NovelToon NovelToon
ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)

ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Selingkuh / Romansa / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:152.5k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Aleta Rubia adalah seorang model cantik yang kini namanya tengah melejit. Dia juga sudah menikah dengan seorang laki-laki berprofesi sebagai arsitek di sebuah perusahaan properti yaitu Devan Adrian Megantara. Kesibukan Aleta didunia modeling tentunya menyita waktunya untuk Devan, namun mereka sudah berjanji untuk saling percaya dan tetap fokus pada pekerjaannya masing-masing.

Suatu hari, Aleta ingin berhenti bekerja demi anak yang ada didalam kandungannya dan memperbaiki hubungan pernikahannya dengan Devan. Namun saat Aleta ingin memberitahu Devan, ia melihat suaminya bersama dengan sahabat wanitanya sedang bermesraan. Hati Aleta begitu hancur dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Devan.

Akankah Devan menyesal? Bagaimana kehidupan Aleta dan bayi yang ada dikandungannya setelah pergi? Bagaimana juga dengan orang-orang terdekat keduanya yang menginginkan mereka berdua berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekerjaan

Aleta memulai aktifitasnya pagi ini dengan semangat. Masih ada dua hari lagi jatah liburnya sehingga ia bisa membantu Rubi pindahan galeri ke tempatnya yang baru. Setelah pembicaraan malam itu dengan kedua anaknya dan memutuskan untuk pindah, keesokan harinya Aleta sudah mempunyai rekomendasi galeri baru untuk anaknya. Bukan lagi sewa, namun sudah dibayar lunas oleh wanita itu.

Rubi yang mengetahui kalau mamanya memberikan sebuah tempat untuk galerinya pun merasa senang. Vincent pun juga bahagia ketika adiknya itu bahagia. Saat ini Aleta dan Vincent telah bersiap dengan pakaian rapinya untuk menuju ke tempat galeri milik Rubi sekalian memindahkan barang-barang ke rumah baru mereka.

Setelah melakukan check out, akhirnya Aleta dan kedua anaknya keluar dari hotel tersebut. Dengan menggunakan taksi online ketiganya mulai memasuki hirup pikuk keramaian ibu kota. Sangat terlihat sekali kalau jalanan sangat macet dengan banyaknya orang yang ingin ke sekolah dan tempat kerjanya. Setelah satu jam dalam perjalanan, akhirnya taksi itu sampai juga disebuah rumah sederhana yang Aleta beli.

Rumah sederhana dengan dua lantai itu terletak didekat pinggir jalan raya. Disamping rumah juga ada sebuah gedung kosong yang sudah Aleta beli untuk dijadikan galeri oleh anaknya. Aleta ingin jika anaknya menyalurkan bakatnya itu dengan tak jauh-jauh dari rumah sehingga dirinya bisa terus mengawasi.

"Mama, itu galerinya?" tanya Rubi dengan antusias setelah turun dari taksi.

"Iya, Rubi senang?" tanya Aleta.

Tanpa menjawab, Rubi hanya menganggukkan kepalanya dengan antusias. Bahkan ia langsung berlari menuju gedung kosong sebelah rumah tanpa mempedulikan kopernya yang teronggok di pinggir jalan. Vincent yang mengerti adiknya sudah tak sabaran pun akhirnya menarik koper milik Rubi kemudian masuk kedalam halaman rumah.

"Rubi, ayo masuk dulu ke rumah" ajak Aleta saat melihat anaknya itu malah melihat-lihat kearah dalam gedung.

Padahal gedung itu kuncinya saja masih ia bawa, namun saking semangatnya Rubi melihat melalui jendela kaca yang ada disana. Rubi pun menurut kemudian berlari memasuki rumah dengan langkah cerianya. Apalagi saat ini dia tak perlu keberatan menarik kopernya.

Mereka pun masuk kemudian melihat dalam rumah itu. Walaupun dari luar terlihat sangat sederhana, namun setelah masuk kedalam maka akan disuguhi oleh design dan furniture yang begitu mewah. Vincent dan Rubi begitu takjub dengan pemandangan ini, keduanya tak menyangka jika mamanya telah mempersiapkan hal ini sedemikian rupa.

Bahkan keduanya mendapatkan kamar sendiri-sendiri tak seperti saat masih tinggal di apartemen. Aleta kali ini benar-benar menguras tabungannya untuk mewujudkan rumah impian dan galeri lukis demi anak-anaknya. Akhirnya ketiganya memasuki kamar masing-masing untuk membersihkan diri kemudian berkumpul di ruang keluarga.

***

Kini Devan tengah dalam perjalanan menuju Hotel Royal tempat Aleta dan kedua anaknya menginap. Sudah sejak ia pulang dari kantor hingga kini waktu menunjukkan pukul 9 malam, namun Aleta dan kedua anaknya belum menampakkan batang hidungnya. Hampir 3 jam dirinya menunggu di seberang hotel namun tetap saja dirinya belum melihat ketiganya.

Karena sudah terlalu lelah dan kesal, akhirnya Devan memutuskan untuk nekat masuk kedalam hotel itu. Setelah menyeberangi jalan, akhirnya Devan langsung saja bertanya kepada resepsionis yang ada disana.

"Permisi, apa disini ada yang menginap dengan atas nama Aleta? Saya temannya, kemarin dia lupa memberi tahu nomor kamarnya kepada saya" tanya Devan to the point sebelum resepsionis itu akan mengucapkan kalimat sambutan.

"Tunggu sebentar, tuan. Saya carikan dulu" ucap resepsionis itu

Sebenarnya tadi resepsionis itu akan menolak untuk mencari tahu jika saja Devan tak menyebutkan bahwa dirinya adalah teman dari nama yang disebutkan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya resepsionis itu menghadap kearah Devan kembali.

"Maaf tuan, pengunjung atas nama Aleta sudah meninggalkan hotel ini sejak tadi pagi" ucap resepsionis itu.

Mendengar hal itu, Devan segera saja berlalu dari hadapan resepsionis itu tanpa mengucapkan terima kasih. Dengan wajah yang ditekuknya, Devan masuk kedalam mobil sambil membanting pintu kendaraannya.

"Sialan..." umpat Devan sambil terus menggerutu.

"Kalau Aleta saja sudah tak ada di hotel lalu buat apa aku menunggunya disini? Kaya satpam penunggu pohon aja" gerutunya.

Devan pun segera saja melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena kesal tak bisa bertemu dengan Aleta dan anaknya. Dia juga kesal karena Raga tak memberikan informasi mengenai tempat tinggal Aleta yang baru. Mendekat kearah barisan ruko-ruko, Devan menyipitkan matanya untuk melihat apakah penglihatannya itu benar atau tidak.

Devan akhirnya memutuskan untuk meminggirkan mobilnya ke dekat ruko-ruko. Terlihat sekali jika didepan sebuah ruko atau gedung ada seorang anak perempuan yang duduk sambil memandang langit malam. Sambil memandang langit malam itu, tangannya dengan lihai mencoret-coret kuas serta cat air diatas sebuah kertas gambar besar yang berada didepannya.

"Anakku" lirih Devan saat melihat bahwa itu adalah anak yang bersama dengan Aleta semalam.

Devan segera melihat kearah sekitar untuk memastikan bahwa keadaannya aman. Setelah dirasa aman, Devan segera turun dari mobilnya kemudian melangkahkan kakinya mendekat kearah dimana Rubi tengah fokus melukis. Devan melongokkan kepalanya untuk melihat apa yang tengah dilukis oleh anaknya itu.

Betapa mengejutkannya Devan saat melihat lukisan anaknya yang begitu indah. Perpaduan warna yang sangat serasi dan selaras membuat lukisan itu terlihat nyata. Terlalu mengagumi lukisan anaknya, membuat ia tak sadar jika sedari tadi Rubi telah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Hmm..." dehem Rubi untuk menyadarkan laki-laki dewasa disampingnya ini.

Devan begitu gelagapan setelah ketahuan anaknya jika ia tengah mengintip. Segera saja ia menegakkan tubuhnya kemudian menatap kearah Rubi yang juga melihatnya dengan tatapan menyelidik. Devan gugup sendiri melihat kecurigaan anaknya terhadapnya itu.

"Jangan suka ngintip, nanti matanya bintitan" sindir Rubi.

Devan hanya bisa meringis geli saat mendengar sindiran dari anaknya ini. Ternyata anak perempuannya ini sangat mirip dengan Aleta yang sangat pedas jika sudah berbicara. Rubi kembali fokus dengan lukisannya tanpa mempedulikan Devan yang masih terus menatapnya. Devan yang sudah tak dianggap keberadaannya pun akhirnya memilih duduk lesehan disamping anak perempuannya itu dengan menatap Rubi yang sangat fokus.

"Apa kamu nggak kedinginan melukis di luar rumah saat malam hari seperti ini?" tanya Devan mencoba memecah kedinginan.

"Kalau dingin ya tinggal pakai jaket. Gitu aja kok repot" ucap Rubi acuh tak acuh.

Devan seketika bungkam mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Rubi. Dirinya kan hanya basa-basi dan ingin mendekatkan diri dengan anaknya tetapi memang Rubi sangat sulit didekati oleh orang baru.

"Mending om pergi daripada merusak pemandangan mata saja" lanjutnya.

Devan hanya bisa mengelus dadanya sabar saat mendengar ucapan sarkas yang keluar dari bibir manis anaknya. Ingin rasanya ia memeluk anak perempuannya ini, namun apalah daya jika Rubi nanti malah berteriak dan warga sekitar menganggapnya sebagai penculik.

"Papa..."

1
Siti Nurjanah
kalau masih percaya ma wanita yg bernama seina namanya orang itu goblok
Rani R.I
terimakasih thourr,,, gimana pun alurnya tetap menikmati dan menghargai,, berkarya dan menulis tidak lah mudah,, sehat slalu thourr,, tetap semangat dlm berkarya 🙏🙏🙏🫰🫰🫰🥰🥰🥰
Joe JV BITREXGO
cerita yang menarik dan Luwarrrbiasaaaa....suka bacanya... kamu emang kerennnnnnn thor..... smakin semangat dan sukses yah bikin cerita2 yg lainnya....👍👍👍💪💪👏
umi istilatun
👍
ayu cantik
suka
Memyr 67
𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗅𝗎𝖼𝖺𝗌 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗄𝖺𝗄 𝗍𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗍 𝗋𝗎𝖻𝗒? 𝗁𝖺𝖽𝖾𝖾𝖾𝗁
Memyr 67
𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗌𝗂𝗁 𝖽𝖾𝗏𝖺𝗇. 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗀𝖺𝗅𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝗍𝖺𝗇𝖽𝖺𝗋 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗄𝖾𝗍𝗂𝗉𝗎.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺 𝖽𝗂 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖾𝗀𝗋𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗋𝖺𝖽𝗂𝗌𝗂 𝖺𝗇𝗍𝖺𝗋 𝖺𝗇𝗍𝖺𝗋, 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗍𝖾𝗍𝖺𝗇𝗀𝗀𝖺 𝖻𝖺𝗋𝗎
Memyr 67
𝖽𝖾𝗏𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖽𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗋𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝗉𝖾𝗋𝖼𝖺𝗒𝖺𝗂 𝗌𝗁𝖾𝗂𝗇𝖺?
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌, 𝗄𝗈𝗇𝗍𝗋𝖺𝗄 𝗄𝗈𝗇𝗍𝗋𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆 𝗌𝖾𝗅𝖾𝗌𝖺𝗂, 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗎𝗋𝗎𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍?𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝖺𝗅𝖾𝗍𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝗎𝖺? 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗅𝖺𝗂𝗇, 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖺𝗃𝖺 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗎𝖺 𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍.
Tira Aneri
suuukaaa
Hadi Kusuma
disakiti, dihianati, kabur, balik, eh malah rujuk.........
angel
alur awal ok ...eeeh makin di baca kog aneh aj /Smug/
angel
sgt gampang mau balik lagi dgn lakinya hny krn anak...hadeeeh smua novel kog sama aj , klu laki gk suka tinggal talak2 aj ....miris
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Euis Kindar Wulan
up
Aman Riki
thor bingung.. aneta apa aleta
Penulis Eli: Aleta kak, maaf buat kakak bingung 🙏
sering ketukar sama novelku satunya 🙏
total 1 replies
Endang Werdiningsih
hukuman buat seina terlalu gampang atas perbuatan jahat yg dilakukan sdh bertahun" lama'a,,meninggal karena kecelakaan
Endang Werdiningsih
yg kosisten tentang nama ya thor..
aleta jd aneta,,sy pikir tadi'a cuma typo tp ternyata kok keterusan..
apa othor lupa kalo dr awal kasih nama aleta bukan aneta
Penulis Eli: Maaf kak, suka kecampur sama novel satunya 🙏
Besok ku revisi 😬
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!