NovelToon NovelToon
Efisiensi Kaum Rebahan

Efisiensi Kaum Rebahan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

Pencapaian tertinggi setelah lulus kuliah bagi Kinan adalah bisa rebahan dengan tenang di kamarnya.

​Untuk apa hidup dibuat rumit dengan bekerja keras atau menikah kalau tidur siang saja sudah menjadi surga dunia? Menurut prinsip Work Smart-nya, energi harus dihemat seminim mungkin demi kedamaian jiwa.

​Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat sang ibu menjodohkannya dengan Arga, seorang CEO workaholic akut yang hidupnya diatur oleh Google Calendar dan target. Melihat Arga bekerja saja sudah membuat Kinan merasa kelelahan setengah mati.

​Di bawah satu atap, benturan dua dunia tidak terhindarkan. Arga menuntut disiplin, sementara Kinan selalu punya cara unik untuk memotong waktu pekerjaan rumah demi bisa kembali ke kasur.

​Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Arga yang terpaksa belajar cara melambat, atau Kinan yang akhirnya mengikuti ritme hidup suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 14

​"Ya... ya kan secara etika Pak CEO itu laki-laki! Di film atau novel kan biasanya cowoknya yang tidur di sofa!" cerocos Kinan menggebu-gebu.

​"Ini kehidupan nyata, Kinan, bukan novel," balas Arga dingin. "Kasur ini ukurannya king-size, cukup untuk tiga orang. Lagipula, mana mungkin saya mengorbankan tubuh berharga saya ini untuk tidur di sofa yang sempit dan merusak tulang belakang saya? Kualitas tidur dan kesehatan fisik saya jauh lebih penting daripada gengsi konyol seperti itu."

​"Lagipula, kamu tidak perlu khawatir. Saya tidak berminat menyentuh tubuh kamu itu," ucap Arga seraya menunjuk tubuh Kinan dengan dagunya.

​Bibir Kinan menganga lebar mendengar jawaban dari pria di hadapannya itu. Napasnya naik-turun menahan kekesalan yang sudah sampai ke ubun-ubun.

​"Oke, Pak CEO... Seingat saya, anda sudah mengucapkan kalimat itu sampai dua atau tiga kali. Saya akan pegang kata-kata anda itu!"

​"Saya hanya menyampaikan fakta," pungkas Arga. Tanpa menghiraukan Kinan yang sudah bersedekap dada dengan napas naik-turun, Arga bangkit berdiri, menyambar kaosnya, lalu melenggang santai menuju kamar mandi.

​"Dasar Pak CEO... narsistik!" teriak Kinan gemas, menyambar salah satu bantal lalu melemparkannya tepat ke arah pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat.

​BUM!

​Bantal empuk itu menabrak pintu kayu dan jatuh ke lantai. Masih belum puas, Kinan melangkah menghampiri pintu kamar mandi, lalu mengetuknya tanpa rasa segan.

​"Pak CEO! Kan aku duluan yang mau masuk, kenapa malah kamu serobot?!" cerocos Kinan menuntut dari luar. "Cepat keluar! Aku mau mandi!"

​Suara Arga membalas singkat dari dalam, terdengar samar di antara gemericik air shower.

​"Ya, sebentar."

​Kinan mendengus kasar, berkacak pinggang di depan pintu. "Sebentar apanya... Awas aja kalau lama!" gerutunya pelan.

​Menyadari berdebat dengan pintu yang terkunci tidak akan membuahkan hasil, Kinan akhirnya memutar tubuh. Niat awalnya hanya ingin menunggu di kasur. Namun, begitu tubuhnya menyentuh kasur empuk dan bantal yang hangat, rasa kantuk kembali datang. Dalam hitungan detik, mata Kinan sudah terpejam dan ia kembali terlelap pulas.

​Belasan menit kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka.

​Cklek.

​Arga melangkah keluar. Pria itu sudah rapi mengenakan pakaian olahraga berupa kaos dry-fit dan celana training, lengkap dengan sepatu lari yang baru diambilnya dari koper.

​Arga yang sedang merapikan jam tangannya mendadak menghentikan gerakan saat pandangannya tertuju ke arah kasur. Alisnya bertaut tajam. Wanita yang beberapa menit lalu menggedor pintu kamar mandi seperti sedang demonstrasi, kini justru kembali meringkuk di balik selimut.

​Arga menggeleng-gelengkan kepala. Ia berjalan mendekati sisi ranjang, lalu mengetuk nakas kayu di samping kepala Kinan dua kali.

​"Kinan," panggil Arga dengan nada datar.

​Tidak ada respons. Kinan hanya bergumam tidak jelas dan makin mengeratkan pelukan pada bantalnya.

​Arga menghela napas panjang, menepuk pelan bahu Kinan. "Kinan, bangun. Katanya mau mandi? Kenapa malah tidur lagi?"

​Kinan menggeliat perlahan, membuka matanya setengah terpejam. Lengannya terangkat mengusap wajahnya yang masih penuh sisa kantuk.

​"Ya lagian kamu mandinya kelamaan," sahut Kinan dengan suara serak khas bangun tidur. "Daripada saya bosan nunggu sambil melamun, mending saya manfaatkan untuk lanjut mimpi."

​Arga mengusap tengkuknya, benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran wanita di hadapannya.

​"Alasan yang tidak masuk akal," komentar Arga dingin seraya meraih smartband-nya di atas meja. Pria itu memutar tubuh, berjalan menuju pintu keluar kamar.

​Saat jemarinya sudah menyentuh gagang pintu, Arga menghentikan langkahnya sejenak. Pria itu menoleh sedikit ke arah Kinan yang masih mengumpulkan nyawanya di atas kasur.

​"Saya mau ke gym sebentar di lantai bawah," ucap Arga tenang. "Saya sudah memesankan sarapan, sebentar lagi sampai. Jangan lupa bukakan pintunya dan langsung makan."

​Kinan mengerjap pelan, menatap punggung Arga yang perlahan menghilang di balik pintu kamar yang kembali tertutup.

​Kinan menyunggingkan senyum tipis seraya bergumam, "Lumayan juga perhatiannya... Walaupun cara ngomongnya tetap menyebalkan."

​Tanpa buang waktu lagi agar tidak tertidur untuk ketiga kalinya, Kinan langsung menyibak selimut dan melangkah cepat menuju kamar mandi.

**

​Sementara itu di lantai bawah, suasana gym hotel masih terbilang lengang. Suara ketukan mesin treadmill yang berputar dengan kecepatan sedang terdengar di keheningan ruangan.

​Arga berdiri di atas treadmill, fokus menatap lurus ke depan dengan peluh tipis yang mulai membasahi dahinya.

​Namun, ketenangannya tak bertahan lama saat sebuah suara terdengar.

​"Woi, Ga!"

​Evan melangkah mendekat seraya membawa botol air mineral. Pria itu tanpa segan menyandarkan sikunya di panel kontrol treadmill sebelah Arga, menatap sahabatnya dari atas ke bawah dengan cengiran jahilnya.

​"Gila... pengantin baru pagi-pagi udah di gym aja? Nggak capek lu, Bro?" goda Evan.

​Arga sama sekali tidak menoleh. Ia hanya menekan tombol untuk menaikkan kecepatan jalan pada mesinnya. "Jangan ganggu saya. Sana pergi."

​Evan malah tertawa renyah, makin bersemangat memancing. "Waduh... sensi amat. Jangan-jangan semalam lu tidur di luar, nggak dibukain pintu sama Kinan?"

​"Diam kamu," potong Arga dingin, tetap fokus menatap layar treadmill.

​"Tuh kan! Kalau sensi begini berarti bener tebakan gue," Evan semakin terkekeh geli melihat respons sahabatnya. "Lagian lu sih... kelewatan, Ga. Masa iya malam pertama malah lu tinggal lembur sampai tengah malam? Ya wajarlah kalau Kinan ngambek!"

​Arga mendengus pelan, melirik Evan tajam. "Jaga ucapan kamu, Van."

​"Yee... gue kan cuma ngomongin fakta," balas Evan santai, ikut berjalan santai menyamai langkah Arga di mesin sebelah. "Lagian lu kaku banget jadi cowok. Orang tuh kalau honeymoon manfaatin waktu berdua, bukan malah ngurusin kerjaan. Otak gue jadi ngebayangin, kelakuan lu yang kaku gini... Kalau di kasur kira-kira siapa yang inisiatif duluan, ya?"

​Arga mendadak menghentikan langkahnya di atas treadmill, menekan tombol stop hingga mesin perlahan melambat dan berhenti. Ia menyambar handuk kecil di lehernya untuk mengusap keringat di pelipis, lalu menatap Evan datar.

​"Imajinasi kamu terlalu liar, Evan. Jangan samakan saya dengan kamu," potong Arga dingin, berusaha menutup pembicaraan yang makin melantur itu. "Saya tidak tidur di luar, dan Kinan tidak ngambek. Kasur di kamar itu cukup luas untuk kami berdua."

​Mata Evan seketika membelalak, lalu tawa gelaknya makin pecah hingga harus memegangi perutnya.

​"Demi apa? Kinan nggak ngambek?!" seru Evan dengan nada tak percaya. "Kasihan Kinan, Ga! Cewek secantik dan seseru itu dapet suami bentukan makam keramat kayak lu. Gue nggak kebayang gimana Kinan harus ngadepin manusia dingin kayak lu tiap hari."

​Arga mengabaikan ejekan itu dan melangkah menuju rak beban untuk mengambil sepasang dumbbell. Evan mengikutinya dari belakang, memosisikan diri bersandar santai di salah satu tiang gym.

​"Tapi jujur ya, Ga," nada suara Evan perlahan berubah. "Gue seneng lu akhirnya nikah. Nyokap lu tenang, dan mungkin lu juga bisa berubah nggak terlalu gila kerja kayak gini."

​Arga menghentikan gerakannya yang hendak mengangkat dumbbell, melirik Evan sekilas tanpa bersuara.

​Evan menatap sahabatnya itu dengan raut yang lebih tenang. "Tapi... lu beneran udah fine, kan? Maksud gue... lu udah bener-bener selesai sama masa lalu lu? Lu nggak tiba-tiba nikahin Kinan cuma buat ngebuktiin sesuatu ke Natasha, kan?"

​Nama itu terucap begitu saja.

​Arga diam. Jemarinya yang menggenggam gagang besi dumbbell mengencang ketika kembali mendengar nama itu.

​"Gue nanya gini karena gue kaget lu mendadak nikah. Ya, walau gue tahu lu dijodohin nyokap lu," lanjut Evan pelan, menatap Arga lurus. "Kinan tuh keliatannya cewek baik-baik, Ga. Gue cuma nggak mau lu jadiin dia tempat pelarian atau tameng dari bayangan Natasha."

​Arga meletakkan dumbbell kembali ke rak besi dengan bunyi denting keras yang bergema di ruangan. Pria itu berdiri, memutar tubuhnya menghadap Evan.

​"Pernikahan saya sama Kinan murni keputusan saya," jawab Arga tegas. "Dan Natasha tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan saya yang sekarang."

​Evan memperhatikan raut wajah sahabatnya itu selama beberapa detik, sebelum akhirnya ia mengangguk dan menepuk bahu Arga.

​"Bagus kalau gitu. Gue cuma mau lu jujur sama perasaan lu sendiri, Ga. Kasihan Kinan kalau dia cuma jadi korban dari sisa masa lalu lu."

1
Alyaaa_Lryyy.
apa sih danu kepo amat sama yang udh nikah😒😒
Alyaaa_Lryyy.
cemburu nih cerita nya si argaa🤭
Alyaaa_Lryyy.
danu lo ganggu banget sih😭😒
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
nyesel pasti. enak banget malam malam makan martabak hangat
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
aku ngiler Thor
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
dah nan makan sendiri aja
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah enggak jadi seneng deh
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Surga dunia ya nan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
wah mirip rumah aku dong.
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
hua aku rindu suasana bandara Soekarno Hatta. udah bertahun-tahun enggak ke sana
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
enggak penasaran kah kamu Ga?
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
kasih gps ga
Alyaaa_Lryyy.
serah kamu kinan yang penting kmu bahagia🤭🤭
Alyaaa_Lryyy.
arga seperti nya ada dendam pribadi deh, kinan di skat mulu😭🤭
RahmaYesi
gak cemburu kan kamu Kinan? gak lah ya. toh kamu juga kan yg dinikahi Arga. mantan mah apa, masa lalu yg gak penting juga 🤣
RahmaYesi
gak apa-apa Bik, buka aja semuanya 😅
RahmaYesi
oh ada barang peninggalan mantan juga toh....
RahmaYesi
kurir ternyata yg datang syukur deh 😅
Hs Mochi
wkwkwk.. sini bi, aku bantuin. aku tarik yaa bibirnya
Hs Mochi
iiish si bibi. nyeplos aja dah ah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!