Perkenalkan namaku Michael Morrone. Aku adalah seorang mafia Italia yang sangat berbahaya dan disegani lawan. Diriku tidak pernah merasakan apa artinya jatuh cinta apalagi cinta pertama. Hidupku di penuhi kesunyian dan betapa kerasnya hidup ini. Suatu hari aku datang ke Indonesia untuk liburan. Namun disaat diriku sedang berjalan aku tak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu pun terjatuh. Melihat dirinya terjatuh aku berjongkok dan mengulurkan tanganku kepadanya.
Gadis itu nampak ragu. Ia hanya diam tanpa membalas uluranku bahkan wajahnya pun menunduk. Ku tatap wajahnya yang menunduk tak lama kemudian wajah itu mendongak. Mataku lansung terkunci oleh tatapan polos dari gadis itu.
Penasaran dengan ceritanya? Ayo jangan lupa baca ceritaku.
Salam hangat dari Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon romanziere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capitolo 14: Un Bacio Al Mattino
•Buona Lettura•
Michael meletakkan mobilnya di parkiran bandara. Ia akan membawa Cilla ke negara asing. Michael akan menggunakan gadis ini sebagai tempat berlabuhnya cintanya.
"Lepaskan aku!" Cilla menarik-narik lengannya dari cengkraman Michael.
Michael mencengkram tangan itu dengan kasar dan menariknya secara paksa. Cilla terus meronta-ronta ingin dilepaskan. Namun Michael tetap menarik lengan gadis itu tanpa memperdulikan teriakan dari Cilla.
"Kumohon lepaskan aku!" Cilla mulai memukul lengan itu dengan tenaga yang kuat. Bagi Michael pukulan Cilla tidak berarti ada apa-apanya baginya.
Cilla mulai merasakan sakit di bagian tangannya saat cengkraman itu menguat, kenapa hal buruk menimpa selalu menimpa pada dirinya? Apakah dirinya ditakdirkan selalu mendapatkan perlakuan buruk.
Michael memberhentikan langkah kakinya tepat mau masuk kedalam jet. Ia menarik lengan Cilla kemudian menggendong gadisnya kedalam jet pribadi miliknya yang mewah. Cilla terus meronta-ronta dan memukul punggung Michael.
Michael menurunkan gendongannya lalu menempatkan tubuh Cilla di kursi jetnya.
"Dasar pak tua, kenapa kau membawaku!" marah Cilla seraya melototkan matanya kearah wajah Michael.
Michael hanya menampilkan senyum sinisnya, Michael mengeluarkan sapu tangan dibalik jaketnya lalu menempelkan tepat di hidung Cilla.
3 detik kemudian Cilla merasakan pusing tujuh keliling dan pandangannya mulai kabur saat menghisap sapu tangan tersebut. Dan akhirnya tak sadarkan diri alias pingsan.
"Kita pergi ke Polandia!" titah Michael sembari memasukkan kembali sapu tangannya kedalam saku jaketnya.
"Siap signore" sahut pilot itu kemudian menyalakan mesin pesawat.
Dan pesawat pribadi milik Morrone terbang dengan sempurna meninggalkan tanah air, meskipun cuaca hujan deras yang mengganggu aktivitas penerbangannya.
Michael duduk di hadapan Cilla dan menatap wajah gadis itu yang nyaris tidak mengekspresikan sesuatu yang mudah ditebak. Apakah dirinya keterlaluan?.
Perdonami baby girl.
_________________________
Cilla melenguh saat matahari menembus kulit putihnya yang terasa hangat. Perlahan-lahan mata cantiknya mulai terbuka dan berusaha menetralkan penglihatan. Kepalanya terasa sedikit nyeri, mungkin karena efek tidur seharian sehingga menyebabkan kepalanya nyeri.
Cilla mulai meregangkan otot-ototnya yang kaku. Sejenak ia memperhatikan sekitarnya.
Kenapa sangat asing?.
CEKLEK
"Sudah bangun baby girl?" tanya Michael diambang pintu sambil membawa sarapan di kedua tangannya.
Cilla menatap Michael dengan tatapan heran, Cilla mulai mengingat-ngingat kejadian kemarin. Ingatan demi ingatan memori demi memori yang tersimpan dan diputar kembali layaknya kaset berputar.
"Kau! Kenapa kau membawaku?" tanya Cilla seraya menunjuk kearah Michael yang terlihat santai menaruh dua makanan diatas meja.
Michael menoleh kearah Cilla dengan tatapan tajamnya. Michael mulai menghampiri Cilla yang nampak marah, dengan santainya Michael mendaratkan bokongnya di atas pinggir ranjang.
"Apa kau senang baby girl" tanya Michael nampak santai menatap wajah natural dan polos yang sangat indah di pagi hari di negara Polandia.
"Senang? Kau pria egois, kasar, dan kejam!" Cilla mengeluarkan semua kekesalannya kepada pria yang dihadapannya saat ini.
Michael hanya tersenyum saja tanpa menanggapi setiap ucapan tajam yang keluar dari bibir gadis itu. Michael hanya memperhatikan bibir Cilla yang terus menjelek-jelekkan dirinya. Justru bibir Cilla sangat menggoda ketika bibir itu terus mengoceh dan bergerak kesana-sini.
"Dasar, kamu kebanyakan berbicara baby girl" Michael menyerang Cilla dengan bergairah. Michael ******* bibir Cilla lembut dan mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Cilla, membelai lembut lidah gadis ini.
"Uhh...uhh...uhh...Mi...ki...uhh..." desah Cilla saat lidah Michael menari-nari bersama lidahnya.
Cilla terus mendesah tak karuan dikala kenikmatan yang terus-menerus tanpa henti-hentinya. Dan tak sengaja Cilla mendorong leher Michael agar memperdalam ciumannya. Ciuman itu berlansung lama dan berlangsung panas sekarang. Ciuman Michael beralih kearah leher Cilla yang sangat menggoda untuk dihisap. Cilla memejamkan matanya menahan kenikmatan yang Michael berikan dari lidahnya. Michael mulai menjilat kulit halus itu dari atas sampai bawah, sembari memberi gigitan kecil.
"Ahh...am...pun..." Cilla menggeliat tak karuan.
Michael mendorong kasar tubuh Cilla, hingga membuat gadis itu terlentang tak berdaya. Michael mencium seluruh wajah Cilla yang nampak terengah-engah.
"Ahh...ahh...ahh..." desah Cilla dengan wajah memerah dan keringat yang mulai bercucuran membasahi seluruh wajahnya yang tengah memerah menahan kenikmatan barusan.
Michael menatap gadis itu dengan tatapan membara. Ia yakin miliknya sudah tegang dan sesak dibawah sana.
Sial, kenapa gadis ini sangat menggairahkan. Bahkan wajahnya memerah seakan menambah daya tarik.
Michael menarik kepala Cilla mengecup bibir itu yang sedikit membengkak. Lalu membisikkan kata-kata tepat ditelinga Cilla.
"Dirimu sangat manis baby girl" bisik Michael kemudian menggigit telinga Cilla dengan lembut.
"Aaahhh..." desahan Cilla yang sangat indah membuat pendengaran Michael terasa sangat panas.
Bahkan desahannya pun sangat indah.
•Continua•
Bagaimana setelah membaca capitolo ini? jangan lupa komen dan vote yaa.
qpl