolah, juga ada donatur yang nyiapin kost-an buat dia. "
" Ooo, emang rumahnya dimana? Kok sampai dia harus ngekost? "
" Rumahnya di luar kota Semarang. Dia berasal dari kota K. Tapi yang Yosi denger, rumahnya di kota K, tapi di desanya. Karena kepintarannya, dan pihak sekolah Tunas tahu kalau Meera anak yang berbakat, akhirnya Meera mereka beri beasiswa. "
" Jadi gitu? " jawab Athar sambil manggut-manggut.
" Mmm...kalau pacar, dia udah punya pacar apa belum? "
" Ha...ha...ha..." tawa Bian pecah saat itu. " Akhirnya....jadi beneran kan kamu jatuh cinta sama temen Yosi itu? "
" Bisa diem dulu nggak lo? " ucap Athar dengan kesal.
" Udah kak. "
Jedduarrrr....Bagai di sambar petir di siang hari.
" Udah punya pacar maksud kamu? "
Yosi mengangguk. " Sudah hampir tiga tahun mereka pacaran. Mereka mulai pacaran ketika mereka baru masuk SMA. Sepertinya cinta pada pandangan pertama."
" Cakep nggak Yos, anaknya? " kini gantian Bian yang bertanya.
" Cakep sih bang. Keturunan Arab. Mamanya asli Indonesia, papanya asli Arab. Nah, papanya tuh yang donaturin tempat tinggalnya Meera. "
Wajah Athar sudah merah padam. Antara kecewa, kesal, cemburu semua bercampur jadi satu. Baru pertama kalinya dia merasakan cinta tapi sudah harus merasakan patah hati. Uh, kasihan sekali nasib Athar.
" Bro, kamu jangan gitu. Yang namanya jatuh cinta emang gitu, harus siap sakit hati, harus siap patah hati. Eh, tapi ngomong-ngomong nih bro, kamu jangan patah semangat. Tetep pepet terus tuh si Ameera. Dia masih boleh di miliki oleh siapapun. Selama janur kuning belum melengkung, dan penghulu belum bilang sah, kamu masih punya kesempatan buat dapetin dia. Siapa tahu kan ya, kalau kamu kasih dia perhatian, kamu tunjukin kalau kamu sayang sama dia, apalagi kalau kamu beliin dia barang-barang mahal, dia berpindah hatinya ke kamu. " ucap Bian panjang lebar.
" Abang pikir, Meera cewek matre? Dia itu jauh dari kata itu. Dia tu anak yang sederhana. Nggak suka neko-neko. Biarpun dia punya cowok yang tajir, dia nggak pernah tuh minta macem-macem sama cowoknya. "
" Ya kan yang tajir bonyoknya Yos. Nah, kalau Athar kan beda. Meskipun status dia ni mahasiswa, duitnya banyak. Hasil keringatnya sendiri. Eh, tapi ngomong-ngomong, kamu kok tahu banyak soal Ameera? Jangan-jangan kamu sendiri suka lagi sama dia. "
Athar langsung menatap Yosi dengan tatapan yang sulit diartikan setelah mendengar kata-kata Bian.
" Abang sembarangan aja. Yosi tahu banyak tuh, soalnya sahabat deket Meera kan cewek barunya Yosi bang. Ya jelas up to date lah. Pakai paket komplit. "
" Gayamu...."
" Tapi kak, kemungkinan mereka bisa aja putus. Zayn, pacarnya Meera, katanya setelah lulus SMA, mau ke Arab, tinggal sama kakeknya di sana selama dua tahunan lah. Sedangkan Meera, jelas dia tetap di sini. Pacaran jarak jauh kan berat kak. Siapa tahu Meera berencana cari gantinya Zayn. Soalnya aku denger juga, sekarang mereka lagi ada masalah. Nggak tahu apa. Mungkin ini kesempatan buat kak Athar deketin Meera. "
" Tuh bro. Kamu denger sendiri apa kata adik aku. Pantang mundur. Kamu harus semangat buat dapetin dia. "
Mendengar perkataan Yosi yang barusan membuat Athar kembali bersemangat. Dia bertekad, apapun caranya, dia akan mendapatkan Ameera. Susah payah dia akhirnya bisa merasakan cinta pertama, maka dia tidak mau kehilangan itu.
" Lo, dan Lo, bantuin gue buat deketin Ameera. "
" Wuisss...siap bro...." jawab Bian penuh semangat.
" Siap juga kak bro..." jawab Yosi.
Setelah berbincang-bincang, Yosi pamit kembali ke kamar. Karena dia harus belajar. Kini tinggal Athar dan Bian.
" Kamu kapan balik ke Jakarta? "
" Besok. "
" Kok besok? Katanya kamu ada proyek di sini? "
" Iya, tapi gue lusa ada kuliah. Kalau sampai nggak dateng bisa-bisa gue di kasih nilai D. Dosennya galak. "
" Terus gimana misi kamu buat deketin Ameera? "
" Sementara lewat ponsel lah. "
" Kamu nggak pengen bilang ke dia dulu kalau kamu suka gitu sama dia? "
" Harus ya? Gue jiper kalau sampai di tolak. "
" Ya pasti di tolak lah. Kalau kamu minta dia buat jadi pacar kamu. Maksud aku nggak gitu. Kamu cukup ungkapin perasaan, tapi buat seolah-olah kamu nggak begitu ngarepin dia karena kamu tahu kalau dia udah punya pacar. "
" Gitu ya? Terus? "
" Kayak tukang parkir aja kamu. Gini....." Bian memberikan penjelasan panjang. Seolah-olah dia adalah pakar cinta.
Ya kalau urusan cewek sih memang tidak perlu di ragukan lagi. Dia masternya.
Percakapan demi percakapan, rencana deemi rencana, mereka bicarakan dan mereka atur. Entah apa yang mereka rencanakan.
***
bersambung
hahaha..ketahuan dah ini...si meera cuma mau numpang hidup senang,goyang kaki tanpa harus susah payah bekerja untuk menghidupi diri nya juga anak dlm kandungan...
sikapmu kekanak"an meera...
kamu bersikap baik hati dan menerima kluarga athar,tapi tdk bisa baik sikapmu ke suami mu sendiri...sdh betulkah sikapmu...
lama" jijik juga dgn kelakuan meera...sok ga menerima perlakuan suami,tapi menerima segala kesenangan kenyamanan yg di berikan suami...sungguh munafik sekali sikapmu meera...
maaf ya.. bukan tdk percaya,wanita hamil pasti ngidam..tapi klo sdh berlebihan permintaannya,itu bukan ngidam tapi sengaja,hanya ingin usil atau ngerjain aja...
mana ada baby dlm perut blm tau apa",mau nya minta aneh"..
KLO GK YAKIN BUKA AZA CHANEL TAUSIYAH2 YG BRKENAAN DGN ITU, TERMASUK HADIST2 YG MNGUATKN