NovelToon NovelToon
The power of santri

The power of santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Teen
Popularitas:256.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurheti

The power of santri sekilas menceritakan perjuangan seorang santri putra bernama Ade firdaus atau biasa di panggil adef. terlahir dari seorang ayah yang pekerjaan nya hanya seorang petani.sedangkan ibunya telah meninggal saat ia masih berusia tiga belas tahun.
rasa syukur adef karena ayahnya sangat mendukung ia untuk bisa belajar di pesantren besar Sehingga ia selalu menggunakan waktunya untuk sungguh sungguh dalam belajar.
Saat sedang semangat mencari ilmu Adef harus menerima kenyataan pahit yang memaksa ia keluar dari pondok.


😊Semoga kisahnya Ada Manfaatnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurheti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Qismu Amni yang mengecewakan

Siang ini pesantren gempar membicarakan qismu amni yang benar benar mengecewakan angkatan kami.

Tepatnya jam dua siang asatidz meminta seluruh mudabir untuk berkumpul di majelis.

suasananya sangat menegangkan, melihat raut wajah asatidz yang sama sekali tidak ramah seperti biasanya.

"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh, Afwan sebelumnya kami para asatidz telah mengganggu waktu dan aktifitas kalian.

Langsung saja, siang ini ada salah satu dari para asatidz yang melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri yakni seorang mudabir yang berani masuk ke daerah santri putri tanpa ada hajat atau keperluan yang amat penting dan tanpa di suruh ustadz.

tepat nya jam dua belas siang, sehabis pulang sekolah, dia berani menemui salah satu santri putri di samping sekolah dan pada saat yang sama Ustadz Fajar secara tidak sengaja melihatnya dan langsung mempergokinya.

Yang lebih membuat kami kecewa ternyata dia adalah seorang mudabir yang menjabat sebagai qismu amni, yang seharusnya dia mengawasi siapa saja santri yang berani melanggar peraturan pondok.

Ini benar benar mengecewakan, seorang mudabir yang seharusnya bisa memberi contoh yang baik kepada yang lainnya bukan malah sebaliknya." Kalimat ustadz badru benar benar membuat kami ketakutan.kami semua hanya menunduk.

"Dzakii Apa kamu lupa, Kamu itu mudabir, kamu itu qismu amni yang seharusnya jadi contoh terbaik untuk adik kelas kamu, bukan malah kamu merasa bebas." Ucap ustadz badru.

"Adef, bukankah kamu teman dekat dzaki, apa sebelumnya kau benar tidak tau akan hal ini, atau mungkin kau pura pura tidak tau dan berusaha untuk menutupi kesalahan teman mu." Tanya ustadz badru padaku, aku merasa bergetar dan takut menatap raut wajahnya yamg di penuhi rasa kesal dan kecewa.

"A..a..Afwan ustadz, Adef benar benar tidak tau, A..adef hanya pernah melihat surat dzaki namun adef tidak terlalu memanggap serius dan Adef juga tidak pernah menanyakan tentang surat itu, itu saja ustadz selebih nya adef tidak tahu menahu akan hal itu, sekalipun adef teman dekatnya." Jelasku dengan terbata bata.

"Semua surat surat dzaki sudah ada di tangan para asaitdz, para ustadzah telah menemukan semua surat itu di dalam lemari santri putri kelas satu aliah, bernama Nur khalifah, Ustadzah langsung memberikan surat surat itu pada kami." Ucap ustadz badru.

"Dzakii taqodam ila amam" Bentak ustadz badru.

Dzaki berjalan ke depan dengan kepala menunduk.

"Kami akan menghukum siapa saja santri yang berani melanggar peraturan pondok, sekali pun dia mudabir, jangan kan qismu amni, ro'is sekalipun jika berani melanggar peraturan pondok, kami akan tetap menghukumnya dengan hukuman yang sudah di tetapkan." Jelas ustadz badru.

"Karena dzaki sudah melanggar peraturan pondok maka para asatidz akan menghukumnya dengan beberapa hukuman,

Hukuman yang pertama, Asatidz akan membotaki rambutmu di hadapan seluruh santri putra Daruttkwa, hukuman yang kedua kami akan mengarak dzaki dan Nur khalifah di depan seluruh santri putra maupun putri yang mana mereka akan menyirami Dzaki dan Nur khalifah dengan air comberan, dan hukuman yang ke tiga asatidz akan memanggil orang tuanya untuk memberitahukan hal ini kepada ayah dan ibunya." Ucap ustadz Badru, ku lihat Dzaki hanya menunduk.

"Adef dan Wildan kalian berdua keluar, tolong kumpulkan seluruh santri di lapangan untuk menyaksikan hukuman pertama Dzaki." Pinta ustadz Badru.

Kami pun segera keluar dan meminta seluruh santri untuk berkumpul di lapangan.

"Emang ada apa ka." Tanya Fikri yang memang belum tahu.

"Nanti juga tahu, sekarang Fikri ajak temen temen fikri untuk kumpul di lapangan ya" Pintaku.

"Iyaa ka." Jawab Fikri.

Setelah seluruh santri berkumpul, Aku memberi tahu para asatidz, Para asatidz pun keluar menuju lapangan.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Sebelumnya mohon ma'af kami telah mengganggu waktu kalian, namun siang ini ada hal penting yang ingin kami sampaikan kepada kalian semua, yakni tentang hukuman yang kami berikan kepada siapa saja santri yang berani melanggar peraturan pondok." Ucap ustadz Fajar di samping Dzaki.

Lalu beliau mulai mencukur rambut dzaki dengan gunting yang sangat tajam di hadapan para santri.

"Ini hukuman pertama, hukuman kedua Ustadz minta kalian semua untuk berkumpul di lapangan santri putri, jangan lupa untuk membawa gayung yang di isi dengan air comberan." pinta ustadz Fajar.

Setelah selesai mengambil air comberan di belakang kamar mandi, seluruh santri segera berjalan menuju area santri putri, dengan dipandu oleh para asatidz.

Seluruh santri putri telah berkumpul di lapangan dengan berjajar rapih, santri puta segera pun segera berbaris berhadap hadapan dengan tangan membawa gayung berisi air comberan.

Dzaki dan Nur khalifah di pinta untuk menuju ke depan lalu di berikannya spanduk bertulisan " MOHOH MAAF KAMI TELAH MELANGGAR PERATURAN PONDOK" mereka berdua di suruh memegangi spanduk itu.

Ustajah memakaikan kalung yang terbuat dari tali plastik dan berbagai macam sampah kepada keduanya.

Ku lihat raut wajah Dzaki memerah menahan rasa malu begitu pula dengan raut wajah santri putri bernama Nur khalifah, Ia memakai kerudung berwarna merah dan kuning yang di penuhi oleh coretan qismu amni, sebagai tanda ia telah melanggar peraturan pondok.

Santri putra yang jago main hadroh di pinta untuk mengiring keduanya, pengarakan di mulai, suara hadroh begitu menggema mereka mulai berjalan di hadapan santri putri, para santri menyiraminya denga air comberan tepat mengenai keduanya.

Memilukan dan memalukan, lebih memalukan dari pengalamanku yang pernah terjebak ban sepeda yang kempes di area santri putri.

"Bener bener si dzaki, cuma malu maluin angkatan kita." Ucap zidan dengan wajah kesal.

Aku yakin mereka akan membenci Dzaki bukan hanya mereka, rasanya seluruh santri akan kecewa pada Dzaki.

Melihat Dzaki yang masih berjalan di hadapan para santri dengan siraman air comberan yang sangat bau mengguyur seluruh tubuhnya, pakaiannya basah kuyup.

Sungguh aku tidak tega melihatnya.

Bersambung....................

1
Imran Kalimanjaro
Alur ceritanya dgn latar kehidupan pesantren yg asing bagi yg bukan santri sangat menarik bagi saya untuk dibaca.
Imran Kalimanjaro
update lah thor, sudah saya kasi kopi tuh....
edy Sagai
Lumayan
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y
Zulfa Haniya
masyaAllah bgt ceritanya bikin saya nyesel knp waktu sekolah gk milih untuk mondok aja
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Agam Khadziq
masih ngambang ceritanya , kurang mengena , dan dari awal belum ada gregetnya
karyaku: hi kk mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Fatkhur Kevin
upnya thor
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Fatkhur Kevin
jd sangat terharu thor
Fatkhur Kevin
motor legenda msh ketinggalan
Fatkhur Kevin
motor peninggalan abah ketinggalan def
Fatkhur Kevin
mantul thor
Fatkhur Kevin
andaikan ada artinya sekalian malah bagus thor
Fatkhur Kevin
kok turut berkaca kaca ya mataku
Anis Thambayonk
lanjut dong
Anis Thambayonk
sudah lama gak up thor
Muhammad Mahendra Syaputra
maksud nya
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh,,,
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh,,,
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh
Muhammad Mahendra Syaputra
jd teringat almarhum ayah saya jd baca novel ini,😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!