Menceritakan tentang kisah kasih anak remaja yang kental dengan komplik persahabatan dan percintaan.
Ketika upik abu sudah menjadi cinderlela namun sang pangeran malah pergi meninggalkannya?
Itulah yang terjadi kepada Raisa Rachmadinata.
Akankan Icha akan kembali menemukan pangeran pujaan hatinya?.
Yuk simak terus ya ROMANTIKA REMAJA Season 2 di episode 75 😎😎😎😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat belas.
1 menit kemudian Amelia dan Reyhan tersadar , Amel malah lari ke arah dimana ada Nella dengan raut wajah yang memerah dengan hati yang terus bergetar.
Reyhan tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya "Lucu banget diaa.." Gunam Reyhan lalu melanjutkan langkahnya karena Reyhan mau membeli nasi goreng di sekitaran kompleks rumahnya.
Amel ngos-ngosan saat berhadapan dengan Nella.Melihat Amel seperti itu membuat Nella jadi mengerutkan keningnya dan mengangkat sedikit alisnya.
"Lo kenapa Mel? Lo dikejar-kejar setan? lari ampe ngos-ngosan seperti itu Hah?" Tanya Nella penasaran.
"Iya Nell.. Gue abis ketemu pangeran Ohhhhh..." Sahut Amel sambil membayangkan saat-saat ketika Reyhan menangkisnya dan saling tatap-tatapan.
"Woy malah ngelamun! Itu kenapa Cake bronisnya di bawa lagi? lo jadi gak ketemu Riky nya?"
"Hehee..enggak.." Jawab Amel polos membuat Nella geram dan mengangkat kedua bahunya.
Nella kesal akhirnya mengajak Amel pulang, di tengah perjalanan Amel akhirnya menceritan semuanya kepada Nella.
"Jadi ceritanya lo pindah kelain hati? jadi lo sekarang milih Reyhan? hati-hati loh sama si Annabell ..Hahaa.." Kata Nella mengejek Amel.
Amel cemberut.
"Apaan sih! ya pujaan hati gue tetaplah sama Riky..Wleee... "
"Yakin?"
"Yakin dong.."
Nella tersenyum tipis.
***Weekend telah selesai..
Hari berikutnya Icha dan Vita kesekolah***.
"Turun sana.." Perintah Vita sinis seperti biasa menyuruh Icha untuk turun.
Icha seperti biasa nurut dan segera turun.
"Jalan Pak Toni.." Perintah Vita ketika Icha sudah turun.
Mobil yang di kemudi oleh Pak Toni pun menghilang dari pandangan kedua mata Icha.
Langit tiba-tiba mendung , Icha menatap ke atas langit "Kok tiba-tiba mendung ya?" Gunam Icha masih tetap menatap langit yang mulai dihiasi awan kabut.
Girimis datang tak di undang , Icha berlari mencari tempat berteduh. Akhirnya Icha berdiri di atas pepohonan rindang, hujan semakin deras.
"Kalo gini caranya aku bisa terlambat gimana caranya aku bisa sampai kesekolah kalo hujannya semakin deras seperti ini.." Gerutu Icha sambil gemeteran karena kedinginan. Hujan datang berserta angin tapi tak begitu kencang.
Riky melajukan mobilnya secara perlahan karena hujan jalanan begitu licin.
Riky melihat Icha berdiri di bawah pohon rindang dengan wajah pucat karena kedinginan. Riky menghentikan mobilnya, lalu keluar memakai payung.
"Lo ngapain disini Icha?"Tanya Riky agak keras setelah berhadapan dengan Icha.
"Berteduhlah." Jawab Icha tegas dengan badan yang menggigil menahan rasa dingin yang sudah masuk ke tulang-tulangnya.
"Lo kedinginan?" Tanya Riky yang melihat Icha menggigil.
Icha tidak menjawab , ia terus merasakan rasa dingin di tubuhnya. Sontak Riky merangkul bahu Icha lalu mengajak Icha masuk ke dalam mobilnya.
"Ini si cuek kenapa tiba-tiba jadi sweet gini ya?" Gunam Icha dalam hatinya.
Icha dan Riky sudah masuk kedalam mobil. Riky melepas jaketnya lalu memberikannya kelada Icha.
"Nih pake jaket lo agar gak kedinginan.." Perintah Riky masih pasang muka juteknya.
Icha menurut karena sudah tidak tahan dengan rasa dingin di tubuhnya itu, Icha memakai jaketnya Riky.
"Emang majikan lo si Vita gak pernah ngajak bareng gitu ? kenapa gue sering liat lo di jalan itu.. apa lo di turunin disitu.?" Tanya Riky sambil fokus kedepan menyetir mobilnya.
"Kepo banget.." Jawab Icha tegas.
Riky jadi diam suasana kembali hening..
krikk..
krikk.
krikk.
...