(TAHAP REVISI)
Naula Vranista, adalah gadis cantik berkulit putih yang sering di panggil dengan sebutan Nau, ia terpaksa harus menikah karena perjodohan dari orangtuanya di usianya yang masih muda. Bahkan ia tidak tau siapakah laki laki yang akan di jodohkan dengan nya?
Namun di saat dia mengetahui nya, bahwa dia adalah Galen Mahendra, siswa yang kerap di kenal Sebagai BadBoy Di sekolah nya.
Kaget?Syok? Bukan lagi, Bagaimana tidak ia harus menikah dengan musuh bebuyutan nya, seorang siswa yang terkenal paling nakal di sekolahnya.
Bayangkan saja! Bagaimana jadinya jika mereka menikah dengan masih sekolah Menengah Atas?
Akan kah mereka saling mencintai? Apakah bisa mereka menutupi status pernikahan mereka di Sekolah?
Yuk ikuti kelanjutan Kisah Mereka!!.
IG : Lesmiyelesti_07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror
"Nau lo berisik banget deh gue mau tidur."
"Hachim, sorry Gal hidung gue ga enak banget," kata Naula terus menggesek gesekkan hidungnya hingga memerah, karena terasa gatal dan tidak enak.
"Hachim"
Galen sungguh risih, mendengar suara Naula yang terus bersin bersin, agaknya gadis itu terserang flu cukup parah.
"Lo itu kenapa sih, berisik tau nggak." ucapnya dengan nada geram menahan kekesalan, Galen menutup telinganya menggunakan bantal.
"Hachim"
Taj tahan lagi mendengarnya Galen melirik ke arah Naula, matanya melebar melihat penampilan istrinya sekarang.
"Astaga muka lo kayak apaan Nau!." Galen mentertawakan Naula karena mata dan hidung gadis itu memerah, wajah dan ekspresi gadis itu cukup membuatnya terhibur.
Naula tidak menghiraukan ucapan Galen, ia menahan amarah di dalam dadanya. Entah apa yang lelaki itu tertawakan, dia merasa tidak ada yang lucu di sini.
Bukannya prihatin dengan kondisinya Galen malah tertawa keras, suami macam apa seperti itu.
'Awas lo Galen gue bales lo nanti! batinnya kesal mendengar Galen tertawa keras.
"Hachim Hachim." Naula terus bersin sehingga tisu sudah banyak berserakan di lantai.
Sontak Galen berhenti tertawa melihat Naula terus bersin, ia pikir mungkin karena kehujanan tadi, Galen pun merasa prihatin lalu dia segera beranjak menuju ke dapur, Biasanya kalo ia flu mama Tiara membuat kan nya minuman Jahe merah dan memberinya obat.
Namun galen tidak bisa membuat nya langsung dari jahe, jadi ia memakai yang instan Galen menyeduh nya dengan air hangat dan tak lupa ia mengambil obat. Galen segera naik ke lantai 2 sambil membawa nampan.
"Hachim" Naula tidak bisa berhenti bersin mata nya sudah memerah dan begitu juga dengan hidung nya.
"Nih gue udah berbaik hati sama lo!" Galen menyodorkan obat dan minuman jahe yang ia buat.
"Udah cepetan di minum, supaya flu lo mereda!" Naula pun mengambil obat dari tangan Galen, lalu meminumnya.
"Nih minum Jahenya," Galen menyodorkan gelas berisih minuman jahe, yang masih hangat. "Nggak Mau, Hachim"
"Gak usah bandel cepetan di minum, dari pada lo ga bisa sekolah besok!!"
Mendengar itu Naula pun mengambil minuman yang masih hangat itu, lalu meminumnya sedikit, "hm rasanya tidak terlalu buruk.' batin Naula.
"Di minum sampai Habis"
"Hem", sahut Naula singkat.
Galen pun berjalan me sisi ranjang, untuk melanjutkan tidurnya namun belum sempat ia merebahkan tubuhnya karena ada yang membunyikan bel pintu.
"Ding dong"
"Ding Dong"
"Siapa sih yang datang malam malam gini?" Ujar Galen kesal. Naula pun mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.
"Udah cepat sana bukain siapa tau penting." ucap Naula dengan suara serak nya. Galen pun beranjak dengan malas, lalu ia segera turun ke lantai bawah.
Segera Galen membuka pintu namun ia tidak melihat siapa siapa, saat hendak menutup pintu kembali Galen melihat sebuah kotak yang tergeletak di depan pintu, dengan rasa penasaran Galen pun mengambil kotak yang berukuran sedang setelah itu ia mengunci pintu.
"Siapa nih ngirim kotak, ga ada nama penerima atau pengirim??" Galen merasa sangat penasaran. Lalu ia segera membawa kotak tersebut ke kamar.
"Siapa Gal" Nanya gadis itu pemasaran.
"Nggak tau gue, lo pesan paket gak?"
"Engga, terus itu di tangan lo apa?" Naula mengerutkan dahinya.
"Gue juga nggak tau, pas buka pintu nggak ada siapa siapa, terus liat nih kotak di depan pintu."
"Hm buka aja siapa tau dari seseorang"
"Eh masalah nya kalo dia ngirim buat kita, dari mana dia tau alamat nya, sedangkan kita baru pindah beberapa hari lalu" terang Galen.
"Eh iya juga yah." Naula mengangguk membenarkan.
"Lo pernah bilang alamat ini ke orang?." tanya Galen penasaran.
"Enggak kok buat apa coba yang ada orang heran kali kita tinggal berdua!". Galen pun mengangguk anggukan kepalanya, pertanda setuju
"Flu lo udah reda"
"Iya nih lumayan, Thanks" Ucap Naula sambil menyesap minuman yang udah mulai dingin itu.
"Udah sana cepetan buka gue penasaran isinya apa" desak Naula. Lalu Galen segera membuka kotak itu, setelah terbuka lelaki itu, sangatlah terkejut melihat isinya buntang tikus yang berlumuran darah.
"Argh"pekik Gale. "Apaan sih Gal" Tanya Naula heran lalu ia mendekati kotak itu, saat melihat isi kotak itu sontak Naula langsung berteriak kencang.
"AAAAAA Apaan Gal g-gue ta-kut." ucap Naula terbata bata matanya sudah berembun.
Galen melihat kotak itu kembali, ia melihat surat yang ada di dalam kotak, dengan cepat Galen mengambil surat itu dan membacanya. Galen seketika membulatkan matanya dengan sempurna, lalu ia menatap Naula.
"Nau sebelum nya gue mau tanya sama lo!!". ucap Galen dengan serius. "A..apa??" sahut yang sudah ketakutan, apa lagi melihat sorot mata Galen.
"Nau lo pernah ada musuh??". Tanya Galen menatap Naula serius. Naula menggeleng kan kepalanya.
"Enggak Tau"
"Punya musuh yang inisial nya Ren Gak??" tanyanya lagi, menatap serius wajah Naula.
"Ren..Ren kayak nya gak ada deh. Gue gak ngerasa punya musuh selama ini gue gak pernah nyari gara gara sama orang!!" Ucap Naula serius. Galen pun menyodorkan surat itu kepada Naula. Dan betapa terkejutnya Naula melihat isi surat itu
..."Tunggu gue balik gue akan balas kan semua dendam gue sama lo hahahah, hidup gue sangat hancur karena lo, dulu gue sangat bahagia sebelum lo datang, ta-pi semenjak lo hadir hidup gue hancur itu semua karena lo. "Naula Vranista"...
...Ren...
"Siapa sih" Netra gadis itu langsung berembun seketika membaca isi surat itu. Lalu Galen segera mengambil nya dan kotak itu untuk di buang keluar. Saat selesai Galen masih melihat Naula yang termenung sambil menangis.
"Lo ingat Nau!!" Naula pun masih menggeleng kan kepalanya
"Udahlah nggak usah dulu di pikirin, nanti kalo dia teror lo lagi bilang sama gue, kalo dia sampai kelewat batas gue akan cari orang nya!!!" Ujar Galen menyakinkan.
"Udah sana lo tidur hari sudah sangat malam, besok sekolah"
Naula pun menghapus air matanya lalu bersiap untuk tidur, sejujurnya Naula masih sangat takut. Naula melihat Galen yang beranjak menuju sofa.
"Galen lo tidur bareng gue aja, gue takut" Ucap Naula yang sudah mau menangis lagi.
Galen pun terkejut mendengar ucapan Naula, namun ia mengiyakan karena ia paham Naula masih ketakutan karena teror itu tadi.
"Iya udah cepat tidur, gue ada di samping lo bila perlu gue peluk". gurau Galen.
"Nggak usah aneh aneh deh" Ketus Naula pelan, lalu ia segera memejamkan matanya.
'Siapa yah kira kira musuh Naula?' Batin Galen penasaran lalu ia menyusul Naula menuju alam mimpi.
...****...
Ada yang tau nggak Siapa musuh Naula, Hihi ikutin terus alur ceritanya.
Semoga suka, walaupun typo nya nggak Jelas
Salam Author 🙏🙏
_To Be Continued_