Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Bukan, Bu. Saya putri keluarga Pratama. Anak ini mengidap penyakit aneh" ucap Yang Yang.
"Yang Yang jangan asal ngomong, tahu apa kamu soal ini? jangan main-main dengan nyawa orang" ucap Zhuzhu.
"Zhuzhu diam!" tegur Dimas.
"Nak, tolong selamatkan anak saya" wanita itu memohon.
"Jika saya turun tangan, pasti akan ada resikonya" ucap Yang Yang.
"Yang Yang jangan! sudah tahu ini beresiko. Apa kamu mau membunuh anak orang? Apa kamu mau keluarga Pratama di cap buruk oleh orang-orang karena ulahmu itu?" ucap Zhuzhu lagi.
"Saya akan tanggung resikonya. Saya mohon sembuhkan anak saya" lagi-lagi wanita itu memohon.
Yang Yang menekan bagian dada anak itu. Tiba-tiba saja anak itu sadar.
"Ibu!" panggil anak laki-laki itu.
"Sayang, kamu sudah sadar" ucap wanita itu menangis bahagia melihat putranya sadar.
"Terima kasih Nak, kamu anak yang sakti. Siapa nama mu? Keluarga Dirgantara pasti akan mengingatmu" ucap wanita itu sambil membungkuk di hadapan Yang Yang.
"Tidak usah berterima kasih, Bu! Namaku Yang Yang. Saya hanya memperpanjang umurnya selama 1 tahun. Setelah ini bawa dia periksa ke rumah sakit" ucap Yang Yang.
"Sekali lagi terima kasih Nak. Terima kasih Tuan, anak anda sudah menyelamatkan nyawa putra saya. Keluarga kami berhutang budi kepada anda" ucap Wanita itu dan kembali membungkuk di hadapan Dimas.
"Ini hanya kebetulan saja. Mana tahu anak kampung ini" gumam Zhuzhu.
Dimas pun memeluk putrinya itu.
"Nggak nyangka, putriku ini benar-benar anak yang jenius" Batin Dimas.
Tiba-tiba ponsel Dimas berbunyi.
"Hallo, ada apa Asisten Yin?" tanya Dimas
"Tuan, ada masalah yang terjadi di kantor. Mesin peralatan medis yang akan diserahkan ke klien sore nanti mengalami kerusakan" jelas asisten Yin.
"Tapi saya lagi menemani putriku bermain, panggil saja orang teknisi ahli untuk memperbaikinya" balas Dimas.
Yang Yang masih berdiri di samping Dimas pun tidak sengaja mendengar apa yang di katakan asisten Ayahnya itu.
"Ayah, Yang Yang sudah puas bermain. Yang Yang mau ikut ke kantor Ayah saja" ucap Yang Yang.
"Baik lah, lain kali kita ke sini lagi" ucap Dimas pada putrinya.
"Asisten Yin, saya akan segera ke kantor" ucap Dimas dan mengakhiri teleponnya.
Ditengah perjalanan, Zhuzhu merasa sangat kesal. Ia belum puas bermain tapi sudah di ajak pulang.
"Ayah, kok ini arah balik ke rumah, bukannya ayah mau ke kantor?" tanya Zhuzhu heran.
"Zhuzhu, kamu pulang dulu. Biar Yang Yang temani Ayah ke kantor" balas Dimas dengan wajah datar.
"Yang Yang lagi, Yang Yang lagi. Apa si istimewanya anak ini?" batin Zhuzhu kesal.
Akhirnya sudah sampai di rumah keluarga Pratama.
"Pengawal, bawa Nona Zhuzhu masuk" perintah Dimas.
Dimas pun kembali melajukan mobilnya menuju ke kantor.
Sesampainya di kantor, terlihat disana sudah banyak teknisi yang berusaha untuk memperbaiki alat medis itu. Namun tidak ada yang berhasil.
"Direktur Dimas, akhirnya anda sudah datang. Mesinnya rusak parah, perusahaan kita akan di denda puluhan miliar. Perusahaan kita akan rugi besar" jelas asisten Yin.
Yang Yang berjalan melihat mesin medis itu, ia memegangnya dan memeriksa.
"Hei, Nona jangan sentuh nanti mesinnya tambah rusak" ucap salah seorang teknisi di kantor itu.
"Hee, jangan menegur putriku. Biarkan dia menyentuhnya, kalau mau di jadikan mainan sekalipun itu tidak masalah. Nantinya perusahaan ini juga akan jadi miliknya" jelas Dimas pada teknisi Sun yang menegur Yang Yang tadi.
"Ayah, untung saja" ucap Yang Yang.
"Untung apa sayang?" tanya Dimas heran.
"Untung saja aku bisa memperbaiki ini sebelum sore" balas Yang Yang.
"Ha? Jangan bercanda Nona. Sudah banyak teknisi ahli yang berusaha memperbaikinya tapi tidak satu pun yang berhasil. Sedangkan anda hanya anak kecil, mana tahu" ucap teknisi Sun meremehkan.
"Kalau kamu bisa? Kerjakan. Kalau tidak bisa, tutup mulutmu saja" ucap Yang Yang pada teknisi itu.
"Teknisi Sun, menyingkir lah kamu hanya menghalangi putriku" ucap Dimas.
Teknisi itu pun menyingkir dari samping Yang Yang. Ia memperhatikan apa yang akan dilakukan gadis kecil itu dari kejauhan.
"Asisten Yin, tolong telpon Arya untuk membantuku" perintah Yang Yang pada asisten Ayahnya.
Dokter Arya pun tiba di kantor.
"Guru apa yang bisa saya bantu?" tanya dokter Arya.
"Ha? yang gadis kecil ini bilang Arya ternyata dokter Arya yang top itu" ucap teknisi Sun heran dan tidak percaya.
Yang Yang pun berusaha memperbaiki mesin peralatan medis perusahaan ayahnya itu. Sementara Dokter Arya dia sedang sibuk menerima perintah dari Yang Yang dan sesekali melap keringat Yang Yang dengan tissue. Semua karyawan yang berada disana pun memperhatikan Yang Yang memperbaiki mesin perusahaan Ayahnya. Mereka tidak menyangka anak sekecil itu punya kemampuan yang luar biasa.
"Huff, sudah selesai Ayah. Mesin medisnya sudah berfungsi lagi dan bisa di serahkan kepada klien Ayah" ucap Yang Yang sambil meregangkan tubuhnya.
Teknisi Sun pun kembali masuk.
"Tidak, ini tidak mungkin. Bahkan aku teknisi ahli saja tidak bisa memperbaikinya" ucap Teknisi Sun tidak percaya.
"Hei, apa kamu meragukan kemampuan guruku? Masalah seperti ini bukan hal yang mustahil untuk guruku yang hebat ini" tanya Dokter Arya.
"Guru, lain kali kalau ada sesuatu panggil aku lagi. Aku harus belajar lebih banyak lagi dari guru" ucap Dokter Arya kepada Yang Yang.
"Murid ku si Arya ini semakin lama semakin memuaskan saja" batin Yang Yang.
Dimas pun meraih tangan putri kecilnya itu dan memangkuhnya.
"Ayah, sepertinya mesin medis ini ada yang sengaja merusaknya" ucap Yang Yang.
"Apa?" Dimas kaget
"Asisten Yin tolong periksa CCTV-ya. Kalau CCTV-nya rusak, aku juga bisa memperbaikinya" ucap Yang Yang dan tatapannya tertuju kepada Teknisi Sun.
"Celaka aku, gaji kontrak ini saja tidak cukup untukku" batin teknisi Sun.
"Nona betul, CCTV-nya memang rusak" ucap Asisten Yin.
"Baik, aku akan memperbaikinya" ucap Yang Yang.
"Direktur Dimas, maafkan saya, maafkan saya. Saya mengaku, saya yang merusak mesin medis ini. Ampuni saya, ampuni saya" teknisi itu berlutut di hadapan Dimas dan putrinya.
"Wah, berhasil mengaku juga dia. Padahal aku hanya pura-pura saja tadi. Mana tahu aku cara memperbaiki CCTV" batin Yang Yang tersenyum.
"Asisten Yin, usir dia" perintah Dimas.
"Direktur maafin saya" Teriak teknis yang diseret keluar oleh asisten Yin.
"Ayo, jalan" tegas Asisten Yin.
"Guruku ini memang sangat-sangat hebat" puji dokter Arya.
"Yang Yang, kamu keruangan Ayah dulu" ucap Dimas.
"Dokter Arya, tolong temani putriku" perintah Dimas kepada dokter Arya.
Yang Yang dan dokter Arya pun berjalan menuju ruang kerja Dimas. Sementara Dimas dan beberapa karyawan perusahaan akan melakukan rapat.
lanjut up lagi thor