Mutiara Bumi: Sang Kucing Putih dan Sang CEO
Bai Xue adalah makhluk asing berwujud kucing berbulu putih cantik yang datang ke Bumi bersama empat temannya. Misi mereka adalah mengumpulkan Mutiara Energi untuk menyelamatkan planet asal mereka yang terancam punah. Mereka semua bisa berubah wujud menjadi manusia kapan saja.
Di Bumi, Bai Xue berubah menjadi gadis cantik berusia 20 tahun yang mungil, ceria, dan baik hati. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, seorang CEO muda kaya raya yang jenaka, tengil, agak ceroboh, dan memiliki keunikan: ia sangat alergi terhadap kucing.
Awalnya pertemuan mereka penuh insiden konyol, namun lama-kelamaan Xiao Chen mengetahui rahasia Bai Xue dan mulai jatuh hati padanya. Bersama teman-teman alien dan orang-orang kepercayaannya, mereka berusaha mengumpulkan energi sambil melawan musuh yang ingin mencuri kekuatan para alien dan menghancurkan perusahaan Xiao Chen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak Dari Masa Lalu Yang Terlupakan
Setelah kesepakatan tercapai, suasana di Lembah Cahaya Awal kembali tenang dan damai. Cahaya Inti Keseimbangan terus berdenyut lembut, seolah menyambut kedatangan mereka yang kini memiliki tujuan yang sama. Pemimpin kelompok Penjelajah Bintang yang bernama Lira, bersama kedua rekannya, Rian dan Kaelis, memutuskan untuk bergabung sementara waktu—berbagi pengetahuan yang mereka miliki agar pembentukan jaringan energi bisa berjalan lebih lancar dan aman.
Selama beberapa hari berikutnya, mereka menghabiskan waktu mempelajari setiap ukiran, simbol, dan aliran energi yang ada di sekitar lembah. Elion, sebagai Penjaga Pengetahuan, membacakan makna dari setiap tanda kuno yang terukir di dinding tebing dan permukaan batu besar, sementara Lira menjelaskan pengalamannya tentang bagaimana energi antarbintang bergerak dan menyebar. Xiao Chen dan Bai Xue menjadi jembatan utama, karena energi mereka yang menyatu mampu merasakan aliran keseimbangan dengan lebih peka dibandingkan siapa pun.
"Lihatlah pola ini," ucap Elion sambil menunjuk ke rangkaian garis yang melingkar di sekeliling danau. "Ini bukan sekadar hiasan. Setiap garis melambangkan jalur energi yang menghubungkan tempat ini ke berbagai titik di seluruh alam semesta. Dulu, ketika Xing Yun masih dalam masa kejayaan, jaringan ini aktif dan menjaga hubungan damai dengan banyak dunia lain."
Lira mengangguk setuju sambil memeriksa peralatan pemindai yang ia bawa. "Catatan yang kami miliki juga menyebutkan hal serupa. Ribuan tahun yang lalu, ada masa di mana banyak planet hidup dalam keseimbangan, saling berbagi kekuatan tanpa saling merugikan. Namun, suatu peristiwa besar terjadi yang membuat sebagian besar jalur ini terputus, dan banyak dunia mulai terpisah serta berjuang sendiri untuk bertahan hidup."
Mendengar itu, Xiao Chen terdiam sejenak. Sebuah pertanyaan muncul di benaknya. "Apa yang sebenarnya terjadi hingga jalur ini terputus? Apakah ada catatan yang menjelaskan penyebabnya?"
Elion menggeleng pelan dengan wajah yang terlihat sedih. "Semua catatan hanya menyebutkan bahwa peristiwa itu membawa kegelapan besar. Namun, detailnya sengaja dihapus atau disembunyikan, seolah ada pihak yang tidak ingin kebenaran itu diketahui kembali. Bahkan dalam arsip paling rahasia pun, tidak ada penjelasan yang lengkap."
Namun, saat mereka terus berjalan mengelilingi danau, Bai Xue tiba-tiba berhenti. Matanya tertuju pada sebuah bagian dinding tebing yang tertutup lapisan lumut energi yang tebal dan berwarna kelabu. Ia merasakan aliran energi yang sedikit berbeda dari yang lain—lebih lemah, namun mengandung getaran yang sangat tua.
"Ada sesuatu di sini," katanya sambil melangkah mendekat. Ia mengangkat tangannya perlahan, memancarkan energi putih lembut yang menyentuh lapisan penutup itu. Seolah menyadari kehadiran energi murni, lapisan itu perlahan terkelupas dan menghilang, menampakkan serangkaian ukiran baru yang lebih dalam dan lebih rumit dari yang lain.
Semua orang segera berkumpul dan menatapnya dengan rasa takjub. Ukiran itu menceritakan sebuah kisah yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
"Ini..." gumam Elion dengan suara bergetar. "Ini adalah bagian yang hilang dari sejarah kita."
Gambar-gambar dan tulisan kuno itu menceritakan bahwa ribuan tahun silam, ketika jaringan energi antar dunia masih berjalan sempurna, muncul satu sosok yang merasa kekuatan Inti Keseimbangan belum dimanfaatkan secara maksimal. Ia percaya bahwa jika kekuatan itu dikonsentrasikan sepenuhnya ke dalam satu tangan, maka bisa menciptakan dunia yang sempurna tanpa rasa sakit, tanpa kekurangan, dan tanpa perubahan.
"Namun, upaya itu justru menimbulkan ketidakseimbangan yang parah," lanjut Elion sambil membaca makna di balik simbol-simbol itu. "Saat ia mencoba memanipulasi Inti Keseimbangan, energi yang seharusnya mengalir merata justru terpecah menjadi dua bagian—satu tetap memancarkan cahaya kehidupan, sedangkan bagian lain berubah menjadi energi kosong yang menghisap kekuatan di sekitarnya. Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, para penjaga saat itu terpaksa memutus semua jalur penghubung dan menyegel sebagian besar pengetahuan ini agar tidak terulang kembali."
Lira menatap ukiran itu dengan wajah serius. "Jadi inilah alasan mengapa begitu banyak dunia terpisah dan terisolasi. Mereka takut jika kesalahan yang sama terulang, seluruh alam semesta bisa terjerumus ke dalam kekacauan."
Xiao Chen merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Ia menatap cahaya Inti Keseimbangan di tengah danau, lalu kembali menatap ukiran yang baru terbuka itu. "Di mana sosok itu sekarang? Apakah ia berhasil dihentikan, atau masih ada kemungkinan ia hidup kembali?"
Ukiran itu memberikan jawaban yang membuat suasana menjadi hening. Sosok yang mencoba menguasai kekuatan itu tidak hancur, melainkan terperangkap di dalam dimensi terpisah yang terbentuk akibat ledakan energi. Namun, tulisan itu memperingatkan: "Jika keseimbangan mulai terganggu lagi, jika ada yang berusaha mengubah jalur alaminya, maka segel itu bisa melemah, dan ia bisa kembali mencari jalan untuk menguasai sumber kekuatan ini sekali lagi."
Seketika itu juga, suasana di lembah terasa berubah. Angin yang tadinya lembut kini berhembus lebih dingin, dan cahaya di sekeliling mereka berkedip samar seolah merasakan bahaya yang mengintai.
"Jadi selama ini bukan hanya masalah memulihkan energi atau membangun kerja sama," ucap Bai Xue dengan suara pelan. "Kita juga harus memastikan bahwa dalam proses ini, kita tidak membuka pintu bagi kekuatan yang lebih berbahaya dari apa pun yang pernah kita hadapi."
Lira mengangguk setuju. "Itulah sebabnya kami selalu berhati-hati dalam setiap langkah. Di luar sana, ada banyak kekuatan yang menunggu kesempatan untuk memanfaatkan kekacauan. Jika kita membangun jaringan ini dengan cara yang salah, kita justru akan membebaskan sesuatu yang bisa menghancurkan segalanya."
Namun, sebelum mereka sempat membahas lebih lanjut, tiba-tiba tanah di sekitar lembah bergetar perlahan. Dari arah langit yang jauh, terlihat gelombang energi yang berwarna abu-abu pekat bergerak mendekat dengan kecepatan tinggi. Gelombang itu tidak membawa kehancuran secara langsung, namun membuat semua energi di sekitarnya menjadi tidak stabil dan kacau.
"Ini bukan gelombang alami!" seru Rian sambil mengaktifkan peralatan deteksi. "Sumbernya berasal dari luar lembah, namun ia mengarah langsung ke sini! Seolah-olah ada yang mengetahui keberadaan kita dan mencoba mengganggu kestabilan tempat ini!"
Xiao Chen dan Bai Xue segera berdiri berdampingan, memancarkan energi gabungan mereka untuk menahan gelombang itu agar tidak merusak lingkungan lembah. Elion dan Lira juga ikut membantu, membentuk perisai energi tambahan. Saat gelombang itu menyentuh perisai mereka, terasa dorongan yang kuat, namun berkat kekuatan yang mereka miliki bersama, gelombang itu akhirnya terpecah dan menghilang.
Namun, di balik gelombang itu, muncul sebuah pesawat besar yang bentuknya tidak dikenal, melayang di atas tebing lembah. Dari dalamnya terdengar suara dingin yang bergema ke seluruh penjuru tempat itu.
"Terima kasih telah membuka jalan dan mengungkap rahasia lama. Kini aku tahu di mana letak sumbernya, dan juga tahu bagaimana cara membebaskan kekuatan yang telah lama terkurung."
Semua orang menatap pesawat itu dengan kaget dan waspada. Dari jendela pesawat, terlihat sosok yang berdiri diam—siluet yang samar namun memancarkan aura energi yang sama persis dengan bagian kegelapan yang diceritakan dalam ukiran kuno itu.
"Siapa kau?" teriak Xiao Chen dengan suara tegas.
Sosok itu tertawa pelan, suara yang terasa seperti gema dari masa ribuan tahun yang lalu.
"Aku adalah bayangan dari keseimbangan yang terpecah. Nama yang dulu dipakai sudah tidak penting lagi. Namun, berkat usahamu memulihkan jalur energi ini, kekuatanku mulai tumbuh kembali. Dan tidak lama lagi, aku akan mengambil alih seluruh kekuatan Inti Keseimbangan—untuk menciptakan dunia yang 'sempurna' sesuai keinginanku sendiri."
Pesawat itu kemudian terbang menjauh dengan cepat, namun meninggalkan jejak energi gelap yang tersebar di udara, seolah menjadi tanda bahwa bahaya nyata kini benar-benar telah datang.
Di tengah lembah yang kembali tenang namun terasa lebih berat, mereka menyadari bahwa perjalanan mereka baru saja memasuki babak yang paling berbahaya. Mereka tidak hanya harus membangun masa depan yang damai, tetapi juga harus melindungi keseimbangan itu dari musuh yang telah menunggu selama ribuan tahun untuk bangkit kembali.
Dan di dalam hati masing-masing, satu hal yang pasti: mereka harus bergerak lebih cepat, lebih waspada, dan lebih bersatu dari sebelumnya, sebelum kekuatan kegelapan itu menjadi terlalu kuat untuk dihentikan.