NovelToon NovelToon
Berjuang Mendapatkanmu Kembali

Berjuang Mendapatkanmu Kembali

Status: tamat
Genre:CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Berbaikan / Tamat
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reina♡´・ᴗ・`♡

Penyesalan selalu datang di akhir!

Itulah yang dirasakan Rafa Zayano Faresta setelah dikirimkan pesan putus tiba-tiba dari sang pacar. Meski dia sendiri tidak serius hubungan itu karena hanya ingin memanfaatkannya untuk mendekati sahabatnya. Tapi saat pacarnya Riska Safira pergi jauh darinya maka di situlah dia menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina♡´・ᴗ・`♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

"Kau pasti tidak percaya kan jika aku mendengar semuanya?" seru Riska tersenyum mengejek. Pancaran matanya juga sudah mulai redup menyiratkan kesedihan.

"Hari itu aku tidak sengaja berada di atap untuk menenangkan pikiran karena sebentar lagi aku harus pergi melanjutkan pendidikan di luar negeri dan tidak rela untuk berpisah dengan kalian terutama dirimu, tapi.. " Riska menjeda ucapannya dengan pikiran mulai menerawang kejadian hari itu. kemudian melanjutkan ucapannya sambil menatap Rafa miris.

"Tapi yang ku dengar adalah sesuatu yang membuatku seperti terjatuh dari gedung paling atas. Menghempaskan tubuhku dan menyadarkan posisi ku yang sebenarnya."

Rafa hanya terdiam dengan kebungkaman seribu kata seolah semua kosakata yang dia pelajari dari kecil tak kan mampu menyangkal lontaran Riska. Otak jeniusnya bahkan tidak bisa berpikir dengan jernih.

"Apa bagimu aku tidak pantas untuk dicintai olehmu hanya karena status ku yang rendahan dan tidak setara bersanding denganmu?" tanya Riska dengan suara bergetar dan mata mulai berkaca-kaca.

"Apa di matamu aku hanya berarti alat yang bisa kau gunakan sesuka hatimu lalu membuangnya jika sudah tidak berguna lagi? "

Melihat Rafa yang tidak bisa menjawab semuanya, Riska mendengus lalu mengusap pelan lelehan air matanya yang perlahan jatuh di pipi. Dia merasa tidak perlu menangis dan terlihat lemah di depan pria ini, tapi tidak memungkiri hatinya berdenyut sakit mengingat semuanya kembali.

"Sudahlah! semua sudah berlalu, untuk apa di ungkit jika kau saja tidak pernah mencintaiku. Anggap saja aku yang bodoh waktu itu karena berani mencintaimu tanpa mempertimbangkan kesataraaan kita. Harusnya aku sadar diri daridulu saat kau sendiri tidak pernah mau menganggapku pacarmu"

Dia ingat saat masih pacaran, Rafa tidak mau mengakuinya di depan ibunya. Tapi dengan polosnya dia percaya saat Rafa mengatakan tidak ingin mengakuinya karena ibunya Rafa tidak ingin anaknya pacaran dulu dan harus fokus pada pendidikannya. Mengingat masa itu, dia mentertawakan kebodohannya.

Setelah mengutarakan semuanya, Riska kemudian pergi meninggalkan Rafa yang diam membatu. Mungkin di pandangan Riska, kebungkaman Rafa adalah bentuk ketidak peduliannya karena berpikir tidak ada yang perlu diperjelas lagi.

Namun tanpa Riska ketahui, Rafa terdiam bukan karena tidak peduli melainkan memikirkan ucapan Riska yang menimbulkan rasa bersalah pada dirinya. Munculnya bayangan masa lalu memperlihatkan dirinya bahwa dia adalah laki-laki brengsek dan kejam yang mempermainkan hati Riska.

Dulu dia tidak peduli sekejam apa dia memperlakukan Riska, dia tidak akan merasa bersalah sedikitpun. Namun sekarang saat Riska pergi meninggalkannya karena kesalahannya, dia merasa kecewa pada dirinya. Dadanya merasa sakit saat menyaksikan sendiri bagaimana hancurnya Riska karenanya.

Dia tidak percaya Riska akan mendengar semuanya dan memendamnya sendiri. Riska bahkan tidak datang untuk meminta penjelasan darinya dan malah memilih untuk menyerah mencintainya. Jika boleh jujur ada perasaan menyesal saat ini, tapi apakah tidak terlambat?.

.

.

.

Sementara Riska sebelum kembali bergabung dengan yang lain, dia berhenti sebentar untuk memperbaiki penampilannya agar tidak ada yang curiga. Setelah itu barulah dia duduk di kursinya lagi.

"Lama sekali..kau ngapain aja di toilet? " tanya Anna melihat Riska sudah berada disampingnya.

"Ah masa lama? menurutku hanya sebentar kok" jawab Riska santai berusaha tetap tenang.

"Sebentar apanya? kau pasti lama karena bertemu dengan Rafa disana kan?" Anna mulai mengorek informasi dari sahabatnya.

"Tidak! aku tidak ketemu! " Riska menjawab dengan nada sedikit gugup membuat Anna semakin curiga.

"Ga mungkin!! kau pasti bohong kan?? " Anna menyipitkan matanya untuk mencari tahu.

"Ck jangan aneh-aneh! mana mungkin aku bisa bertemu dengannya sementara toilet pria dan wanita sangat renggang" sahut Riska menghindari tatapan Anna.

"terus kenapa dong kau lama? " tanya Anna belum menyerah juga.

"BAB" jawab Riska singkat tanpa ekspresi.

"Pffft.. kau bab selama itu? pasti kena sembelit" Ejek Anna sambil menahan tawa.

"Terserah kau mau bilang apa" sahut Riska cuek. Dia tidak peduli Anna menganggap itu lucu yang penting Anna percaya dan tidak bertanya lagi.

Secara bersamaan Rafa datang dan sudah berada di depan Riska. Pandangan mereka tak sengaja bertemu namun Riska secepatnya mengalihkannya ke arah lain. Dan itu membuat Rafa semakin merasa bersalah. Namun ditutupi dengan raut datar dan dingin.

Acara reunian terus berlanjut sampai larut malam, dan sekarang mereka sudah bersiap untuk pulang.

"kami pulang duluan yaa.. "

Satu persatu mereka meninggalkan area kafe hingga menyisakan empat orang saja.

"Riska kau pulang dengan Rafa kan? " tanya Anna menatap Riska dan Rafa bergantian.

"Tidak perlu! aku pulang naik taksi aja" balas Riska cepat.

"Loh tapi jam segini mana ada taksi yang lewat" kata Anna dengan mengerutkan alis.

"Anna benar Riska.. Lebih baik pulang sama Rafa saja. biar lebih aman" sambung Henru.

Sedangkan Rafa hanya diam tidak ikut nimbrung, karena dia sudah tau Riska akan menolak pulang dengannya.

"Tidak apa-apa, Pasti ada kok taksinya! kalian kalau mau pulang, pulang aja duluan" Riska tetap kekeh pada pendiriannya.

"Jangan konyol Riskaa.. ini sudah larut!! mereka semua pasti sudah pulang, lebih baik sama Rafa saja! " Anna benar-benar gemas dengan Riska yang keras kepala.

"Rafa kau tidak keberatan kan mengantar Riska pulang? " tanya Henru pada Rafa yang daritadi diam menyaksikan.

"Hm" sahutnya datar dengan matanya sedikit melirik Riska.

"Tu kan Rafa aja mau! apalagi yang kau tunggu? Jangan-jangan ada yang kalian sembunyikan ya dari kami, makanya kau tidak mau pulang dengannya" tuding Anna ke arah Riska.

"Ti-tidak kok" elak Riska tebata-bata.

"Terus kenapa kau tidak mau pulang dengannya? " seru Anna mulai mendesak dan merasa ada yang tidak beres.

Melihat Anna yang mulai menyadarinya, Riska akhirnya hanya bisa menghembuskan nafas pasrah lalu menjawab " ya udah iya aku mau, puas! "

"Nah gitu dong daritadi.. jadi tidak perlu lama seperti ini" ujar Anna tersenyum puas. sedangkan Riska hanya merotasikan matanya malas.

"Rafa aku titip Riska! pokoknya harus utuh sampai rumah" ancam Anna galak pada orangnya.

Rafa langsung mengangguk singkat. Dalam hati dia tidak percaya Riska akhirnya mau pulang dengannya.

"Baby aku pulang duluan ya!! " kata Anna.

"Hm hati-hati di jalan!! " Riska melambaikan tangannya pada Anna.

"Rafa kami pulang duluan, kalian baik-baik di jalan" kata Henru dengan mengedipkan matanya lalu menyusul Anna. sepertinya dia sengaja untuk menciptakan peluang untuk sahabatnya itu.

Sedangkan Rafa menatap Henru datar. tidak merasa terkesan dengan rencana sahabatnya itu. justru dia gugup akan bagaimana nanti ketika berdua dengan Riska.

Dan benar saja, saat di jalan mereka berdua hanya terdiam tidak ada yang mengeluarkan suara. Rafa yang daridulu tidak pandai bicara tidak tau harus mulai darimana untuk mengawali pembicaraan. Melihat Riska yang hanya diam sambil terus menatap jendela membuatnya sedikit canggung. Jadi dia lebih memilih ikut diam sampai tiba di rumah Riska.

1
Aisyah Putri
selalu semangat untuk membaca karna aku suka baca kalau cerita nya tidak membosankan 🤭🤭 sampai bab ini terbilang ok dan blom bisa berhenti membaca terimakasih untuk author semoga slalu semangat untuk menghibur orang dg tulisan mu
Aisyah Putri
aku ngk suka komen tapi ini ok 👍👍👍
Vellysia
Riska antara malu sama marah dan salah tingkah
Vellysia
dekapan itu seolah mengartikan ketulusan.
Vellysia
vero melamun sedalam itu, apa sih yang dia pikirkan?
Vellysia
kasihan sekali, gara gara lama membeli makanan gaji di potong 2 bulan kedepan.
Vellysia
Wajar saja adisty pergi dia cemburu
Nur.Syit_
tandanya iri tuh
Nur.Syit_
kurang ajar bangat sih cowok modelan keak Rafa🗿
Nur.Syit_
Pengen ngumpat tapi takut dosa😭
Romeo jodohku
seneng pisan oi merreka akhirnua berrsama
咕咕咕
sweet
what your name?
wkwkwk mantap babang Rafa
Silvi Aulia
mantep kak ,,,,,masih di tunggu nih kelanjutan nya
Yuri_be💜
hai thor aku mampir nih, semangat berkarya♥️
Silvi Aulia
👍
Vellysia
adisty curi2 pandang mu tertangkap basah membuat cemburu
Silvi Aulia
kapan nih update nya Thor 😭 ,,,,,
udah gak sabar nunggu kelanjutannya cerita nya 😍
Jungkook
lnjut thor
咕咕咕
bagus Rafa tdk patuh sm kakekny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!