Deskripsi:
Bagaimana jadinya jika seorang Bad girl dan sang musuh bebuyutan yaitu si Ketos es balok, di persatuan oleh ikatan pernikahan akibat perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua orang tua mereka.
KENZIE CALVIONA HARRIS
Cowok yang terkenal akan kedinginannya dan ketegasannya dalam mengatur juga menghukum orang yang melanggar aturan sekolah.......
KIARA PERMATA NUGRAHA
Gadis cantik yang hobinya buat ulah, pecicilan,suka balap motor liar, dan yang pasti gak pernah ada kapok ya bolak balik masuk BK sampai dapat surat peringatan dari kantor.......
Bagaimana kah kisah kelanjutan mereka. Apa pernikahannya akan berakhir bahagia hingga akhir dan saling mencintai satu sama lain. Atau akan berakhir di tengah jalan??
biar gak penasaran, yuk baca ceritanya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 12
Malam harinya setelah Ara dan Ken makan malam,Ara pun pergi ke kamar untuk berganti pakaiannya dengan celana jeans hitam dengan sobekan dikedua lututnya yang dipadukan dengan kaos putih dan jaket kulit hitamnya.
Setelah itu dia pun mengambil kunci motor kesayangannya yang diantarkan tadi sore kesan. lalu dia pun turun untuk pergi ke tempat balapannya hari ini, tapi nas'asnya dia malah dicegat oleh Ken yang berdiri menghalangi pintu keluar apartemennya.
"Mau kemana lo, malam-malam begini?" tanya Ken yang melihat Ara sudah rapih untuk pergi keluar. "Mau jalan-jalan sebentar" bohongnya sambil berkata dalam hati "Mana mungkin gue bilang mau ikut balapan, yang ada lo gak bakalan izinin gue pergi."
"Lo kira gue bakal percaya gitu?" tanyanya lagi. "Cih. Kayaknya gue pernah denger kata ini?" monolognya dalam hati, lalu memutar bola mata malas.
"udah deh minggir sana, gue buru-buru lagian gue keluar cuma bentar." ucap Ara mendorong Ken agar menyingkir. "Gue nggak izinin lo buat keluar!" cegah Ken mencekal lengan Ara agar tidak pergi.
"Ayolah Ken, please 🥺" bujuk Ara menunjukkan pupi eyes ya, berharap Ken bisa luluh dan memberikannya izin.
"Ck, sial!! Kenapa bini gue bisa imut kayak gini sih." Batin Ken berdecak sebal melihat Ara yang sangat imut menurutnya. "Jangan tunjukin muka so imut lo,jijik gue! lagian gue tetep gak bakal kasih lo izin." ucap Ken menutup muka Ara dengan telapak tangannya membuat sang empunya mencibik.
"Ish,rese plus keras kepala banget sih ni cowok!" Cibirnya dalam hati. "Ayolah Ken cuma bentar kok,janji cuma sebentar." ucap Ara tak menyerah.
"Haish.. yaudah, tapi sebelum jam sepuluh lo harus udah ada disini!" peringat Ken akhirnya pasrah. "Oke." ucap Ara tersenyum manis, membuat Ken lagi-lagi membatin."ya ampun,dia manis banget." Frustasi Ken melihat kepribadian Ara yang selama ini tidak diketahuinya.
"Yaudah kalo gitu sekarang minggir gue mau lewat!" ucap Ara dan Ken bergeser sambil berkata."jangan lupa tepat jam 10 lo udah harus ada di rumah oke!" ingat Ken yang hanya dibalas anggukan dan acungan jempol.
Diparkiran Ara memakai helmnya dan berkata"gue pastiin bakal pulang telat." ucapnya menyeringai lalu memacu gas motornya dengan kecepatan penuh.
\****Area Balapan***
Terlihat banyak orang² yang sudah berkumpul di sana, rata-rata orang² disana laki-laki dan ada juga perempuan² yang sama nakal seperti Ara.
Tapi Ara nakal masih ada batasan, tidak seperti mereka yang memakai pakaian yang kekurangan bahan juga ketat. Dan saat ini Ara baru saja sampai dan langsung disambut oleh teman-temannya.
"Yo akhirnya, queen racing kita datang juga." Sambut pemuda yang biasa disapa Vito itu menyambut kedatangan teman satu kumpulan ya. Yang hanya dibalas seulas senyum namun,bisa membuat siapa saja terpesona olehnya.
"Lo dateng Ra, gue kira lo gak bakal datang." ucap Nathan tersenyum ketika melihat Ara datang. "Iya dong, gue dateng udah lama gak balapan takut skill gue nurun jadi ya gue dateng." ucapnya dengan bangga dan beberapa saat kemudian ada yang tiba-tiba memeluk ya dari belakang, membuatnya terkejut.
"Ara gue kangen banget sama lo" ucap orang yang memeluknya itu lalu melepaskan pelukannya. Sedangkan Ara dia langsung membalikkan badannya dan melihat Nauval yang berdiri di depannya dengan senyum khasnya.
"Loh? Kok lo bisa disini?" Ara terkejut melihat temannya yang tiba-tiba kembali dari luar negeri. "Kenapa gak seneng ya?" ucap Nauval pura-pura sedih.
"Eh, bukan gitu kan...." ucap Ara terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dan langsung memeluk lengan kekar Nauval.
"Ish, kenapa kamu ninggalin aku sih?" gerutunya sambil bergelayut manja di lengan Nauval. Dan ketika dia melihat kearah Ara betapa terkejutnya dia dan langsung berhambur kedalam pelukan Ara.
"Araaa, gue kangen banget, banget, banget sama Lo" ucapnya di pelukan sang sahabat yang juga membalas pelukannya. " Akh... gue juga" ucap Ara ikut-ikutan alay karena sahabat masa kecilnya ini.
Saat Ara dan sahabatnya itu sudah puas melepas rindu dia pun bertanya padanya. "El, lo pacaran sama Nauval?" tanya penasaran Ara pada Elly sahabatnya.
"Hehe.. belum tapi gue pastiin gue sama Nauval pasti jadian." ucapnya nyengir kuda sambil kembali memegang lengan Nauval. "Gue yakin lo pasti bisa El" ucap Ara menyemangati sahabatnya itu.
Sedangkan orang-orang disana tengah kebingungan karena Ara begitu akrab dengan orang yang baru mereka jumpai itu.
"Ra, lo kenal sama Elly?" tanya Nauval mewakili semua orang yang berada disana. "Gue sama dia bukan cuma kenal kita ini sahabat dari kecil ya gak,El" ucap Ara senang.
"Yoi" ucap Elly tak kalah senang, dan saat suasana disana tengah hangat karena canda gurau,tiba-tiba seorang cowok datang dan langsung menantang Ara.
"Heh! Lo Ara kan? Gue mau nantangin Lo?!" ucap cowok itu angkuh. "Heh.. emang lo punya apa berani nantangin gue" ucap Ara meremehkan cowok yang diketahui bernama Fras itu.
"Gue taruhan,kalau lo menang mobil yang ada disana itu bakal jadi milik lo" ucapnya menunjuk mobil sport hitam miliknya.
"Kalau gue kalah?"
"Kalau lo kalah, malam ini lo harus hangatin ranjang gue dan jadi pacar gue untuk 1 bulan,gimana?" ucapnya tersenyum licik.
"Lo terlalu banyak bermimpi." ucap Ara lalu pergi membawa motornya ke arena balap.
Saat digaris start Fras kembali berkata "malam ini Lo bakal jadi milik gue! Hahaha.." dan saat itu lah ada seorang wanita seksi yang membawa sapu tangan,ditangannya lalu menerbangkannya keatas dan ketika sapu tangan itu mengenai tanah, Ara dan Fras melepaskan pedal rem mereka dan melaju dengan sangat cepat.
Tapi ketika diputaran Ara melambatkan laju kendaraannya membuat Fras berteriak dalam hati kalau malam ini wanita cantik yang selalu dijuluki queen racing itu akan menjadi miliknya.
Tapi itu hanya haluan belaka seorang Fras, karena ketika diputaran terakhir saat dia akan mencapai garis finish Ara tiba-tiba menyalipnya dan membuatnya saat Ara sudah mencapai garis finish terlebih dahulu.
"Ck. Gue akui lo hebat dan gue terlalu meremehkan lo. Jadi mulai sekarang mobil sport gue itu bakal jadi milik lo." ucapnya lalu pergi karena malu.
"Wow, deabak Ra, skill lo tadi benar-benar keren" Elly berdecak kagum dengan skill balapan Ara. Ara hanya tersenyum bangga lalu melihat jam dipergelangan tangannya dan dia pun pamit untuk pulang.
"Eh, guys gue harus balik nih, duluan ya." ucapnya menaiki motornya kembali. "Oh iya hampir lupa, El lo mau ikut gue balik gak biar elo sekalian bawain mobil baru gue." tanya Ara pada Elly.
"Akh.., iya gue juga harus balik. Kalau begitu beb, aku pulang dulu ya,bye semua." pamitnya lalu pergi mengambil mobil Ara dan mengikuti Ara dari belakang.
\****Skip***
\*\****Apartemen***
"Haish... Kemana sih,tuh anak udah jam setengah dua belas kenapa belum balik juga." Resah Ken berjalan bolak-balik dekat pintu sambil sesekali melirik jam dinding.
Dan saat itu juga pintu apartemennya terbuka dan memperlihatkan Ara yang baru saja sampai dengan cara berjalan yang mengendap-endap seperti seorang pencuri.
Ken yang melihat Ara jalan mengendap-endap pun menepuk pundaknya, sambil bertanya. "Habis dari mana jam segini baru pulang?" perkataan Ken begitu dingin membuat Ara yang mendengarnya kaget.
Ara membalikkan badannya yang membelakangi Ken dan tersenyum Pepsodent seolah-olah tidak terjadi apa pun.
"Jam berapa sekarang!?" tegas Ken dengan dingin membuat Ara meneguk salivanya dan menunduk tahu kalau dia salah.
Pikirnya tadi mungkin Ken sudah tidur atau bahkan tidak akan peduli kalau dia pulang telat dari yang dijanjikan tadi, tapi dia salah.
"Maaf" cicitnya pelan hampir tidak bisa terdengar oleh siapapun, untung saja sudah larut malam jadi Ken masih bisa mendengarnya walau sedikit samar.
"Hah.. sudah lah, asal lo tahu gue itu khawatir banget sama lo, tapi yaudah lah sekarang ayo tidur." ucap Ken menarik tangan Ara dengan lembut.
\****Next***...

berarti ini kasus yg agak jarang terjadi... dimana bukan si istri yg mual malah si suami..
mwahahahhahahabahhaha...
intinya kebalik .../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
kadang aku pengen orang (suami) bilang kek gitu sama aku..
mwahahahhahahabahhaha 😂😂😂
kecuali pas makan mie .. dan tenang pahalanya...
malah kebagian eps kek gini/Toasted/
pernikahannya akan kurang barokah..
/CoolGuy/
pulang dari rumah sakit/setelah siuman dari koma.., malah karaoke an../Sweat//Sweat/
klo di rumah ya.. selamatan gitu.. undang kiai suruh doakan..
atau paling ngk..ya.. sedekah..
.
ya... mungkin karena ini cuma novel..
hehehehe... jadi ceritanya.. karaoke an untuk selamatan../Smirk/
seperti tidur...., atau...yg lainnya..
apa orang koma...bisa bermimpi ..
apa tidak...?!/Doubt/
agak terkejut sihhh...
/Toasted//Toasted//Toasted/..
tapi aku tau klo ini salah ketik../Smirk//Smirk//Smirk/
kayak nama anak aku.../Smile/
yahh... walau aku belum punya anak sih../Proud/