NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO / Tamat
Popularitas:351.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Tiga puluh juta?" pekik Kyara tertahan. Matanya langsung berkaca-kaca. "Alhamdulillah ya Allah. Bagiku uang ini cukup besar. Aku akan menarik sebagian dulu." Kyara pun mengetik nominal uang yang akan ia tarik. "Lima juta dulu," katanya.

Uang muncul dalam sekejap, Kyara segera mengambilnya dan mengakhiri penarikan itu. Ia pun mengambil kembali kartunya dan meninggalkan mesin ATM di dalam minimarket itu.

Sebelum keluar, Kyara membeli beberapa keperluannya. Seperti pelembab, body lotion, parfum, lip balm dan suncreen. Ditambah beberapa keripik dan minuman. Setelah membayar semuanya, ia pun keluar.

Di teras minimarket itu, Kyara memandangi belanjaan yang ia bawa dengan mata berkaca-kaca. "Ya Allah ... ini pertama kali aku belanja lagi setelah lima tahun tak diberi nafkah oleh Doni. Rasanya senang, sekaligus sesak." Ia membuang napasnya pelan, berusaha mengenyahkan air mata yang ingin tumpah. "Jangan cengeng, Kya. Kamu harus jadi wanita kuat."

Kyara melanjutkan langkah, kini tujuannya adalah membeli beberapa potong baju dengan uang satu juta yang diberikan Doni. "Setelah beli baju, aku akan membeli perhiasan untuk tabungan." Ia pun masuk ke area pasar. Berkeliling mencari daster, baju untuk bepergian, sendal dan dalaman.

"Beli baju sudah, sekarang tinggal ke toko emas." Ia berjalan keluar dari jongko-jongko pakaian menuju ke toko perhiasan yang berderet penuh kilau.

Saat ia tiba di salah satu toko, pelayan toko emas itu menyambutnya dengan ramah. "Silakan Teteh, mau beli apa?"

Kyara tersenyum, "Harga emas tua sekarang berapa ya Teh?" tanyanya sebelum menyebutkan perhiasan apa yang ingin ia beli.

"Satu juta per gram, Teteh," jawab si pelayan.

Kyara mengangguk, sambil menghitung dalam hati. "Berarti aku akan dapat lima gram dengan uang lima juta ini." Ia pun mengeluarkan suara. "Saya mau kalung yang lima gram, Teh. Yang sekalian sama liontinnya."

"Siap, Teh. Mari ikut saya," kata pegawai itu sumringah.

Kyara mengikuti langkah pelayan itu menuju etalase di mana kalung berada.

"Silakan dipilih-pilih Teteh. Mau model yang mana."

Mata Kyara lagi-lagi berkaca-kaca. Melihat deretan kalung emas yang penuh cahaya. Dia jadi ingin membeli semuanya. "Jangan kalap, Kya. Beli dulu kalung saja. Besok beli yang lainnya," batinnya mengingatkan. "Teteh, saya mau yang itu. Yang liontinnya hati," tunjuknya pada kalung koye model milano ice.

"Siap, Teteh." Pelayan sigap mengambilkan dan menaruhnya di atas etalase. "Ini Teh. Silakan dilihat-lihat dulu. Kalau Teteh mau coba juga boleh."

Kyara menanggapi perkataan pelayan itu dengan anggukan. Ia menyisir kalung itu dengan tangan gemetar dan hati yang menghangat. "Teh, saya ambil yang ini saja," katanya akhirnya. Tak ingin berlama-lama mengamati.

"Baik, Teh. Mau langsung dipakai atau tidak? Kalau mau, mari saya bantu pasangkan," tawar pelayan itu sopan.

"Tidak usah, Teh. Nanti saja di rumah," tolaknya halus.

Pelayan itu mengangguk, lalu mulai menulis surat untuk kalung tersebut, dan Kyara segera mengeluarkan uang lima juta tadi dari dompetnya.

Setelah membayar, ia pun keluar dari toko itu dengan hati yang gembira. "Kalung sudah, besok tinggal beli cincin. Aku akan menghabiskan uang di kartu ini," ucapnya menyunggingkan senyum kecil.

Awalnya ia mau langsung pulang, tapi bau kuah bakso menyapa hidungnya, membuat perutnya jadi berbunyi. "Jajan bakso dulu ah." Kyara benar-benar memanfaatkan kebebasannya untuk memanjakan diri.

Sementara itu di rumah makan "Suka Rasa" Hesti tidak berhenti cemberut karena tak rela Kyara berleha-leha di rumah. "Awas kau, Kya. Kalau nanti Doni sudah punya cara untuk membuatmu patuh lagi ... aku tidak akan memberikan waktu berleha-leha lagi untukmu. Kau akan kubuat sibuk dari pagi sampai pagi lagi. Waktu santaimu saat ini ... harus dibayar dengan kesibukan yang tak terhingga. Dasar menantu menyebalkan." Tangan gemuk Hesti memukul pelan meja kasir, sampai membuat Roy yang kebetulan lewat di depannya langsung menoleh. "Apa kamu lihat-lihat, Roy?!" sentak Hesti sambil melotot.

Roy sontak menggeleng. Ia segera melanjutkan langkah mengantar pesanan pembeli.

Hesti mengakhiri misuh-misuhnya, karena ada pembeli yang membayar. "Bu Hesti," kata pembeli itu yang memang sudah cukup akrab.

"Iya, Bu Ningsih," jawab Hesti memasang wajah ramah seperti biasa, yang selalu ia tunjukan pada para pelanggan dan pembeli.

"Menantu Bu Hesti ke mana? Kok dari pagi nggak kelihatan?" tanya Bu Ningsih sedikit berbisik.

Senyum licik muncul di hatinya. "Dia ada di rumah, Bu. Tadi malam dia ngamuk-ngamuk nggak mau masuk kerja. Karena saya menolak menaikan gajinya. Bukannya apa-apa ya, Bu Ningsih. Tapi hampir setiap tiga bulan sekali ... dia minta naik gaji. Saya keberatan. Kan yang kerja bukan cuma dia saja. Ada tiga pegawai lainnya. Lagipula, selama ini ... gaji dia paling besar loh ... dibanding Roy, Dewi dan Susi. Saya pusing, Bu. Jadinya saya biarin aja dia mogok kerja," tukasnya mengakhiri dusta itu.

Bu Ningsih mengusap dada. "Astagfirullah ... nggak tahu malu sekali tuh menantu Ibu. Di kasih hati malah minta jantung." Tentulah Bu Ningsih percaya seratus persen pada perkataan Hesti, karena selama ini ... Hesti selalu menjelek-jelekan Kyara di depan para pelanggan.

"Iya, begitulah, Bu Ningsih. Makin hari, kelakuan si Kya makin menjadi-jadi. Sampai Doni pun kewalahan. Dia sering ngeluh ke saya kalau dia capek mempertahankan rumah tangganya." Mulut Hesti tak berhenti mengeluarkan dusta.

"Ya pasti lah, Bu." Bu Ningsih menganggukan kepala. "Kalau saya jadi Bu Hesti ... udah saya suruh anak saya menceraikan si Kyara. Buat apa coba mempertahankan istri seperti itu? Mending cari istri yang baru. Doni kan tampan, masih muda dan punya pekerjaan yang mentereng. Pasti nggak susah untuk dia dapat istri baru yang jauh lebih baik dari si Kyara," cerocos Bu Ningsih menuturkan pendapatnya dengan wajah berapi-api.

"Hahaha!" Hesti tertawa puas dalam hati. "Aku berhasil membuat si Kyara makin dibenci orang-orang," lanjutnya. Lalu ia berkata pada Bu Ningsih. "Iya, Bu. Nanti saya akan coba membicarakan hal ini dengan Doni. Saya sebenarnya juga sudah jenuh punya menantu seperti si Kya."

"Bagus, Bu. Bicarakan secepatnya," tanggap Bu Ningsih. "Kalau Doni sudah cerai dengan si Kya, dan butuh calon istri ... saya punya keponakan yang baru lulus kuliah kebidanan. Dia cantik, sopan dan pastinya tidak akan kurang ajar seperti si Kyara." Bu Ningsih berucap dengan bangga.

Hesti tersenyum dengan mata berbinar. "Siap, Bu Ningsih. Nanti saya kabari."

"Iya." Bu Ningsih pun pergi dari hadapan Hesti.

"Emang keputusan terbaik adalah Doni harus berpisah dari si Kya. Aku ingin punya menantu yang berpendidikan, berasal dari keluarga terpandang dan tentunya bisa nyari uang sendiri. Biar nggak menggerogoti gajinya Doni. Jadi gaji Doni bisa sepenuhnya untuk aku dan Dini," ucapnya menyeringai lebar.

_____

Kyara melirik jam tangan baru yang melingkar di pergelangan tangannya. "Ah, ternyata aku udah tiga jam berkeliling-keliling. Sekarang waktunya pulang," bisiknya melangkah keluar dari salon. Ia baru saja selesai merapikan rambutnya yang selama ini tak pernah merasakan perawatan.

Kyara melangkah menuju pinggir jalan untuk mencegat angkutan umum. Matanya melirik ke kanan dan kiri, dan tanpa sengaja ... tatapan matanya terpusat pada motel di seberangnya. Tepatnya pada sepasang sejoli yang baru keluar dari motel itu.

Jantung Kyara berdebar keras, seperti ingin meloncat dari dalam dada. Tangannya refleks menutup mulut. "I-Itu kan ..."

1
Marlina
✨always love you ✨
ceritanya gantung banget kak thor..tp gpp deh yg penting happy ending tokoh utama nya
Ama Apr: wkwkwk
total 5 replies
Marlina
✨always love you ✨
kalau sudah tiada baru terasa 😅 itulah yg di alami doni
Ama Apr: hoohh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
bertaubat lah sebelum ajal menjemput mu Don
Ama Apr: lanjut kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
akhirnya terungkap juga kematian nayla
Ama Apr: yappp🥲
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
karena kama ingin menikah mu secara resmi tanpa ada kesepakatan
Ama Apr: hehe betul
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh Din gak usah kebanyakan mikir.. mending nikah sama Roy jelas² pria baik tulus.. lagi pula km udh gak perawan juga kan
Ama Apr: hooj ya
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
klo Roy mau menerima dini apa adanya knp gak nikah aja
Marlina
✨always love you ✨
si Nayla udh metong dan di kubur sama dokter abal² tuh
Ama Apr: haha atut
total 3 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha tuh kan bener perkutut nya Doni kurapan 🤣🤣🤣
Ama Apr: iuhhh jijik
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
hayolo udh mulai penyakit mu keluar Doni.. perkutut nya kudisan ya 🤣
Ama Apr: hooh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
ibu anda metong karena gak kuat anus nya keluar dan mengeluarkan banyak berlian 😅
Ama Apr: hahaha geuleuh kk
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
azab di dunia aja udh mengenaskan gitu gmna di akhirat nya hiiiii... auzhuminzalik
Ama Apr: 🥲 amit2
total 1 replies
Marlina
✨always love you ✨
astaghfirullah 🤮 aku gak ikut di situ ikut mual
Marlina
✨always love you ✨:
iyuuuhhhh gak deh 🤮
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
pasti syok berat tuh si Doni knp calon suami nya kyara bersama pak darta.. ternyata mantan istri yg kau sia sia kan akan menjadi ratu di keluarga sultan.. itu lah pembalasan bt setan seperti dirimu
Marlina
✨always love you ✨:
hu'umm
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
udh tau salah masih menyangkal aja tuh si Doni.. pengen ku geprek tuh pala nya
Marlina
✨always love you ✨
metong aja sekalian Hesti
Marlina
✨always love you ✨
kira" Doni jadi gila gak ya..klo si dini jelas tobat.. orang yg lu salah kan udh di kubur dokter abal² tuh udh metong Nayla nya 😅
Marlina
✨always love you ✨
selamat ya keluarga pezina dapat karma yg spektakuler 🤣🤣🤣🤣
Marlina
✨always love you ✨
nah puas banget aku sama kejutan hari ini buat keluarga pezina
Marlina
✨always love you ✨:
banget
total 2 replies
Marlina
✨always love you ✨
hahaha ketakutan tuh si doni🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!