NovelToon NovelToon
Rasa Diujung Senja

Rasa Diujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Playboy / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Septica

Cerita yang mengisahkan tentang dua orang yang awalnya cuma kenal secara basa-basi karena si cewek adalah pacar dari sahabat si cowok, namun siapa sangka jika keduanya adalah jodoh yang sudah tertulis ditakdir Tuhan, bagaimana awal mula mereka menyadarinya, cerita selengkapnya akan tersaji dalam bab demi bab didalamnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penjelasan Celo

Malam ini adalah malam terburuk buatku, mataku tidak mau menutup padahal mulutku sudah menguap berulang kali, rasa lelah dan kantuk berpadu jadi satu.

Ku coba memejamkan nya lagi-lagi usahaku sia-sia, mataku seakan sedang meledekku karena tidak kunjung berhasil membuatnya pulas.

"Semuanya saja hari ini gak ada yang berpihak padaku." Gerutuku jengkel.

Detik jam dinding terus berjalan hingga mentari pagi menampakan diri dan menyapa dari celah jendela yang ada disudut kanan kamar tidurku.

Seharusnya pagi ini aku memulai hari dengan penuh semangat karena inilah hari keberangkatan kami ke puncak untuk liburan, tetapi aku menyapa udara pagi dengan mata layu.

Tanpa permisi bunda tiba-tiba saja membuka pintu kamarku, beliau memintaku untuk segera berkemas di khawatirkan nanti Celo menunggu lama karena aku belum selesai bersolek.

Aku hanya menatap bunda tanpa bersuara sedikitpun.

"Jangan menatap bunda begitu, cepatlah mandi." Seru bunda.

"Mager bun, aku dari semalam tidak tidur." Terang ku.

"Sudahlah jangan males sayang, nanti juga sehabis mandi badanmu agar segar." Imbuh bunda sambil mendorongku ke kamar mandi.

Aku ingin menceritakan sedetail mungkin pada bunda apa yang membuat pagiku ini tidak ada gairah sedikitpun, tetapi aku memikirkannya jika ternyata hanya salah pendengaranku saja semua akan berimbas pada keberlanjutan hubunganku dengan Celo.

Ayah dan bunda tentunya akan melarang ku karena menganggap laki-laki itu berkhianat pada putrinya.

Terlepas salah paham atau bukan jelas semua orang tua jika sudah tidak ada respect maka terima tidak terima aku harus bersiap untuk memutuskan hubungan dengannya.

Di kamar mandi aku hanya bermain air di bathtub dengan tangan, tak seperti biasanya yang langsung merendam semua tubuhku ke dalamnya.

Kali ini melihat air pun rasanya enggan karena aku menganggap dia tak mampu lagi menjadi obat stress ku.

Kemarin saja aku sudah sebanyak tiga kali berendam di bathtub nyatanya justru aku bersahabat dengan malam, jadi sejak pagi ini aku tidak lagi menjadikan air masuk dalam list mood boosterku.

"Aku benci logikaku sendiri." teriakku.

Mendengar aku berteriak dari dalam kamar mandi, bunda segera mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan jika aku baik-baik saja di dalam.

Beliau terus memanggil namaku, mendengar panggilan bunda yang tak berjeda membuatku membuka pintu kamar mandi sebagai tanda pemberitahuan kepadanya jika aku tak seperti yang beliau khawatirkan.

"Bunda, katanya aku suruh mandi." Rengek ku.

"Mandi apa yang masih lengkap dengan satu set baju tidur?" Sindir bunda.

"Baru mau melepasnya saja bunda sudah berkali-kali mengetuk pintu." Kataku Mengelak.

"Bagaimana bunda gak ketuk pintunya jika kamu terus berteriak seperti tadi? Bunda takut ada hal buruk padamu.'' Imbuh bunda.

"Aman bunda, aku sedang test vocal saja hehe.'' Jelas ku.

Aku kembali menutup pintunya, kali ini aku menghidupkan shower agar bunda tidak lagi mendengar apapun yang gerutuan ku.

Tak lupa pula ku isi bathub hingga penuh dan ku tuangkan sabun cair kesukaanku hingga busanya memenuhi seluruh sela-sela bathub.

Perlahan ku masukkan kaki kanan diikuti kaki kiri dan kemudian ku rebahkan badanku ke bathub, ku coba menajamkan mataku untuk menikmati momen mandi busa ini.

Sialnya memori-memori absurd yang terjadi kemarin masih terus memenuhi pikiranku. Aku benar-benar gila kali ini.

Aku bertekad jika nanti Celo sudah datang kesini hal pertama yang akan dia dapatkan bukanlah seperti biasanya yaitu sapaan manjaku.

Tetapi dia wajib menjelaskan dengan detail alasannya dia berani meninggalkan perempuan secantik aku di tempat umum.

Sesaat kemudian aku keluar dari kamar mandi, aku bersolek dan mengecek kembali koperku untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Ponsel yang sedari tadi malam tergeletak di meja riasku berdering membangunkan lamunanku yang pada awalnya tak ku gubris.

Tetapi deringnya semakin membuat pendengaranku terganggu maka aku putuskan untuk mengeceknya.

Saatku ku buka ada beberapa pesan yang tak lain adalah permintaan maaf dari Celo.

Aku hanya membalasnya dengan mengatakan apakah dia masih lama untuk menjemput aku, ayah dan bunda di rumah.

Mungkin karena pesan balasan yang ku kirim tidak sama sekali membahas tentang permintaan maaf nya tak lama kemudian dering pesan berganti menjadi dering panggilan.

Aku menjawabnya dengan keraguan.

"Assalamualaikum." Kataku cetus.

"Waalaikumsalam, a-aku hanya ingin menjelaskan alasanku meninggalkanmu tadi malam sayangku." Tuturnya seakan tak ingin membuang waktu sebelum teleponku matikan.

"Sudah nanti saja, dimana kamu sekarang?" Tanyaku.

"Aku sebentar lagi sampai sayang, tunggu aku dengan sabar ya." Jawabnya lembut.

"Sejak kapan aku gak pernah sabar denganmu, meskipun kamu seringkali lebih mementingkan kesibukan-kesibukanmu itu." Sindir ku.

"Maaf sayangku." Sambungnya dengan nada memelas.

Tak ingin lama berbasa-basi dengannya aku tanpa permisi langsung mematikan telepon. Rasa kecewa tak bisa ku pungkiri masih ada di hatiku, pembicaraannya dengan seseorang yang tak sengaja ku dengar tadi malam pun masih bermain di pikiranku.

Aku sebenarnya sedang tidak ingin bertemu dengannya, tetapi hari ini adalah agenda liburan yang sudah kami susun dari lama tentu saja aku enggan jika nantinya di nilai sebagai wanita yang tidak konsisten.

Lagipula hari ini juga kesempatanku untuk mendengarkan penjelasan dari Celo.

"Sial, rencana liburanku berantakan gara-gara dinner yang penuh overthinking itu.'' Gumamku.

Tak lama kemudian ku dapati sebuah mobil terparkir di depan rumah, terlihat bunda keluar pintu dengan senyum mengembang di pipinya.

Aku meyakini jika yang datang adalah laki-laki yang selalu ayah dan bunda sebut sebagai calon menantu terbaiknya.

"Assalamualaikum tante." Sapa Celo.

"Waalaikumsalam nak Celo, silakan duduk dan mau minum apa biar tante buatkan sekalian tante panggilkan Katty di kamarnya." Jawab bunda.

"Gak usah tante, terimakasih. Boleh langsung panggilkan Katty saja karena ada sesuatu yang ingin Celo sampaikan." Jelas Celo.

Bunda tersenyum dan kemudian berjalan menuju kamarku. Mendengar perbincangan mereka aku langsung berpura-pura mengecek kembali koper yang sebelumnya telah aku pastikan isinya.

Terdengar seseorang mengetuk pintu kamarku yang tak lain adalah bunda.

Aku segera membukanya dan bunda menerangkan jika Celo sudah tiba lantas sekarang dia sedang menungguku di ruang tamu, aku berjalan mengikuti bunda dari belakang.

Sesampainya diruang tamu pandanganku dan pandangan Celo bertemu, dia tampak ganteng dengan kemeja hitam yang beberapa bulan lalu aku belikan sebagai reward karena dia berhasil memenangkan tender.

Tentu saja hal ini membuat perasaanku campur aduk, kecewa dan cinta bertempur didalamnya

''Hai cantik, aku ingin meminta maaf untuk dinner kemarin." Katanya.

"Sudah semakin siang, lebih baik ayo segera berangkat." Jawabku dengan ekspresi dingin.

"Nak gak boleh begitu, ada orang minta maaf harusnya kamu tanggapi dulu dan dengarkan penjelasannya." Seru bunda.

"Baiklah aku beri 5 menit untuk Celo menjelaskan siapa dan apa hubungannya dengan orang yang meneleponnya kemarin waktu di restoran." Imbuhku jutek.

Mendengar perkataan-perkataan jutek ku, ayah dan bunda hanya bisa terdiam. Sementara Celo menundukkan pandangan sebentar kemudian dia menjelaskannya.

Melihat respon bunda yang seolah percaya dengan yang di katakan nya, aku pun memilih untuk memaafkan dan menerimanya meskipun logikaku mengatakan jika penjelasannya kali ini bukanlah sebuah kejujuran.

Aku sendiri tak mengerti dengan pemikiranku akhir-akhir ini, tetapi aku harap logikaku keliru.

1
Nadin Alina
visualnya keren bangettt 😂
Mila Julia
rafka se tulus itu sama katty😭😭😭udah kett pilih rafka aja
Nadin Alina
Pacar Celo perhatian dan peka banget ya, soft spoken lagi 🤭
Mila Julia
ngk perlu kasih bibtang kalau oerlu katt😭🤣
Mila Julia
aku kadang juga gini merasa paling susah padahal banyk org yg lebih susah tapi keluhannya ngk sebanyak aku yang penderitaannya ngk adaa apa2 di bandingkn mereka
Mila Julia
marahin aja katt
Mila Julia
wkwkwk bujang lapuk nggk tuhh🤣🤣
Mila Julia
akupun juga mikir gituu🙏
Mila Julia
akupun juga mikirnya gitu🙏
Saila Alka
jangan jadi orang ketiga lah, please.....
Saila Alka
nah.... bener itu
Goresan_Pena421
jangan yang mahal Katt sayang uang kamu apa lagi yang di beliin Celo
sjulerjn29
kamu selalu effort ke dia tapi dianya sering sekali bohong sama kamu katty, kenapa gak ubah kebiasaan mu itu biar celo menyesal
..
Xlyzy
duduk di teras terus di temani teh atau kopi di sertai cemilan beh enak banget rasa nya
@dadan_kusuma89
Jangan ditunda-tunda lagi, Kat! Segera batalkan rencana pernikahanmu dengan Celo.
@dadan_kusuma89
Dangdutan dalam perutmu itu, Penontonnya pasti ribut ya, Nis?😁
✯͢Ceyra␈⋆Heelshire͠࿐
bener, seumur hidup itu lama, mending pikir lg saja kalau sama Celo
CumaHalu
semoga bisa sembuh ya Gania, biar dia bisa cerita ada apa dengan celo sebenarnya 😁
Mila Julia
wkwkwk ketus amat raf gegara ngk di tanyaain katty yaa🤣
Goresan_Pena421
🙂 Celo buka mata mu nak dan liat t Katty. 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!