Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PDKT Malah Masuk Base
"sayang, kamu katanya mau ngabisin waktu bareng sama aku seharian ini, jadi enggak sih" ucap lestari pura-pura merajuk
DEG
My girl?? My girll??? Aakkkhhh my girl panggil aku sayang duluannn???
Merasa itu mimpi, galang terus menampar pipinya pelan
"sayang." panggil lestari, sambil memelototinya
"ii-iiyy-yyaa sayang jadi kok jadi hehe, maaf ya fitri aku enggak bisa memberimu tumpangan. karena ingin pergi bersama sayangku" setelah berkata begitu galang langsung melajukan mobilnya, meninggalkan sekolah, area lomba tersebut
Selama perjalanan galang terus menerus mengingat kejadian saat di parkiran tadi. Dan hal tersebut berhasil membuatnya tersenyum tanpa henti.
"enggak usah lebay, aku cuman bercanda tadi"
"aww? Sayangku my girl kok gitu..." ucapnya murung
"si fitri itu siapa deh? Mengganggu banget" jengkel lestari
"mantan aja kok, tapi kalau kamu mau tau lebih jelasnya.." jawab galang sengaja menggantung
"jelasnya kenapa?" tanya lestari penasaran
Yes! Kepancing haha - ujar galang dalam hati
"kalau mau jelasnya nanti malam kita telponan aja gimana? Kan sekarang kita mau latihan hehe" ucap galang
"terserahmu aja lah" jawab lestari kesal
"yah jangan ngambek dong sayangku, emm kita beli es krim dulu aja gimana.."
"oke, didepan situ" jawab lestari cepat
Siapa sangka, perempuan cantik bernama lestari my girl ini gampang di bujuknya...
Lalu galang pun berhenti sesuai dengan perkataan lestari. Mereka berdua pun turun untuk memilih es krim
"kamu pilih aja sesuka kamu, nanti aku yang bayar"
"berapa pun enggak masalah emangnya? Makanku banyak lho"
"enggak masalah kok, asal jangan terlalu banyak yang rasa coklat"
"kenapa? Takut aku gendut?"
"bukan itu, nanti kamu sakit gigi"
"oke"
Lestari mengambil 1 es krim stik, dan 1 es krim yang di wadah lumayan besar. Saat setelah membayar, lestari baru sadar bahwa galang tidak ikut membeli
"kamu enggak beli es krim?"
"aku enggak suka makan es krim"
"terus kenapa berhenti buat beli es krim?"
"karena kamu mau es krim, jadinya aku berhenti buat beliin kamu es krim"
"yaudah ayo kita ke tempat latihan"
Lestari jalan lebih dulu untuk masuk mobil. Entah kenapa pipinya terasa panas. Galang pun menyusul setelahnya
DI STUDIO LATIHAN
Begitu sampai, mereka langsung pemanasan dan latihan selama kurang lebih 6 jam.
"hah capeknya" keluh galang, dan dia pun tiduran di lantai studio
"kalau udah capek, latihannya kita lanjut jadwal selanjutnya aja" ujar lestari
"kamu enggak capek emangnya my girl?"
"lumayan, tapi enggak secapek kamu"
"emang aku keliatan capek? Enggak kok, aku enggak capek, ayo kita lanjut"
Merasa tersentil egonya. Ia takut dinilai lemah oleh sang pujaan hati
"udah enggak perlu, kita udah latihan 6 jam"
"tapi aku masih bisa.."
"nurut aja apa kataku, aku bilang udahan ya udahan, enggak perlu memaksakan diri, lagi pula jangka waktunya masih lumayan lama. Cukup buat kita mematangkan gerakannya, enggak perlu buru- buru"
"oke.. Aku nurut kok" ucap galang lesu
Apa daya, galang sangat ingin keras kepala seperti biasanya, tapi entah kenapa bersama lestari, mentalnya langsung ciut. Ia tak berani menyangkal ucapan perempuan itu.
"tapi kamu kenapa tadi marah sama fitri? Manggil sayang juga lagi hehe"
"kenapa? Enggak seneng?" tanya lestari judes
"bukan begitu maksud aku, cuman kan kita masih tahap deket hehe aku enggak masalah kok dipanggil sayang sama kamu, enggak keberatan juga"
"terus masalahnya dimana?" tanya lestari dengan nada yang masih juga judes
"kamu apa tadi cuman terpaksa karena mau bantuin aku lepas dari fitri?" tanya galang hati- hati
"enggak juga"
"terus kenapa? Galang mau tau alasannya kalau boleh.."
"laki- laki yang deket sama aku, apalagi pacaran sama aku, enggak bisa, enggak boleh, dan enggak akan aku biarkan dideketi perempuan manapun. Ngerti?"
bukannya menjawab, galang malah salah tingkah dengan ucapan lestari padanya. Ia sampai tantrum berguling- guling di lantai studio itu
"kamu kenapa sih galang?"
"enggak apa- apa kok my girl, aku cuman enggak terbiasa aja di posesif in sama perempuan, soalnya belum pernah" ucap galang, sambil menahan dirinya yang masih salah tingkah
"enggak pernah? Emang sama mantanmu dulu gimana?" tanya lestari keheranan
Baginya, jika memiliki pacar seperti galang yang ekhmm tampan, pintar dan juga berprestasi. bukan kah memang seharusnya posesif? Justru aneh jika galang pertama kali diperlakukan seperti ini
"emang enggak pernah, dulu aku pacaran sama mereka ya pacaran aja.. Sebagian ada yang mereka deketin aku, sisanya aku yang deketin mereka. Tapi pas udah pacaran dan mereka tau aku sibuk lomba ini dan itu, mereka semua pada enggak tahan dan minta putus.." jelas galang
"jadi itu alasan kamu pas bilang mau lomba kemarin agak takut?" tanya lestari memastikan
"kamu tau ya? Iya aku takut kamu kayak mereka" jawabnya lesu
"aku bukan mereka, galang. Jadi lain kali bilang apapun ke aku langsung. Aku justru enggak suka denger hal tentang kamu, dari orang lain. Tapi tentu aja kita belum pacaran" ucap lestari
"enggak apa- apa, kalau kamu gini terus nunggu berapa lama pun aku siap hehe" ujar galang kembali ceria
"yaudah ayo pulang, aku laper"
"mau aku antar? Atau mau mampir makan dulu?"
"boleh deh" jawab lestari, tanda ia menyetujui ajakan galang
"mau makan apa?" tanya galang antusias, sambil membawakan tas lestari menuju mobilnya
"belum tau, liat nanti aja"
kemudian galang melajukan mobilnya perlahan sembari mencari makanan. Mereka pun akhirnya memutuskan itu makan udang saus mentega. Saking asiknya kedua insan itu makan dan mengobrol. Mereka sampai tidak sadar kalau di potret oleh seseorang
Setelah makan bersama, galang pun mengantarkan lestari sampai rumahnya dengan aman dan selamat
KEESOKAN HARINYA
*Drrrtttt [notif panggilan masuk]
*Drrrttttt Drrrttttt
*Ting! Ting! Ting!
*Ting!
Galang terbangun karena keributan dari notifikasi hpnya. Saat itu jam baru menunjukkan pukul 05.30 pagi
"ada apa sih berisik banget, ada pengumuman libur mendadak kah"
Dengan kesadaran yang baru terkumpul separuhnya, ia pun mengambil handphonenya di nakas.
Banyak chat dan telpon masuk dari teman kelasnya terutama aga dan top. Ia diminta melihat base sekolahnya
*DISCLAIMER! gambar dibuat dengan rekayasa. Dimaksudkan agar pembaca mudah memahami alur. Semua gambar yang digunakan juga hasil rekayasa. Baik itu logo sekolah, atau foto galang dan lestari disini. Sengaja Dibuat mirip karakter animasi

Setelah melihat berita tersebut, hal yang pertama kali galang lakukan adalah menghubungi lestari. Memastikan kondisinya baik- baik saja
"halo my girl, kamu sudah lihat berita di base sekolah?" tanya galang panik
"sudah, kenapa?"
"kok kenapa sih? Kamu enggak apa- apa? Maaf aku baru bangun, jadi baru nelfon kamu sekarang"
"enggak apa- apa, lagi pula beritanya enggak salah juga, kita kan kemaren emang makan bareng, galang.. Kenapa? Kamu malu masuk base?" tanya lestari di sebrang telfon sana
"enggak sama sekali, kenapa juga harus malu.. Aku cuman mau mastiin kondisi kamu aja. Takutnya kamu sedih, marah, kesal atau sebagainya"
"enggak kok aku biasa aja, yaudah kamu siap- siap gih" ujar lestari
"ha? Kenapa emangnya? jam 6 aja belum ada kok ini" jawab galang
"enggak mau berangkat bareng?" tawar lestari
"MAUU MY GIRL TUNGGU YAAA PANGERANMU INI AKAN DATANGGG" teriak galang diujung telfon
"santai aja galang, enggak perlu buru- buru, nyetirnya yang aman aja aku tunggu. Lagian jarak rumahku ke sekolah enggak sejauh rumahmu"
"okey my girl tunggu aku yaa"
"nanti sarapan dirumahku aja"
"siap! tunggu aku yah, my girl"
Telfon diputus oleh lestari, dan galang pun segera bersiap untuk menjemput sang pujaan hati.
30 menit setelahnya, galang sudah sampai didepan gerbang, rumah lestari. Lalu lestari membukakan gerbang dan menyuruh galang untuk masuk
Begitu masuk, galang diajak makan bersama dan dikenalkan dengan orang tua serta kakak laki- laki lestari satu- satunya. Dari sini galang baru tau, bahwa lestari adalah anak kedua, dan merupakan anak bungsu
"galang, kenalin ini papaku namanya arfan, dan ini mamaku namanya nara. Kalau yang sedang sibuk makan itu kakak ku namanya Miko" jelas lestari
"oh ya papa, mama dan kakak, ini galang, temen lestari. Kami beda jurusan cuman satu angkatan" ucap lestari kemudian
"pacar kamu kah ini dek?" tanya miko
Galang sampai batuk saking kagetnya dengN situasi dan pertanyaan miko
"belum, jangan sembarangan bicara kak" jawab lestari
"aduh kamu ini lestari, pasti enggak bilang dulu ya sama nak galang.. Sini nak duduk dulu, kita sarapan bersama" ucap nara mengajak galang duduk
nara tertawa melihat galang yang tak bisa berkata apapun saat lestari memperkenalkan mereka.
"galang enggak takut kan sama kami?" tanya arfan
"enggak kok om enggak sama sekali, galang cuman kaget aja" jawabnya cepat
"kamu ini lestari, biasakan memberi tahu dulu temanmu, kalau emang ini calon pacar kan biar dia mempersiapkan diri" tegur nara pada lestari
"enggak apa- apa kok tante, galang enggak masalah hehe" ucap galang
"tuh ma, dia aja enggak apa- apa" bela lestari
"udah udah ayo sarapan dulu, nanti kalian telat" ucap arfan
Setelah sarapan galang dan lestari pun pamit pada arfan, nara dan miko untuk berangkat sekolah bersama
didalam mobil, saat perjalanan galang terus mengomel pada lestari tentang hal yang mendadak itu
"kamu kenapa enggak bilang kalau mau kenalan sama keluarga kamu sih my girl.. Harusnya tadi galang mampir beli sesuatu dulu.. Kirain kamu sarapan sama bibi aja" keluh galang
"cuman kenalan aja enggak apa- apa, lagian mereka enggak terlalu peduli kamu dateng bawa hadiah atau enggak" jelas lestari
"ya tapi kan tetep aja... Mana tadi aku diemnya lama banget. Pasti memalukan gak sih" galang terus menangisi kebodohannya dihadapan keluarga lestari tadi
"udah udah fokus aja nyetirnya" ucap lestari
Tak berselang lama, mereka pun sampai di parkiran sekolah. Begitu lestari keluar dari mobil galang, banyak siswa yang mendekat kearahnya. Dan menyerbu dengan pertanyaan.
Kenapa mereka bersama. Apakah yang di base itu benar adanya. Apa hubungan mereka. Dan lain sebagainya
"teman- teman udah ya yuk masuk kelas aja" ujar galang mencoba menengahi
"is diem dulu kamu lang, kita mau nanya sama lestari" ucap bagas, salah satu teman galang di jurusan ipa, murid tahun pertama
"dia temenmu kah?" tanya lestari
"kenal aja kok hehe" jawabnya
"jadi kalian beneran pacaran kah?" tanya bagas lagi
"enggak kok, kemarin galang setelah lomba latihan buat tampil di acara akhir tahun nanti bareng aku, terus pulangnya sekalian aja kita makan bareng" jelas lestari
"ahh gitu kirain cewek sekeren kamu mau sama galang" ejek bagas bercanda
"maksudnya apa ya tuan bagas" ucap galang tersenyum sebal
"enggak apa- apa yaudah lestari kami masuk kelas dulu ya" setelah mengucapkannya bagas berlari menuju kelasnya
"awas aja kalau kamu nyontek soal matematika enggak akan aku kasih" ujar galang berteriak
"ayo my girl, aku anter kamu ke kelas"
"enggak perlu, kelas kita kan beda arah, aku ke kelas sendiri aja"
"tapi kan.."
"enggak perlu, galang" putus lestari
Dan setelah itu ia pun berjalan ke arah kelas jurusan sastra. Dan galang berjalan perlahan ke kelasnya di jurusan ips
DIKELAS GALANG
Begitu duduk di bangkunya, aga dan top pun langsung menghampirinya
"cie yang kemarin habis ngedate sama ayangnya" goda top
"iya ih jadian kok enggak bilang ke kita sih" ujar aga
"jadian apanya just friend ini" jawabnya sedih
"loh? Belum jadian? Kirain kemarin langsung jadian perkara lestari cemburu sama fitri" ucap aga
"ngomongin si fitri dia kemaren kenapa? Tiba- tiba banget, padahal juga biasanya kan tiap lomba juga kita ketemu, tapi dia biasa aja" ucap galang
"ini mah katanya aja nih lang ya katanya, kamu tau pacarnya yang bulan lalu dia kenalin ke kita gak" ucap top
"tau, yang kalau enggak salah namanya aksa ya?" ucap galang memastikan
"nah katanya sih si aksa ketauan selingkuh sama temennya fitri yang namanya maya"
"eh seriusan" ucap aga
"seriusan aga, ngapain aku bohong.. Terus juga katanya alasan si aksa selingkuh karena fitri sibuk lomba kesana kemari" ucap top
"parah banget sih" ucap galang
"bilang lestari ahh kalau kamu kasihan sama fitri" goda aga
Belum sempat membela diri, tiba- tiba telinga galang di puntir oleh seseorang. Begitu menoleh ternyata orang itu lestari
Aduh mati lah aku - ucap galang dalam hati
"enak ya lagi ngomongin mantan" ucap lestari sambil tersenyum sebal
"bukan bela galang ini mah aku ya, cuman kita lagi ngomongin fitri yang kemarin deketin galang. Soalnya biasanya walau ketemu beberapa kali di lomba, dia enggak pernah nyamperin. Jadinya si galang penasaran kenapa nya, terus top cerita kalau fitri abis di selingkuhi sama pacarnya" jelas aga
"ralat, mantannya" ucap top
"iya bener itu my girl, bukan aku masih suka sama fitri atau gimana, beneran karena enggak biasa aja kemarin dia deketin aku, serius deh" bela galang, ia sampai mengangkat jari untuk bersumpah
"iya iya aku percaya, lagian aku iseng aja jewer kamu tadi"