NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Pernikahan.

Hari pernikahan tiba. pernikahan mereka dilaksanakan sesuai yang direncanakan pertama kali, yaitu sebulan setelah lamaran waktu itu. selama sebulan Agatha benar-benar belajar tentang banyak hal, seperti mengaji, memasak, tata cara sholat yang benar dan cara berpakaian yang benar bahkan dia dan Mela selalu mengikuti kajian. walau sifat bar-bar dan sering di hukum masih meresap di dirinya.

Pernikahan mereka diadakan secara sederhana tapi elegan tamu undangan hanya saudara, kerabat, donatur, rekan bisnis dan juga sahabat Zayn dan Agatha. tidak ada para santri ponpes Al-Muhazirin.

Agatha duduk ditempat khusus tunggu mempelai wanita, ia ditemani dengan Mela sedangkan Mamah dan Papahnya sedang memberi sambutan serta menerima seserahan dari keluarga Zayn.

Seminggu sebelum pernikahan Agatha dan sang Mamah menemui Adam ayah dari Agatha untuk minta jadi wali nikah anaknya. walau jarang pernah bertemu sang ayah tapi Agatha dan Mamahnya masih berhubungan dengan baik walau tidak seperti sedia kala.

"Temen gue cantik banget MasyaAllah, udah mau jadi istri orang aja. " ujar Mela sedikit drastis.

"Alay! Kita kan masih bisa ketemu. "

"Tapi.. gak bisa tidur bareng lagi, mungkin bareng, bikin Naila marah-marah, nanti gue kesepian dong. " ucap Mela sambil menundukan kepalanya.

Agatha merentangkan tangannya, Mela yang paham langsung memeluk sahabatnya dengan erat.

"Jangan gitu dong, nanti gue ikutan sedih terus make up gue luntur. nanti gue kaga cantik, "celoteh Agatha mencairkan suasana.

Mela terkekeh, " Lo kaga degdegan tah? "

Mereka melepaskan pelukannya. "Degdeganlah, jantung gue lagi ngedisko ini buset! "

"Nanti kasih tau gue rasanya malam pertama ya, ta. " bisik Mela yang langsung dapat pukulan dari Agatha.

Plak!.

"Lo anjir, udah mikir kesana aja. sialan! " sarkas Agatha sambil mengalihkan pandangan.

"Astaghfirullahalazim, maaf ya Allah, " ucap Agatha sambil mengelus dadanya.

Mela menggeleng sambil terkekeh lucu, sahabatnya ini benar-benar aneh. nanti ia mengumpat lalu istighfar terus mengumpat lagi istighfar lagi selalu begitu terus. Kasihan sama malaikat pasti pusing ya nyatet amal nih anak- batin Mela.

••••√√√•••

Sementara didepan gedung, keluarga Agatha sedang menyambut keluarga Zayn, sebelum ijab qobul dimulai Adam. setelah kata sambutan selesai, kini berganti keacara seserahan yang diberikan Farah kepada Saidah.

Sesi seserahan pun selesai kini Zayn memasuki aula pernikahan di tuntun oleh Saidah dan Adam untuk menuju tempat akad. cowok itu gugup, ia terus saja berdoa dalam hati agar acara ini dilancarkan sampai selesai.

Banyak yang menatap kagum ketampanan Zayn, bahkan ada dari beberapa yang ingin anaknya menjadi istri kedua.

Keluarga besar Zayn menatap ruangan itu dengan kagum, aula pernikahan mereka sangat simpel tapi terlihat elegan.

Sebelum ijab qobul dimulai, mereka mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibaca oleh Ali dan Laila. selang beberapa menit kemudian selesai.

Pak penghulu membacakan khotbah nikah terlebih dulu, Zayn semakin gugup ditempat. cowok itu bahkan sampai keringatan saking gugupnya, tapi juga tak henti-henti berdoa agar kelancaran acara ini.

"Baik, bisa kita mulai? " tanya pak penghulu, keempat orang yang melingkar dimeja itu mengangguk mantap.

Agatha dan Mela terdiam diruangan mendengar acara ijab qobulnya, Agatha juga tak kalah gugup ia menggenggam tangan Mela.

"Bismillahirrahmanirrahim, Ankahtuka wa zauwwajtuka makhtubataka binti Agatha tatjana putri alal mahri logam mulia 20 gram seperangkat alat sholat hallan. "

"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur haalan, " ucap Zayn dengan sekali tarik nafas, lantang dan lancar membuat semua orang senyum-senyum.

"Bagaimana para saksi sah? "

"SAH! "

Detik itu juga air mata Agatha jatuh, ia tidak menyangkal benar-benar akan menikah di usia muda ini.

Semua orang berucap syukur, dan tak lupa baca doa setelah ijab qobul yang dipimpin oleh pak penghulu. setelah baca doa MC memberitahu mempelai wanita untuk masuk ke dalam aula pernikahan.

"Mel jantung gue gak sehat! " tangan Agatha sampai Tremor saking gugupnya.

"Tenang ta, tarik nafas buang. "

Tak lama Saidah datang " udah siap sayang? "

Ia menarik nafas panjang, lalu menghembuskan secara perlahan, "siap Mah. "

   ••••√√√•••

Ketiganya memasuki aula pernikahan, YaAllah suami ku ganteng banget! -Batin Agatha.

"Nggak nyangka Gus yang anti cewek itu beneran nikah, " ucap Ali.

Agatha sampai di hadapan Zayn, secara perlahan Zayn membuka penutup wajah istrinya, sedangkan Agatha sedikit membungkuk untuk memudahkan suaminya.

Setelah terbuka sepenuhnya, terlihatlah wajah cantik Agatha dan Zayn menatap gadis yang sudah resmi menjadi istrinya dengan lekat. Agatha tersenyum malu di tatap begitu dengan Zayn. lelaki itu tidak menundukkan wajahnya lagi untuk melihat ciptaan Allah yang indah ini.

Airmata Zayn menetes begitu saja saat melihat wajah Agatha yang saat ini menjadi istri sahnya.

Agatha salim ke suaminya, dengan tangan bergetar. setelah Agatha selesai salim, Zayn menyentuh ubun-ubun sang istri dengan tangan kanannya.

"Bismillahirrahmanirrahim, allahumma inni as-aluka min khoirihaa wa khoiri maa jabaltahaa 'alaihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi."

(YaAllah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.)

"Aamiin, " ucap Agatha dalam hati.

Mereka pun bergantian memakaikan cincin di jari manis, setelah itu menandatangani beberapa dokumen dan surat nikah. acara ijab qobul pun selesai.

Agatha meneteskan air matanya kembali, Agatha menatap Zayn sambil tersenyum. "Terimakasih karna mau nerima gue dengan sepenuh hati, tolong bimbing gue ya, Zayn Raffan El-Fatih" bisik Agatha membuat hati Zayn menghangat mendengarnya lalu ia menganggukkan kepalanya tegas.

•••√√√••√

Resepsi telah selesai, dan berpamitan kepada kedua orang tuanya, pengantin baru itu menuju rumah baru yang Zayn sudah siapkan di belakang rumah Abah dan Umminya. satu hal yang Zayn sematkan dalam hidupnya karna pesan Adam "Zayn tolong jaga Agatha ya, jangan seperti papah yang sudah meninggalkan Mamah dan Agatha. Gadis ini memang nakal tapi aslinya baik kok, satu lagi jangan terlalu sering kasih izin dia makan seblak yang pedas-pedas karna lambungnya baperan. "

Mereka telah sampai di rumah mereka yang sederhana, keduanya masuk dari pintu belakang ndalam, Agatha melihat dengan wajah berbinar. kenapa dirinya baru tahu kalau di sini ada rumah.

"INI RUMAH KITA? " tanya nya antusias.

Zayn terkekeh kecil melihat tingkah istrinya, "suka? " Agatha mengangguk cepat kearah Zayn.

"Rumahnya hanya ada dua jalur sayang, jalur satu dari asrama putra dan jalur dua dari belakang ndalam. "

Agatha mengangguk paham, "jadi ini pintu belakang ?"

"Iya, karna kalau lewat depan masih banyak santri lewat dan aku gak mau kamu dilihatin banyak Ikhwan."

"Ikhwan? "

"Ikhwan itu bentuk jamak dari kata akhi yang memiliki arti saudara laki-laki atau muslim laki-laki, sedangkan ikhwan sendiri bentuk jamak yang artinya lebih dari satu orang. misalnya semua santri putra disini. nah, itu disebut ikhwan."

"Berarti intinya, Gus gak mau kalau aku dilihatin sama banyaknya santri putra gitu? " balas Agatha yang langsung mengerti penjelasan dari Zayn.

Wett! tunggu. sejak kapan mereka bicara pake bahasa aku kamu?

"Pintar seratus buat kamu. "

Selang beberapa menit, mereka selesai memasukan semua koper Agatha kedalam rumahnya. Gadis itu tampak kagum melihat seluruh isi ruangan, ruangan tersebut sangat rapih meski baru dilihat dari arah belakang. Rumah yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil.

Agatha berlari kearah sofa lalu ber lompat untuk merebahkan dirinya. "Ahh nyaman sekali. "

"Suka banget? " tanya Zayn yang masih berdiri, Agatha hanya membalas dengan deheman.

"Kamu bersih-bersih dulu sana! Bau banget, abis itu makan, trus sholat isya berjamaah. " ujar Zayn, membuat Agatha menatap tajam kearahnya.

"Gua nggak bau ya!"

"Iya bercanda, udah sana mandi. " titah Zayn.

Agatha beranjak dari sofa, disaat ingin melangkah ia menatap Zayn sambil bertanya, "kamar mandinya dimana? " tanya Agatha dengan polos.

"Mau di antar sayang? "

Agatha salting, gadis itu memekik di dalam hatinya, AAHH MAMA! SANGAT TIDAK BAIK UNTUK KESEHATAN JANTUNG!

Agatha berlari ke kamar mandi yang berada di dalam kamar, sedangkan Zayn berjalan ke dapur untuk membuat makanan. cowok ini selain pintar agama, ia juga pintar dalam urusan masak, suami idaman sekali kan?

"GUSS!!!" teriak Agatha dengan keras. cowok itu mematikan kompor lalu berlari kedalam kamar. "Kenapa? kamu jatuh? " tanya Zayn panik.

"E-engga i-itu gue lupa bawa baju salin, sedangkan koper gue masih di depan. " ujar Agatha sedikit malu, plus tidak enak hati. Zayn merasa lega setidaknya perempuan itu tidak jatuh.

"Bentar, aku ambil koper dulu! " Zayn mengambil koper Agatha, "Agatha kopernya di atas kasur ya."

"Iya makasih! " Zayn kembali ke dapur untuk melanjutkan memasaknya.

Lima belas menit kemudian. Agatha keluar dari kamar, menghampiri Zayn yang berada di dapur. Agatha duduk di meja makan, sambil melihat Zayn yang dengan lihainya mengoseng-ngoseng nasi goreng. MasyaAllah! kurang apa lagi coba suami gue. ngaji? bisa, khatam Qur'an? iya, baik? banget, sholeh?udah pasti, urusan dapur pun bisa. idaman banget! -Batin Agatha.

"Eum.. Gus, gue boleh manggil lo mas? " tanya Agatha dengan ragu.

Zayn menoleh sekilas dan tersenyum, "Boleh, kamu mau manggil sayang, boleh. " godanya.

 "Dihh! udah fokus masak aja, awas aja gak enak. "

"Siap Jawjatii, " Diam-diam Agatha tersenyum di meja makan.

Tak lama kemudian makanan pun telah siap, Zayn menyodorkan sepiring nasi goreng untuk di cicipi oleh Agatha terlebih dahulu. "Eum.. Enak, bumbunya pas banget, gue aja kalo masak suka keasinan. "

"Gapapa nanti kita belajar sama-sama ya? " Agatha mengangguk sambil tersenyum, mereka mulai menyantap nasi goreng buatan Zayn yang enak. beberapa menit kemudian, kedua nya telah selesai makan malam. Agatha membawa piring bekas mereka ke wastafel, untuk di cuci begitupun dengan kuali dan segala peralatan yang suaminya pakai tadi.

Setelah selesai Agatha bertanya, "Lo ngga mandi?"

Zayn mendengus kesal, "Gak sopan ngomong sama suami pake lo gue. "

Agatha cengengesan, "Afwan Mas! "

"Aku mau mandi, tapi kami berani kan? " jeda Zayn, "Soalnya disi___" ucapan Zayn terpotong karna teriakan Agatha.

"MAS ZAYNNN!!! " teriak Agatha sambil menatap suaminya dengan tajam. Zayn tertawa melihat wajah Agatha yang ketakutan, "Bercanda cantik. "

Cowok itu pergi ke dalam kamar untuk pergi mandi, Agatha celingak-celingukkan dan mempercepat mencuci piringnya. setelah selesai ia mengunci pintu belakang lalu berlari menuju kamar.

Gak ada setan Agatha, yang ada cowok ngeselin model Mas Zayn.- dumelnya dalam hati.

Ceklek.

Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Zayn pakai kaos hitam dan celana pendek selutut dan jangan lupakan rambutnya yang masih basah membuat ketampanan nya lebih berkali-kali lipat. Agatha terkesima! sudah jelas.

Agatha melemparkan tatapan tajam ke arah Zayn, alih-alih takut, cowok itu malah terkekeh. Lucu banget yaAllah.

"Ganteng ya? "

Agatha memutar bola matanya jengah, "Kepedean."

"Wudhu gih sana? " titah Zayn.

Agatha segera berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu, setelah selesai ia melaksanakan sholat isya berjamaah, ini pertama kalinya mereka sholat berdua.

Jangan lupa like nda comment.

Bagaimana menurut kalian cerita ini?

And see youuuu next chapter!!

Bye bye byee muahhhhh

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!