Yah, ganteng sih... tapppiiii pekerjaan pacar kamu kan Office Boy. Memangnya kamu ngga bisa cari yang lebih baik?
Disaat yang sama Boss Besar mengirimkan rangkaian bunga dan kalung berlian sebagai apresiasi pekerjaannya sebagai sekretaris.
Jadi, siapa yang harus dipilihnya?
Si Tampan Office Boy, atau si Milyuner Big Boss?
Gals, Yuhuuu..
Novel ini secara teknis sebenarnya sudah tamat di Bab 47, tapiiiiiii karena kesalahan teknis yangvtidak bisa dihapus, tampilannya jadi berantakan. Jdi diriku usahakan membuat cerita extra sampai Bab 65 yaaaa.
Terimakasih Yang Sudah Vote!!
Cup Cup Muahh deh, semoga semua yang Vote dan memberi diriku tips (hehe) hidupnya makin sukses dan selalu bahagia.
Aamiin...
hihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Umum
"Tanggung jawab Kamu." begitu isi pesan dari Lucas saat Aku sedang berdandan dari balik meja sekretaris. Pukul 7.55 pagi, dan Aku udah disuruh tanggung jawab... Harusnya dia yang tanggung jawab, gara-gara ciumannya Aku malah tidak tidur semaleman! Kalau Pak Bara bicara hal sulit dan Aku ngga bisa jawab, Aku benar-benar bakalan cari Lucas dan kusuruh dia peluk Aku sampe Aku ketiduran. Huh!
"Apa sih pagi-pagi, Kamu hamil? Aku disuruh tanggung jawab..."
"Galaknya jangan berhari-hari dong, Aku capek nih ditanyain orang sekantor tentang Kamu. Gimana kalo kita bikin mading aja buat pengumuman?"
"Emang anak sekolahan pake mading! Sekalian aja bikin undangan nikah!" Aku mengetik seakan Aku lagi marah, padahal Aku lagi senyum. Jangan sampe ketahuan yang lain bisa-bisa Aku dianggap melanggar SOP.
Pukul 8 tepat ada pesan dari Big Boss.
"Morning, Six. Penawaran dari Dubai belum bisa Saya setujui, tolong kabari Aria supaya dia kunjungan dulu. Lalu nanti dampingi Bara untuk inspeksi ke Divisi IT, rekam semua percakapan."
"Baik pak akan Saya sampaikan."
"Kamu sudah sarapan?"
Random juga yah pertanyaannya.
"Sudah bapak, terimakasih." Aku berbohong. Aku tidak biasa sarapan kalau pagi.
"Padahal Bara sudah Saya titipin omelet buat Kamu. Dia sudah datang?"
Hm...
Maksudnya apa yah...?
"Belum terlihat di lantai 10 pak, belum ada laporan dari operator juga."
"Ok. Pastikan semua terkendali."
"Baik pak."
Aku perlu hati-hati dalam menjawab. Dia orang penting, Aku tidak boleh terlena dengan keramahannya.
Tidak sampai 10 menit, Pak Bara datang didampingi keempat direksi kami.
Asisten Big Boss memang dipilih yang wataknya angker, seperti Leon dan Bara yang sama sekali tidak ramah dengan manusia lain, dan kini... Aku.
"Benar-benar, deh..." keluh Pak Bara mampir ke mejaku. "Selama Saya bekerja di sini, belum pernah sekalipun Saya dititipin sarapan buat seorang sekretaris...Habisin, itu perjuangan ngantrinya, bikin Saya jadi telat 10 menit." ia terlihat kesal.
Aku menatapnya sambil merengut, menerima kotak makan dengan setengah hati.
Mencium baunya perutku langsung bunyi.
Gimana cara makannya, ini kan sudah jam kantor...
Lalu ada pesan lagi dari Big Boss.
"Kamu Saya ijinkan sarapan setengah jam. Selama jadi asisten Saya, yang berlaku adalah aturan Saya, bukan manajemen."
Aku mengangkat alisku.
Dan tampaknya Bara juga mendapat pesan yang sama, terlihat dari raut wajahnya yang sama sekali tidak senang saat membaca pesan dari ponselnya, lalu menghujaniku dengan tatapan tajam.
"Kalau mau tanya apakah Saya pelet Big Boss, bilang aja pak. Saya udah sering digosipin kok..." dengusku menanggapinya.
"Six sudah punya pacar pak, karyawan sini juga." sahut Pak Wisnu dengan nada sinis.
"Ohya? Big Boss tau? Siapa pacarnya?" Kenapa Pak Bara terlihat sangat tertarik?apa mungkin dia berpikir mau membullyku?!
"Namanya Lucas." Jawab Pak Wisnu.
Bara terdiam sambil menatap Pak Wisnu. Raut mukanya terlihat shock.
"...Lucas...yang mana?" tanyanya akhirnya, tidak yakin.
"Kaget pak? Kita juga kaget." pak Wisnu mengakui.
"Lucas...yang Office Boy bukan?" desis Pak Bara masih dengan tampang shocknya.
Pak Wisnu mengangguk.
"Bapak yakin?!"
Kenapa sih nih orang kok kaget berlebihan gitu, dasar drama. Memangnya salah kalo Aku jadian sama Lucas?! Emang harusnya Aku jadian sama siapa?!
"Mereka pelukan dan ciuman di depan kita." sahut Pak Wisnu disertai seringai dari direksi yang lain.
Pak Bara tampak berpikir.
Lalu tanpa berbicara lagi, dia beranjak ke ruang meeting.
--------
"Wow... itu Number Six!"
"Tumben dia ke unit lain!"
"Gila cantik banget ternyata... Perang feromon cuy, gue ga kuat nahannya!"
"Gue kok ga pernah liat dia dateng dan pulang yah?"
"Mobilnya kan yang citycar putih suka diparkir di basement."
"Katanya dia pacarnya Lucas."
"Ohya?! Lucas kita?!"
"Wah si Lucas semedi di gunung apa dia!"
"Eh, si Lucas kan juga ganteng banget kali!"
"Ya tapi kan dia OB!"
Dan seterusnya obrolan orang-orang di sekitar mereka.
Bianca mendampingi Bara untuk inspeksi ke divisi IT dan menunggu pria itu mengutak-atik server. Ia bisa merasakan kegaduhan yang intens saat mereka tiba di unit ini, tapi tidak menyangka begitu hebohnya. Yah dia memang jarang berinteraksi dengan karyawan lain sih, ia benar-benar membatasi pergaulannya disini. Untuk priviledge sekaligus untuk menjaga keeksklusifan jabatannya.
"Eh, dia asisten Big Boss kan yah?"
"Dia dipilih sebagai sekretaris Big Boss, jadi sekarang jabatannya setara dengan Pak Leon dan Pak Bara..."
"Dia konon karyawan senior disini."
"Katanya dia pinter banget..."
"Bisa tolong jangan berisik?!" sahut Bara menegur seluruh karyawan. Ruangan langsung hening seketika.
Bara mendengus kesal. Ia tak menyangka Six begitu populer disini. Pagi-pagi ia sudah kaget dengan perintah Bossnya yang menyuruhnya mengantri sarapan untuk Six, dan sekarang si Boss menyuruh wanita ini untuk mendampinginya inspeksi seperti sudah tidak percaya padanya.
Kenapa tiba-tiba setelah sekian lama Six jadi begitu istimewa di mata Bossnya?!
Dan lagi... Gosip itu. Dia serius pacaran sama...
Bara melihat Lucas menghampiri mereka sambil menyerahkan 1 unit Laptop yang diminta Bara tadi pagi.
"Pagi Pak Bara..." Sapa Lucas sambil tersenyum. Bara menatapnya dengan pandangan kesal. Bagaimana mungkin dia bisa tersenyum semanis itu saat Icarus sekali lagi sedang menyerang pertahanan mereka?! Seperti prediksinya, sekali lagi ratusan juta disedot dari rekening perusahaan. Walaupun si Boss bilang aksi yang sebenarnya belum mulai tapi bagaimana bisa dia tersenyum manis berakting bagaikan mendapat hujan berlian?! Si kunyuk satu ini benar-benar gila rupanya...
Terdengar seseorang bersiul menggoda Lucas saat pria itu berdiri di sebelah Six. Bara langsung mendecak kesal sehingga tak ada lagi yang berani bersuara.
Hanya ada suara dari ketikan laptop yang sedang ia gunakan.
Lalu berhenti dan menatap Lucas, lalu menatap Six, bergantian lagi ke Lucas, lalu ia menggelengkan kepalanya. Semakin dipikir, ia semakin tidak mengerti sifat Bossnya.
"Bisa minta tolong atur hubungan dengan mesin server?"
Salah satu karyawan IT beranjak, namun Bara mencegahnya.
"Kamu duduk." desisnya. Ia tidak mau satupun karyawan IT dan Operasional yang ia curigai terlihat mengutak atik data.
"Lucas, tolong bantu Saya."
Lucas beranjak ke dekatnya membantunya untuk memeriksa mesin server.
"Serius pak?" bisiknya ke Lucas.
"Kecelakaan." balas Lucas ke Bara, masih dengan berbisik. Bara menatap Lucas sambil melotot.
"Dia...hamil?!"
"Jangan kurang ajar Kamu..."
"Lah katanya kecelakaan."
"Dipikiran Kamu kecelakaan itu maksudnya hamil, hah?! Jangan terlalu sempit dong otak Kamu..."
Sial... Kenapa sekarang malah dia yang di serang. Pikir Bara.
Tapi pria itu lega karena yang berbicara dengannya adalah Alex yang biasanya. Yang galak, sombong, angkuh dan yang sulit dipahami. Melihat Bossnya tersenyum manis sudah merupakan mimpi buruk sendiri baginya.
"Bukannya bapak mencurigai dia adalah Icarus?" tanya Bara lagi.
"Sekali lagi Kamu mempertanyakan tindakan Saya..."
"Oke.oke..." Bara langsung menyerah. "Maaf pak." sahutnya cepat sambil mengetik kode.
Terlihat kode binary yang asing di layar laptop.
Alex dan Bara saling bertatapan.
Icarus menyerang lagi.
Keempat Direksi ada disini, para karyawan IT dan Operasional semua berdiri, dan Six ada di dekat mereka sambil mengawasi. Tidak ada satupun yang terlihat memegang komputer ataupun ponsel.
Alex memejamkan mata menahan geram, uratnya di dahi bersembulan, jelas ia benar-benar marah kali ini. Bara langsung merinding melihat Bossnya. mereka harus mulai dari awal lagi.
Dalam sekejab firewall baru dilewati dengan mudah, bagaikan menggoda sekaligus mengejek usaha mereka.
Alex menghembuskan napas perlahan untuk meredakan amarahnya, ia benar-benar haus darah sekarang.
"Sabar Pak, masih ada dua prototype..."
Alex menatap Bara dengan tajam.
Bara sampai mengangkat tangannya menyerah. "Maaf pak..." bisiknya.
Okelah, untuk sementara tak ada yang dapat ia lakukan.
"Untuk sementara sampai disini." sahut Bara dengan suara normal. Keras dan tegas.
"Terimakasih atas kerjasamanya. Lucas minta tolong kopi yang biasa ke ruangan Saya..." sahut Bara.
Lebih baik Bossnya dipercepat mengeluarkan amarahnya.
DOA TAHTIM/KHATAMAN SETIAP MALAM JUMAT
_Juz_
1. Ali. M🚣🏻🎣
2. Ali. F💫
3. Yazid🤲🤲🤲
4. Imam/ Diryono🕋
5. Fitri 🕋
6. Amel/ Umami
7. Elya 🕋❤️
8. Yoyok/Afifah🕋🫰
9. Ipeh🕋
10. Zainu🕋
11. Tri' 🥰🕋
12. Jarot😎😎😎
13. Indarti /Inayah
14. Tarom/Anik🌻
15. Asfurin🇲🇨🇲🇨🇲🇨
16. Mawar 🕋
17. Khuzaenal🕋
18. Karwati/Yossy🕋
19. Wahyudin🎓
20. Iftah🕋
21. Taufiqi 💯
22. Zaenal 🕋
23. Tutik 🕋
24. Rofi'i🌽
25. Zaini/Samsul
26. Umi Hanik✅
27. Suryanti🕋
28. Haris🕋
29. Dewi/ Kodriyah 🕋
30. Qoif 🕋🕋
*Bagi yang berhalangan bisa menghubungi yg belum dapat juz atau segera mencari yg badali terima kasih*🙏
*Mohon dibaca sesuai waktunya, kalau memang tidak bisa segera laporan biar bisa digantikan yang lain, terima kasih 🙏*
malah mantan😉
kalo stag gak nemu novel baliknya kesini lagi kesimu lagi..
kayak kisah Jihan pacarnya baratadhika , ada di dunia nyata habis diperawanin pacar digilir temen²nya bedanya di dunia nyata sampai meninggal si cewe. sekarang juga lagi viral fantasi cinta sed4rah seperti di novel nya bang Sena. atau seperti kisah Kayla nya Zaki.
aku sabar madam menanti update nya novel ongoing... mungkin madam lagi cari inspirasi, sukses dan sehat selalu madam Septira ♥️
balek lagi ke Andre....
grusah grusuh Andre kiii😔 bawa Dimas yg pinter siasat kek , apa Alex atau pak Sebastian yg kolega nya banyak , apa minta bantuan nenek nya Gerald bagaswirya yg punya bolosewu . pasti dah gengster tanpa disentuh pun mati.