NovelToon NovelToon
Sistem Beladiri Terhebat

Sistem Beladiri Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aras507

Seorang pemuda bernama Rendi Irawan yang baru saja lulus dari sekolah menengah atas hanya bisa pasrah pada saat sebuah mobil truk yang kehilangan kendali menabraknya pada saat perjalanan pulang menuju rumah kontrakannya. Awalnya ia sudah pasrah akan keadaan yang menimpanya dan hanya bisa melihat truk tersebut yang perlahan menuju ke arahnya sampai akhirnya truk tersebut menabrak dan melindas hingga kepalanya hancur, namun sebuah keajaiban terjadi, sebelum ia benar-benar mati, tiba-tiba saja sebuah tangan bercahaya menarik rohnya hingga melintasi ruang dan waktu dan masuk kedalam tubuh seorang pemuda yang terdampar di atas batu dalam sungai, sampai akhirnya sebuah suara aneh terdengar di telinganya

DING!!!! Sistem Beladiri Terhebat telah menemukan player terpilih, tekan tombol YA jika ingin melanjutkan penyatuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aras507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14. Meminta Bantuan Rendi

Ditengah pikiran Mei Lan itu, Rendi nampak tersenyum tipis pada saat melihat notifikasi sistem yang baru saja ia dapatkan.

(Ding!! Berhasil membunuh 2 ekor monster Kera ekor api tingkat 3 mendapatkan 4000 x 2xp \= 8000 xp)

(Ding!!! Berhasil membunuh Kera Ekor api tingkat 4, mendapatkan 6.000 x 2xp \= 12.000xp)

Berhasil naik ke level 17 (Butuh 24.000 xp untuk naik ke level 18).

"Untungnya aku masih memiliki kartu xp ganda dan durasinya masih cukup lama, kenaikan level yang aku miliki jadi bertambah cepat berkat kartu ini." Rendi kembali memasang senyum sumringah pada saat sistem kembali memunculkan hadiah atas kenaikan level yang ia miliki, namun satu hal yang membuat Rendi sedikit mengerutkan dahinya adalah sebuah notifikasi lain yang kembali muncul di hadapannya.

(Mendapatkan 10 poin dan 10 koin sistem).

(Ding!! Fitur baru berhasil terbuka, kesempatan membuka 100 Meridian kecil pada dua telapak tangan, apakah host akan menggunakan kesempatan ini?)

( Yes / No )

"100 Meridian kecil pada kedua telapak tangan ku, tentu saja aku mau membukanya." Rendi tanpa pikir panjang langsung saja menekan tombol yes dan tak lama kemudian merasakan kehangatan pada kedua telapak tangannya.

Rasa hangat yang begitu nyaman dan membuat Rendi merasakan kedua telapak tangannya di penuhi kekuatan dan terasa begitu ringan. Tak lama kemudian notifikasi sistem yang lain kembali muncul.

(Ding!! Selamat kepada host karena berhasil membuka 100 Meridian kecil pada telapak tangan, Kemampuan baru berhasil di buka, Deteksi Area. kemampuan mendeteksi area sekitar dengan radius 1Km ).

STATUS

Nama. : Rendi

Level. : 17

EXP. : (Butuh 24.000 exp untuk naik ke level 18)

Skill : Pukulan angin, 6 jurus Teknik Pedang Aliran Air, Tapak Api, Deteksi Area, Identifikasi Sumber daya.

Kecerdasan : Max

Kekuatan. : Max

Kecepatan. : Max

Fisik. : Max

Energi Qi. : 60 lingkaran max.

Tulang. : Serigala Hitam

Senjata. : Pedang Hitam tingkat emas, Katar tangan tingkat perunggu.

Tingkat saat ini : Petarung Ahli Bintang 1

Poin : 40

Koin. : 100

Rendi yang melihat itu tentu saja sangat gembira, bagaimana tidak, kemampuan yang baru saja ia dapatkan sekarang adalah kemampuan yang biasanya hanya dimiliki oleh seorang guru Petarung, dan kini ia malah mendapatkan kemampuan tersebut di tingkat petarung ahli yang bahkan belum mencapai puncak.

Dilain tempat, Mei Lan yang masih terpaku setelah melihat kemampuan Rendi dalam bertarung nampak menatap pemuda itu dengan tatapan mata tidak percaya, pedang yang ada di genggamannya bahkan sudah tergeletak jatuh tepat disebelahnya.

Rendi yang menyadari hal itu nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berjalan mendekat ke arah Mei Lan. Selama melangkah kedepan, ia terus saja memikirkan penjelasan apa yang akan ia berikan kepada gadis itu sekarang setelah gadis itu melihat kemampuan berpedangnya.

"Haih.... Sepertinya ini tidak akan berakhir cepat." Batin Rendi sambil memikirkan kalimat yang tepat, dan hal itu tentunya sudah cukup membuat kepalanya terasa sakit.

"Kau..... Bagaimana kau...."

Rendi hanya tersenyum canggung melihat ekspresi wajah Mei Lan yang masih tampak tidak percaya serta penuh dengan rasa penasaran yang tinggi, dan untuk menghilangkan rasa penasaran itu, Rendi terpaksa mengarang cerita tentang bagaimana ia mendapatkan dan mempelajari ilmu pedang tingkat tinggi yang sudah lama sekali menghilang tersebut.

*****

"Apakah perkataan mu ini bisa dipercaya?." Gu Mei Lan mengangkat alisnya setelah mendengar cerita dari Rendi, dari raut wajahnya itu ia masih belum bisa mempercayai kalau Rendi memiliki seorang guru yang tiga tahun lalu mengajarinya teknik pedang aliran air itu.

Namun disisi lain ekspresi Rendi juga memperlihatkan ketenangan yang cukup baik meskipun cerita itu memang hanya sebatas karangan dan kebohongan saja. "Tentu saja aku hanya mengarang cerita, tidak mungkin aku menceritakan tentang sistem pada Mei Lan bukan." Pikir pemuda itu.

"Sudahlah tidak perlu dibahas lagi, lebih baik kau lanjutkan makanmu itu." Lanjut Rendi sambil membalikkan sepotong daging panggang di hadapannya.

Mei Lan terdiam menatap daging panggang yang ada di hadapannya, di dalam pikirannya ia begitu ingin mengatakan isi pikiran yang beberapa hari ini terus mengganggunya, yaitu meminta bantuan Rendi, akan tetapi pikirannya masih berada di tengah-tengah dilema.

"Bagaimana jika dia menolak, tapi jika aku tidak meminta bantuannya sekarang, para perampok macan hitam bukan tidak mungkin akan menangkap ku jika aku kembali seorang diri, meskipun ayah adalah salah satu tetua sekte mata air jernih, tetapi akan membutuhkan waktu cukup lama untuk mengumpulkan kekuatan sekte untuk menemukanku sekarang.

Dan lagi menurut informasi yang aku dapatkan sebelumnya, pemimpin perampok yang memimpin penyerangan terhadap kelompok kamu 2 hari yang lalu adalah seorang yang berada di tingkat petarung ahli bintang 3." Batin gadis sambil menatap daging di hadapannya.

Rendi melihat ke arah gadis itu yang terdiam dan dapat menebak secara jelas isi pikirannya. "Hehehe sepertinya dia ingin meminta bantuan ku, lagi pula aku memiliki misi untuk ini." Rendi berniat membuka obrolan terlebih dahulu dan menawarkan bantuan secara sukarela, namun belum sempat ia membuka mulutnya, tiba-tiba gadis itu yang lebih dulu membuka mulutnya.

"Itu.... Emmm.... Rendi, apakah aku bisa meminta satu permintaan?" Ucap gadis itu sedikit tergagap.

Rendi yang sudah mengetahui maksud gadis itu tentu saja menyambutnya dengan senyuman membuat gadis itu semakin memiliki keberanian untuk mengatakan apa yang ia pikirkan.

"Mu...mungkin terdengar sedikit lancang dan merepotkan untukmu, tapi..... Bisakah aku meminta bantuan darimu, untuk menemaniku keluar dari dalam hutan ini, aku berjanji setelah kita sampai di kediaman Klan Gu, aku pasti akan memberimu hadiah yang sebanding." Ucap gadis itu yang secara langsung diterima oleh Rendi.

Rendi terdiam sejenak, sementara Mei Lan nampak menutup matanya sedikit gugup karena takut Rendi akan menolak permintaannya, namun jawaban Rendi setelahnya langsung membuat gadis itu tersenyum senang.

"Kau hanya perlu membayar ku menggunakan 2 bahan obat yang aku inginkan, dan aku akan membantumu." Jawab pemuda itu yang langsung membuat Mei Lan melongo.

"Eh..... Kau akan membantu dengan bayaran 2 bahan obat?" Ucap gadis itu tidak percaya.

"Ada apa dengan mu, kau sendiri yang meminta bantuan, lalu kau sendiri yang menatapku seperti itu, apakah aku terlihat seperti pembohong." Ucap Rendi sambil mengunyah daging panggangnya.

Rendi sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli dengan masalah yang di hadapi oleh gadis dihadapannya, namun mengingat kalau sistem juga memberikan misi ini kepadanya, Rendi tentunya langsung saja menerima, selain itu, Rendi juga berpikir kalau misi ini adalah misi untuk menaikkan level yang ia miliki, karena dengan membunuh para perampok dan orang-orang jahat lainnya, ia juga bisa mendapatkan exp seperti halnya membunuh monster.

Sementara Gu Mei Lan, dalam hatinya sebenarnya tidak memiliki ekspektasi kalau Rendi hanya akan meminta 2 bahan obat, bukan meminta untuk melihat isi gulungan teknik pedang aliran air yang ada padanya, karena jurus pedang aliran air yang berada di tangannya saat ini sebenarnya bukan hanya jurus ke 3 dari teknik tersebut, melainkan juga memiliki salah satu jurus terkuat dari teknik itu yaitu jurus ke 9.

Seandainya saja Mei Lan tau kalau Rendi memiliki teknik tingkat bumi itu secara lengkap, mungkin ia akan berpikir kalau Rendi meminta sesuatu yang sudah wajar baginya.

"Kalau begitu kapan kita akan keluar dari dalam hutan ini?" Tanya gadis itu dengan ekspresi wajah yang lebih cerah.

"Hmm setelah menghajar tamu-tamu yang tak di undang yang sedang bergerak ke mari." Jawab Rendi sambil tersenyum sinis ke arah luar gua.

1
Jaromw
huuh akhirnya update
Aras507: lama ya🤭
total 1 replies
Pembaca
nexttt
Pembaca
next
@Buwako Edelweiss@@
lanjut👍👍👍👍
@Buwako Edelweiss@@
fatasi ya biasa coba lihat kelajutaya
Aras507: Yap silahkan dibaca bang kalo tertarik
total 1 replies
@Buwako Edelweiss@@
awal yg mayan
Aras507: makasih 🙏
total 1 replies
Anjar Al Rasyid
smoga baguzzz
Aras507: Semoga terhibur bang
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!