NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Ikrar

Rahasia Dibalik Ikrar

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Ketos / Enemy to Lovers
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

"Gue sudah menepati janji untuk nikahin lo, dan lo juga harus menepati janji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun tentang kita di sekolah. paham!" ucap pria bernama Arga

Argantara antariksa Grahana namanya. sosok paling tampan dan populer di SMA Cakrawala. karna insiden malam itu membuat Arga harus menikahi teman kelasnya yang bernama Freya Dinata Frankie, biasa di panggil dengan sebutan Reya. anak keempat dari tuan Pramandika Frankie.

Akankah Freya bisa meluluhkan hati pria itu? ikuti yok

Slow up

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan dari Danu

Freya mendongak kaget. orang yang berdiri di sampingnya adalah Danu , kapten tim basket sekolah sekaligus ketua osis, siswa populer yang dikenal karena sifatnya yang tenang dan adil. Danu tidak memiliki hubungan dekat dengan Freya atau Arga. Ia kebetulan lewat, mencari Arga, dan menyaksikan seluruh adegan itu.

Danu menarik tangan Freya. Ia berjalan ke pintu, meraih sapu dan pengki yang tergeletak di sana.

"Mengapa kamu harus mengambil dengan tangan? Itu konyol dan berbahaya. Sekolah punya alat kebersihan, gunakan itu," kata Danu, suaranya lugas.

Danu berjongkok, mulai menyapu pecahan kaca itu dengan cepat. "Sudah kewajiban kita membersihkan jika merusak. Tapi tidak perlu melukai diri sendiri untuk itu."

Tindakan Danu yang sederhana dan tanpa pamrih itu membungkam semua orang.

Laura menatap Danu dengan marah. "Ini bukan urusanmu, Danu! Dia dihukum oleh Arga karena kecerobohannya!"

Danu berdiri tegak sambil memegang sapu. Ia menoleh ke Arga, yang masih diam di ambang pintu, wajahnya menegang karena terkejut dan marah.

"Benarkah, Arga?" tantang Danu. "Kau menghukum asistenmu dengan membiarkan terluka di tengah jam sekolah? Itu bukan ketegasan, itu kejam. Jika kau tidak peduli, maka aku yang akan peduli. Freya tidak pantas diperlakukan seperti ini, terlepas dari kesalahan yang dia buat."

Danu kemudian tersenyum tipis pada Freya. "Aku hanya lewat, Freya. Tapi aku tidak bisa membiarkan siapa pun melukai dirimu sendiri hanya karena tekanan kelompok."

Arga merasa darahnya mendidih. Bukan karena Danu membela Freya, tetapi karena Danu telah menginjak-injak otoritasnya di depan Laura dan Alice, dan parahnya, Danu telah mengambil keputusannya sebagai seorang 'pimpinan'.

"Jangan ikut campur, Danu. Itu masalah gue dengan asisten gue," Arga menggeram, suaranya rendah.

"Tidak ada masalah pribadi yang boleh melibatkan bahaya fisik di sekolah, Arga," jawab Danu tenang. Danu selesai menyapu, menaruh sapu dan pengki di tempatnya. "Aku hanya memastikan keselamatan. Freya, kamu baik-baik saja?"

Freya, yang terharu dan lega, hanya bisa mengangguk pelan. "Terima kasih, Danu."

Danu hanya tersenyum, lalu melirik tajam ke arah Laura dan Alice. "Sekarang, aku harus bicara denganmu, Arga. Di lapangan basket." Danu pergi, memberikan Arga kesempatan untuk menyelesaikan urusannya.

Laura dan Alice hanya bisa berdiri dalam kekecewaan. Kekejaman mereka digagalkan. Mereka pergi dengan wajah kesal, Laura sempat melirik Freya dengan kebencian yang dalam.

Setelah mereka semua pergi, Arga menutup pintu lab dengan keras. Ia berjalan cepat mendekati Freya, wajahnya menunjukkan kemarahan yang jauh lebih besar daripada saat Freya memutar posisi tidurnya.

“Apa yang baru saja kamu lakukan, Freya?” Arga berbisik tajam, memaksa Freya mendongak.

"Aku? Aku tidak melakukan apa-apa! Danu yang membantuku!" balas Freya.

"Justru itu masalahnya! Lo membuat orang lain ikut campur dalam sandiwara kita!" Arga mencengkeram lengan Freya dengan lembut, tetapi tekanannya kuat. "Lo tahu betapa berbahayanya Danu? Dia orang yang tenang, Freya! Orang baik-baik akan curiga. Dia akan melihat Lo, melihat betapa buruknya gue memperlakukan 'asisten gue', dan dia akan mulai mencari tahu!"

"Lebih baik dia curiga daripada aku harus terluka! Atau anakmu terluka karena aku stres!" Freya melawan, membalasnya. "Kau menyuruhku tidak terlihat lemah, tapi kau sendiri yang mengorbankanku demi sandiwara palsumu di depan Alice!"

Arga menghela napas, menyadari bahwa ia memang telah bertindak kejam. Tetapi dia tidak mau mengakui kesalahannya.

"Baik. Jangan pernah biarkan Danu menyentuh Lo lagi," perintah Arga. "Dan jangan pernah bicara pada dia, atau siapapun yang mencoba menjadi pahlawan Lo. Sandiwara kita adalah milik kita berdua. Jangan pernah mengundang orang ketiga."

Arga melihat sekilas ke tangan Freya. "Lo tidak terluka kan? Bagus. Sekarang ayo. Gue harus memastikan Danu tidak akan ikut campur lagi."

Arga pergi, meninggalkan Freya sendirian di gudang, tubuhnya gemetar karena perpaduan ketakutan, kemarahan, dan sedikit kehangatan dari bantuan Danu.

Lapangan basket sekolah terasa sepi, hanya diterangi matahari sore yang mulai condong ke barat. Danu berdiri di garis tengah, memutar bola di jari-jarinya dengan santai. Ketika Arga tiba, wajahnya masih memancarkan kemarahan dingin, Danu melemparkan bola ke arahnya.

Arga menangkap bola itu dengan kasar. “Apa yang ingin kamu bicarakan, Kapten?” desis Arga, menirukan gelar Danu dengan nada meremehkan.

Danu tidak bereaksi. "Ini bukan masalah 'Kapten' atau 'ketua OSIS', Arga. Ini masalah sesama siswa. Aku melihatmu membiarkan Freya dalam bahaya fisik di tengah jam sekolah. Itu tidak bisa diterima."

"Lo tidak tahu apa-apa tentang masalah gue dengan asisten gue," jawab Arga sambil menyentakkan bola ke lantai.

"Aku tahu apa yang aku lihat. Keputusanmu tadi melanggar semua aturan, moral, dan kemanusiaan," kata Danu lugas sambil menatap langsung ke mata Arga. "Apa pun masalah yang kalian miliki, itu tidak memberi lo hak untuk menggunakan Freya sebagai alat untuk menunjukkan kekuasaanmu di depan Laura dan Alice."

Kata-kata Danu menusuk tepat. Arga tahu Danu benar. Kemarahannya yang mendidih bercampur dengan rasa malu yang tidak ingin dia akui.

"Gue tidak peduli lo mau jadi pahlawan untuk siapa. Jauhi Freya. Jauhi urusan gue," ancam Arga.

Danu menghela napas. "Arga, aku tidak mencoba menjadi pahlawan. Aku hanya bertindak. Ada perbedaan. Aku melihat seseorang dalam bahaya dan aku membantu. Sekarang, jujur saja sama aku. Mengapa kamu memperlakukan Freya seperti itu? Kamu tidak pernah sekejam ini sebelumnya. Freya adalah asistenmu, bukan budakmu."

Arga terdiam membuat suasanya disana senyap sesaat, dan Arga menyadari bahwa Danu tidak akan melepaskannya begitu saja. Dia harus memberi Danu alasan, sedikit alasan yang bisa diterima, untuk menjauh.

"Dia melakukan kesalahan fatal yang membahayakan acara besar sekolah," kata Arga dengan suara yang sangat pelan, hampir berbisik. Ini adalah ringkasan yang aman, tidak akan membahayakan sandiwaranya. "Gue menghukumnya untuk memberinya pelajaran. Agar dia tidak ceroboh lagi."

Danu hanya mengangkat alis. "Pelajaran? Dengan membuatnya terluka di tengah kaca? Itu bukan pelajaran, Arga. Itu intimidasi. Dan itu sangat buruk di mataku, dan akan lebih buruk di mata guru jika sampai mereka tahu."

Danu berjalan mendekat, mengambil bola dari tangan Arga. "Aku akan menutup mulut tentang apa yang kulihat tadi. Tapi ada satu syarat."

Arga menatap Danu dengan curiga. "Apa?"

"Jamin selamatkan Freya. Jangan biarkan Laura atau Alice menyentuhnya. Jangan biarkan dia melukai dirinya sendiri lagi. Jika aku melihat lagi dia diperlakukan seperti itu, atau bahkan setitik pun darah di tangannya karena kecerobohanmu, aku akan langsung melaporkannya ke wali kelas. Aku tidak main-main, Arga."

Danu menggunakan kapten tim yang tegas dan tidak bisa dibantah. "Freya bertanggung jawab sebagai ketua OSIS. Bertindaklah seperti pemimpin yang adil."

Danu berbalik, berjalan menuju pintu keluar lapangan tanpa menunggu jawaban Arga. Ia berhenti di ambang pintu dan menoleh sedikit.

"Dan satu hal lagi. Aku tidak akan menjauhi dia jika dia membutuhkan bantuan. Freya adalah orang yang baik. Jangan jadikan kebaikanmu hilang hanya untuk sandiwara atau gengsi," kata Danu, lalu menghilang.

Arga tetap berdiri ditengah lapangan, merasa seperti baru saja tertampa oleh perkataan Danu. tidak hanya mengancam otoritasnya, tetapi juga secara efektif memberikan peringatan keras dan yang paling berbahaya adalah menanamkan perhatian pada Freya.

Danu akan mengawasi Freya sekarang.

Ini adalah komplikasi yang tidak terduga dan sangat berbahaya bagi rencana mereka.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Freya duduk sendirian di bangku taman, mencoba menenangkan debaran jantungnya. Tangan kirinya masih terasa berdenyut, bukan karena luka, tetapi karena cengkeraman Arga yang marah.

Dia memikirkan Danu. Danu, yang entah dari mana muncul dan mengorbankan ketenangan dirinya hanya untuk membela Freya di depan dua orang terpopuler di sekolah. Danu tidak mencari pujian, dia benar-benar tulus.

Mengapa orang baik-baik harus terlibat?

Freya tiba-tiba merasakan kehadiran di sekitarnya. Itu Alice.

"Mau apa kau, Alice?" tanya Freya lelah, tidak ingin bermain dengan drama lagi.

1
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar Arga tak punya hati bukan salah Freya kalo tiba tiba mau pingsan wong emang kondisi lagi hamil muda pasti ada perubahan hormon di tubuhnya 😏
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh .. arga.. Arga..
yul yul༺⬙⃟⛅
haduh... ada ada saja ya.. Arga ini
yul yul༺⬙⃟⛅
yang kuat Freya.. tetep semangat..
yul yul༺⬙⃟⛅
Halah... tr juga klepek-klepek Luh.. jatuh cinta sendiri.. awas ya.. pegang kata-kata gw..
yul yul༺⬙⃟⛅
baru nikah... udah ngomongin benci...
yul yul༺⬙⃟⛅
keren ya.. aku tunggu selanjutnya...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Arga gue sumpahin Lo suatu saat nanti kau akan jatuh cinta sama Freya dan Freya tidak mau lagi sama kau huffft 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
rasanya mau kutinju saja ini Arga jadi orang kok kasar banget orang memang Freya sakit kepala muak efek dari kehamilan malah dikatain dasarrrr 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Freya kau harus bertahan jangan terlihat lemah di hadapan Arga kau masih punya kakak Alan yang mendukungmu jadi kuatlah dan tetap semangat menjalani hari
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian Freya ternyata diam diam dari dulu suka sama Arga tapi sepertinya Arga tidak dan mungkin juga Arga menyukai orang lain Alice.....
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduh begitu dimintai tanggung jawab kagak mau ini Arga padahal kan kau yang ambil kehidupan Freya😏
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
nasib mu freya cuma ngeliat seseorang yg menyukai org lain
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
untung ada alan bisa sedikit legaa freya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
ta sumpahin arga ini, sosmed bet hd cowo, istri mu loo sekarang freya ini, maso uiya ttp cuekbebek
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
maharnya gede juga cinber brp krt tuhh

freya punya keluarga baru setelah sah jadi istri arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!