Setiap rumah tangga pasti memiliki ujiannya masing-masing. Tergantung kita, apakah bisa menyikapinya dengan baik atau justru semakin memperburuk keadaan.
Rasa cinta Zarina Febrianti diuji saat sang suami mendapatkan masalah. Dia terjebak ke dalam hubungan gelap dengan seorang pria asing yang dikenal melalui media sosial.
Semua hancur ketika Robby, sang suami tahu bahwa anak sang istri bukan berasal dari benihnya. Bagaimana Zarina akan menjalani kehidupan bersama anak hasil perselingkuhan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurma Azalia Miftahpoenya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Negatif
Pada suatu hari, Zarina memutuskan untuk mendatangi rumah sakit guna melakukan tes DNA atas suami serta anaknya. Berbekal rambut dari Robby dan Alam, Zarina memberanikan diri untuk mencari kebenaran atas keraguannya selama ini.
"Aku tidak bisa selalu menyimpan keraguan ini seumur hidup. Aku harus memastikannya sendiri agar tidak selalu hidup dalam bayang-bayang masa lalu," ujarnya ketika sampai di rumah sakit.
Zarina mendaftar kemudian petugas di rumah sakit itu meminta sample yang akan menjadi bahan uji di laboratorium. Wanita itu menyerahkan dua kantong kecil berisi beberapa helai rambut suami serta anaknya.
"Baik, silahkan menunggu hasilnya, Bu. Kami akan memberi kabar jika hasilnya sudah keluar," ucap petugas dengan ramah.
"Baiklah, terima kasih."
Wanita beranak satu itu pulang masih dengan keraguan yang mengganjal di hatinya. Zarina belum bisa bernapas dengan tenang sebelum memastikan kebenaran tentang sang putra yang kini berada di rumah.
"Kamu dari mana, Rin? Tumben pagi-pagi udah pergi." Robby yang sedang menikmati secangkir kopi di teras rumah bertanya saat melihat istrinya baru saja dari luar.
Meski gugup karena kepergiannya diketahui oleh sang suami, akan tetapi Zarina masih berusaha menutupinya. Wanita itu bersikap begitu tenang meski sebenarnya hatinya sedang tidak karuan.
"Aku dari rumah Melan, Mas. Dia tadi minta jemput dari stasiun," jawabnya berbohong.
Robby tentu saja percaya, karena Melani adalah sahabat Zarina sejak kecil. Istrinya itu sudah terbiasa saling tolong dengan sahabatnya saat salah satu dari mereka butuh bantuan.
"Oh, aku kira ke mana. Eh iya, Alam tadi di bawa ibu keluar," ujar Robby memberitahu.
"Ya, Mas. Enggak apa-apa. Aku masuk dulu, yah!"
"Kenapa buru-buru? Sekali-kali temani suamimu ngobrol."
"Nanti ya, Mas. Aku mau mandi dulu," tolak Zarina selembut mungkin.
"Ya sudah kalau begitu. Nanti ke sini, yah!" pinta Robby yang hanya diangguki oleh Zarina.
Keraguan dalam diri Zarina yang akhirnya menjadi penghalang kebahagiaan dalam rumah tangga itu. Setiap hari, Zarina selalu dibayang-bayangi oleh perasaan bersalah dan sesal yang begitu dalam.
Meski Robby selalu berusaha membuat hubungan mereka hangat, nyatanya Zarina masih sedikit menjaga jarak. Sebelum hasil tesnya keluar, Zarina masih belum merasa lega.
"Sayang, kamu kenapa, sih?" Robby yang baru saja masuk ke kamar dan mendapati sang istri sedang melamun.
Zarina mengerjap setelah Robby menegurnya, "Ah, tidak apa-apa, Mas. Alam sama ibu sudah pulang belum?"
"Sudah. Itu lagi dimandiin sama ibu," jawabnya singkat.
"Ya sudah, aku lihat Alam dulu. Kasihan ibu kalau terlalu capek," ujarnya kemudian bangkit dan keluar dari kamar.
Robby sedikit curiga dengan sikap Zarina akhir-akhir ini. Istrinya itu sering kali kedapatan sedang melamun. Entah apa yang mengganggu pikirannya, sampai saat ini Robby belum juga menemukan jawaban.
"Kamu seperti sedang menutup-nutupi sesuatu dariku, Rin. Aku harap itu bukanlah masalah yang besar untuk kita," ujar Robby dengan pelan.
Inilah saat yang dinantikan oleh Zarina tiba. Pihak rumah sakit sudah mengabarkan bahwa hasil DNA yang tempo hari dilakukan oleh Zarina sudah keluar. Wanita itu buru-buru datang setelah mendapat kabar tersebut.
Zarina berjalan dengan tergesa-gesa menemui seorang dokter. Perasaannya saat ini benar-benar tidak karuan. Zarina ingin segera memastikan kebenarannya, wanita itu berharap bahwa Alam merupakan benih cinta yang ditabur oleh Robby.
"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Zarina dengan jantung berdebar.
"Silahkan ibu lihat dulu hasilnya."
Dokter itu mengulurkan sebuah surat di atas meja kepada Zarina. Wanita itu menatap surat tersebut dengan perasaan ragu. Jika tadi dia begitu bersemangat untuk segera tahu hasilnya, berbeda dengan saat ini. Zarina justru merasa takut jika keraguannya selama ini benar-benar terbukti.
Helaan napas panjang terdengar sebelum tangan kanan Zarina menggapai sebuah surat di dalam amplop coklat yang diulurkan oleh dokter. Meski takut, Zarina memberanikan dirinya untuk mengetahui jawaban atas keraguannya selama ini.
Pelan-pelan Zarina membuka amplop tersebut, menarik keluar sebuah surat yang akan menentukan nasib rumah tangganya dengan Robby. Zarina memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya membuka surat berisi hasil DNA Robby dan Alam.
"Ini enggak mungkin!" lirih Zarina setelah membaca isi dari lembaran surat penting tersebut.
Tubuhnya saat ini terasa lemas. Tangan kirinya meremas rok yang dipakainya sebagai pelampiasan emosinya saat ini. Zarina hancur setelah mengetahui hasil DNA Robby dan Alam ternyata negatif. Itu artinya sang putra tidak berasal dari benih sang suami, Robby.
diselingkuhi, istri yang selingkuh bukan nya menyesal dan sujud minta maaf padanya tapi istri seakan tidak merasa bersalah pada Robby dan segampang itu pergi dan tinggal Robby, dan Robby malah dibuat menderita karena berpisah dengan istri jahanamnya, malah Robby yang dibuat mengejar2 dan berjuang merebut cinta istri jahanamnya
kalau hidup author dibuat kayak Robby, adil tidak author rasakan
hor jadi orang harus punya hati juga sedikit jangan mentang author wanita dan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita jadi author seenak buat karakter pria kayak lelaki bodoh dan tidak punya harga diri
ini yang jadi masalah karena ratusan novel yang konfliknya
suami selingkuh
* suami dibuat menderita, menyesal, mengemis minta maaf, berjuang mati2an dapat kesempatan dan mengejar istri yang pergi
*pemseran utama wanita tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
*novel hadir lelaki lain yang baik dan berkesempatan besar menggantikan posisi pemeran utama pria (bukti banyak novel pemeran utama pria digantikan PEBINOR)
*semua orang yang peduli pada istri dicap orang baik dan semua orang akan melaknat perbuatan suami
yang jadi masalah dinovel2 (banyak sekali novel). karena berbanding terbaik jika konfliknya pemeran utama wanita (istri) yang selingkuh
*istri hanya menyesal, paling jauh hanya minta maaf dan mudah sekali dimaafkan, tidak dibuat berjuang, tidak dibuat mengemis, tidak dibuat mengejar suami, malah dia yang dia buat pergi tinggalkan suaminya tampa peduli perasaan sakit hati suami, yang paling parah sebagian novel malah membenarkan perselingkuha itu dan satu lagi posisi pemeran utama wanita aman 100%, tidak akan tergantikan
*suami dibuat karakternya bodoh, kayak tidak punya harga diri yang Terima saja dan mudah memaafkan dan malah sang suami dibuat balik berjuang
*lelaki selingkuhan sebagian novel dilaknat tapi ada sebagian novel lelaki ini dispesialkan dan diistimewakan dan akhirnya juga bahagia dan malah ada beberapa novel lelaki tetap berhasil merebut istri orang dan mengantikan posisi pemeran utama pria
beda dari yg lain