Terjerumus dalam geng motor adalah pilihan terbaik bagi Marvel untuk menghilangkan rasa tertekan pada hidupnya, masalah kedua orang tua menyebabkan dirinya menjadi sosok yang liar dan ditakuti banyak orang.
Siapa sangka seorang gadis pengamen yang bernama Meisie membuat hati seorang Marvel terketuk, pertemuan yang diawali dari sebuah kebencian, berakhir dengan kisah yang mengharu biru. Meisie berhasil menguak rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun dari seorang Marvel. Lantas, siapakah sebenarnya Marvel?
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?
Yuk ikuti kisah romantis mereka 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anak kembar?
Mei pun dengan sekuat tenaga menarik tangan dari genggaman Marvel. Pemuda itu tersenyum dan tertawa kecil saat melihat Mei yang keluar dari ruangan dengan malu-malu.
Setelah Mei berhasil melepaskan tangannya dan keluar dari ruangan. Ia pun segera pergi ke dapur untuk mengembalikan nampan berisi piring bekas Marvel.
Gadis itu tampak senyum-senyum sendiri dan tentu saja itu membuat Bu Lani mengerutkan keningnya.
"Mei, kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya sang nenek sambil melihat wajah Mei yang bersemu merah. Gadis itu pun terkesiap dan tersenyum malu.
"Nenek, Mei nggak apa-apa kok. Mei mau mencuci piring kotor ini." Jawabnya sembari meletakkan piring kotor itu ke dalam bak cuci piring.
"Apa Nak Marvel sudah menghabiskan makannya?"
"Sudah!" jawab Mei singkat.
"Nenek sebenarnya kasihan sama dia. Gara-gara perceraian Bu Linda dan suaminya, pemuda itu menjadi berubah. Dulu, Marvel itu anak yang rajin, pandai, ramah. Semenjak orang tuanya bermasalah, dia menjadi jarang pulang ke rumah. Sepertinya dia sangat tertekan. Dia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Padahal Bu Linda itu bukan ibu kandungnya ... eh!" Bu Lani segera menutup mulutnya ketika ia keceplosan mengatakan bahwa Marvel bukanlah anak kandung Bu Linda.
"Apa? Bu Linda bukan ibu kandung Kak Marvel?" Mei menatap serius wajah sang nenek.
"Hmm ... sini-sini Nenek beritahu!"
Bu Lani terlihat memperhatikan sekeliling berharap Marvel tidak mendengarkan perbincangan mereka berdua. Bu Lani mengajak cucunya untuk berbicara di sudut ruangan.
"Ada apa sih, Nek?" Mei pun bingung kenapa sang nenek terlihat berbisik-bisik saat ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
"Dengar, Mei! Nenek akan mengatakan sesuatu kepadamu. Tapi, kamu harus berjanji tidak akan memberi tahukan ini kepada Nak Marvel, kamu mau janji, kan?" seru sang nenek.
"Iya, Mei berjanji. Tapi sebenarnya ada apa sih, Nek? Kenapa nenek harus sembunyi-sembunyi seperti ini?"
"Sssttt! Jangan keras-keras, jangan sampai nak Marvel mendengarkannya. Jika tidak, pemuda itu akan semakin bersedih!"
Mei pun menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dirinya mengerti maksud sang nenek.
Bu Lani pun mulai menceritakan tentang keluarga Marvel.
"Sebenarnya, cerita ini sudah ada sejak Marvel masih kecil. Dulu, Bu Linda adalah seorang Baby sitter yang bekerja di kota. Dia merantau ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di sana, dan kebetulan ia diterima sebagai baby sitter di rumah keluarga kaya raya. Kemudian tiba-tiba dia kembali ke kampung halaman sambil membawa seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Bu Linda dan suaminya tidak memiliki anak dan mereka bilang jika mereka mengadopsi anak yatim piatu dari kota."
Mei terlihat begitu serius mendengarkan cerita sang nenek. Dan akhirnya, Mei menangkap cerita itu jika Marvel memang bukan anak kandung dari Bu Linda dan suami.
"Marvel dibesarkan oleh pasangan suami istri itu. Tapi, ada tapinya nih. Ada yang bilang jika anak yang dibawa Bu Linda itu adalah anak majikannya sendiri." ungkap sang nenek.
Spontan Mei terperanjat ketika mendengar pengakuan sang nenek yang benar-benar membuatnya tidak percaya. Itu artinya Marvel bukanlah anak orang biasa, tapi sebenarnya pemuda itu anak orang kaya.
"Apa, Nek? Jika itu memang benar. Artinya kak Marvel bukanlah orang biasa. Tapi dia sebenarnya anak orang kaya." sahut Mei yang beranggapan bahwa Marvel ternyata bukan keturunan orang biasa.
"Nenek juga kurang tahu. Ada yang bilang Bu Linda membawa pergi anak majikannya. Sayangnya orang yang berkata itu besoknya meninggal dunia karena kecelakaan. Jadi, berita simpang siur itu pun berhenti dan Bu Linda membesarkan Marvel samping saat ini," sang nenek pun masih teringat jelas bagaimana ia mendapatkan berita itu dari salah satu tetangganya.
Mei pun mengerutkan keningnya dan mulai berpikir, kira-kira siapa orang tua Marvel yang sebenarnya.
"Kalau Mei boleh tahu, dulu Bu Linda kerja di rumah siapa, Nek?"
"Aduhhh kalau itu nenek juga kurang tahu. Tapi Bu Linda pernah bilang jika dirinya bekerja di tempat sepasang suami istri yang terkenal dengan keharmonisan rumah tangganya yang memiliki sepasang anak kembar cowok yang sama-sama tampan," ungkap Bu Lani sambil mengingat-ingat apa yang pernah Bu Linda katakan.
"Anak kembar? Jadi, Kak Marvel sebenarnya punya kembaran dong?"
...BERSAMBUNG...