seorang pria bernama kaito yang hidup di kos-kosan murah seketika mendapatkan kekuatan untuk membunuh orang lain dengan instan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m. hussein maliki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pilihan
esoknya, di kosan kaito, yuna datang ke kosan kaito, kakak kaito menyapa yuna, kakak kaito mengizinkan yuna masuk ke kosan nya, karena kaito belum bangun dari tidurnya, yuna masuk ke kosan kaito, yuna dan kakak kaito duduk di ruang tengah kosan kaito. "maaf ya yuna, kami hanya tinggal di kosan, tapi kau malah berpacaran dengan adikku, yang sangat malas, ditambah dia juga sering membuat masalah di sekolah" kata kakak kaito.
Yuna hanya tersenyum ke kakak kaito, seketika kaito keluar dari kamarnya. "kak, makanan sudah siap belum?" tanya kaito ke kakak kaito.
kaito melihat yuna, seketika kaito masuk kembali ke kamarnya, yuna hanya tertawa kecil, kakak kaito pergi ke dapur untuk membuat makanan, yuna diberikan teh hangat, yuna meminum teh hangat itu. beberapa menit kemudian, kaito keluar dari kamarnya, lalu kaito duduk di depan yuna. "kenapa kau ada di kosan ku?" tanya kaito ke yuna.
Yuna menatap kaito sambil tersenyum, kaito sangat ingin menggunakan kekuatannya ke yuna. "coba kau tebak, kenapa aku datang ke kosan mu" ucap yuna.
kakak kaito membawa yuna dan kaito ke meja makan, lalu mereka bertiga makan, selesai makan, mereka bertiga mengobrol, kecuali kaito karena masih berfikir tentang kenapa yuna datang ke kosan kaito. "yuna, apakah kamu mau datang ke pesta bersama dengan kaito" kata kakak kaito.
kaito menatap yuna dengan tatapan yang sangat tajam, yuna hanya tersenyum lembut ke kaito. "pesta siapa, aku tidak diperbolehkan mengikuti acara sembarangan" ucap yuna.
Kaito menghela nafas lega, seketika kaito merasa hal buruk akan terjadi. "pesta malam, aku ingin yuna dan kaito semakin dekat di pesta itu, tenang saja tempat yang disediakan untuk pesta juga mewah" kata kakak kaito.
Kaito langsung pergi ke kamarnya karena sudah dipastikan dia akan bersama dengan yuna ke pesta malam. "pesta malamnya dimulai besok, yang berarti hari ini kita akan berbelanja pakaian untuk pesta malam" ucap kakak kaito.
Yuna berfikir kembali, kakak kaito berharap aga yuna ikut. "baiklah aku akan ikut, tapi aku akan bertanya kepada ayah ku terlebih dahulu, aku akan minta izin ayah ku, jika ayah ku perbolehkan, aku akan ikut ke pesta malam itu, jika tidak, aku tidak akan ikut ke pesta malam itu" kata yuna.
Yuna keluar dari kosan kaito, kakak kaito mencuci piring, kaito sedang bermain HP di kamarnya, seketika kakak kaito masuk ke kamar kaito. "kaito belikan bahan makanan di supermarket, bahan makanannya sudah di catat di kertas yang ada di meja makan" seru kakak kaito.
Kaito menaruh HP nya, lalu pergi mengambil kertas yang ada di meja makan, kaito pergi ke supermarket, kaito di ganggu oleh banyak preman, tapi preman itu langsung tewas, kaito berjalan ke supermarket dengan wajah yang terlihat murung. Sampainya di supermarket, kaito membeli bahan makanan yang sudah di catat kakak kaito, kaito berfikir untuk membeli makanan untuk dirinya juga, kaito sedang memilih makanan untuk dirinya, seketika ada seorang wanita yang tidak sengaja jatuh karena lantai nya yang masih licin, seketika kaito refleks menyelamatkan wanita itu, kaito melihat kalau wanita itu membawa tablet, wanita itu berterima kasih ke kaito, kaito melihat wajah wanita itu, seketika kaito terkejut karena wanita itu adalah yuri, yuri tersenyum ke arah kaito, lalu yuri pergi ke kasir supermarket, kaito bergegas mengambil makanan untuk dirinya sendiri lalu ke kasir supermarket, selesai membayar, mereka berdua keluar dari supermarket. "jadi dirimu di dunia nyata seperti ini, cantik dan pintar" ucap kaito.
Yuri terlihat sangat malu, kaito mengajak yuri ke taman, mereka berdua pergi ke taman. Di taman, mereka berdua duduk di tempat duduk yang ada di taman, yuri merasa kalau ini seperti kencan. "bagaimana kondisi dirimu, di dunia nyata, kau di X arena sangat berani dan sangat pintar" kata kaito.
Yuri memegang erat tabletnya, kaito sadar kalau itu tablet yang sangat berharga bagi yuri. "aku tidak berani, aku sebenarnya sangat takut, saat berada di X arena, aku sering sekali pingsan karena ketakutan ku terhadap monster, tapi semenjak aku bersama dirimu kaito, entah kenapa rasa takut ku menghilang, bersama dengan semua rekan, aku menghilangkan rasa takut ku, aku ingin berguna untuk tim kita" ucap yuri.
Yuri bersandar di bahu kaito, kaito hanya diam, yuri melihat tabletnya. "tablet itu, apakah ada sesuatu yang sangat berharga bagi dirimu yang ada di tablet itu?" tanya kaito ke yuri.
Yuri menyalahkan tabletnya, kaito melihat tablet yuri. "tablet ini adalah pemberian kakak ku yang sudah meninggal, kakak ku merayakan ulang tahun ku yang ke 13, lalu memberikan diriku tablet ini sebagai hadiah ulang tahun ku, kedua orang tua ku tewas karena penjahat yang sangat kejam, aku menjaga tablet ini karena ini pemberian terakhir kakak ku untuk diriku" jawab yuri.
Kaito terkejut mendengar jawaban yuri. "pemberian terakhir, yang berarti ini adalah orang ketiga dalam hidupmu yang tewas" kata kaito.
Yuri menangis, kaito membelai rambut yuri, kaito melihat kalau tablet itu adalah tablet luar negeri yang baru dan harganya sangat mahal. "kau sudah dapat pemberitahuan kan, kalau kita akan ke X arena minggu besok" ucap kaito.
Yuri mengusap air matanya, kaito melihat sekitarnya. "kalau begitu aku ingin kembali ke rumah ku, selamat tinggal kaito" kata yuri.
yuri dan kaito berpisah, kaito pergi ke kosannya. Di kosan, kaito dimarahi oleh kakaknya karena terlalu lama membeli bahan makanan, kaito hanya diam tidak dapat menjawabnya, selesai dimarahi oleh kakaknya, kaito masuk ke kamarnya untuk belajar karena dirinya tidak bisa sekolah, semenjak kasus yang dibuatnya itu. "aku masih tidak mengerti, siapa yang mengendalikan tubuh ku, siapa yang membuat diriku membuat kasus itu?" tanya kaito.
Kaito membuka buku pelajaran nya, lalu kaito belajar di kamarnya. Di rumah yuna, yuna sedang meminta izin ke ayah nya. "ayah tolong izinkan aku, untuk pergi ke pesta malam" ucap yuna.
yuna melihat ayahnya yang terlihat tidak peduli. "pasti undangan dari bocah itu kan, apakah aku mau anak ku berpacaran dengan bocah pria yang miskin itu, aku tidak akan mengizinkan mu" jawab ayah yuna dengan tegas.
Yuna hanya bisa diam karena tidak bisa membalas perkataan ayahnya. "jika kau tetap ingin pergi, aku mengizinkan dirimu, hanya ada satu hal yang aku inginkan, aku memiliki tugas untuk mu yuna, dengan begitu kau bisa pergi ke pesta itu" kata ayah yuna.
Yuna sudah tau kalau tugas yang diberikan bukanlah tugas biasa. "tugas apa yang harus aku selesaikan?" tanya yuna.
seketika ayah yuna berada di belakang yuna, lalu berbicara di telinga luna. "tugasnya adalah, kau harus membunuh bocah itu saat berada di pesta malam, dengan begitu kau bisa pergi ke pesta malam" jawab ayah yuna.
Yuna langsung terkejut, ditambah dengan keringat yang sangat banyak. "kau sudah sering membunuh di X arena, jadi kau bisa membunuh bocah itu, saat di pesta malam" ucap ayah yuna.
Yuna mengepalkan tangannya, ayah yuna menjauhkan wajahnya dari telinga yuna. "kenapa ingin aku membunuh kaito, memangnya apa salah kaito?" tanya yuna ke ayahnya.
"dia buronan negara, siapa yang berhasil membunuhnya mendapatkan 500 miliar, kau tau uang itu sangat banyak, kau bisa membeli apa saja yang kau inginkan, karena itulah kau harus membunuh dia" jawab ayah yuna.
Seketika yuna jatuh ke lantai setelah mendengar jawaban ayahnya, ayah yuna menyiapkan gaun untuk pesta malam yang akan yuna datangi. "kita harus bisa membunuh bocah itu, bagaimana pun caranya, dia sudah menjadi buronan di negara ini, jangan ceroboh karena bocah itu memiliki mantra yang dapat membunuh kita dalam sekejap, kita harus bisa menyiapkan rencana yang bisa membunuh dia" perintah ayah yuna kepada bodyguard yuna.
di rumah kaito, kaito keluar dari rumahnya untuk mencari angin segar, kaito pergi ke taman lalu berdiri di taman sambil melihat sekitarnya. "indahnya, sepertinya pesta malam akan menjadi pesta yang penuh dengan darah, aku sangat menantikannya" ucap kaito.
Seketika 20 polisi mengepung kaito, kaito melihat semua polisi yang mengepung dirinya. "jangan ceroboh, dia dapat membunuh kita kapan saja, lebih baik untuk tidak menembak" saran salah satu polisi yang mengepung kaito.
Seketika salah satu polisi yang mengepung kaito, menembak kaito yang membuat polisi itu tewas, semua polisi yang mengepung kaito sadar kalau mantra itu adalah pelindung serangan, jika polisi menyerang maka polisi akan tewas, karena itulah polisi menyuruh kaito untuk ikut ke kantor polisi, seketika ada satu polisi yang diam-diam menyerang kaito, polisi itu langsung tewas, kaito tertawa sangat keras, semua polisi bersiap untuk menembak. "pergilah ke akhirat, aku tidak suka kalian ada di dunia ini" ucap kaito dengan suara yang berat.
Seketika semua polisi yang mengepung kaito tewas, seketika salah satu polisi melempar granat ke kaito, ledakan granat itu mengenai polisi itu, sedangkan kaito baik-baik saja, semua warga langsung lari melihat kejadian itu, kerusuhan terjadi di taman, kaito menghilang dari taman. Di kamar yuna, yuna merenung memikirkan kaito, yuna melihat berita terbaru di HP nya, yuna terkejut karena melihat berita tentang kaito yang membunuh 20 polisi, yuna menangis dan berteriak sangat keras. "kaito, aku minta maaf pada dirimu, aku terpaksa menerima tugas yang diberikan ayah, maaf kaito" ucap yuna dengan suara lembut dan sedih.
di sebuah tempat, kaito memejamkan mata nya, seketika yuri datang ke arah kaito, yuri memperban luka tembakan yang di dapat kaito, kaito berterima kasih ke yuri. "aku terpaksa tinggal di rumah mu karena kejadian tadi" kata kaito.
Yuri menyalahkan tabletnya, lalu menunjukkan berita tentang kaito yang sangat banyak di internet. "kau sudah menjadi buronan, lebih baik untuk tidak keluar rumah, kosan mu sudah tidak aman kan" ucap yuri.
Kaito ingat saat dia pergi dari taman, kaito melihat kosannya yang sedang di periksa oleh polisi, polisi menyuruh kakak kaito memberitahu keberadaan kaito. "aku benar-benar tidak tau, dia pergi mencari angin segar di taman, seterusnya aku tidak tau" ucap kakak kaito.
Seketika polisi menodong kepala kakak kaito dengan pistol, kaito langsung membunuh semua polisi yang ada di kosannya. "kita harus cari tempat tinggal yang lain, kita sudah tidak bisa tinggal disini, tempat ini sudah tidak aman" kata kaito.
Kakak kaito memegang lengan kanan kaito, kaito melihat wajah kakaknya. "kenapa kau menjadi buronan, memangnya apa yang kau lakukan kaito?" tanya kakak kaito.
"aku hanya membela diri, karena kasus di sekolah polisi menjadi mengincar ku, lalu saat di kepung di taman, aku melumpuhkan salah satu polisi lalu mengambil senjatanya dan membunuh polisi yang mengepung ku, sekarang tempat ini sudah tidak aman" jawab kaito.
Kaito menelepon yuri, kaito meminta izin ke yuri untuk tinggal di rumah yuri, yuri mengizinkan kaito dan kakak kaito untuk tinggal di rumah yuri, mereka berdua mengemasi barang-barang milik mereka, lalu mereka berdua bergegas pergi ke rumah yuri, sampainya di rumah yuri, yuri menyambut mereka berdua, kaito menanyakan kamarnya, yuri membawa kakak kaito ke kamarnya, lalu yuri membawa kaito ke kamarnya, yuri sadar kalau kaito terluka, yuri memperban luka kaito. kakak kaito bertanya ke yuri tentang banyak hal, seperti yuri siapa kaito, dan lain lain, sedangkan kaito fokus untuk beristirahat. Esoknya, kaito bangun dari tidurnya, kaito pergi ke dapur lalu melihat yuri dan kakaknya sedang memasak bersama, kaito masuk ke kamarnya untuk mandi, selesai mandi, kaito memakai baju lalu melihat tanggal di HP nya. "sebentar lagi, pesta malam akan dimulai, aku sangat menantikan nya" ucap kaito.