Diusia mudanya Vyanita harus berjuang sendiri dalam bertahan hidup, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Dan dia harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orang tuanya, untuk menutup hutang sang Ayah. Hingga akhirnya dia bertemu dengan sahabat sebaik Revi, dan keluarga Revi lah yang kini menajdi keluarga baru bagi Vya.
Kebahagiaan datang silih berganti, bertemu dengan keluarga baru yang baik dan menyayanginya, hingga kebahagian lain datang, dimana Vya menemukan cintanya.
Menikah dan membina keluarga, namun tidak berselang lama kebahagian itu berangsur sirna. Akankah Vya mampu melewati cobaan hidup yang datang padanya? Dan akankah dia menemukan kebahagiannya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHINOV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Angga dan Vya sama sama bungkam, sedangkan Revi mencoba menenangkan Vya yang masih saja
sesenggukan.
"Tolong jelaskan pada Bunda apa yang terjadi di sini," teriak Ferra dan cukup membuat Vya, Angga, dan Revi kaget.
"Mas Angga terus saja memojokan dan menyalahkan Mas Adit yang tidak dapat hadir di resepsi nanti Bun, dan Vya tidak terima itu" ucap Vya dengan menahan segala amarah dan mencoba menyembunyikan kejadian yang sebenarnya dari Ferra dan Revi. Ferra membuang nafas panjang mendengar perkataan Vya.
"Yakin hanya karena itu?" tanya Ferra seakan tidak percaya dengan apa yang Vya katakan, Ferra menatap mereka bergantian.
"Yyaa .. ya Bun, karena aku terus memojokkan Vya, dan telah menjelekkan suaminya dan akhirnya Vya marah," jawab Angga.
"Bunda tau kamu marah Ngga, Bunda juga kecewa sama Adit kenapa dia lebih memilih pekerjaan dari pada harus menemani istrinya dihari bahagianya. Tapi mau bagaimana lagi, karena memang ini tuntutan pekerjaannya, kita harus menghormati setiap keputusannya, bunda mohon jangan tambah memperkeruh suasana, kasihan adikmu," jelas Ferra. Angga mengganggukkan kepalanya, menatap Vya dengan penuh penyesalan.
Angga yang merasa bersalah dan menyesal akan perlakuannya pada Vya memilih pergi meninggalkan kamar tanpa berkata apa apa. Sementara Ferra dan Revi sesegera mungkin mencoba memperbaiki riasan Vya karena 10 menit lagi acara akan dimulai.
🍀🍀🍀🍀
Karena ketidak hadiran Adit maka Vya diapit oleh Rizwan dan Khalid, memasuki ballroom hotel dengan hiasan full bunga dan terlihat begitu mewah.
Vya berusaha sekuat dan sebisa mungkin menyembunyikan perasaannya, dia terus mencoba tersenyum.
Di pelaminan telah berdiri seorang pria dengan berbalut jas putih dengan bunga mawar senada tersemat disaku jasnya. Vya tidak dapat melihat jelas siapa pria itu karena genangan air mata yang coba dia tahan agar tidak keluar. Dan sesaat kemudian pria itu menyanyikan sebuah lagu dari Shane Filan berjudul "Beautiful in White",
🎶Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
So beautiful in white…🎶
Vya yang mendengar lagu itu tidak mampu lagi menyembunyikan air matanya, ia semakin mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Rizwan, Dan Rizwan mencoba menenangkan Vya. Semakin dekat dengan pelaminan mereka mendapati Adit lah yang berdiri di pelaminan dan benyanyi, dan betapa terkejutnya mereka. Tidak ada satupun yang tau bahwa kepergian Adit hanya akal akalannya saja agar dapat memberi kejutan pada Vya. Vya pun bergegas menghampiri Adit, tidak memperdulikan tatapan para tamu undangan yang datang, Vya memeluk Adit dengan erat dan menangis sejadi jadinya. Dan suasana menjadi riuh dengan tepuk tangan para tamu undangan dan juga haru karena menyaksikan adegan romantis dihadapan mereka.
Adit membalas pelukan Vya tak kalah eratnya, dan menghadiahi kening Vya dengan banyak kecupan dia tau betul apa yang dirasakan oleh Vya.
"Maaf, bukan bermaksud menbodohimu tetapi aku ingin memberikan kejutan untukmu, agar pernikahan kita berkesan, dan ada satu lagi hadiahku untukmu," ucap Adit dan menyerahkan sebuah kotak bludru kecil berwana navy.
"Apa ini?" tanya Vya
"Bukalah," Vya membuka kotak itu dan melihat ada sepasang kunci dalam kotak itu dan ia mengambilnya menanyakan pada Adit kunci apa yang saat ini ada ditangannya.
"Itu kunci rumah kita, karena setelah kita bermalam disini kita akan pulang ke rumah kita sendiri dan membangun keluarga kita di sana," Vya pun memeluk Adit.
"Pernikahan kita memang sangat berkesan dan akan menjadi kenangan indah dan menyakitkan bagiku Mas, karena tanpa kamu tau dihari bahagia kita ini seseorang yang telah aku anggap sebagai kakak telah menorehkan luka yang cukup dalam" batin Vya.
🍀🍀🍀🍀
Acara selesai tepat pukul 11.00 malam karena begitu banyaknya tamu undangan yang datang. Khalid dan istri memilih untuk pulang ke rumah mereka, sementara keluarga Vya masih tetap di hotel karena mereka menginap disana. Sementara Angga dia memilih meninggalkan hotel di tengah acara dan kembali ke Kota M bersama Nara dengan alasan pekerjaan.
Vya dan Adit berjalan beriringan dengan bergandeng tangan menuju kamar pengantin mereka.
"Sayang, kamu masih marah sama Mas, dari tadi Mas melihatmu seperti tidak bersemangat," tanya Adit.
"Aku gak marah sama kamu Mas, aku hanya capek, aku pengen cepet istirahat," jawab Vya. Dan kemudian dengan refleks Adit menggendong Vya ala ala bridal style, hingga sampai di dalam kamar mereka. Adit merebahkan Vya di atas ranjang, melepas satu persatu sepatu yang digunakan Vya, melepas hiasan dan pernak pernik yang Vya gunakan. Hingga hanya tersisa gownnya saja, hening, dan canggung melingkupi mereka. Namun sesaat kemudian Adit perlahan mendekatkan wajahnya pada Vya, hidung mereka bersentuhan, dan kemudian Adit mengecup lembut bibir Vya. Hal itu dilakukan beberapa kali oleh Adit, hingga membuat Vya seakan terhipnotis.
Namun saat kecupan itu berubah menjadi *******, Vya tersentak kaget dan mendorong Adit dengan keras.
"Ada apa sayang?" tanya Adit
"Hhmm lebih baik kita bersih bersih dulu ya Mas," kata Vya dan berlalu meninggalkan Adit yang merasa bingung.
Di dalam kamar mandi Vya menahan tangisnya mengingat ciuman paksa yang Angga berikan padanya, dia menggosok kasar bibirnya mencoba menghilangkan bekas ciuman Angga di bibirnya. Saat Vya tengah sibuk dengan kegiatannya tiba tiba terdengar suara ketukan pintu,
"Sayang kamu tidak apa apa kan, lama bener?" teriak Adit dari luar kamar mandi.
"Iya maaf sebentar lagi aku selesai Mas," jawabnya. Dan tak lama Vya keluar hanya dengan mengenakan bathrobenya, dan tanpa di aba aba Adit melangkah menuju Vya membawanya dalam pelukan dan mengecupi kepalanya dengan sayang.
"Aku mencintaimu Vya istriku," ucap Adit