NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Raja Vampir

Anak Rahasia Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Romansa Fantasi
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Kanaya Tabitha adalah definisi wanita sempurna. Cantik, pintar, dan mandiri, dia sukses membangun bisnisnya dari nol. Di balik keanggunannya, Kanaya adalah sosok wanita tangguh yang menguasai seni bela diri tingkat tinggi, dan jangan harap ada pria yang bisa mendekatinya dan mengusik hidup tenang nya, hubungan dan cinta tidak ada di dalam daftar hidup nya.

Namun, dunia indahnya runtuh saat sebuah rahasia besar mendadak memutarbalikkan hidupnya. Tubuhnya mengalami perubahan aneh yang tak masuk akal. Bagaimana bisa dia hamil tanpa pernah disentuh pria mana pun?

Kanaya tidak tahu bahwa setiap malam, rahimnya telah diklaim oleh Alexander Giorge, Raja Vampir yang posesif dan berbahaya di balik kegelapan.

"Kamu milik ku, Kanaya. Berlari lah sejauh apa pun, darah daging ku akan selalu membimbingku kembali ke tempat tidurmu. Jika ada pria lain yang berani menyentuhmu, ku pastikan namanya tinggal sejarah."_ Alexander Giorge.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGAWAL BAYANGAN

Naya memakai kembali kacamata hitamnya dengan gerakan anggun, menegakkan punggungnya, lalu berjalan melewati Catalina begitu saja tanpa menoleh lagi.

Langkah kakinya terdengar tegas menggema di koridor, meninggalkan Catalina yang masih syok memegangi pipinya di lorong rumah sakit.

"Sialan! Kenapa aku merasa sangat takut dan tertekan dengan aura nya," gumam Catalina, mengepal kan tangan nya kuat.

"Awas saja kamu Naya," desis Catalina, pergi dari sana dengan kebencian yang semakin besar.

Naya terus berjalan dengan langkah lebar dan tegas menuju area parkir.

Begitu sampai di depan mobilnya, ia segera membuka pintu, masuk ke dalam, dan membantingnya dengan cukup keras.

Brakk

Naya menyandarkan punggungnya, lalu mencengkeram setir mobil dengan kedua tangannya yang kembali dingin, dadanya naik turun, mencoba meredakan sisa-sisa amarah akibat ucapan Catalina tadi, sekaligus rasa sesak yang kembali menyerang pikirannya soal hasil USG.

"Gila... hari ini bener-bener gila," gumam Naya sambil memijat keningnya yang terasa pening.

Tiba-tiba, ponsel di dalam tas kerjanya bergetar.

Drettt

Naya meraba tasnya, mengeluarkan ponsel, dan melihat nama Siska tertera di layar, dia menarik napas dalam-dalam sebelum menggeser tombol hijau, mencoba mengembalikan suara dingin khas CEO-nya.

"Ya, Siska? Ada apa?" tanya Naya langsung, suaranya terdengar datar tanpa emosi.

"Maaf mengganggu waktu istirahat Anda, Nona Muda," suara Siska terdengar agak ragu dan berhati-hati di seberang telepon.

"Saya hanya ingin memastikan apakah Anda sudah sampai di rumah dengan aman? Dan mengenai berkas tender untuk besok pagi, apa perlu saya antarkan ke mansion Anda sore ini?" tanya Siska, sopan.

Naya terdiam sejenak, melirik kertas resep obat dengan nama samaran yang diberikan Fanya tadi di atas dasbor mobil, pikirannya langsung tertuju pada rencana menginap di apartemen sahabatnya itu nanti malam.

"Nggak usah diantar ke rumah, Siska. Kirimkan semua file nya ke email pribadi saya saja. Sore ini saya ada urusan dan kemungkinan besar nggak akan pulang ke mansion," jawab Naya tegas.

"Baik, Nona Muda, akan segera saya kirimkan dalam waktu sepuluh menit, tolong jaga kesehatan Anda," ucap Siska sebelum akhirnya mengakhiri panggilan.

Naya meletakkan ponselnya kembali, lalu dia menyalakan mesin mobil, menginjak pedal gas, dan perlahan membawa mobilnya keluar dari area rumah sakit.

Tujuan pertamanya sekarang adalah apotek yang agak jauh dari area kantor maupun rumah sakit untuk menebus resep obat dari Fanya, demi menjaga kerahasiaan identitasnya.

Sementara itu, tidak jauh dari mobil Naya yang mulai bergerak membelah jalanan kota, sesosok pria dengan setelan jas hitam rapi yang sejak tadi berdiri di sudut bayangan koridor luar rumah sakit tampak menempelkan sebuah perangkat komunikasi kecil ke telinganya.

Pria itu adalah salah satu pengawal bayangan kiriman Alexander.

"Tuan James, Nona Kanaya baru saja keluar dari rumah sakit, dan sempat ada sedikit insiden di tadi, seorang wanita dari keluarga pesaing mencoba memprovokasi Nona Kanaya, namun Nona Kanaya berhasil mengatasinya sendiri," lapor pengawal tersebut dengan suara yang sangat rendah.

Di tempat lain, tepatnya di dalam ruang kerja mewah milik Alexander Giorgio, James yang menerima laporan itu langsung melirik ke arah tuannya yang sedang duduk tenang di kursi kebesarannya sambil memutar-mutar gelas kristal berisi cairan merah pekat.

"Bagaimana dengan kondisi fisiknya?" tanya James ke dalam telepon, sengaja mengeraskan suara agar Alexander bisa mendengarnya langsung.

"Nona Kanaya sempat terlihat sangat terguncang setelah keluar dari ruangan dokter kandungan, tapi sekarang beliau sedang berkendara sendirian menuju arah pusat kota," jawab pengawal di seberang sana.

James mematikan sambungan teleponnya, lalu membungkuk hormat ke arah Alexander yang kini meletakkan gelas kristalnya ke atas meja dengan ketukan perlahan.

"Tuan, sepertinya Nona Kanaya sudah mengetahui tentang kehamilannya. Dokter yang memeriksanya adalah sahabat dekatnya sendiri, Dokter Fanya. Berdasarkan laporan, Nona Kanaya terlihat sangat tertekan," ucap James hati-hati.

Alexander perlahan bangkit dari kursinya, berjalan menuju dinding kaca besar yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian, sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman tipis yang sarat akan dominasi dan rasa kepemilikan yang mutlak.

"Dia pasti bingung, James, bagaimana cara benihku tertanam di dalam rahimnya," ucap Alexander dengan suara beratnya yang bergema dingin di dalam ruangan.

"Lalu, apa rencana Anda selanjutnya, Tuan? Apakah kita harus membiarkannya berkeliaran sendirian dalam kondisi mental yang tidak stabil seperti itu? Wanita hamil sangat rentan, apalagi dia membawa darah murni keturunan Anda," tanya James dengan raut wajah cemas.

Alexander menggelengkan kepalanya perlahan, kedua tangannya bergerak masuk ke dalam saku celana bahan hitamnya.

"Biarkan dia menenangkan dirinya dulu untuk beberapa hari ini, aku bisa merasakan kalau energinya mulai terikat dengan bayiku di dalam sana," jelas Alexander, matanya menyipit tajam menatap jalanan kota di bawah sana.

"Tapi Tuan, bagaimana jika Nona Kanaya nekat melakukan hal yang membahayakan janin tersebut karena rasa frustrasinya? Mengingat reputasi nya akan hancur saat kehamilan nya bocor ke depan publik," ucap James kembali menyuarakan kekhawatiran terbesar para tetua kaum vampir jika sampai tahu kabar ini.

Mendengar kalimat itu, aura di dalam ruangan Alexander mendadak turun drastis menjadi sangat mencekam, manik mata hitam milik sang Raja Vampir seketika berubah menjadi merah darah yang menyala, memancarkan intimidasi yang luar biasa hingga membuat James refleks menundukkan kepalanya lebih dalam.

"Dia tidak akan bisa melakukannya, James. Naluri keibuannya sudah dikunci oleh kekuatan darahku, bahkan jika dia mencoba meminum obat penggugur kandungan sekalipun, tubuhnya akan langsung menolak, lagipula aku yakin Kanaya ku tidak akan mungkin tega membunuh bayi ku," desis Alexander dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh penekanan yang mematikan.

"Maafkan kelancangan saya, Tuan," bisik James dengan tubuh yang sedikit tegang menahan tekanan aura sang Raja.

Alexander menghela napas pendek, membuat warna merah di matanya perlahan memudar kembali menjadi hitam pekat yang misterius.

"Tetap tempatkan pengawal terbaik di sekitar apartemen sahabatnya. Aku tahu dia tidak akan pulang ke mansion nya malam ini, jika ada pergerakan dari kaum pemberontak yang mulai mencium bau darahku di sekitar Kanaya ku, habisi mereka langsung tanpa perlu meminta izin dariku," perintah Alexander tegas.

"Baik, Tuan. Perintah Anda akan segera dilaksanakan," jawab James dengan tegas sebelum akhirnya melangkah mundur dan keluar dari ruangan untuk mengatur formasi pengamanan baru di sekitar apartemen Fanya.

Di sisi lain, Naya baru saja selesai menebus obatnya di sebuah apotek besar yang cukup sepi, dia berjalan kembali ke mobilnya sambil membawa kantong plastik kecil berisi vitamin dan penguat kandungan dan juga beberapa kotak.

Naya melirik jam tangan nya, waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.

Naya masuk ke dalam mobil, lalu mengetikkan sebuah pesan singkat di untuk sahabatnya.

1
muhammad ibnuarfan
aduuhh..bang James ni...cari kesempatan dalam kesempitan...bilang aja pengen cium...pakek banyak alasan...🤭🤭
Yue Li MZy
cerita ini apa hubungannya dgn Aurora Thor??,apa Alexander George termasuk saudara jauh Aurora??
Azura75
Ayo James. jgn ksh kendor..! kl perlu ada debay susulan. 😆
Rai Gojess
c assistan Raja Vampir ini, bakalan ada baby baru kalau begini Thor..🤣🤣
Nao_Hangesti 🍀
mantap bgt ka👍👍
Ayu Oktaviana
haduh james maen sosor aj ni ...🤣🤣😁😁
Ayu Oktaviana: awas ntar ketagihan lo🤣🤣😁😁🤭
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
heeeyyy main sosor aja kamu mah 🤣🤣🤣
Maria Lina
lanjut thor hehehe
Anbu Hasna
vampir bisa bercermin?
IG : hofi03_skrniii: kakkk😭😭
total 1 replies
Zhang Wuyang (张五阳)
akhirnya datang juga bapak dari anak nya itu 🗿
Zhang Wuyang (张五阳): hah, masak iya sih wah seru nih🗿💃
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
yaaahh, ketemu alex nya di tunda ampe besok 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
aki aki jatuh cinta, eh karuhun kali ya, soalnya umurnya udah ribuan tahun kan 🤔🤔🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
dih gak nyadar bapaknya 😒😒🤣🤣🤣
muhammad ibnuarfan
naaahhh...kaaannn...makanya...jangan ngeremehin musuh...katanya dijaga ketat...la itu musuh masih bisa masuk...😤😤😤...pada ngopi kali ya yang jaga...makanya kecolongan...🤭🤭
muhammad ibnuarfan
jangan suka meremehkan musuh Lex...
Eka Haslinda
penjaga bayangannya bobo kah 🤣🤣
Eka Haslinda
sepertinya asisten bapak Raja kecantol manusia juga 🤭🤭
Eka Haslinda
macam Bella hamil anak Edward
Rai Gojess
aiii mana tu penjaga bayangan? penjagaan ketat Konon tapi gak, bisa masuk tu vampir liar, gak ada penjaga...menipu saja kau Raja Vampir, Kanaya hampir celaka dan mati oleh para musuh vampirmu...hukum saja penjaga bayangan yang lalai, tidur dan makan dan minum darah saja kerja penjaga itu, dibodohi saja kau Raja Vampir yang sok sok kan tegas dingin dan sombong...
Maria Lina
yah thor lgi tegang"nya hbs hadeh😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!